NovelToon NovelToon
Benci Tapi Menikah? (Revisi)

Benci Tapi Menikah? (Revisi)

Status: tamat
Genre:Romantis / Cinta setelah menikah / Konflik Rumah Tangga-Pernikahan Angst / Angst / Menikah dengan Musuhku / Tamat
Popularitas:13.1M
Nilai: 4.8
Nama Author: Rini IR

cerita ini mengisahkan kembali tentang Aisyah dan Ikhsan. Aisyah yang awal nya begitu di cintai oleh Ikhsan, Aisyah yang adalah segalanya dan impian Ikhsan. Karna sebuah kesalahpahaman membuat Ikhsan membenci Aisyah sampai ke tulang. untuk melampiasakan kebencian ini, Ikhsan menikahi Aisyah tapi bukan karna cinta melainkan benci.

hari - hari Aisyah berlangsung dengan banyak nya gangguan dari Ikhsan. mampukah Aisyah tetap mempertahankan rumah tangga nya? akan kah Ikhsan jatuh hati lagi pada Aisyah?

yuk ikuti kisah nya di Pernikahan Paksaan.

Di sarankan untuk membaca Novel 'Cinta yang Rumit' lebih dulu .

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rini IR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

05. Dokter Aldo? (Selesai Revisi)

***

"Iya Tuan. Menu nya ma--" sahut Aisyah yang terpotong akibat sambungan yang sudah diputus lebih dulu oleh Ikhsan sebelum Aisyah menyelesaikan ucapannya.

"Mentang-mentang dia bos. Nyuruh orang seenak jidat! Masak gak ya?  Nanti kalau masak gak di makan. Nanti gak di masak kenak cibiran. Simalakama ihhh," Gerutunya kesal. Dari pada kena cibiran pedas Ala Ikhsan.  Akhirnya Aisyah memutuskan untuk memasak,  kalau pun di buang yah terserah lah. Namun tidak seperti kemarin,  kali ini Aisyah hanya memasak rendang dan sambal udang. baginya, ini penghematan tenaga sekaligus uang Ikhsan.

Dua menu ini lah yang menghiasi meja,  di temani dengan beberapa buah-buahan lokal. Aisyah mengehmbuskan napas kasar,  ia merasa sangat kelelahan hari ini. Bahkan saat hari ini pun belum berakhir.

"Apa kamu ingin meracuni makanan ku?! dengan menghembuskan napas seperti itu?" cibir Ikhsan yang baru masuk,  bahkan belum duduk  di kursi. benar saja seperti nya hobi Ikhsan ini nyinyirin orang. Khususnya Aisyah. wanita mungil itu diam, tak ingin menyahuti nya, yang akhirnya akan sakit hati sendiri.

Setelah ia duduk di kursi dengan sempurna.  Ikhsan membuka laptop yang di bawa nya.

Pasti lama.  Mending balik ke dapur,  tidur aja.

Batin Aisyah melangkah kan kakinya.

"Tetap di sini,  Aku belum suruh kamu pergi."

belum jatuh satu kakinya Ajsyah, suara serak basah khas milik Ikhsan terdengar seperti panggilan iblis untuk Aisyah sendiri.

"Maaf tuan." lirih Aisyah.

Jari jemari Ikhsan begitu cekatan menekan keyboard di laptop. Aisyah merasa bosan hanya berdiri di samping bos nya.

"Suapi Aku!" titahnya, padahal pandangannya masih lurus intens ke arah layar laptop.

Aisyah mengambil rendang daging sapi itu,  di padukan dengan nasi. Perlahan mengangkat sendoknya yang sudah berisi ke arah mulut Ikhsan. Ikhsan diam, belum membuka mulut. Sudah beberapa menit, tangan Aisyah masih setia menggantung untuk menunggu mulut Ikhsan yang mengatup rapat terbuka.

Dengan tingkat kesabaran yang tinggi Aisyah masih menahannya. Bagaimana pun juga dia seorang istri yang patuh dan akan mengikuti semua perkataan suaminya.

Surga nya istri sama suami Syah.  Sabar...,

Batinnya masih dengan setia menanti terbukanya mulut  Ikhsan. Mungkin Ikhsan mendengar isi hatinya,  ia membuka mulutnya meski matanya masih menatap akurat layar laptop itu.  Aisyah juga langsung memasukkan makanan nya. sebelum tangannya benar-benar akan patah.

Lagi, Aisyah memberikan lagi suapan keduanya,  berbeda dengan yang pertama Ikhsan langsung membuka mulutnya. ini mempermudah kerja Aisyah sendiri.

Suapan demi suapan Aisyah berikan,  bahkan sampai makanan untuk porsi tiga orang habis untuk Ikhsan sendiri.  Aisyah tak berani berkomentar,  dia sadar komentar nya kalah julid sama nyinyiran Ikhsan.

"Sisa nya simpan di kulkas." titah Ikhsan yang di angguki Aisyah.  Ia meletakkan semua sisa makanan nya di kulkas.

simpan? gak dibuang? nggak salah denger nih?

"Piring kotor di cuci,  awas sisa bumbu nya jatuh ke lantai Rp 25 M milik ku. "

Aisyah hanya mendengus kasar,  ia malas menggubris cibiran majikan nya ini. Mending lakuin aja,  kalau di lawan Nyinyirnya nambah. Itulah prinsip Aisyah.  Diam lebih baik.

Brukk!!

