NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikahi Bos Kejam (Forced To Marry A Cruel Boss)

Terpaksa Menikahi Bos Kejam (Forced To Marry A Cruel Boss)

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Cintamanis / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:969.3k
Nilai: 5
Nama Author: kenniken

Revisi ulang cerita semua bab/episode !!

Seorang gadis yang terpaksa di jual oleh kekasihnya kepada Ceo Besar tanpa sepengetahuan dirinya, bahkan dirinya tidak mengetahui apa yang sebenar nya terjadi, Siapa sangkah dirinya harus menerima semua perlakuan yang di berikan kepadanya.

Namun sebuah penderitaan yang di berikan kepadanya, bisa terbalaskan dengan sebuah perasaan.

bagaimana kisah selanjutnya kalian bisa langsung baca saja ceritanya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kenniken, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kesucian Yang Hilang

mendekati Arin dan tanpa di duga Ardan menggendong tubuh Arin keluar dari bathtub, dan membawanya ke kamar Ardan melemparkan tubuh Arin di atas kasur, dan sembari tersenyum penuh arti.

" mari tunjukan kepadaku, jika kau benar benar masih gadis " ucap Ardan yang tiba tiba mencium bibir Arin.

Arin terkejut mendapati dirinya seperti itu, dan memberontak untuk lepas dari dekapan pria itu.

" ah..hah " satu ******* lolos dari mulut Arin.

Dan terjadilah malam yang begitu mennyakitkan bagi Arin.

" hiks.. hiks.. tuan, kumohon lepaskan sakit " ucap Arin yang sembari menangis menahan sakit di bagian selangkangnya.

Ardan terdiam dan seketika terhenti, melihat apa yang terjadi, terlihat cairan merah segar mengalir di sana.

Ardan segera menghentikan aktifitasnya dan beranjak pergi menuju kamar mandi, meninggalkan Arin yang masih menangis merintih kesakitan.

" ck.. bren***k apa yang ku lakukan " gumam Ardan yang kini masih berada di dalam kamar mandi dan dengan mata menatap wajahnya di sebuah cermin.

di dalam kamar Arin beranjak bangun dari tempat tidur, untuk mengambil pakaiannya di ruang kamar ganti.

Arin yang berjalan dengan tertaih, karena rasa sakit di bagian selangkangnya masih terasa perih akibat apa yang telah di lakukan oleh pria itu kepadanya,

Saat dirinya sudah selesai, Arin segera berlalu pergi, meninggalkan kamar Ardan bergegas mancari kamar lain untuk dirinya istirahat.

cklek...

sret..

Ardan yang sudah kembali dari kamar mandi dan dengan wajah terlihat bingung mendapati kamarnya kosong tidak ada sosok Arin disana.

Ardan bergegas mengganti pakainya dan beranjak turun kebawah, namun saat dirinya hendak melangkah menuju dapur tiba tiba pandangannya beralih menatap kearah sebuah kamar yang sedikit terbuka.

Ardan melangkah kan kakinya kearah pintu kamar tersebut dan terlihat sosok yang di carinya yaitu Arin tengah tidur pulas di kamar tamu, Ardan masuk kedalam kamar tersebut dan berjalan menghampiri Arin.

" ck ada apa dengan diriku, aku merasakan sesuatu yang sangat berbeda saat melakukannya. " batin Ardan menatap lekat wajah Arin yang tengah tertidur,

" Ahh apa yang ku pikirkan, sudah lah " gumam Ardan sembari mengacak acak rambutnya dan segera beranjak pergi, keluar dari sana dan menuju dapur untuk mengambil minuman.

***

di sebuah rumah sederhana tampak seorang wanita paruh baya, yang mondar mandir disana.

wanita paruh baya itu merupakan bibi San yang tengah sibuk mencemaskan keberadaan Arin saat ini yang tidak kunjung pulang.

bibi San sudah mencoba menghubungi nomor Arin namun hasil nya nihil.

" ya Tuhan Arin kamu dimana , sudah pukul sepuluh malam kamu belum pulang " Gumam bibi San yang masih saja mondar mandir di ruang tamu.

selang beberapa lama akhirnya bibi San memilih pergi keluar mencari Roy dan menannyakan keberadaan Arin saat ini.

saat bibi San hendak melanjutkan perjalanan nya menuju balai kota, namun tiba tiba langkahnya terhenti di depan sebuah warung makan.

dan tampak melihat seseorang didalam warung tersebut, bibi San segera masuk kedalam warung tersebut dan menghampiri orang yang di lihatnya barusan.

srek....

