Pertemuan pertama yang tidak mengenakan di toilet cewek dimana seorang cowok bernama Revan Sanjaya tengah bersembunyi dari kejaran fans cewek yang memujanya tanpa dia sadari di toilet ada seorang gadis kecil yang bernama Kiara Putri, setelah menyadari ada seseorang dia meminta bantuannya karena tidak melihat reaksi apapun dari gadis itu dia yang ada malah sikap cuek yang diberikannya sehingga Revan merasa tertarik dengannya dan langsung mengajaknya menikah tetapi ditolah. Sehingga suatu kejadian yang mengharuskan mereka menikah. Apakah Kiara akan menerima pernikahannya dan belajar mencintai Revan? atau dia akan membencinya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jenar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 6
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Hallo kakak-kakak dan adik-adik apa kabar kalian semua, semoga kalian selalu di berikan kesehatan sama Allah SWT dan di jauhkan dari penyakit.
----------
“ Sialan lo Ri, bilang aja lu yang mau biar Ara ngerjain tugas-tugas lu kan?.” Ucap Vera kesel.
“ Udah udah kalian ini apaan sih biarkan Ara yang mentuin mau ikut kalian atau tidak.” Ucap Caca bosan mendengar perdebatan sahabat-sahabatnya.
“ Maaf ya Ver Ri gue gak bisa tinggal dirumah kalian, gue ingin hidup mandiri enak menyusahkan orang lain, sekali lagi maaf ya gak bisa turuti keinginan kalian.” Jawab Ara dengan tatapan serius, Vera dan Ria pun memanyunkan bibirnya.
“ Hahaha... tu kan sudah ku bilang kalian masih ngotot sih.” Caca ketawa melihat perubahan wajah dari mereka, Ara hanya menggelengkan kepalaku melihat kelakuan mereka.
“ Sialan lu Ca malah ketawain kita bukannya ngebantuin gue ngebujuk Ara.” Ucap Vera kesel.
“ Kalian berdua harus menghargai keputusan Ara, gak usah pake maksa kehendak kalian segala kasian Ara dan apa gak ada pembahasan yang lain. Kuping gue sakit dengerin ocehan kalian yang gak jelas itu, mending kita ngebahas liburan kan tinggal 1 minggu lagi kita masuk sekolah atau kalian berdua pergi liburan aja sana kenapa gitu.” Ucap Caca geram melihat tingkah kedua temannya.
“ Lu ngusir kami berdua Ca.” Ucap Vera ketus tidak terima.
“ Gak, emang gue ada bilang begitu” Jawab Caca dengan cuek.
“ Ih... lu ya Ca nyebelin banget sih, tadi lu secara tidak langsung suruh kita berdua pergi.” Ucap Vera kesel dan didukung oleh Ria dengan anggukan.
“ Udah udah kalian ini jangan pada berantem terus kenapa, katanya kalian kasini mau ajakin gue nonton kok malah pada berantam.” Ucap Ara mengalihkan pembicaraan agar mereka tak lagi adu mulut.
“ Gue bingung dengan mereka ketiga bukannya tadi pada mau bujukin gue biar mau ikut sama mereka monton giliran gue mau malah mereka yang berantem, entar kalau gue nolak malah mereka yang ngambek jadi serba salah gue jadinya. Aneh tapi nyata kalau jauh aja kangen pengen ketemu sampai nangis lebay giliran sudah ketemu bawaannya berantem terus hahaha.... lucu ya?.” Gumam Ara dalam hati sambil geleng kepala dan tersenyum simpul melihat kelakuan ketiga temannya itu.
“ Ra kenapa lu senyum-senyum sendiri lu kesabet ya?.” Tanya Ria. Ara membalas dengan gelengan dan masih dengan senyum di wajahnya.
“ Ih... kok gue jadi merinding ya.” Ucap Vera sambil melihat ke kanan kiri dengan wajah ketakutan.
“ Gue ke kamar dulu ya siap-siap.” Ucap Ara kepada ketiga temannya lalu berdiri dan berjalan ke kamar.
“ Lu apa apaan sih Ver, jangan bicara sembarangan entar yang lu ucapkan menjadi kenyataan gimana?.” Ucap Ria sambil memasang wajah serius dan matanya melihat ke sekeliling seolah-olah seperti ada yang mengawasi mereka.
“ kalian berdua gak tau apa kalau di kost ini angker.”Ucap Caca menakut-nakuti dan setelah Caca berbicara tiba-tiba lampu di kost ku mati.
“ Jangan main-main dengan lampu Ca gak lucu.” Ucap Ria yang mulai ketakutan pasalnya mereka menutup pintu kost sehingga suasana menjadi gelap gulita.
“ Gue gak mainin lampu lagian kita bertiga dari tadikan duduk dilantai gimana gue mau matikan lampunya atau jangan-jangan.” Ucap Caca santai dan mengantung ucapannya membuat mereka berdua terdiam.
