Warning!
Novel ini hanya untuk usia 21+ yang mempunyai tingkat ke-haluan level tinggi. Tidak ada korelasi nya dengan agama apapun dan budaya manapun!
Orang-orang mengenalnya dengan nama Harley Davidson, seorang pemuda yang tidak diketahui asal usulnya oleh siapapun. Tidak ada yang tahu persis dari mana asal pemuda tampan ini atau siapa orangtua nya, yang mereka tahu hanya bahwa pemuda misterius ini tinggal seorang diri disebuah villa diatas bukit.
Terkadang dia hadir diantara orang-orang dikota itu, terkadang dia menghilang entah kemana tetapi seorang Harley akan selalu kembali ke villa itu dengan mobil sportnya atau motor besarnya.
Hingga satu saat dengan sangat terpaksa dia membawa pulang seorang gadis kedalam rumahnya, yang lambat laun akan mengisi hidupnya.
Siapakah gadis cantik itu?
Aoa yang terjadi ketika Harley harus menyerahkan kembali gadis itu kepada kedua orang tuanya?
Ikuti terus kisah mereka di novel ini yah..
Jangan lupa untuk meninggalkan jejak kalian semua disini!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy Sally, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kebahagiaan Terakhir
Tiba di pelataran parkir mall terbesar dikota itu, Harley memarkirkan mobilnya di tempat VIP. Sengaja dia melakukannya untuk Paloma, agar wanita itu tidak harus berjalan terlalu jauh menuju pintu masuk utama gedung besar tersebut.
" Kamu tidak harus melakukannya, kita bisa parkir ditempat biasa kan?" Ucap Paloma, sambil membuka sabuk pengaman nya.
" Semua untuk my princess " Jawab Harley, kembali menggodanya.
Secepat kilat Harley keluar dari mobil sport nya, dan berlari ke pintu samping dimana Paloma menduduki kursinya, lalu layaknya seorang pria sejati Harley membukakan pintunya untuk Paloma dan meraih tangannya agar wanita itu keluar dari sana.
Tentu saja tingkah mereka langsung menjadi pusat perhatian para pengunjung disana, terutama para gadis. Sebagian mereka memuji cara Harley memperlakukan Paloma, sebagian banyak dari mereka merasa iri bahkan ada yang mencibir keduanya. Hal itu tidak dijadikan masalah besar oleh Harley dan Paloma, mereka asik dengan dunianya sendiri terutama Harley.
Hanya ini yang bisa dia lakukan untuk wanita paruh baya bertubuh bulat itu, sebagai bentuk rasa terimakasih nya yang mendalam karena telah menemaninya juga mengurus Max untuknya selama ini.
Tujuan pertama Harley adalah mengajak Paloma untuk membeli pakaian, dia membawanya ke sebuah butik khusus untuk wanita bertubuh besar seperti Paloma. Tiba disana semua mata tertuju kepada keduanya, terutama kepada Harley. Pria tinggi besar bertubuh atletis dengan wajah yang begitu tampan dan memiliki sorot mata elang yang membuat para gadis manapun akan terpesona melihatnya.
Satu pelayan wanita mendekati Paloma ketika wanita itu tengah memilih pakaian untuknya.
" Ijinkan saya membantumu nyonya..." Ucapnya setelah gadis itu menyapa Paloma terlebih dulu.
Gadis itupun menawarkan beberapa pilihan baju yang mungkin disukai oleh Paloma, dress-dress keluaran terbaru di butik tersebut. Wanita itupun memutuskan untuk mencoba baju-baju tersebut di kamar pas, sementara Harley menunggunya di sofa depan pintu keluar ruangan berbentuk kotak kecil tersebut.
" Bagaimana menurutmu?" Tanya Paloma, saat wanita itu mencoba dress pertamanya sambil berpose layaknya seorang model dihadapan Harley.
" Noo...!" Tolak pemuda itu sambil menggelengkan kepalanya, ketika melihat tampilan Paloma yang menurutnya sangat norak. Wanita itu menggunakan dress berwarna merah menyala yang terlihat ketat ditubuhnya, dengan taburan manik-manik disekitar kerahnya.
Paloma pun kembali memasuki ruangan kecil itu untuk mencoba baju yang lainnya, kali ini sebuah dress cantik berwarna dusty pink dengan motif bunga kecil bertebaran di ujung rok nya.
" Ahhh....Yang ini aku suka...Kau terlihat semakin cantik tuan putri " Ujar Harley, lalu menghampiri Paloma, meraih tangannya dan memutar tubuhnya.
Setelah selesai membayar dress cantik itu untuk Paloma, Harley mengajaknya untuk membeli asesoris cantik untuk melengkapi tampilan wanita itu. Paloma terlihat sangat senang melihat deretan gelang, anting dan cincin yang bertebaran didalam etalase toko tersebut.
Pilihan nya tertuju pada satu set perhiasan dengan model sederhana yang akan terlihat anggun jika Paloma memakainya, dan tanpa pikir panjang Harley pun segera membayarnya.
