Menikah karena di jodohkan tak membuat Rinjani membenci suaminya. Yang ada Rinjani dengan mudah mencintai Pria yang di jodohkan oleh mendiang Ayahnya. Pria yang bernama Akbar itu mampu membuat Rinjani jatuh cinta sedalam-dalamnya dalam waktu singkat. Kelembutan dan perhatian Akbar mampu membuat cinta Rinjani kian dalam pada suaminya
Hingga pada malam anniversary mereka yang kedua. Akbar membawa kado yang membuat Rinjani seperti kehilangan sebagian nyawanya.
Akbar membawa seorang wanita hamil beserta anak kecil. Bak di hujam anak panah tepat di relung hatinya Akbar memperkenalkan wanita bernama keyra itu adalah istri pertamanya dan anak kecil itu adalah putrinya.
Apakah yang akan Rinjani lakukan saat mengetahui kebenaran yang ada??
Apakah Rinjani memilih bertahan dalam rumah tangga yang sedari awal telah berpondasi kebohongan??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muhammad Yunus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Antara Kamu dan dia
Tangan Akbar mengantung di udara. Tak pernah sekalipun di usianya yang masuk kepala tiga pernah mengangkat tangan nya untuk melukai wanita, Tetapi hari ini Akbar hampir melakukan tindakan kekerasan pada wanita yang bahkan baru sekali membantah ucapannya
Kalau pun di pikirkan. Rinjani tidak melawannya hanya membela diri bukan!?
Tangan Akbar mengelus pipi selembut sutra Rinjani. Tidak Akbar tak ingin melukai istri nya
" Maafkan aku, Andai kau tak pernah hadir , Keyra mungkin akan jadi istri ku satu-satunya, Semua ini bukan kehendak ku Rinjani!!"
Mata Akbar menatap istri kedua nya penuh penyesalan
Dulu sebenarnya Akbar juga tak terima mimpinya hancur oleh kehadiran wanita yang di pilih kedua orang tuanya, kehadiran Rinjani membuat mimpi yang sudah ia bangun bersama Keyra berantakan. Akbar mungkin sempat menyimpan dendam dan memanfaatkan kesempatan untuk menjauhi keluarga nya setelah menikahi Rinjani dan menyusun rencana untuk mendepak saingan Keyra dari posisi istri tercintanya
Namun seiring berjalannya waktu kehadiran Rinjani justru menjadi obat penatnya, Rinjani yang lembut dan keibuan membuat Akbar merasa nyaman bersamanya, kerap kali kemanjaan Keyra membuat Akbar kacau tetapi saat pulang sambutan lembut Rinjani membuat Akbar bisa melepas sedikit beban nya, perlakuan Rinjani yang lembut membuat rasa yang harusnya tidak hadir mulai timbul
Meski Akbar mencoba mengelak, tetapi kenyamanan itu kerap kali hadir, saat bertengkar dengan Keyra. dengan hati gamang Akbar memilih menghabiskan waktu bersama Rinjani membuat pernikahan yang awalnya hanya sebuah kamuflase kian terasa seperti pernikahan sebenarnya
" Kita harus bicara Rinjani" Akbar menarik istrinya kedalam pelukannya
Sungguh melihat kerapuhan Rinjani Akbar merasa tersudut, di satu sisi ada Keyra wanita yang sudah Ia perjuangkan mati-matian, di satu sisi lagi ada Wanita tak berdosa yang tersakiti karena sikap pengecut nya.