Suasana menjadi tegang dan menekam bagi Vera yang menjadi gelagapan karena memang Vera takut dengan kegelapan sedangkan Ria mulai ketakutan ditambah lagi mendengar ucapan Caca yang mengatung.
“ Aaaa.... hiks... hiks... hiks... setan.“ Teriak Vera sambil menangis histeris ketakutan karena ada yang menyentuh kakinya.
“ Aaa... berhenti nangis Ver jangan lebay lu, berisik tau gak sakit kuping gue.” Ucap Ria kesel karena dia kaget mendengar suara teriakan serta tangisan yang membuatnya mulai ketakutan.
“ Tapi kan gue takut tadi ada yang menyentuh kaki gue .” Ucap Vera dengan isak tanggisnya.
“ Apa? Ada yang menyentuh kaki lu Ver, kaki gue juga ada yang nyentuh.” Ucap Ria dengan suara berketar karena ketakutan saat merasakan ada yang menyentuh kakinya dan seketika dia langsung berlari ke sembarangan arah..
“ Eh... kalian dimana? Jangan pada becanda deh gak lucu.” Ucap Vera setengah berteriak ketakutan, tidak ada yang menjawab sedangkan Ria mengambil hpnya yang berada di tas selempangnya. lalu memberanikan diri untuk menghampiri Vera, setelah itu memegang pundaknya dari belakang membuat yang punya teriak ketakutan.
“ Aaaa......” Teriak Vera lagi ketika ada yang memegang pundak belakangnya sampai tubuhnya gemetaran.
“ Eh Ver ini gue, lu gak usah pake teriak segala gak mau apa didengar tetangga dikirain kita lagi ngapain teriak-teriak siang bolong.” Ucap Ria kesel kepada Vera sebenarnya dia juga merasa takut, tetapi dia mencoba untuk tetap setenang mungkin.
“ Tapikan gue takut gelap hiks... hiks... hiks... “ Ucap Vera sambil nangis ketakutan dan Ria memeluknya dari samping.
“ Hihihi... “ Suara cikikikan Caca yang tidak kuat pasalnya dia sudah berusaha menahan tawanya agar tidak lepas karena merasa lucu dengan kelakuan kedua temannya itu, sebenarnya dia tadi mau ngerjain tetapi benaran lampu yang berada di ruang tamu mati setelah dia berbicara kepada mereka berdua pasalnya dia tidak takut dengan kegelapan dan mendengar suara orang yang tertawa Ria dan Vera seketika berteriak.
“ Aaaa.... SETANNN. “ Teriak Ria dan Vera membuat mereka melepaskan pelukannya lalu berlari kesembarang arah mencari pintu keluar karena didalam kost Ara tidak mempunyai ventilasi, jadi kalau mati lampu seperti sekarang seluruh ruangan yang ada di kost terlihat gelap apa lagi mereka tadi mengunci pintu tempat.
Ara yang mendengar suaran teriakan serta tangisan temannya keluar membawa senter dengan mengarahkan ke wajahnya.
“ Aaaa..... se se setann...... “ Teriak mereka bertiga berbarengan melihat ada seseorang yang berdiri menghampiri mereka dan langsung berhamburan berlarian mencari tempat untuk sembunyi.
“ Mana setannya? “ Tanya Ara dengan santai tanpa dosa sambil melihat ke kanan kiri dan belakang tetapi tidak ada apapun yang ada hanya mereka bertiga berbarengan terduduk di lantai dengan lemas dan mengelus dadanya untuk menstabilkan jantung mereka.
“ Lu Setannya.” Teriak mereka bertiga berbarengan dengan keselnya.
“ Sialan lu Ra mau buat kita jantungan apa, pake senterin muka lu segala?.” Ucap Ria kesel sekaligus marah.
“ Iya ya sorry gue gak sengaja tadi, lagian gue kaget dengar suara teriakan serta tangisan ya gue langsung lari datangin kalian, ternyata kalian sedang lari larian kayak anak kecil disini.” Jelas Ara membela diri sambil menahan tawa melihat ekspresi wajah mereka.
“ Eh kita itu gak larian, itu mungkin mereka berdua yang main lari larian kayak anak kecil gue kan sudah besar.” Ucap Ria mengelak.
“ Sialan lu Ri pintar banget lu mengelak bilang aja kita bertiga itu ketakutan apa susahnya sih.” Ucap Vera kesel.
“ Enak saja gue enggak ya, lu aja kali.” Ucap Ria tetap mengelak.
“ Terserah lu aja Ri mau bilang apa.” Ucap Vera malas.
----------
**Lanjut di episode selanjutnya.
Maaf jika ada yang tidak suka dengan cerita ini dan bagi yang suka semoga kalian gak bosan dan maaf jika terdapat tipo dalam penulisan. Kalian juga bisa kasih kritik dan saran kalian ya ....
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan like, tekan gambar love, komentar dan yang pastinya vote ya teman-teman biar autor-nya tambah semangat Upnya.... **