" Roy dimana Arin? " Tanya bibi San kepada orang itu yang ternyata Roy, Roy terkejut atas kehadiran bibi San yang tiba tiba.

Roy tidak langsung menjawab perkataan dari bibi San melainkan terdiam dengan perkataan bibi San kepadanya yang menannya kan keberadaan Arin saat ini.

" jawab Roy, dimana Arin, bukannya kalian pergi bersama hari ini? " Ucap bibi San menerka, dengan nada sura sedikit meninggi, namun kini semua mata melihat kearah mereka berdua.

Roy yang kini menyadari tatapan banyak orang, seketika membawa bibi San keluar dari warung itu dan menuju luar untuk membicarakan hal itu kepada bibi.

" bibi San, maaf kan saya, saya...eng " tukas Roy yang tak melanjutkan kalimatnya.

" katakan apa? Dimana Arin Roy? " Tanya bibi San lagi dan lagi, Roy menundukan kepalanya seraya berkata.

" maaf bibi, semua ini salah ku, seharusnya aku tidak melakukan itu kepada Arin, bibi aku berjanji akan membawanya kembali." ucap Roy kepada bibi San, yang kini menatap Roy dengan bingung atas apa yang di katakan Roy barusan.

" apa yang kau katakan? emangnya kau bawa kemana Arin hh? " Tanya bibi San yang sudah tak enak perasaan.

Roy terdiam dan berpikir sejenak untuk membicarakan hal itu kepada bibi San, saat dirinya sudah sedikit lega.

Roy menceritakan apa yang terjadi tadi siang saat dirinya bertemu dengan Arin yang juga berada di sebuah Bar, dan soal dirinya menjadikan Arin sebagai alat untuk dirinya mendapatkan uang itu.

Bibi San yang mendengar jawaban dari Roy, terkejut dan bahkan di wajah bibi San menampakan dirinya sangat marah saat ini

" apa yang kau lakukan hah, bajingan seperti mu berani beraninya kau melakukan itu kepada Arin, mana ada seorang pria yang berani menjual kekasihnya sendiri " ujar bibi San yang tampak marah.

" dasar laki laki tidak tau malu bajingan kau " ucap bibi San yang saat ini sangat marah seraya memukul keras tubuh Roy.

" hiks.. hiks... Arin yang malang, dimana kau nak? " ucap bibi San getir di sela sela menangis.

Roy mencoba membawa bibi San kembali kekediamannya untuk menenangkannya saat ini, saat mereka berdua telah tiba.

Roy, meyakinkan bibi San untuk saat ini bahwa dirinya akan membawa kembali Arin bersamanya.

" saya janji bibi akan bawa Arin kembali " ucap Roy seraya berlalu pergi meninggalkan bibi San yang sudah terduduk lemas di sana.

Mengingat apa yang akan di lakukannya jika saat kedua orangtua Arin tau tentang apa yang terjadi pada Arin saat ini.

pukul 06.00 pagi.

terdengar suara burung berkicau bersautan, dan diiringi suara tetesan air embun pagi yang berjatuhan, Arin terbangun dari tidurnya merasakan sesuatu yang begitu berat di tubuhnya.

seperti sesuatu yang tengah menimpah tubuhnya itu, di angkatnya kepalanya dan dilihat seorang pria yang tengah tidur di sampingnya, dengan wajah yang terbilang sangat dekat.

Arin membulatkan matanya dan melihat Ardan yang tengah tertidur pulas sembari memeluk tubuhnya, Arin sontak memundurkan tubuhnya dan mengubah posisinya menjadi duduk,

"Akwh... sst" rengis Arin menahan perih di area kewanitaanya, Arin terdiam sejenak mengingat apa yang telah terjadi semalam kepadanya.

Arin segera beranjak turun dari tempat tidur dan bergegas menuju kamar mandi.

saat dirinya sudah berada di dalam sana dan berencana untuk mandi, namun saat dirinya melewati sebuah cermin, Arin kini beralih menatap dirinya yang terpampang di sana.

menatap seluruh tubuhnya yang terdapat bekas yang diciptakan Ardan kepadanya dengan tatapan Jijik Arin segera menuju sower dan menyirami tubuhnya.

sesering kali dirinya mengosok kasar tubuh itu, di dalam suara derasnya tetesan air secara bersamaan Arin menangisi dirinya yang sudah tidak berguna lagi di pikirnya.

