NovelToon NovelToon
Kebangkitan Istri Yang Direndahkan

Kebangkitan Istri Yang Direndahkan

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Selingkuh / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:509.2k
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

Astrid mengorbankan segalanya untuk keluarga. Namun, pengorbanannya justru dibalas dengan hinaan.

Setelah melahirkan, tubuh Astrid berat badannya naik drastis hingga membuat Lucas, suaminya yang seorang dokter, merasa malu memiliki istri sepertinya. Tak hanya itu, Marta, sang mertua, juga menganggap Astrid sebagai wanita tidak berguna karena tidak memiliki pekerjaan maupun prestasi yang bisa dibanggakan.

Puncaknya terjadi saat Lucas dan Marta mempermalukannya di depan banyak tamu undangan. Harga dirinya diinjak-injak tanpa belas kasihan, seolah seluruh pengorbanannya selama ini tidak pernah berarti. Hari itu, Astrid memutuskan untuk berhenti menangis.

Dengan bantuan Mateo, Astrid bangkit dan mengubah hidupnya. Saat satu per satu kesuksesan berhasil diraihnya, orang-orang yang dulu merendahkan mulai menyadari kesalahan mereka.

Kini giliran mereka yang memohon, sementara Astrid tak lagi peduli. Karena ada penghinaan yang bisa dimaafkan, tetapi tidak pernah bisa dilupakan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21

Sore harinya, Astrid sedang duduk di lantai ruang keluarga menemani Ariana bermain puzzle untuk balita. Anak itu terlihat begitu serius menyusun potongan-potongan gambar sambil sesekali mengerucutkan bibirnya karena kesulitan menemukan bagian yang cocok.

Astrid tersenyum melihat tingkah putrinya. Saat itulah suara pintu depan terbuka. Astrid spontan menoleh. Ia sedikit terkejut. Lucas pulang jauh lebih awal dari biasanya. Hal yang hampir tidak pernah terjadi. Belum sempat Astrid mengatakan apa pun, Ariana sudah lebih dulu berdiri dan berlari kecil menghampiri ayahnya.

"Papa pulang!" seru gadis kecil itu riang.

Wajah Lucas langsung melembut. Ia membungkukkan tubuhnya lalu mengangkat Ariana ke dalam pelukan.

"Ariana lagi apa?" tanyanya sambil mencium pipi putrinya.

Ariana tertawa kecil. "Main pajel cama mama."

"Wah, hebat sekali." Lucas mengacak rambut putrinya dengan gemas.

"Nanti kalau sudah selesai, Papa mau lihat hasilnya."

Ariana mengangguk bersemangat. "Oke, Papa!"

Astrid memperhatikan pemandangan itu dari tempatnya duduk. Entah kenapa hari ini Lucas terlihat berbeda. Jauh lebih hangat dan lebih santai. Juga ia jauh lebih perhatian dibanding biasanya. Bahkan senyum di wajah pria itu terlihat lebih sering muncul.

Setelah menurunkan Ariana, Lucas berjalan mendekati Astrid. Wanita itu masih menatapnya dengan heran. Lucas lalu berhenti tepat di hadapannya.

Lucas tersenyum tipis melihat ekspresi bingung di wajah istrinya. "Aku ingin mengajakmu keluar," ujarnya santai.

Astrid yang sedang duduk menemani Ariana bermain puzzle langsung mengangkat kepala. "Keluar?" tanyanya sambil mengernyit.

Lucas mengangguk. "Kencan."

Jawaban itu membuat Astrid hampir tidak mampu menyembunyikan keterkejutannya. Kencan? Kata itu terdengar asing keluar dari mulut Lucas.

Sudah bertahun-tahun pria itu tidak pernah mengajaknya pergi berdua hanya untuk menghabiskan waktu bersama. Bahkan sebelum hubungan mereka memburuk, Lucas selalu lebih sibuk dengan pekerjaan dibanding keluarganya.

Kini tiba-tiba ia mengajak kencan. Terlalu aneh. Astrid menatap wajah suaminya beberapa saat. Mencoba mencari sesuatu di balik senyum yang ditunjukkan pria itu. Namun seperti biasa, Lucas sangat pandai menyembunyikan niatnya.

