NovelToon NovelToon
The Thirteen Fault

The Thirteen Fault

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:286
Nilai: 5
Nama Author: whimsy quinn

Jackly Ellesmere Zloty- dia adalah pamanku yang galak dan posesif. Tapi, dia selalu menuruti permintaanku. asal tidak bersangkutan dengan satu orang yang begitu di bencinya. yaitu.. Papa.
~BillbyImona

Tidak hanya kami.. semua orang pasti bertanya-tanya siapa sebenarnya Billby itu?
~tigabujangprancis
#family drama with romcom

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon whimsy quinn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Simple

"Hai nenek.. kakek.." sapa billby pada penghuni rumah nya sambil melepas sepatu sekolah nya lalu mengganti alas kakinya dengan sandal bulu pink.

Setelah itu billby melangkah masuk hingga tiba di ruang tengah. Ada tiga orang yang sedang menatapnya. Jiza-mamanya, dan xelina serta levia-teman jiza.

"Hai billby.." sapa ke dua teman jiza dengan senyuman

Billby balas tersenyum "hai.." billby melambaikan tangannya kepada mereka. Kemudian menghampiri ketiganya dan menyalimi mereka satu persatu.

"Mama sehat?" Tanya billby dengan wajah semringah

Jiza mengangguk "kamu sendiri gimana?" Tanya jiza dengan wajah datar. Memang selalu datar

Senyuman billby semakin lebar. "aku baik ma.."

"Ya udah sana ganti baju. Habistu langsung turun. Kita makan" titah jiza

Billby menurut saja. Ia segera melenggang pergi ke kamar nya yang ada di lantai dua.

Saat membuka pintu kamarnya, billby tertegun melihat ada banyak barang di atas kasurnya. Dan ada buket cokelat di meja riasnya.

Billby tersenyum lagi. Setiap pulang jiza memang selalu membawa banyak barang dan makanan yang billby sukai.

Gadis itu segera naik ke atas kasurnya. Lalu meng unboxing semua paper bag yang ada di depannya dengan semangat. Walaupun jarang sekali ia berinteraksi atau berbicara dengan jiza. Tapi, dengan ini.. ia yakin kalau jiza menyayangi nya.

Yah.. walaupun yang ia inginkan bukan harta.. tapi, kasih sayang dan kebersamaan. Namun, billby selalu menenangkan dirinya dengan menanam kan pikiran kalau jiza sangat sibuk dengan pendidikannya.

Jiza memang masih sekolah. Lebih tepatnya kuliah. Sebenarnya tahun ini jiza baru masuk tahun ke tiga. Tapi, karena tahun depan billby sudah masuk kuliah.. jiza berusaha merampungkan pendidikan nya di tahun ini

Jangan sampai ia satu kampus dengan anaknya.. entah dunia akan menertawakan nya seperti apa..

Tidak usah bertanya apa yang membuat jiza masih kuliah. Tentu saja karena ia mengandung billby di umur yang masih begitu muda.. membuat nya terhenti dari dunia pendidikan sekian tahun.

Jadi, billby selalu melapangkan hatinya Dengan memaklumi kegiatan jiza yang memang sangat padat.

Setelah usai meng unboxing semua pemberian jiza, billby menatap buket cokelat yang ada di meja rias nya.

Setiap pulang sudah pasti jiza akan membawakan nya buket cokelat. Itu pasti. Sebenarnya billby tidak suka suka banget dengan makanan itu.. tapi, saat mengetahui alasan jiza memberi nya buket cokelat tersebut membuat billby jadi sangat dan sangat menyukainya.

Eitss, tapi tidak semua cokelat. Hanya cokelat dari jiza saja

"Kenapa tiap pulang Lo selalu bawain billby cokelat?" Tanya Xelín pada jiza.

"Soalnya Cokelat bisa ngeluarin hormon endorfin. Gue berharap dia bisa jadi lebih bahagia" ungkap jiza yang membuat billby membeku. "Gue gak bisa ngasih banyak hal ke dia.. gue harap gue pernah bikin dia bahagia walaupun gak secara langsung"

Saat itu billby sedang menguping percakapan jiza dan teman-teman nya. Ia memang rutin melakukan hal tersebut setiap jiza pulang. Tujuannya Untuk mencuri  informasi tentang mamanya atau lebih bagus lagi kalau bisa mendapatkan informasi tentang papanya. Namun, selama ini ia belum pernah mendengar tentang ayah kandungnya dibicarakan oleh tiga sahabat itu..

Karena jika billby bergabung dengan mereka. Jiza hanya diam membisu menonton interaksi billby dan ke dua temannya. Billby tidak akan pernah mendengar jiza bercerita tentang hidup nya atau perasaannya secara langsung. Kalau billby mendapati nya sudah pasti hasil menguping percakapan jiza dan teman temannya.

Yang bisa membuat jiza berbicara panjang lebar memang hanya sahabatnya.

•••

Saat ini billby sudah berada di meja makan. Gadis itu duduk di antara dua saudara. Jack dan jiza. Dua saudara kandung yang tidak seperti saudara. Lebih mirip ayah tiri dan anak pungut. Karena Jack selalu mengatur jiza sedetail mungkin. Dan Jack selalu menasihati jiza yang akan berakhir dengan.. perseteruan.

