Athena clarisa mahendra. Adalah sosok gadis tangguh yang hidupnya penuh dengan siksaan yang ia dapat justru dari keluarganya sendiri. Di tindas oleh abang kembarnya dan selalu di siksa oleh ayahnya sendiri. Selama hidupnya bahkan tak pernah sedikit pun merasakan hidup bahagia. Keluarganya justru lebih menyayangi anak angkatnya yang memiliki sifat lembut,pintar dan baik hati.tanpa mereka tahu jika dibalik wajah lugu anak angkatnya itu tersimpan sifat licik dan maipulatif. Karna perlakuan keluarganya itu sudah mencapai batas sabar dan membuat Athena memiliki dendam dan janji untuk menghancurkan keluarga gilanya itu. Lalu bagaimana dengan kelanjutan hidup Athena?,
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sandhyaruntala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32: MATI RASA
Setelah tiga hari berturut-turut terbaring di rumah sakit, Athena akhirnya diperbolehkan pulang oleh dokter. Dan selama tiga hari itu pula, tak sekalipun kedua orang tuanya datang untuk sekadar menjenguk atau menanyakan kabarnya.
Hanya Kenzie yang sesekali datang sembunyi-sembunyi, menatapnya penuh rasa bersalah sembari berulang kali memohon maaf kepada adik bungsunya itu.
Begitu surat izin pulang keluar, Athena tak mau membuang waktu lebih lama di ruang beraroma obat-obatan itu. Sore itu juga, ia memilih kembali ke Mansion Mahendra.
Ia tidak akan pergi dari mansion itu sebelum mereka yang mengusirnya dari sana
...***...
Sementara itu di dalam Mansion Mahendra...
Keluarga yang bahagia itu sedang berkumpul hangat di ruang tengah. Suara tawa renyah saling bersahutan saat mereka berbincang, sama sekali tidak memikirkan keberadaan anak bungsu kandung mereka yang sudah tiga hari lamanya menghilang tanpa kabar dari rumah.
Kenzie yang duduk tak jauh dari sana menatap pemandangan itu dengan dada bergemuruh. Melihat keluarganya yang bisa setega itu pada Athena membuat amarah sekaligus rasa bersalah membakar batinnya.
Dalam hati Kenzie membatin, teramat wajar jika sampai detik ini Athena enggan membukakan pintu maaf untuknya.
"Ma, Kak Thea kemana, ya? Sepertinya sudah tiga hari Kak Thea tidak terlihat di rumah," ujar Ayusita tiba-tiba dengan nada polos, memulai rencana buruknya untuk menyudutkan Athena.
"Halah, palingan ngejalang! Biarin aja sih, Dek, gak usah mikirin anak gak tahu diri itu," sembur Kenan sarkas, tanpa beban merendahkan adik kandungnya sendiri.
"Betul, Sayang. Kamu jangan pernah pusing memikirkan anak jahat itu, hm?" timpal Nyonya Arin, mengelus rambut Ayusita dengan mengumbar senyum lembut.
"Benar, Sayang. Kalau anak itu berani menyakitimu lagi, kamu harus langsung bilang pada Ayah. Biar Ayah beri dia pelajaran yang lebih keras lagi," ujar Tuan Mahendra penuh kasih sayang saat menatap Ayusita.
"Nah, jangan lupa bilang ke Abang Kenan juga!" tambah Kenan penuh kebanggaan.
Melihat kepalsuan dan ketidakadilan di depan matanya, Kenzie merasa benar-benar mual dan jijik. Tanpa merespons ucapan mereka, ia langsung bangkit dari duduknya, bersiap pergi menuju kamar.
"Aku mau kerjakan tugas," ucap Kenzie datar, lalu melenggang pergi meninggalkan ruang tengah tanpa menoleh lagi.
Suasana ruang tengah seketika hening sejenak, sebelum akhirnya suara tangis lirih memecah udara.
"Hiks... hiks... Abang Kenzie benci Sita ya, Ma?" bisik Ayusita dramatis dengan air mata yang mulai membasahi pipinya, berakting seolah-olah menjadi korban teraniaya.
"Nggak, Dek. Abang Kenzie cuma lagi pusing karena banyak tugas," tenang Kenan cepat.
"Nanti biar Mama yang tegur Abang Kenzie, ya. Sudah, Sita jangan menangis lagi, nanti cantiknya hilang," ucap Nyonya Arin lembut sembari menyapu air mata di pipi anak angkat kesayangannya itu.
