Alvin yang memiliki profesi sebagai seorang dokter di jodohkan oleh orang tuanya dengan seorang gadis yang masih menduduki bangku SMA.
gadis itu bernama Zea. Zea memiliki sifat yang sangat polos, bahkan teramat polos.
sedangkan Alvin yang memiliki sifat dingin, dan sangat cuek
lambat laun, cinta tumbuh di antara mereka. akan kah keduanya tetap bersama? atau akan pisah?
kepo dengan kisahnya? tetap disini, dan ikuti ceritanya!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rizki Nabila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab : 6 laper apa doyan
"Doyan apa laper, Om? katanya gak sehat, tapi abis juga". sindir Zea lagi
Namun lagi-lagi tak di gubris oleh Alvin
*****
"Pulang yuk,Om! Zea udah kenyang nih". Ajak Zea
"Bentaran lagi deh,Zea. Buru-buru amat!" Ketus Alvin
"Mas! Bakso nya satu lagi ya". Ucap Alvin
Zea terpelongo terkejut.
"Apa Zea gak salah denger? Om pesen lagi?" Tanya Zea
"Iya, memangnya kenapa?"
"Katanya gak sehatlah, banyak bakteri lah, kotor dan segala macam, tapi kenapa malah nambah?"
"Bukan saya yang mau".
"Terus buat siapa?"
"Buat perut saya!" Jawabnya cuek
"Kan sama aja sih, Om?"
"Ya beda dong! "
"Seterah Om lah".
"Nih mas, baksonya". Ucap pedagang bakso
"Makasih, mas!"
"Jujur aja kenapa Om. Bilang gitu kalo om suka sama baksonya, apa susahnya coba?"
"Bukan saya yang suka, tapi perut saya yang minta, paham?"
"Terserah lah,Om! Zea mau ke mobil aja, jangan lama-lama makannya".
"Sok-sokan jual mahal, padalan doyan!" Batin Zea
"Kok ada ya orang kek dia gitu? Udah songong, sombong, untung ganteng hehehe". Gumam Zea
Karena susah terlalu lama menunggu, namun Alvin tak kembali juga.
Zea memilih tuk berteriak dari dalam mobil
"Om! Cepetan ih, lama banget!" Teriak Zea dari dalam mobil
"Iya bocil! Berisik banget kamu!" Balas Alvin
Lalu Alvin mulai berjalan ke arah mobil, dengan membawa kantong plastik yang Zea sendiri tak tau itu isinya apa
Mata Zea terus menatap kantong plastik yang dibawa oleh Alvin tadi
"Itu apa,Om?" Tanya Zea
"Bakso!" Jawab Alvin dingin singkat dan padat
"Bakso? Buat siapa?" Tanya Zea kepo
"Buat mama! "
"Oh". Ucap nya sambil menganguk
"Tapi kok banyak banget om? "
"Satu, dua,tiga. Ha, sampai tiga bungkus. Ini untuk mama semua? Emangnya bakal habis?"
"Diamlah kamu bocil. Saya lagi nyetir, ntar kalo nabrak gimana?" Omel Alvin
"Kan Zea cuman nanya, kok Om marah sih?"
Zea hanya menatap ke arah jendela. Sedangkan Alvin fokus mengemudinya dan pandangannya fokus kedepan. Sesekali ia melirik Zea, dan tersenyum
"Udah sampai, turun sana. "
Zea tak menjawab dan ia langsung turun dari mobil
"Assalamualaikum! "Salam nya
"Waalaikumsalam! Eh, sudah pulang? "Sapa mama
"Udah mah!"
"Ayo masuk, kita makan siang dulu yuk?" Ajak mama
"Eh, enggak usahlah ma! Tadi Zea juga udah makan". Tolak Zea
"Oh, ya udah! Ganti baju dulu gih, ntar kemari lgi ya? Temenin mama". Pinta mama
Zea hanya mengangguk
Lalu ia naik keatas menuju kamar nya. Bukannya langsung ganti baju, Zea malah langsung baring di ranjangnya
"Zea benci banget deh, sama Om itu? Taunya cuman marahin Zea aja". Gerutu Zea
"Dikit- dikit dimarahin, dikit di omelin, serba salah deh".
"Kalo gak suka ngomong langsung, jangan ngedumel di belakang". Sindir Alvin
"Loh? Kok Om bisa ada di sini?" Tanya Zea terkejut
"Kamar-kamar saya, ya bisa dong! Kenapa, kamu terkejut? Panik? Takut?"
"Idih! Geer banget sih Om!"
"Terus?"
"Ah sudahlah. Om ngapain sih disini? Emang om gak ke rumah sakit?" Tanya Zea
"Gak mood!"
"Ada pula orang kerja pake mood-mood segala?"
"Halah banyak tanya. Sana-sana, saya mau istirahat". Usir Alvin
"Kan Zea duluan yang disini, berarti Om dong yang harus keluar?"
"Kamar-kamar siapa?"
"Kamar Om!"
"Ya sudah, berarti kamu yang harus keluar kan?"
"Iya! Eh, enak aja! Kan Zea duluan yang disini, berarti Om yang harus keluar". Usir Zea
"Enak aja, saya gak mau!" Jawab Alvin kekeh
"Ya udah lah, Zea ganti di sini aja."
Lalu ia mulai membuka kancing bajunya satu persatu.
Alvin hanya terpelongo tak habis pikir dengan istri bocil nya ini
"Eh, bocil! Kamu mau mancing-mancing ya?"
"Mancing? Siapa yang mau mancing sih Om! Zea mau ganti baju".
Alvin menepuk jidat nya
"Ya ampun ini bocah! Mau mancing gue atau gimana ya?" Batin Alvin
Ia berusaha menahan dirinya, dan membuang wajahnya agar tidak melihat Zea di depan matanya
"Duh! Di lihat, tapi akunya gak kuat. Gak di lihat, tapi barang bagus. Kan sayang ada barang bagus gini di lewatin hihihi" . Batinnya sambil cekikikan
"Kamu apa tidak malu?" Tanya Alvin
"Ngapain malu sama suami sendiri". Sahut Zea
"Udah buruan! Mata saya ternodai nih".
"Ternodai, ternodai! Orang Om sendiri kok yang dari tadi ngeliatin Zea terus, berarti bukan salah Zea dong?"
"Kamu di depan mata saya, kaya mana gak di lihat?"
"Alah Om,Om! Modus"
"Udah cepetan!"
"Sabar dong, Om!"
"Aduh! Duh! Ih, kok gak bisa sih?"
"Kenapa?" Tanya Alvin
"Ini om, resleting rok Zea nyangkut, jadi macet. Tolong bukain dong om?" Pinta Zea
"Ya udah sini". Sahut Alvin
"Makasih, Om!" Ucap Zea
"Udah buruan, lama banget? "
"Nah, dah selesai."
"Lain kali, jangan ngerepet terus Om! Ntar cepet tua". Cibir Zea
"Bye Om! "
Lalu Zea kembali turun ke bawah, menuju ruang kelurga rumah itu
Bersambung....
secara SMP ajah udah ada pembahasannya reproduksi
ekhh malah ending padah asik.lycu ceritanya.