Jack akan berubah menjadi manusia yang sangat cerewet jika berhadapan dengan adik satu-satunya itu. Karena itu Jack memang lebih cocok di sebut ayah tiri ketimbang Abang kandung.

Billby tersenyum saat jiza menyiapkan makanan nya.

Satu piring buah

Satu piring nasi beserta lauk nya

Satu gelas air putih

Dan satu gelas jus jeruk

"Makan yang banyak" ujar jiza masih dengan wajah datarnya saat meletakkan makanan di depan putrinya.

"Makasih mama" balas billby yang pasti dengan senyuman riang

Entah apa yang membuat billby sangat senang setiap bertemu dengan jiza. Padahal hanya ada interaksi singkat dan percakapan kecil saja..

Tapi, ia selalu sangat menantikan hari dimana bertemu dengan mamanya. Sangat menyenangkan. Agak aneh.. tapi,nyata.

Mungkin ini definisi.. bahagia itu sederhana.

Memang sangat sederhana kebahagiaan billby. Melihat mamanya, ia bahagia. Makan satu meja dengan mamanya, ia bahagia. Se simpel itu.

"Xelín sama Levi mau di ambilin?" Tanya Bolivia menatap ke dua sahabat jiza yang sudah bergabung di meja makan ini

Keduanya tersenyum "gak usah Tante"

"Ya udah.. ayo makan. Makan yang banyak ya.." balas bolivia tersenyum teduh..

"Gimana kuliah kamu?" Tanya Austen menatap Putri bungsunya

"Hm" hanya itu balasan jiza. Entah apa artinya.

Billby menatap wajah jiza. Datar.

Lalu billby beralih menatap isi piring jiza yang seperti nasi kucing. Dengan gerakan yang sangat pelan, bilby menarik piring tersebut. Jiza yang sedang memainkan sendoknya di piring itu terhenti.

Ia mengikuti gerakan piring nya yang di tarik billby. Lalu menatap sang pelaku dengan heran. Tapi, ekspresi nya tetap sama.. datar.

Kemudian billby menampilkan cengiran lugu yang tampak seperti orang bodoh. Jujur, ia sedikit merasa takut. Karena jarak hubungan mereka yang sangat jauh dari kata akrab "mama nyuruh billby makan yang banyak. Billby juga pengen liat Mama makan yang banyak. Soalnya Mama kurus. Billby tambahin ya.."

Billby menambahkan nasi dan lauk pauk yang beragam ke piring jiza.

Entah sikap nya ini salah atau tidak. Sudah jelas jelas ia tahu kalau jiza sedang tidak berselera untuk makan. Buktinya tadi di saat yang lain sudah mulai menyantap makanan nya, jiza hanya menggesek gesekan sendoknya di piring. Sesekali menggambar abstrak. Atau seperti menulis sesuatu. Mungkin menulis nama river. Eh, sepertinya itu hanya pikiran billby saja sih.

Tapi, walaupun sudah tahu jiza tidak selera makan, billby malah mengisi piring jiza sampai meng gunung.

Entah kata apa yang pas untuk anak satu ini..

Melihat itu Xelín menyelutuk " iya.. jiza kurus. Harus makan yang banyak"

Lalu Levi menimpali "emang tuh kurus banget. Susah banget di suruh makan. Capek ngurus nya"

Eh, Jack malah nyambung. "Ya udah gak usah di urus. Pulangin aja ke rumah nya" itu memang kemauan Jack. Laki laki itu sangat tidak setuju jiza tinggal di luar.

Meski bersama dengan Xelín dan Levi yang sudah sangat ia kenal. Tapi, menurut nya lebih baik jiza tinggal di rumah. Agar ia lebih bisa me mantau aktivitas adiknya itu.

Berulang kali Jack memaksa jiza untuk kembali ke rumah. Tapi, sudah pasti jiza tidak memperdulikan nya.

Bahkan, setiap jiza pulang ke rumah Jack selalu menahan nya agar tidak pergi ke rumah kontrakan nya dengan xelin dan Levi.

Itulah alasan jiza pulang membawa mereka. Agar ia tetap bisa pergi lagi usai menemui anaknya. Karena sudah jelas jiza tidak akan mengizinkan temannya untuk kembali jika tidak bersamanya. Berarti jika Jack menahan jiza, sama seperti menahan Xelín dan Levi.

Tidak mungkin kan?

Walaupun jiza tidak pernah mengatakan nya. tapi, billby yakin kalau salah satu alasan jiza memilih untuk tidak tinggal di rumah ini karena lelah dengan Jack. Jack sangat posesif. Sama seperti perlakuan Jack kepada billby. Bedanya billby patuh patuh saja. Sedangkan jiza selalu mengabaikan aturan dan perintah Abang nya itu

Jika sudah seperti itu, pasti akan berakhir dengan keributan. Jiza lelah dengan semuaa itu.

Mendengar ucapan Jack billby jadi agak merasa tidak enak. Sudah pasti jiza akan bad mood mendengar sahutan Jack tadi. Takutnya jiza jadi buru buru untuk pulang

Karena itu billby membalas untuk membela jiza "gak papa mama tinggal di rumah sana. Biar Mama deket sama kampus. Mama kan lagi padet bangett sama aktivitas kuliah nya"

1
chill
komentar ya say.. buat motivasi penulis baru💪🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!