NovelToon NovelToon
TAK ADA JALAN KEMBALI

TAK ADA JALAN KEMBALI

Status: sedang berlangsung
Genre:Suami Tak Berguna / Masalah Pertumbuhan / Kebangkitan pecundang / Selingkuh / Anak Lelaki/Pria Miskin / Balas Dendam
Popularitas:14.6k
Nilai: 5
Nama Author: Mama Mia

Riko Permana, demi gadis yang dicintainya, rela meninggalkan cita-cita menjadi seorang polisi. Melepas beasiswa yang diberikan negara. Ia mundur, sengaja mengalah. Sengaja membiarkan nilainya menjadi buruk demi memuluskan jalan calon kakak iparnya.

Profesor pembimbing kecewa dan ia merasa bersalah. Hanya satu yg membuat ia bahagia: bisa menikah dengan wanita yang sangat dicintainya.

Akan tetapi, apa yang terjadi kemudian? Dirumah mertua ia diperlakukan layaknya budak, dihina dan dipermalukan. Istri yang dicintai tidak membela malah ikut merendahkan.

Puncaknya adalah ketika ia mengetahui bahwa sang istri berselingkuh secara terang-terangan di hadapannya.

Pria yang menertawakan kebodohannya sendiri. Istri yang selama satu tahun pernikahan tidak mau disentuh, kenapa dia tidak sadar sama sekali?

"Cukup sudah! Seluruh cintaku sudah habis. Aku akan tunjukkan pada semua, aku bukan orang yang bisa mereka hina begitu saja. Mereka yang telah menghinaku, akan bertekuk lutut di hadapanku."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

18. Transformasi Dari Bara Api Dendam

.

Hari terus berganti. Waktu terus berlalu. Bulan demi bulan, Riko semakin berkembang dan matang. Semakin dewasa dalam berpikir, semakin cerdas dan semakin bijaksana. Ia juga semakin mahir dalam pekerjaan administratif dan semakin mumpuni dalam bela diri. Riko kini menjadi salah satu aset berharga di SENTINEL (Security, Emergency, Negotiation, Tactics, Intelligence, Network, and Logistics), sebuah perusahaan keamanan yang disegani di seluruh negeri.

Kini, dua tahun berlalu. Waktu telah menempa Riko menjadi sosok yang jauh berbeda dari pemuda yang dulu diremehkan dan dikhianati. Penderitaan, kerja keras, dan latihan tanpa henti telah mengubahnya secara fisik dan mental.

Di usianya yang kini genap 29 tahun, Riko menjelma menjadi pria yang dingin, misterius, dan tak tersentuh. Sorot matanya tajam dan menusuk, nyaris tanpa ekspresi. Tubuhnya atletis dan kekar, hasil dari latihan bela diri yang intensif. Selalu berpakaian rapi dan elegan, aura kekuatannya terpancar kuat, membuat orang-orang di sekitarnya merasa segan dan berhati-hati.

Kehidupan pribadinya pun benar-benar berbanding terbalik dengan kehidupannya di masa lalu. Ia tidak lagi tinggal di rumah dinas yang disediakan oleh profesor Rahmat. Kini, ia tinggal di sebuah apartemen mewah di pusat kota, dengan pemandangan yang menakjubkan. Ia memiliki mobil sport mewah, pakaian bermerek, dan rekening bank yang berisi banyak uang. Ia telah mencapai kesuksesan yang gemilang bersama SENTINEL.

Dan yang terpenting dan paling membuatnya bahagia, ia telah berhasil membawa ibunya untuk tinggal bersamanya. Ibu Maryam kini hidup dengan nyaman dan berkecukupan, menikmati segala fasilitas yang diberikan oleh putranya. Ia tidak perlu lagi bekerja keras atau khawatir tentang kebutuhan sehari-hari.

Sore itu Riko baru saja pulang dari perusahaan. Riko masuk ke dalam apartemen, mengenakan setelan jas yang rapi. Ia tersenyum melihat Bu Maryam yang sedang duduk di sofa ruang tamu sambil menyulam.

"Assalamualaikum, Ibu," sapa Riko dengan lembut. Pria tampan itu menghampiri ibunya lalu mencium punggung tangan wanita itu yang mulai keriput.

Ibu Maryam meletakkan jarum dan benang yang ada di tangannya dan menoleh ke arah Riko . Wajahnya berbinar-binar melihat putranya.

"Waalaikumsalam, Nak," jawab Ibu Maryam dengan senyum yang tulus. "Baru pulang kerja?"

