NovelToon NovelToon
Secon Chance

Secon Chance

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Austrea

Bagaimana jadinya jika kamu mengakhiri sebuah hubungan tanpa sebab lalu meninggalkan kekasihmu begitu saja karena suatu alasan?

Begitu pula dengan Serena, ia meninggalkan kekasih nya begitu saja hanya karena suatu alasan yang kurang jelas. Hingga suatu saat ia melamar pekerjaan disebuah perusahaan ternama milik mantannya dan bahkan saat ini seorang president.

apakah yang akan terjadi pada kehidupan Serena selanjutnya?

guyss mampir yuk, istirahat sebentar dinovel aku❤️❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Austrea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

My Ex³⁴

Dirga semakin mendekat ke telinga Serena dan berbisik pelan, "Mulai sekarang, kau milikku."

Setelah mengatakan itu, Dirga melepaskan pelukannya lalu kembali berjalan menuju meja kerjanya.

Serena segera mengembuskan napas yang sedari tadi tertahan.

Dengan hati-hati, ia memutar kembali kunci pintu hingga terbuka.

Setidaknya, jika terjadi sesuatu, ia masih memiliki jalan untuk keluar.

“Sedang apa kau di sana? Cepat kemari,” lanjut Dirga, mengejutkan Serena.

Wanita itu segera berjalan mendekat ke arah meja kerja dan duduk di hadapan pria tersebut.

“Dokumen apa saja ini?” tanya Dirga tanpa mengalihkan pandangannya dari berkas yang sedang ia baca.

“Permohonan izin untuk penyumbangan dana serta investasi legal pada perusahaan lokal, Tuan.”

“Apakah ada ketentuan dari pihak yang terlibat?”

“Ada, Tuan.”

“Kirimkan semuanya kepada saya.”

Serena mengeluarkan ponselnya dan segera mengirim seluruh file yang tersimpan di perangkat tersebut.

Tak lama kemudian, ponsel Dirga bergetar menandakan pesan telah masuk.

Namun alih-alih memeriksa dokumen yang dikirimkan, pria itu justru mengulurkan tangan dan mengambil ponsel milik Serena.

“Tuan... itu ponsel saya.”

“Ini ponsel lama yang pernah kuberikan padamu, bukan? Kau masih menggunakannya?” tanya Dirga dengan senyum penuh percaya diri.

*Ya karena aku tidak punya uang untuk membeli yang baru. Lagi pula ponsel ini masih berfungsi dengan baik,* batin Serena kesal.

“Ini model lama. Aku akan menggantinya dengan yang baru.”

Dirga memasukkan ponsel itu ke dalam sakunya. Serena sontak berdiri dan berusaha mengambilnya kembali.

“Tidak perlu, Tuan. Ponsel itu masih bagus.”

Dirga mengabaikannya dan sibuk mengetik sesuatu di ponselnya.

“Lagipula, ada banyak data penting perusahaan di dalam sana.”

Meski mendengar protes Serena, Dirga tetap tidak menggubrisnya.

Sebaliknya, ia menatap wanita itu dengan senyum yang membuat Serena merasa tidak nyaman.

“Apa yang kau lihat?” tanya Serena curiga.

“Kau lupa kalau sekarang kau adalah kekasih rahasiaku?”

Serena terdiam.

“Aku tidak mau kekasih rahasiaku hidup serba kekurangan. Jadi sudah menjadi tugasku untuk memenuhi segala kebutuhannya,” ucap Dirga santai.

Sudut bibirnya terangkat semakin tinggi.

“Termasuk menyediakan ponsel yang layak untuk digunakan untuk menghubungiku setiap saat.”

Serena menghela napas pelan lalu kembali duduk di kursinya. Menyadari wanita itu akhirnya berhenti membantah, senyum Dirga semakin lebar.

Pria itu memajukan tubuhnya sedikit, lalu meraih salah satu tangan Serena. Jemarinya mengusap punggung tangan wanita itu dengan lembut.

“Seren...” panggilnya pelan.

“Maukah kau pergi ke danau bersamaku malam ini?”

Serena menatapnya ragu.

“Tuan, anda tahu danau itu selalu ramai. Bagaimana jika ada orang yang melihat anda dan mulai mencurigai hubungan kita?”

“Bukankah kita bisa menyamar?” jawab Dirga santai.

“Menyamar?”

“Topi, masker, pakaian sederhana. Tidak ada yang akan mengenali kita.”

Serena mengernyit. “Tetap saja itu berisiko.”

Dirga terkekeh pelan. “Kau terlalu banyak khawatir.”

“Dan anda terlalu percaya diri.”

“Kalau begitu, anggap saja kita impas.”

“Terserah anda saja, Tuan.” Serena menarik tangannya perlahan dari genggaman Dirga.

“Saya harus kembali ke ruangan saya. Masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Tolong kembalikan ponsel saya.”

“Akan kukembalikan nanti setelah rapat selesai.”

Serena memutar bola matanya malas.

“Tuan, itu ponsel saya.”

“Dan sekarang ponsel itu ada padaku,” jawab Dirga santai.

Serena menghela napas panjang. Berdebat dengan pria itu hanya akan membuang waktunya.

Tanpa mengatakan apa-apa lagi, ia beranjak dari kursinya dan berjalan menuju pintu.

“Seren..”

Serena berhenti sejenak dan menoleh.

“Malam ini aku akan menjemputmu.”

“Aku tidak pernah bilang akan ikut.”

“Aku juga tidak pernah bilang kalau itu permintaan.”

Senyum tipis muncul di wajah Dirga.

Sementara Serena hanya mendengus pelan sebelum membuka pintu dan keluar dari ruangan tersebut, meninggalkan Dirga yang masih menatap kepergiannya dengan puas.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

...----------------...

Bersambung.....

Hai para readers kesayangan Author, terimakasih sudah menjadi para pembaca yang setia dan selalu menemani hari² author💞🌹 Love You buat kalian semua yang selalu tinggalkan jejak sehat dan bahagia selalu ya🍃

1
Lenny Utami
semangat Thor...
Lenny Utami
preeeettt masih ada rasa itu..
Lenny Utami
tahan tahan tahan
Lenny Utami
terkejut kan itu Serena..
Lenny Utami
ikut deh degan ini
Lenny Utami
semangat serena🔥
falea sezi
ini presiden direktur apa presiden negara
Lenny Utami
kannnnn kannnnn kannn bener....🤭 sok galak
Lenny Utami
ahhh masih cinta itu mah.😌
Lenny Utami
ohhh karena patah hati rupanya...
Lenny Utami
dirga...😬
Lenny Utami
sabar Serena. galaknya Abang satu nii...
Lenny Utami
balas dendam tidak akan menyelesaikan masalah 🤭
Lenny Utami
Serena mau kerja di kebon sawit, dr pada GK dapet² kan..
Lenny Utami
serena😭
Lenny Utami
semangat kaka
Lenny Utami
cantiknya serena
Lenny Utami
dih Dirga emosian🤭
Lenny Utami
sabar dirga sabar, Serena punya alasan tersendiri...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!