Juniar adalah seorang gadis yang terlahir dari keluarga yang sangat berkecukupan. Dia memiliki seorang Kakak Laki - laki.
Sang ayah adalah pengusaha sukses yang bisa mengabulkan semua keinginan Juniar hanya dalam hitungan detik.
Hingga sampai akhirnya keluarga Juniar berada di posisi paling rendah.
Dimana perusahaan Ayah nya mengalami kebangkrutan, sang Kakak meninggal karena over dosis. Sang Ayah di lilit hutang dan kena serangan jantung.
Dan Ibu nya pergi meninggalkan Juniar
Juniar yang saat itu usia 18 tahun, baru menyelesaikan sekolah SMA harus berusaha mengembalikan keutuhan keluarganya.
Dia terpaksa harus melelang KEPERAWANAN nya di sebuah situs online demi menyelamatkan keluarga nya.
Demi Ayah yang sakit agar segera sembuh, demi Ibu agar mau kembali pulang dan Almarhum Kakak yang selalu mengandalkannya.
Aku Juniar, gadis yang pernah hidup dalam kemewahan dan sekaligus harus hidup dalam kenistaan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lesta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Juniar 6
Saat itu Juniar bingung harus bersikap bagaimana.
Tuan Muda Sulhan yang membelinya ada di samping nya dan berada di meja yang sama dengannya.
Sepeninggalan Tuan Mus, Juniar duduk kembali di samping Tuan muda Sulhan.
Juniar memilih menundukan kepalanya dan memegang erat tas tangan yang di berikan Maya saat di rumah tadi.
Sambil menundukan kepala Juniar mengingat kembali Daddy nya.
"Daddy semoga daddy baik - baik saja disana." gumam Juniar.
" Semoga Miranda secepatnya menemukan orang yang bisa menjaga Daddy di sana." Juniar bergumam kembali.
Raga nya memang di Banjarmasin, tapi hati nya berada di Bandung.
Juniar setidaknya merasa lega, uang untuk daddy nya sudah dia kirim ke rekening Boy.
Dan uang untuk melunasi pihak Bank juga sudah dia trasnfer ke rekening Om Yoga. rencananya besok dia akan menghubungi Miranda lagi.
" Kkkrrriiuuuuk" suara perut Juniar berbunyi hingga Sulhan dan laki - laki yang ada di hadapan Sulhan melirik ke arah Juniar.
" Sepertinya dia lapar" ucap Laki - laki di sebelah Tuan Muda Sulhan yang di dengar Juniar.
" Ambilkan makanan" ucap Sulhan kepada laki - laki yang ada di hadapannya.
Juniar sudah bisa menebak, laki- laki yang di suruhnya mengambilkan makanan untuk dirinya adalah bawahan Tuan muda Sulhan.
" Apa Mus tidak memberi kamu makan??" terdengar suara Tuan muda tersebut bertanya kepada Juniar.
Juniar masih menundukan kepalanya dan memberanikan diri menjawab.
" Tadi saya belum lapar" ucap Juniar pelan.
" Ini Tuan Muda" ucap Laki - laki tersebut menyodorkan sepiring makanan untuk Juniar.
" makanlah" ucap Tuan muda tersebut.
Juniar menatap makanan yang ada di hadapannya. sungguh dia ingin menangis, dia sudah seperti binatang peliharaan yang di beri makan oleh majikannya.
" Makan!!!" suara Tuan Muda Sulhan lebih tegas.
Juniar pun mengambil sendok dan garfu lalu mulai memakan makannannya. Memang dirinya sangat lapar.
Juniar juga tidak tahu pesta siapa yang sedang dia hadiri. Dan acara apa sebenarnya ini hingga dia harus menemani si Tuan pembeli ke perawanannya.
Tiba - tiba suara tepuk tangan mulai bergemuruh saat seseorang memasuki ruangan.
Juniar sampai membulatkan matanya saat melihat seorang wanita anggun dan cantik memasuki ruangan, tak lama pelayan mendorong sebuah kue ulang tahun yang sangat tinggi.
Para tamu berdiri dan memberi tepukan tangan begitupun Sulhan.
Juniar langsung menyimpan sendok dan garpunya lalu ikut berdiri dan bertepuk tangan.
Kemuadian seseorang meminta semua tamu undangan untuk menyanyikan lagu ualng tahun untuk si pemilik pesta.
Layar besar di dalam ruangan tersebut menayangkan pertumbuhan si pemilik pesta sejak bayi hingga gadis tersebut merayakan ulang tahun ke 23 malam ini.
Riuh tamu undangan yang ada di pesta kembali terdengar saat si pemilik pesta memotong kue ulang tahunnya dan meminta menyerahkan potongan pertama kepada orang spesial.
Juniar sampai menganga saat pemilik pesta menyerahkan potongan pertamanya kepada Tuan Muda Sulhan.
Juniar melihat Tuan nya menerima potongan kue tersebut dan tersenyum.
Bahkan si perempuan itu menarik Sulhan agar berdiri di sampingnya.
Juniar dengan segala pemikirannya benar - benar tak habis pikir. siapa sebenarnya tuan muda Sulhan dan siapa si pemilik pesta.