Riko mengangguk dan mencium tangan ibunya dengan hormat. "Iya, Bu. Hari ini agak sibuk di kantor. Ibu lagi apa?"

"Ibu ingin membuat sweater untukmu. Oh iya, Ibu sudah siapkan makan malam untukmu. Ayo, kita makan bersama," ucap Ibu Maryam dengan nada yang penuh perhatian.

Riko tersenyum. "Wah, pas sekali! Riko juga sudah lapar. Masakan Ibu memang selalu yang terbaik," balas Riko , menggoda ibunya.

Mereka berdua berjalan menuju ruang makan, di mana meja sudah tertata rapi dengan berbagai hidangan lezat. Aroma masakan Ibu Maryam menggugah selera.

Saat mereka makan, Riko bercerita tentang pekerjaannya di SENTINEL. Ia menceritakan tentang tugas-tugas yang ia kerjakan, rekan-rekan kerjanya, dan tantangan-tantangan yang ia hadapi.

Ibu Maryam mendengarkan dengan penuh perhatian, sesekali memberikan komentar dan saran. Ia bangga dengan kesuksesan putranya dan selalu mendoakan yang terbaik untuknya.

"Ibu senang kamu akhirnya sukses mewujudkan impianmu, Nak," ucap Ibu Maryam dengan mata berkaca-kaca. "Tapi yang paling membuat ibu bahagia adalah karena sekarang kita bisa tinggal bersama. Ibu bisa melihatmu setiap hari."

Riko menggenggam tangan ibunya dengan sayang. "Riko juga senang bisa selalu bersama dengan Ibu," ucap Riko dengan tulus. "Ibu adalah segalanya bagi Riko . Riko ingin memberikan yang terbaik untuk Ibu. Karena Ibu pantas mendapatkannya."

Ibu Maryam tersenyum bahagia. "Ibu tidak butuh apa-apa lagi, Nak," ucap Ibu Maryam dengan lembut. "Kebahagiaanmu adalah kebahagiaan Ibu juga."

*

Keesokan harinya, Riko bangun dengan semangat yang baru. Ia merasa segar dan berenergi setelah beristirahat dengan cukup. Hari ini adalah hari liburnya, dan ia ingin menghabiskan waktu sebaik mungkin bersama ibunya.

"Assalamualaikum, Ibu," sapa Riko , memasuki ruang makan. Ia melihat ibunya sedang menyiapkan sarapan.

Sebenarnya, Riko ingin mengerjakan seorang pelayan agar ibunya tidak perlu repot. Namun, Bu Maryam menolak. Katanya badannya akan pegal kalau seharian hanya duduk diam tak mengerjakan apapun. Akhirnya Riko hanya akan memanggil jasa kebersihan seminggu sekali, agar ibunya tidak terlalu lelah.

"Waalaikumsalam, Nak," jawab Ibu Maryam dengan senyum yang cerah. "Sudah bangun? Sini, sarapan dulu."

Riko mencium pipi ibunya lalu duduk di samping ibunya dan mulai menyantap sarapannya.

"Hari ini Riko libur, Bu," kata Riko dengan nada riang. "Bagaimana kalau kita jalan-jalan? Riko ingin mengajak Ibu jalan-jalan."

Mata Ibu Maryam berbinar-binar mendengar ajakan putranya. "Jalan-jalan ke mana, Nak?"

“Ke mana saja. Pokoknya hari ini kita akan senang-senang berdua."

*

Setelah selesai sarapan, Riko dan Ibu Maryam bersiap-siap untuk pergi. Riko memilihkan pakaian yang nyaman dan modis untuk ibunya, tentu saja disesuaikan dengan usia ibunya. Ia ingin ibunya tampil cantik dan percaya diri.

Mereka kemudian berangkat. Riko mengendarai mobilnya menuju sebuah mall besar di pusat kota. Sepanjang perjalanan, bu Maryam terkagum-kagum melihat keindahan kota. Gedung-gedung bertingkat, jalanan yang padat, dan segala yang belum pernah ia lihat selama ini.

Sesampainya di mall besar, Bu Maryam begitu terpesona melihat kemegahan dan keindahan mall tersebut. Seumur hidup, ia belum pernah masuk ke tempat seperti ini.

Riko menggandeng tangan ibunya dengan erat, membimbingnya menyusuri lorong-lorong mall yang ramai. Mereka melihat-lihat berbagai macam toko, mulai dari toko pakaian, toko sepatu, hingga toko perhiasan.

"Ibu mau beli apa, Bu?" tanya Riko dengan lembut. "Riko akan belikan apa saja yang Ibu inginkan."