Rinjani mengeleng tegas di pelukan Akbar. Mendorong tubuh Akbar menjauh
" Maaf Mas, Tolong Mas Akbar bebaskan Rinja saja!!" Air mata mengalir lagi-lagi membasahi kedua pipi Rinjani
Akbar terdiam tiga detik, sebelum jakunnya terlihat' turun kebawah seolah meneguk salivanya sendiri
" Sayang kita butuh bicara!" Iba Akbar
Bibir Rinjani bergetar, mendengar pangilan Akbar kembali seperti sebelumnya, sebelum dirinya mengetahui bahwa pria yang begitu ia sayangi, ia cintai memiliki rahasia menyakitkan
Tuhan sungguh Akbar ingin mendekap erat istri kedua nya ini, bahkan ingin rasanya mengendong Rinjani dengan dekapan sayang nya. Bohong! jika Akbar mengatakan dirinya baik-baik saja saat melihat Rinjani terpuruk, apa yang Rinjani rasakan itu juga Akbar rasakan, hanya saja hatinya terlalu Condong pada cinta pertamanya
Ingatan Albar kembali pada saat malam anniversary pernikahan mereka yang pertama, meski mereka selalu menghabiskan dalam kesederhanaan tetapi mereka tampak sangat natural dalam mengarungi bahtera rumah tangga
Kala itu Rinjani mendapatkan uang arisan 500.000 yang Rinjani katakan pada Akbar, sebenarnya itu uang pribadi Rinjani. dari mana bisa ikut arisan?? jika untuk kebutuhan saja tidak cukup
Rinjani memasak makanan kesukaan Akbar yaitu Soto Betawi, setelah makan mereka menghabiskan waktu untuk menonton acara lawakan yang membuat mereka tertawa terpingkal-pingkal, hingga dini hari rumah sempit mereka masih terdengar suara tawa Tiwi kedua sijoli yang baru merayakan ulang tahun pernikahan pertamanya, jam satu Dini hari Akbar dan Rinjani masih mengisi waktu mereka untuk tebak-tebakan lucu. Rinjani yang kalah menerima hukuman Akbar. Rinjani di gelitik oleh Akbar hingga terbahak, bahkan Akbar menjunjung Rinjani di atas pundak nya dan berputar-putar seperti tarian Hindia, membuat kerusakan pada ranjang sempit mereka karena akhirnya keduanya terjatuh. tawa bahagia itu bukanlah settingan belaka. Akbar benar-benar merasakan keharmonisan rumah tangga nya. hingga melupakan tujuan awal pernikahan nya bersama Rinjani
Hingga melupakan bahwa dirinya memiliki hati lain yang harus di jaga, Hati lain yang menunggu kabar akan ada sebuah hati yang mundur dari kehidupan Suaminya. Tanpa sadar hati sang suami pun telah mulai terjerat oleh rasa nyaman.
" Mas Akbar!!"
" Cup'
" Kita harus bicara, Mas akan bawa Keyra pergi tolong beri kesempatan mas untuk menjelaskan sesuatu"
Akbar melangkah meninggalkan Rinjani dan memenuhi panggilannya istri pertamanya, Meninggalkan Rinjani yang termenung Karena perbuatannya.
Akbar meremas rambutnya, Kepalanya pening dan berdenyut. Saat ini dirinya membawa Keyra dan Via kembali kerumah mereka, alias rumah nya bersama Keyra
Bangunan tempat tinggal Keyra dan Rinjani jauh berbeda, jika rumah Keyra sudah bangunan permanen, tidak dengan rumah Rinjani, Rumah Rinjani hanya berupa bangunan dari kayu jati atapnya genteng tidak ada plapon hanya layak untuk berteduh, sedangkan Rumah yang di tempati Keyra sudah bangunan beton dengan peralatan lengkap bahkan ada AC di dua kamarnya
Jelas Keyra tidak betah tinggal di rumah Rinjani yang begitu sederhana, di rumah Rinjani jangankan AC! kipas angin saja tidak ada. Membuat Akbar semalaman suntuk mengipasi Via dan Keyra dengan sampul buku.
Suara keributan yang di dengar Rinjani dari kamar sebelah sebenarnya bukanlah ******* kenikmatan melainkan ******* keluh kesah Keyra. Mas ih panas, Mas ih kurang kuat, Masih belum terasa, Agak cepat. suara-suara itu adalah sederet keluhan Keyra untuk mengingatkan bahwa angin yang di hasilkan dari ayunan kertas itu belum cukup mendinginkan rasa gerah nya
Tetapi jadi nya justru seperti pemercik lara bagi Rinjani yang mendengarnya
Akbar tidak tuli dengan ucapan Rinjani satu jam yang lalu. Masih segar di ingatan nya saat Rinjani berkata minta di bebaskan. perkataan yang sejak dulu di tunggu nya, Tetapi sesaat mendengarnya tadi dari bibir manis Rinjani, Akbar seolah menulikan telinganya.