Tujuan terakhir Harley siang itu adalah mengajak Paloma untuk bersantap siang bersama di sebuah restoran mewah didalam gedung mall tersebut, Paloma sempat menolak nya karena menurut wanita itu harga makanan disana terlalu mahal. Dia bahkan bisa membuat sepanci pasta bakso untuk lima orang seharga satu piring steak disana.
" Kau ini....Dasar nenek tua " Harley tergelak mendengar ocehan Paloma, lalu memesan makanan untuk dirinya dan Paloma sebelum wanita itu beranjak dari kursinya dan memilih sebuah foodcourt untuk bersantap siang bersama.
Harley sengaja memilih tempat duduk didekat jendela kaca , agar mereka bisa menikmati pemandangan diluar sana. Kebetulan dikota itu sedang ada festival bunga, jadi dia dan Paloma bisa bersantap siang sambil menikmati iring-iringan kendaraan yang dihiasi bunga-bunga yang indah.
" Terimakasih nenek tua, kau telah membersamaiku selama lima tahun ini..." Ucap Harley tulus, lalu mencium punggung tangan wanita paruh baya itu dan tersenyum kepadanya.
" Aku selalu mempunyai alasan untuk pulang sejauh apapun mereka mengirim ku pergi " Lanjut nya.
Ucapan Harley membuat Paloma begitu terharu, wanita itu menitikkan air mata nya lalu mengutarakan perasaan nya kepada Harley, pemuda yang sudah dia anggap sebagai anaknya sendiri.
" Terimakasih nak, aku tidak tahu bagaimana jadinya hidupku jika kamu tidak membawaku bersamamu waktu itu..."
Tiba-tiba...
BUM!!!
Sebuah bom meledak tepat diluar gedung tepat diseberang jalan dimana Harley dan Paloma menduduki kursinya, dan membuat keduanya terpental lalu membentur dinding dan mendarat di lantai. Ledakan bom itu telah menghancurkan satu sisi gedung besar tersebut.
Ngiiiiiinggggg!!!
Perlahan Harley membuka matanya dengan telinga yang mendenging, pemuda itu berusaha untuk bangkit dan mencari keberadaan Paloma diantara puing-puing yang berserakan. Samar dia mulai mendengar teriakan orang-orang dan sirine mobil polisi dan mobil pemadam kebakaran juga ambulance, Harley mulai memanggil nama Paloma.
" Paloma!.....Paloma!" Seru Harley dengan langkah gontai, lalu mulai menyingkirkan puing-puing tersebut tanpa memperdulikan luka ditubuhnya.
" Paloma...!" Pekiknya saat dia melihat sosok Paloma yang tergeletak tidak sadarkan diri dengan luka parah disekujur tubuh wanita itu.
Harley bersimpuh disamping tubuh wanita itu lalu memeluknya sambil menangis dan memanggil namanya, tetapi wanita itu tidak juga merespon seruan Harley terhadapnya.
" Medik!.....Medik!" Teriak Harley
" Paloma bangun!!!" Pekiknya lagi, lalu mencium kening wanita itu.
" Aku mohon....Tolong bangun Paloma..." Isak Harley, hingga tanpa sadar diapun mulai kehilangan kesadarannya.
.
.
Tit...Tit...Tit...
" Bagaimana kondisi nya dok?" Tanya seorang wanita berambut pirang kepada dokter yang baru saja selesai memeriksa kondisi terakhir teman pria nya.
" Kondisinya mulai stabil nona " Jawab dokter itu, sambil menandatangani kertas yang disodorkan oleh seorang suster wanita kepadanya.
" Lalu bagaimana dengan kondisi wanita itu?"
" Beliau masih koma nona, kami masih memantau keadaannya " Jawabnya
" Lakukan yang terbaik untuk keduanya oke dok?" Pinta wanita itu, lalu menghampiri teman pria nya lagi setelah sang dokter meninggalkan ruangan itu.
" Paloma! Aaahhh...!!" Tiba-tiba saja Harley terbangun dari tidur panjangnya. Dia memegangi kepalanya yang terasa begitu sakit, sambil berusaha untuk bangkit dari ranjangnya.
" Harley, kamu belum boleh bangun..." Ujar Ferrari, sambil berusaha untuk menahan agar pria itu tetap di posisinya.
" Paloma Ferra, dimana dia?" Tanya pemuda itu, mau tidak mau dia harus menuruti perintah Ferrari untuk tetap tidur, karena dia merasakan sakit disekujur tubuhnya.
" Paloma masih belum sadarkan diri Harley, tim dokter masih memantau kondisi nya "
" Sudah berapa lama aku disini?" Tanya Harley tanpa melihat ke arah wanita itu.
" Empat hari Har, dan kamu masih harus beristirahat...Luka di kepalamu cukup serius " Jawab Ferrari sambil menggenggam tangan Harley.
" Apa kamu sudah tahu siapa pelakunya?" Tanyanya dingin dan datar.
Iblis mode on pikir Ferrari...
.
.
.
To be continue
Hai kakak-kakak terimakasih telah meninggalkan jejak kalian disini yah...
Jangan lupa vote, like dan komen juga dukung novel-novel othor yang lainnya.
Happy reading 😘🤗😘🤗😘
aku suka cerita genre yg begini 👌👌👌
tolong pencerahannya pengarang cerita...