Melihat Astrid diam terlalu lama, Lucas terkekeh pelan. "Aku serius," katanya. "Masa suami nggak boleh mengajak istrinya makan malam?"

Astrid memaksakan senyum kecil. "Boleh saja."

Lucas terlihat puas mendengar jawaban itu. "Malam ini Ariana menginap di rumah Mama."

Mata Astrid langsung membesar. "Hah?"

Lucas tertawa kecil. "Lagipula Ariana juga senang kalau menginap di sana."

Seolah mendengar namanya disebut, Ariana langsung berseru riang. "Aku mau tidur sama Grandma!"

Lucas tersenyum lebar. "Nah, kan."

Astrid ikut tersenyum. Namun hanya di permukaan. Di dalam hati dan pikirannya justru bergerak semakin cepat. Suaminya yang tiba-tiba pulang langsung meminta maaf. Lalu mendadak perhatian. Lalu, mengajak makan malam berdua. Sekarang bahkan Ariana sengaja dititipkan.

Semakin banyak potongan yang membuatnya merasa Lucas sedang menyiapkan sesuatu. Dan itu bukan sesuatu yang baik.

Saat berdiri di depan cermin, Astrid menatap pantulan dirinya beberapa saat. Bukan karena gugup menghadapi makan malam bersama Lucas, melainkan karena sedang mencoba menebak langkah apa yang sedang disiapkan suaminya itu.

Perubahan Lucas terlalu mendadak, seperti permintaan maaf, perhatian yang berlebihan. Semua itu terasa seperti bagian dari suatu rencana yang besar. Astrid mengenal Lucas cukup lama untuk tahu bahwa pria itu tidak pernah melakukan sesuatu tanpa alasan.

"Kamu sedang mengincar sesuatu, ya?" batin Astrid pelan.

Beberapa pakaian tergeletak di atas ranjang. Astrid baru saja mencoba beberapa pilihan sebelum akhirnya memilih gaun biru muda yang sederhana. Bukan karena ingin tampil cantik di depan Lucas atau ingin membuat suaminya terkesan, melainkan karena ia tidak ingin Lucas curiga.

Jika Lucas sedang memainkan perannya sebagai suami yang penuh perhatian, maka Astrid juga akan memainkan perannya sebagai istri yang mempercayainya.

Astrid mengembuskan napas pelan. Bahkan ia sampai beberapa kali membuka dan menutup lemari hanya untuk memilih pakaian yang akan dikenakan.

Hal sederhana yang sudah sangat lama tidak pernah ia lakukan. Akhirnya ia memilih gaun sederhana berwarna biru navy. Tidak terlalu mewah, juga tidak terlalu mencolok. Namun, cukup membuat dirinya terlihat segar dan anggun.

Astrid merapikan rambutnya perlahan. Tatapannya tertuju pada bayangan dirinya sendiri di cermin. Ingatan tentang foto-foto Lucas dan Starla kembali muncul di kepalanya. Lalu percakapan yang tidak sengaja ia dengar.

Kebohongan demi kebohongan yang selama ini ditutupi Lucas. Dahulu, hanya mengingat semua itu saja sudah cukup membuat dadanya sesak. Namun, sekarang tidak lagi. Yang tersisa hanyalah kekecewaan dan tekad untuk melindungi dirinya dan Ariana.

"Aku ingin lihat sampai sejauh apa kamu akan bermain, Lucas," batin Astrid pelan. Ia mengambil tas tangannya lalu keluar dari kamar.

Saat memasuki ruang tengah, Lucas yang sedang menunggu langsung menoleh. Pria itu terdiam sesaat, tatapannya tertahan pada Astrid.

Gaun biru navy itu membuat Astrid terlihat jauh lebih segar dibanding beberapa bulan lalu. Tubuhnya yang kini jauh lebih kurus dibandingkan tiga bulan sebelumnya. Hal ini membuat penampilannya semakin anggun. Lucas bahkan sampai lupa mengalihkan pandangan.

Astrid menyadari tatapan suaminya yang berbeda. Kali ini ia tidak merasa gugup atau merasa tersanjung. Tidak juga berdebar seperti dulu. Astrid hanya mengamati, bagaimana Lucas memainkan perannya.