Ibu Maryam tersenyum. "Ibu tidak butuh apa-apa, Nak," jawab Ibu Maryam dengan tulus. "Ibu hanya ingin menghabiskan waktu bersamamu."

Namun, Riko tidak menyerah begitu saja. Ia tetap berusaha membujuk ibunya untuk membeli sesuatu.

"Ayolah, Bu," kata Riko dengan nada membujuk. "Riko ingin membelikan Ibu sesuatu. Anggap saja ini sebagai ucapan terima kasih Riko karena Ibu sudah menjadi ibu yang terbaik di dunia."

Ibu Maryam tertawa kecil mendengar rayuan putranya. "Baiklah, Nak," ucap Ibu Maryam akhirnya mengalah. "Kalau begitu, Ibu ikut kamu saja."

Riko tersenyum lebar. "Nah, begitu dong," ucap Riko dengan nada senang. "Ayo, kita cari gaun yang paling bagus untuk Ibu."

Riko membawa ibunya ke sebuah butik eksklusif yang menjual berbagai macam gaun mewah. Ibu Maryam terkejut melihat harga gaun-gaun tersebut. Ia merasa tidak enak jika harus membeli gaun semahal itu.

"Nak, gaun-gaun ini terlalu mahal," bisik Ibu Maryam kepada Riko . "Ibu tidak akan pantas memakainya. Lebih baik uangnya ditabung untuk masa depan kamu."

Riko menggelengkan kepalanya. "Tidak apa-apa, Bu. Tabungan untuk masa depan sudah Riko atur sendiri. Dan untuk membahagiakan Ibu juga ada jatah sendiri," jawab Riko dengan lembut. "Pokonya, Riko ingin membelikan Ibu gaun yang paling bagus. Ibu pantas mendapatkan yang terbaik."

Riko benar-benar tak ingin dibantah. Akhirnya, Bu Maryam pun hanya bisa menghela nafas pasrah.

Riko meminta bantuan kepada seorang pramuniaga untuk memilihkan gaun yang cocok untuk ibunya.

"Silakan berganti di sini, Nyonya!” Seorang pegawai butik membawanya ke ruang ganti dan melayani dengan ramah.

Bu Maryam bergidik geli. Dirinya dipanggil "Nyonya”? Apa-apaan mereka?!

Setelah mencoba beberapa gaun, Ibu Maryam akhirnya menemukan sebuah gaun yang ia sukai. Gaun itu terlihat sederhana namun elegan, terbuat dari bahan sutra berkualitas tinggi dengan warna yang lembut.

"Bagaimana, Tuan?” Seorang pegawai butik menuntun Bu Maryam ke tempat Riko duduk menunggu sambil memeriksa ponselnya.

Riko mengangkat wajahnya dan terpukau. "Ibu sangat cantik dan anggun.” celetuk Riko mengagumi ibunya yang kini memerah wajahnya.

1
Cindy
lanjut
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
gak tahunya perhiasannya KW🤭
Aidil Kenzie Zie
Aldo mana Aldo
Yana Phung
sepertinya berlian pemberian aldo juga palsu
aduh.. kalo sampai terjadi apes berkali-kali si laras
ditambah emaknya model itu lagi
mungkin emaknya aja yg dijual 😅😅😅
ora
Yakin bisa di jual kan, Ras😁😁
ora
Kamu juga usaha dong, jangan nyuruh aja bisanya...
Tini Uje
jangan2 palsu lagi kan prhiasan nya 😅😅
Masha 235: ho oh...kalo palsu, kasian.....rugi berkalikali🤭
total 1 replies
Dew666
💎💎💎💎
Masha 235
andaikan hukum di negeri ini sperti cerita ini,,,,alangkah senangnya hati ini....
Cindy
lanjut
Piet Mayong
daripada hotel mending cari kontrakan donk Bu Ratna yg terhormat
🤭😁😁😁😄
Patrick Khan
guna nya aldo apa sih😅😅😅
Tini Uje
yg kata nya horang kaya pacar nya larass kmnaa atuhh..bantuin tuh ayang mbeb kamu aldo 😅😅
Ayudya
lanjut kak
juwita
si aldo kmn laras bknya pacar km🤣🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
anda
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
sorry, gak nerima barang bekas
Gadis misterius
Lnjutkan riko memang harus begitu .....jngn smpai lengah dan tertipu dngn laras lg cukup 1 x
Ayudya
seperti bom waktu yg kapan aja meledak itu lah amarah riko🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭
Ayudya
lah Laras kok ga tau malu banget mau minta balikan ma Riko mimpi kali kamu laras
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!