" Namanya Nona Syaira, itu adik Tuan Muda" ucapan laki - laki yang dari tadi duduk menemani Sulhan menjawab pertanyaan Juniar.
Juniar tersenyum kaku dan menganggukan kepalanya.
Tak lama ada wanita dan laki - laki seumuran orang tua Juniar.
" Itu Tuan dan Nyonya besar, orang Tuan muda Sulhan dan Nona Syaira." Ucap nya lagi kepada Juniar.
Tadinya Juniar berpikiran bahwa wanita yang berulang tahun adalah pacar nya tuan Sulhan atau wanita yang menyukai Tuan Muda si pembeli nya.
Juniar menganggukan kembali kepalanya dengan canggung.
" Anda sudah membaca surat perjanjian yang di berikan Mus???"
" Tidak" jawab Juniar jujur.
" Mus belum menyuruh mu membaca dan menandatanganinya??
" Saya sudah menandatanganinya tapi tidak membacanya"
" Astagaaaa" laki - laki tersebut menggeleng - gelengkan kepalanya.
" Bagaimana kamu tahu tugas kamu kalau kamu tidak membacanya" ucap laki - laki tersebut sambil menapat Juniar tidak percaya.
Juniar hilang fokus dengan laki - laki yang duduk di sebelahnya.
dia fokus kepada Tuan muda Sulhan juga Nona Syaira dan orang tua nya.
Juniar pernah di posisi Nona Syaira saat dia ulang tahun ke 18 beberapa bulan yang lalu
Dimana dia ditemani almarhum Kakak nya Januar. juga di temani Daddy dan Mommy nya.
Ternyata itu terakhir kali nya dia bahagia dengan keluarga lengkap.
" Kamu melamun, hey!!!" laki - laki tersebut membuyarkan lamunan Juniar.
" Maaf Tuan " ucap Juniar
" Hahaha Aku bukan Tuan mu.Tuan mu hanya satu, yaitu Tuan Muda Sulhan. Panggil namaku Haikal"
" Ooh " jawab Juniar tersenyum kaku kembali.
" Aku asisten Tuan Muda, dimana ada Tuan Muda disitu ada Aku"
Juniar hanya mengangguka kepalanya.
Semua tamu undangan sedang memberikan kado dan selamat kepada Syaira.
Tak lama datang lagi seseorang yang cantik nya lebih luar biasa lagi. Juniar mengira perempuan tersebut lebih dewasa dari Nona Syaira.
Juniar melihat wanita itu langsung memeluk dan mencium Tuan Muda Sulhan.
Juniar yang melihat langsung melotot dan menelan air liurnya.
" Itu adalah Syahnaz, wanita yang di jodoh - jodoh kan kepada Tuan Muda Sulhan . Orang Tua Syahnaz meninginkan Tuan Muda Sulhan menjadi menantu mereka"
" Lalu orang tua tuan muda??" tanya Juniar yang lepas kendali. Juniar pun tidak menyangka dirinya akan menanyakan hal tersebut.
" Tuan besar tidak terlalu merespon keinginan orang tua Syahnaz, tapi Nyonya besar sedikit mendukung. karena usia tuan Muda Sulhan sekarang sudah 30 tahun"
" Ooh " ucap Juniar kaku
" Apa mungkin Tuan muda membeliku untuk menolak Syahnaz secara halus, apa Tuan Muda memanfaatka aku?? "gumam Juniar
" Aakkhh bodoh kenapa Aku tidak baca surat penjanjian itu" gumam Juniar.
" Nona Juniar" ucap Haikal.
" Iya" Juniar melirik ke arah Haikal.
" Tuan muda memanggil Anda"
" Hah??" ucap Juniar, Juniar pun melirik ke arah Tuan muda Sulhan yang sedang melihat ke arahnya dan memganggukan kepala.
" Ayo cepat kesana!!!" ucap Haikal.
Juniar pun dengan segera berdiri dan menuju ke arah Tuan Muda Sulhan yang sedang berdiri dengan adik, kedua orang tua juga wanita yang di katakan Haikal bernama Syahnaz.
Juniar hanya fokus kepada Tuan Muda yang membeli nya, walau bagaimanapun Juniar tidak ingin mengecewakan si pembeli nya.
Juniar menuju ke arah Tuan Muda Sulhan. Tanpa Juniar sangka - sangka, Tuan muda Sulhan mengulurkan tangannya saat Juniar sudah mendekat dengannya.
Syaira tersenyum penuh saat melihat Juniar, begitupun Tuan besar.
Lain Hal nya Nyonya besar yang terlihat heran.
Apalagi Syahnaz yang tidak suka dengan keberadaan Juniar.
Syahnaz merasa Juniar adalah saingannya yang harus di singkirkan.
" Kenalkan semuanya, ini Juniar. kekasih ku" ucap Tuan muda Sulhan yang membuat Juniar kaget setengah mati.
Apalagi orang - orang yang berdiri di depan Juniar.
.
.
.
.
Like
Vote.
Komentar
😁😌😌😌😌
Juniar❤Sulhan
maaf cuma masukkan soalnya mak juga terus bc kok cerita ini😉
dan ssmoga om yoga dan boy ikut sandiwara tersebut😄
buatkan par 3 nya thoorr