" Ayah.. Ibu.. hiks hiks, Arin sudah tidak mau hidup lagi hiks.. hiks, apa yang harus Arin lakukan jika pria itu sudah mengambil kesucian diri Arin " ucap Arin seraya menangis di dalam sana.

beberapa menit telah berlalu Arin kini kembali kekamar nya untuk mengganti pakaian.

sebelum keluar dari sana Arin mengamati seluruh ruang kamar itu apakah masih ada sosok Ardan yang tertidur disana, saat dirinya tidak menemukan Ardan, Arin beranjak keluar dari sana dan berlalu menuju ruang ganti, untuk mengganti pakaiannya.

...***...

1
Neneng cinta
syukurlah ketauan kejahatan Nadia....
Neneng cinta
ky nya Denny naksir Arin...Arin..Arin....Ardan bs marah tuh kamu ga blg kamu istrinya😁
Neneng cinta
untung Arin ketemu Liam...kynya org baik....
Neneng cinta
msh nyimak....
Fe
arin kayanya sama siapa aja mau ya 🤣🤣
Fe
iya betul kurang apa ya? udah dijual, ditampar, tapi happy2 aja, jadi aneh, ke ardan nya kaya temen biasa aja
Sofi Ata
tamat
Rierudi Laras
Ya kau sudah jatuh cinta Tuan Ardan
Yulianti
lanjutinn donkk😑😑😑
💜✓: maaf kak, thor lagi lanjutin cerita yang satunya ( menikahi pria masa kecilku) jadi cerita ini ketunda dulu
total 1 replies
💜✓
𝑚𝑎𝑎𝑓 𝑠𝑡𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑘𝑖𝑎𝑛 𝑙𝑎𝑚𝑎 𝑔𝑘 𝑢𝑝, 𝑚𝑎𝑎𝑓 𝑘𝑙𝑜 𝑐𝑒𝑟𝑖𝑡𝑛𝑦𝑎 𝑔𝑎𝑘 𝑡ℎ𝑜𝑟 𝑙𝑛𝑗𝑢𝑡𝑖𝑛, 𝑎𝑢𝑡ℎ𝑜𝑟 𝑚𝑎𝑢 𝑏𝑖𝑘𝑖𝑛 𝑐𝑟𝑖𝑡𝑎 𝑏𝑟𝑢, 𝑦𝑔 𝑖𝑛𝑖 𝑔𝑎𝑘 𝑡ℎ𝑜𝑟 𝑙𝑛𝑗𝑢𝑡𝑖𝑛 𝑙𝑎𝑔𝑖, 𝑗𝑑𝑖 𝑏𝑘𝑎𝑙𝑎𝑛 𝑡ℎ𝑜𝑟 𝑎𝑚𝑏𝑖𝑙 𝑒𝑛𝑑 𝑦𝑔 𝑝𝑒𝑟𝑡𝑚𝑎 𝑎𝑗𝑎, 𝑗𝑎𝑑𝑖 𝑠𝑘𝑟𝑛𝑔 𝑡ℎ𝑜𝑟 𝑙𝑔𝑖 𝑓𝑘𝑢𝑠 𝑘𝑒 𝑐𝑟𝑖𝑡𝑎 ( 𝐺𝑎𝑖𝑟𝑎ℎ 𝑠𝑢𝑎𝑚𝑖 𝑃𝑟𝑒𝑠𝑑𝑖𝑟 ) 𝑘𝑎𝑙𝑖𝑎𝑛 𝑏𝑜𝑙𝑒ℎ 𝑐𝑒𝑘 𝑝𝑝 𝑛𝑦𝑎, 𝑡ℎ𝑛𝑘 𝑈
💜✓
mf ya, s2 ny gk thor lnjutin lgi, thor lgi fkos ke crita yg stunya " Beautiful Boy ( Menikahi Dosen Cantiku ) " mf klok critanya hrus trtunda!
siti salamah
u
uu
siti salamah
u. u. 7..7.
siti salamah
. 7.u..muu..+7.7....u.7.6.u..7.
siti salamah
... 7u..
Evelyn
akhirnya up juga setelah sekian lamanya
Herlina Lina
masih menyimak.. dan agak aneh aja udah di tampar 2kali tp setelah nya kayak ga terjadi apa" dan cara bicara nya pun ambigu.. tp entahlah mungkin hanya perasaan ku saja.. MC ny lemah mudah di tindas.. maaf thor bukan tidak menghargai🙏udah baca sampe bab ini belum dapet feell nya maaf kalo ga baca sampe selesai
Greentea
dia dah punya suami yah Ferdi, jngn berharap lebih 😌
Yunita Sinaga
pasti org tua arin
Yunita Sinaga
apa jangan jangan org Tua nya si arin
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!