"Ada apa?" tanya Astrid sambil tersenyum tipis.

Lucas tersadar dari lamunannya. "Belakangan ini kamu berubah."

Astrid mengangkat alis. "Berubah?"

Lucas mengangguk. "Sekarang kamu terlihat jauh lebih cantik."

Astrid terkekeh pelan. "Rayuan macam apa itu?"

"Aku serius." Tatapan Lucas bergerak dari ujung kepala hingga kaki. "Berat badanmu turun banyak. Sehingga membuat wajahmu lebih segar. Kamu jadi terlihat lebih muda dari sebelumnya."

Astrid tersenyum kecil. "Terima kasih."

Hanya itu reaksi Astrid. Tidak ada pipi yang memerah. Tidak ada jantung yang berdebar, apalagi harapan yang tumbuh. Karena cinta yang dulu ia miliki untuk Lucas sudah lama mati.

Lucas tidak menyadari hal itu sama sekali.

1
Felycia Fernandez
RIP Lucas
Felycia Fernandez
berarti Ariana sudah 31 tahun ya
Priskha
biyuh bnr2 suami durhakim....
Aditya hp/ bunda Lia
kalo jodoh gak kemana itulah Ariana dan Noel akhirnya mereka kembali bersama ... happy ending makasih Thor tetap semangat dan sehat selalu 🫰🫰
Setyo Budi Ningsih
aku tau namamu udah lama thoor tapi aku baru baca 2 novel karya mu keren buat cerita perempuan yg tidak selalu diam saat disakiti. banyak perempuan bisa bangkit saat terpuruk. semoga lancar barokah rejeki nya dan selalu yg terbaik cerita2 mu🫰❤️👍
Momcia
Mateo..lama2 jd buah matoalah..
Erni Kusumawati
cerita kak Author yg satu ini mmg selalu cantik dan menarik.Di setiap ceritanya selalu tersimpan dan tersurat makan tth hidup dan pesan moral yg selalu penuh makna.Seperti kisah Astrid dan Ariana seberapa pun besarnya luka kita tidak akan dpt menghapus bekasnya hanya bisa ikhlas menerima sebagai ujian kehidupan.Dan jangan pernah menggenggam kebencian terlalu dalam Krn rasa benci itu laksana bara yg kita genggam,lama2 bara itu akan membakar dan menyakiti tangan kita sendiri.
🌸 Sunshine 🌸: ❤️❤️❤️❤️❤️
total 1 replies
Eni Istiarsi
terimakasih untuk kisah mengharukan ini. tetep sehat tetep semangat untuk menghasilkan karya2 baru lainya🙏💪
Sri Supriatin
eeh happy rnding, terimakasih sdh membuat karya indah ditunggu karya srlamjutnya n sehat Thor 👍🙏🙏😍😍
Sri Supriatin
naga2nya.mau tamat yah🤭🤭
Fa Yun
terimakasih thor akhirnya happy😍
Fa Yun
bertemu kembali masihkah ada cinta yang lalu
Fa Yun
lupakan masa lalu bisakah 😕
Suriyah Lasminah Sari
akhir nya cinta dapat di miliki ,walawe pun ada luka,tapi akhir nya cinta yg menang (terimakasih mbak Santi sehat selalu buat mbak Santi )🙏
Reni Setia
selamat ya udah tamat karyanya
Mutia
13 tahun kemudian, brp umur mereka skrg, pasti dah diatas 30 ya ..kelamaan jumpanya
Enny Suhartini
terimakasih cerita nya kak 👍
Nha_A
😭😭 terimakasih thoorr ud ngasih kami cerita yang bagusss,suka sama cerita ini..aq gak pernah skip looh,semangat untuk karya berikutnyaa🥰💪😘
ryuka
makasih thor atas karya bagus nya.. 😍😍😍😍😍 semangat trus unt berkarya ya thorrr
Ita rahmawati
pesan yg Lucas tulis utk calon suami Ariana bikin sedih ih 🥺
endingnya bagus bgt,, selalu suka dg karyamu Thor 🤗
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!