Kisah tentang seorang pria yang harus menemukan malaikat kecil penolongnya, meskipun terjadi kesalahpahaman, namun akhirnya cintapun menyatukan mereka.
Alfarezel, seorang pembisnis muda bertalenta, namun mempunyai sifat yang dingin dan Arogan. Namun sifatnya akan berubah 180° saat berhadapan dengan gadis cantik cinta masa kecilnya itu. Akankah mereka segera dipertemukan kembali, setelah pencarian yang begitu lama.
Kuy nantikan kisahnya dan Baca selengkapnya karya coret-coret Mala jangan lupa berikan dukungan Ya teman-teman semua. Like, ☆5 dan vote. Kalian juga boleh memberi masukan untuk karya Mala agar bisa Mala perbaiki lagi.
Semangat!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indah mala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dosen Menyebalkan
Selamat membaca
Bismillah, semoga apa yang Mala tulis ini bisa menghibur teman-teman semua, dan tidak bosan dengan coretan Mala yang amboradul. Sekali lagi Mala ucapkan terimakasih yang sebanyak-banyaknya atas dukungan teman-teman semua.
***********
''Dia,,,'' Astaga pria menyebalkan itu lagi! Aku harap dia kali ini tidak menyulitkan ku lagi. Tuhan lindungi hamba mu yang manis ini.'' Batin Biru.
''Baiklah murid-murid semuanya, Di mohon untuk tetap tenang, Pak Rezel di sini untuk mengajar kalian, bukan untuk jadi bahan godaan atau pun bahan gosip kalian. understand everything!'' Ucap Miss Devi.
''Terimakasih Miss Devi, kalau begitu saya mohon pamit undur diri dulu.'' Ucap Rezel, dan di persilahkan oleh miss Devi.
''Yaaaaah,,,,,,,,,'' Murid-murid mendesah kecewa karena Dosen ganteng mereka harus pergi dari ruangan kelas tersebut.
''Harap tenang semuanya! ayo kita lanjutkan pelajarannya.'' Ucap Miss Devi. Kelas pun berjalan normal kembali. Dengan tenang Biru pun menghela nafas.
Tok,,,tok,,,tok,,,
''Permisi Pak,'' Ini semua data-data siswa Jurusan kedokteran yang anda minta pak.'' Ucap pak Andre salah satu orang kepercayaan Rezel di kampus itu. Rezel pun segera memeriksanya.
''Sammer Blue?'' Apakah benar nama gadis itu.'' Rezel ternyata tengah menyelidiki Biru. Tapi sayang sekali Biru tidak pernah memakai nama aslinya saat di luar Rumah. Termasuk saat kuliah. Semua sudah di atur oleh kakaknya. Meski Varo membenci adiknya namun Varo juga melindunginya. Entah apa yang ada di pikirannya.
Setelah selesai kelas, Biru pun buru-buru membereskan barang-barangnya dengan segera. Sebab Kaifi sudah ada di tempat parkiran kampus. Sejak masuk berita online, penjagaan Biru mulai di perketat. Pergi dan pulang pun kalau bukan Kaifi yang antar jemput ya kakaknya sendiri.
Namun saat ia hendak berjalan keluar, tiba-tiba sebuah tangan menarik Biru hingga masuk kesebuah ruangan. Biru akan berteriak, namun mulutnya langsung di bekap oleh Rezel. Biru yang mengetahui siapa yang telah menariknya pun langsung menginjak kaki Rezel.
''Auuuu!'' Rezel mengeluh kesakitan saat kakinya di injak oleh Biru. Biru senang bisa melepaskan diri, namun ia juga merasa bersalah karena sudah menginjak kaki Rezel dengan sangat keras. Saat Biru hendak meninggalkan Rezel, Rezel dengan segera menarik tangan Biru.
''Ada apa lagi?'' Tanya Biru. Tangannya bersidekap.
''Saya ingin membicarakan sesuatu yang penting denganmu, tapi kau malah menyakitiku.'' Ucap Rezel. Biru pun merasa sangat bersalah saat melihat Rezel seperti benar-benar kesakitan.
''Duduklah dahulu!'' Aku akan mengambil kan obat untukmu.'' Ucap Biru, kemudian berlalu pergi untuk mencari obat pereda nyeri. Tak lama kemudian Biru sudah datang kembali dengan membawa kotak obat. Dengan telaten Biru mengoleskan salep pereda nyeri di kaki Rezel.