"Ihh, Mamaaa... malu!" rengek Ayusita manja, menyembunyikan wajah di ceruk leher Nyonya Arin.
"Uhh, lucu banget deh adiknya Abang," kekeh Kenan gemas.
"Kami semua sangat menyayangimu, Sita," bisik Kenan lirih, menatap penuh kasih ke arah Ayusita.
Di balik wajah polos dan tangisan manjanya yang tenggelam di pelukan Nyonya Arin, sudut bibir Ayusita terangkat tipis membentuk senyuman iblis yang teramat culas.
'Gue pastiin lo menderita sampai hancur di tangan keluarga lo sendiri, Athena,' batin Ayusita penuh kebusukan.
...****...
Athena duduk tenang di kursi samping kemudi, netranya menatap lurus ke arah jalanan kota yang sudah mulai padat sore itu.
Di sampingnya, Arga fokus memegang kemudi, sesekali melirik khawatir ke arah Athena.
" Are you okay?" tanya Arga memecah keheningan.
" Yeah, I'm okay. Abang tenang aja. Mereka bukan lagi tujuanku. Mereka sendiri yang membunuh rasa sayangku, jadi jangan salahkan aku jika kelak semuanya hancur di tanganku," jawab Athena dingin tanpa sedikit pun mengalihkan pandangannya dari jalanan.
Arga tersenyum tipis, mendengar ketegasan dan aura kepemimpinan yang begitu pekat dari gadis di sampingnya. Ia menepuk pelan puncak kepala Athena dengan penuh kasih sayang.
"Abang selalu ada di pihakmu dan memercayaimu, Queen," ujar Arga mantap, menatap sekilas ke arah adik sekaligus ketuanya itu sebelum kembali fokus membelah jalanan kota menuju Mansion Mahendra.
...----------------...
Setelah beberapa lama perjalanan menuju Mansion Mahendra, di sinilah Athena sekarang. Ia berdiri di balkon kamarnya, menatap dingin ke arah taman mansion yang terlihat begitu tenang.
"Kak Athena sudah di rumah?" Sebuah suara lembut tiba-tiba menyapa indra pendengarannya.
Dengan gerakan anggun, Athena membalikkan badan, menatap Ayusita yang berdiri di ambang pintu kamarnya dengan raut wajah sok polos.
"Gimana tanpa gue di rumah? Happy, dong? Masa nggak happy. Kan lo bisa makin puas jadi putri satu-satunya di rumah ini," ujar Athena dengan senyum miring tercetak di bibirnya.
"Hiks... hiks... ma—af, Kak. Sita nggak bermaksud rebut semuanya dari Kakak," ucap Ayusita langsung mengeluarkan tangis dramatisnya.
"Why? Memang permintaan maaf lo mana yang nggak pernah gue terima, hm? Bahkan sampai lo fitnah gue dan berakhir buat gue koma pun, gue tetap maafin lo, Sita," jawab Athena dengan raut wajah yang kian dingin menusuk.
"A-aku min-ta maaf... kare-na ke-hadiran a-ku, Kakak ja-di dibenci sama keluarga ini!" Tangis Ayusita makin mengeras, sengaja disetel nyaring seolah menjadikannya alarm untuk memanggil seluruh penghuni rumah.
Satu...
Dua...
Tiga...
Brak!
Pintu kamar Athena didorong kasar hingga membentur dinding, menampilkan seluruh anggota keluarga Mahendra yang memburu masuk.
"SITA!"
“ATHENA”
"APA YANG KAU LAKUKAN, ANAK SIALAN?!" murka Tuan Mahendra seketika saat melihat Ayusita menangis.
Mendengar teriakan amarah dari Tuan Mahendra, Athena hanya menatap santai dengan satu alis terangkat.
"Apa?" ucapnya tanpa rasa bersalah sedikit pun.
"Saya tanya sekali lagi, APA YANG KAU LAKUKAN PADA PUTRI SAYA, SIALAN?!"
"Ayah... jangan marahi Kak Athena..." larang Sita berakting gemetar, melanjutkan dramanya.
"Untuk apa Anda bertanya pada saya? Coba saja Anda tanyakan langsung pada putri kesayangan Anda itu, Tuan Mahendra yang terhormat," desis Athena dengan suara tajam dan penuh penekanan.