Akbar tersayat mendengar permintaan Rinjani
Sudah terlambat __ Sangat Terlambat untuk di katakan saat ini
Tetapi______
Akbar segera menyambar jaket Levis nya yang ter sampir di sandaran kursi
Saat ini Keyra telah tidur lelap dikamar nya yang sejuk ber AC Menganti waktu istirahat nya semalam yang tidak nyaman. Akbar bersyukur karena itu. Jadi membuat nya ada kesempatan untuk menemui Rinjani.
Motor Jupiter MX keluaran tahun 2008 itu terparkir di depan rumahnya bersama Rinjani. Akbar memang memiliki mobil, tetapi hanya pernah di gunakan di saat tertentu, dan itupun tanpa sepengetahuan Rinjani
Tok, Tok, Tok . membuang malu Akbar tetap bersemangat mengetuk pintu rumahnya yang Ia tinggali dua tahun ini bersama dengan Rinjani
Bermenit-menit lamanya dirinya mengetuk tak ada yang membukakan pintu " Kemana Rinjani??" Akbar bergunam.
Akbar berbalik badan menatap beberapa bunga yang di tanam Rinjani di bekas kemasan sabun dan minyak goreng, dan juga beberapa tanaman sayur yang di tanam di bekas karung beras, ada tomat, Lombok dan berbagai bumbu dapur lainnya
Akbar tersenyum pedih. mengapa baru sekarang dirinya memperhatikan pekarangan rumah nya?? mungkin tanaman-tanaman inilah yang membuat Rinjani bisa bertahan. sayur mayur terjajar rapi di sebelah barat rumahnya, mengelilingi bagaikan pagar pembatas
Ya Allah kenapa sekarang ia sangat merasa bersalah??
"Akbar!!"
Suara seseorang mengalihkan perhatian Akbar dari sayur mayur
" Bapak?/ Ibu?" Mata Akbar terbelalak melihat kehadiran kedua orang tuanya.
Mati aku masalah satu belum kelar! datang masalah baru!' Akbar mengeluh dalam hati
" Kamu sedang Apa ?? kok celingukan??" Pria Akhir 50-an itu menanyai putranya
" Eh A -Anu Pak ini - Anu Rinjani Belum bukain pintu!!" Akbar tergagap menjawab pertanyaan sang Bapak, Bingung juga mau berkata apa?
" Lho kamu dari mana??" Ibu Akbar yang membawa beberapa kantong plastik ikut bertanya
" Anu Bu dariii__ dari Sekolahan izin mau temani Rinjani ke puskismas tadi pagi Rinjani tidak enak badan!!"
Akhirnya Akbar memilih berbohong, Kebohongan yang memicu munculnya kebohongan-kebohongan berikut nya
" Lho mantu kita sakit Pak" Ibu Akbar tampak khawatir
Memang Rinjani begitu dekat dengan kedua orang tuanya, Yang Akbar tahu Rinjani ini putri Sahabat Bapaknya, tidak hanya sahabat kata Bapak nya Bapak Rinjani dulu yang pernah menolong Bapak Akbar sewaktu Krisis moneter jaman baheula
" Di dobrak saja mas pintu nya Ya Allah--- kamu kok ya ngak Beli rumah yang bagusan to Mas buat mantu Ibu??" cecar sang Ibu, pasalnya sudah sering wanita paruh baya itu menasehati putranya untuk membeli rumah di perumahan yang layak untuk Rinjani, tetapi Akbar selalu beralasan mereka masih ingin menabung dan belajar dari nol
Akbar hanya meringis mendengar ocehan sang Ibu. Akbar bersyukur tadi sempat memulangkan Keyra dan Via jika tidak,! entah apa yang akan terjadi?? Andai saja sang Bapak tidak memiliki penyakit jantung sudah lama Akbar melawan, tetapi Pria yang menjabat sebagai Bapak nya itu sudah pernah kolep dua kali dan akan fatal jika sampai terkena serangan jantung lagi.
" Iya Wiss dobrak saja!!" Bapaknya turut mengintruksi
Akhirnya Akbar benar-benar mendobrak pintu
Saat pintu terbuka rahang Akbar jatuh kebawah, Matanya terbelalak melihat keadaan Rinjani
" Allahu Akbar!!" Sang Ibu memekik dan berlari masuk kedalam rumah, di susul Bapak Akbar menyiksakan Akbar yang masih terpaku di tempatnya
mwereka nikah trus sibouonh deh sm ansel ke inggris. ajuh dr wereng pengerat itu...