Ada perasaan seperti tak biasa di dalam hatinya Rezel. Mata Biru cemerlang, rambut bergelombang di ikat kebelakang. ''Manis juga.'' Ucap spontan Rezel.
''Apa?'' Tanya Biru yang kurang mendengarkan apa yang di ucapkan oleh Rezel.
''Bukan apa-apa, hanya saja kau ternyata cukup telaten dan pintar juga dalam hal obat-obatan.'' Ucap Rezel mencoba mengalihkan topik pembicaraan.
''Itu sudah menjadi tugas saya untuk menghafalnya. Jika tidak, mengapa saya harus mengambil jurusan kedokteran.'' Jawab Biru.
''Sudah selesai.'' Saya harus segera pergi pak.'' Ucap Biru, Kemudian Ia pun hendak berdiri namun tangannya langsung di tahan lagi oleh Rezel.
''Ayolah pak, saya harus buru-buru pergi! Saya mohon jangan mempersulit saya.'' Ucap Biru memohon pada Rezel.
''Saya tidak bermaksud mempersulitmu, Saya hanya ingin berbicara denganmu.'' Ucap Rezel. Ponsel Biru terus berdering membuat Biru semakin gelisah. Rezel merasa bingung, mengapa Gadis itu terlihat sangat gelisah.
''Baiklah pak.'' Besok, besok saja bicaranya ya pak.'' Ucap Biru.
''Benarkah?'' Bagaimana jika besok kau kabur lagi?'' Ucap Rezel, membuat Biru rasanya ingin memukul kepala dosen menyebalkan ini, agar pingsan dan ia bisa segera kabur.
''Iya! iya pak! saya berjanji. Besok saya mau berbicara dengan bapak! Bisakah sekarang bapak melepaskan tangan saya?'' Ucap Biru. Rezel pun melepaskan genggaman tangan nya. Setelah lepas Biru langsung berlari menuju arah parkiran.
Di sana ternyata bukan Kaifi yang menunggu nya, melainkan kakaknya Aldevaro. Rezel mengernyitkan dahinya, karena melihat ternyata gadis itu di jemput seorang pria. Sepertinya Ia pernah melihatnya, tapi entah dimana. Dan sepertinya pria yang menjemput Biru, bukanlah pria biasa, sebab dari tadi Biru terlihat sangat gelisah saat ponselnya terus berdering.
''Mengapa kau lama sekali?'' Tanya Varo, tangannya bersidekap mengintrogasi Biru.
''Tadi masih ada urusan dengan dosen kak, Karena minggu depan Biru kan ada lomba piano ke Prancis.'' Jawab Biru. Biru takut jika kakaknya sampai tau, kalau ia sedang bermasalah dengan dosen menyebalkan itu.
''Apa kau tau, gara-gara kau terlambat keluar, kakak sampai harus meninggalkan pekerjaan kakak. Jika ada tugas tambahan harusnya kau mengabari dahulu! bahkan Kaifi menghubungi ponselmu saja kau tidak mengangkat ponselmu. Jika kau tidak bisa menggunakan ponselmu itu, Lebih baik kau hancurkan saja ponselmu itu!'' Ucap Varo.
Biru sudah menduga nya, pasti ia akan di marahi oleh kakaknya. Biru hanya bisa tertunduk lesu mendengarkan omelan kakaknya. ''Ini semua gara-gara dosen menyebalkan itu. Gara-gara dia aku sampai telat pulang, Jika sampai kakak menyuruhku pindah kampus lagi, aku tidak akan memaafkannya.'' Gerutu Biru dalam hati.
💙💙💙💙💙💙💙💙
💙💙💙💙💙
6 x 5 ⭐⭐⭐⭐⭐
6 x ♥️♥️♥️♥️♥️
6 x 👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Tentu saja Like it 👍👍⭐⭐♥️♥️💕💕
Yang Nge Zel in
Apa Varo ga suka sama Rani 🤔🤔
Rezel....kasihan Biru, dia selalu saja diintai orang yang iri
Renata, kamu Cantik ya? Tapi mengapa tak ada pria keren melirik mu? mengapa malah kamu yang mengejar-ngejar pria??
💕💕💕💕💕💕