"ATHENA!" sentak Nyonya Arin, menatap penuh kebencian pada putri kandungnya itu.
"Nggak usah teriak ya, Setan! Gue nggak budek," celetuk Athena santai, lalu memperagakan gerakan mengorek telinganya dengan jari kelingking.
Senyap. Suasana kamar seketika henget mendadak, hanya tersisa suara isakan buatan dari Ayusita.
Semua orang menatap heran ke arah Athena yang benar-benar berubah total—terkecuali Kenzie.
Bukan hanya perubahan pada penampilannya, tetapi juga cara gadis itu menyikapi dan membalas setiap bentakan mereka.
Sama sekali tidak ada lagi sosok Athena yang dulu akan menunduk takut, menangis, dan memohon maaf hanya karena takut dijauhi oleh mereka.
"Kenapa? Kaget? Kalian heran kenapa gue bisa berubah dan nggak seperti Athena yang dulu selalu menunduk takut saat kalian bentak bahkan pukuli?" ujar Athena telak, menembak tepat di ulu hati mereka.
"Athena yang lemah sudah mati saat Anda menghempaskannya dan membuatnya koma, Tuan Mahendra," sambungnya lagi, membuat Tuan Mahendra tertegun dengan tatapan rumit yang sulit diartikan.
"Anak tidak punya sopan santun! Beginikah caramu berbicara pada orang tuamu, hah?!" bentak Nyonya Arin lagi, mukanya memerah menahan malu dan amarah.
"Sopan santun? Orang tua? Sejak kapan Anda menjadi orang tua saya, Nyonya Arin? Sejak kapan Anda mengajarkan saya sopan santun?" ucap Athena memandang Nyonya Arin dengan tatapan membunuh.
"Kalian hanya mengajarkan kata-kata kasar, dan selalu mengajarkan kekerasan pada saya. Jadi wajar jika saya tak memiliki sopan santun dan hanya bisa bermain fisik," lanjutnya lagi, skakmat yang membuat Nyonya Arin seketika bungkam seribu bahasa.
Sedangkan Kenzie yang berdiri di belakang mereka menatap adiknya dengan dada yang terasa dihantam hantam. Hatinya hancur dan rasa bersalah kian membelit jiwanya. Akibat perbuatan keluarga mereka sendiri, adik bungsunya yang dulu ceria dan penyayang kini kehilangan jati dirinya dan berubah menjadi sosok yang teramat dingin.
'Maafkan Abang, Dek... Abang tidak becus menjadi abangmu. Kamu memang sangat pantas untuk tidak memaafkan Abang,' batin Kenzie menangis dalam diam.
...****************...
WELCOME TO MY 2ND BOOK! ✨
Mari kita temani Athena membalaskan dendamnya pada keluarga yang selalu menyiksanya.🔥
STAY TUNE TERUS SETIAP HARI YA GUYS! Karena bab baru akan selalu UP SETIAP PAGI DAN MALAM jam 07.00 dan 17.00 😙
JANGAN LUPA YAAA
LIKE 👍🏻 DAN KOMENNYA 💬, KARENA DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERARTI DAN BUAT AKU SEMANGAT BERKARYA. THANK YOU! 🥰
nempel terooosssss.....😁😁😁.....
bocil salin cakar
ayo dong bls mntan kluargamu.....ga sbr nungguin....
Nah loohhh.....abangnya udh ska,d tmbh emaknya,skrng adeknya yg tantrum.....gmna caranya tuh bjukin bocil.....😁😁😁
ogah bgt kaleee....tar mlah jd gatal....😫😫😫
apa nanti kepala keluarga mahendra ini yg menukar bayi baru lahir dengan bayi yg meninggal 🤔🤔🤔🤔🤔
mga cpt trungkap kl thea anknya....
mskpn bs bls mreka,tp lbh seru kl bnyak orng yg bntu....😁😁😁....
athena bentar lagi kamu berkumpul lagi dengan keluarga kandung kamu dan balas dendam lah pada keluarga mahendra buat mereka menyesal sudah menyayangi orang picik seperti ayusita
cpt ktmu sm kluarga kndungnya thea...aku gemes......
setelah ini keluarkan sisi iblismu kepada keluarga mahendra Karna mereka membuat kamu menderita
dan ungkap kenapa kamu waktu kecil diculik
mngkn abs ni athena bkln jd iblis bnrn.....tp aku syuka.....