Terdengar suara gaduh dari dapur,  Segera Ikhsan berlari untuk melihat nya.  Matanya melotot khawatir melihat Aisyah sudah jatuh tergeletak.  Ikhsan menggendong Aisyah, dan mengantarkan nya ke kamar pembantu. Ikhsan dengan perlahan membaringkan nya di sana.

Ikhsan ingin duduk di sebelah Aisyah. Namun, ia menyadarinya nya. Kamar Aisyah Itu terlalu kecil. Memaksa Ikhsan untuk menggendong Aisyah lagi dan membopong ke kamarnya.

"Suka sekali merepotkan orang." keluhnya, dengan hati-hati membaringkan tubuh mungil Aisyah di ranjang. Ikhsan tersenyum tipis, menatap lekat wajah Aisyah. Sayang sekali senyuman itu berubah menjadi makian.

Ikhsan mengambil telponnya. Meminta asisten Ren untuk datang bersama dokter.

Tak lama kemudian dokter muda pria dengan badan kekar, sangat berwibawa dengan jas dokternya. Satu kata untuk nya, tampan. Dokter itu di dampingi oleh perawatnya.

"Tuan muda, ini dokter Aldo. Dia dokter terbaik di sini saat ini." lapor Ren kepada Ikhsan yang masih setia duduk di sebelah Aisyah yang terbaring lemah.

Ikhsan diam dan melirik tajam ke arah dokter itu. Dr. Aldo menatap Aisyah dengan senyum, namun juga terlihat wajah khawatir disana. Bahkan sangat Khawatir.

"Minta suster itu yang memeriksa nya. Di bawah pengawasan dokter itum" titah Ikhsan beranjak dari tempat nya. Ikhsan tau satu hal, bahwa dokter ini menyukai is--maksudnya menyukai pembantu nya.

Melihat Ikhsan yang begitu menyeramkan, dan di tambah lagi cerita yang konon katanya siapapun yang bermasalah dengan Ikhsan, hilang secara tiba-tiba. Suster itu tanpa membuang waktu lagi langsung memeriksa Aisyah.

Dia sedikit tersentak halus, saat mendapati siapa sebenarnya gadis yang tengah terbaring lemah ini.

"Dr. Asiyah?" gumam nya langsung memeriksa denyut nadinya. Apakah beraturan atau kacau.

"Kau mengenal nya? :" tanya Ikhsan dengan tatapan penuh selidik.

"Tentu saja kami mengenalnya Tuan muda. Dia adalah dokter muda yang sudah mencapai tingkat salah satu dokter terbaik. Dan kami bekerja di satu rumah sakit yang sama." sahut Dr. Aldo. Ia tersenyum hangat menatap Aisyah, yah memang sudah menjadi rahasia umum bagi sedikitnya orang di rumah sakit yang mengetahui perasaan Aldo pada Aisyah. Karna sering melakukan Operasi bersama, perasaan itu tumbuh pada Aldo.

Melihat senyuman Itu, Ikhsan langsung tersulut emosi. Badannya panas terbakar. Matanya melambangkan amarah yang membara. Namun ia tetap menahan nya. Ia tak ingin menunda pemeriksaan Aisyah.

"Tuan muda, Dokter Aisyah baik - baik saja. Hanya saja dia kelelahan dan sepertinya tadi pagi belum sarapan." lapornya setelah memeriksa akurat dokternya ini.

"Belum sarapan? " Gumam Ikhsan yang terlihat kesal.

"Tuan, dia tidak perlu obat. ini Vitamin untuk menambah kesehatan Dr. aisyah." tambahnya memberikan sebotol vitamin pada Asisten Ren.

"Baiklah, tuan muda kami permisi lebih dulu." pamit Aldo dan suster itu bersamaan. "Jika ada masalah dengan Aisyah, anda bisa menghubungi kami lagi. Kami adalah teman nya." tambah nya lagi yang langsung keluar di tuntun sekretaris Ren.

Ikhsan menatap Aisyah, yang kelihatan sedikit pucat. Tak tahu, tapi hati Ikhsan benar-benar terasa tertusuk jutaan jarum kecil.

"Tuan, bagaimana rapat dengan perusahaan Singapore hari ini? " tanya Ren yang sudah menunggu tuannya. "jika Tuan khawatir, saya akan panggilkan Susan untuk merawat Nyonya muda." tambahnya lagi yang mengerti jelas maksud Ekspresi tuan mudanya.

"Panggil Susan dan beberapa ahli gizi lainnya. Minta mereka menjaga Aisyah, ayo kita rapat. Ini bernilai Milyaran Rupiah" sahut Ikhsan meninggalkan Aisyah yang terbaring di sana.

***

1
inayah machmud
ikhsan sudah mulai bucin
Diah Retno
wah ...tanda tanda bucin akut nihhh ikhsan...
Wirda Wati
kereeen thory
Wirda Wati
visualnya thort.....
secantik apa Aisyah..😂😂😂
Wirda Wati
Berarti tebakanku salah.Bukanartin atau Aldo
rupanya Ari.
lebih mengerikan
Wirda Wati
lanjuut
Wirda Wati
masih menebak bisa Martin bisa juga Aldo Abang tirinya Aisyah.
Wirda Wati
ganti keramik 😂😂😂😂😂😂😂
Wirda Wati
noltalgia SMA...memang paling indah.
Wirda Wati
udah ku bilang cinta itu seperti coklat 😂😂😂
Wirda Wati
lanjuut thort
Wirda Wati
😂😂😂😂😂
Wirda Wati
lanjuut...
selamat ikhsan bakal jadi bpk
Wirda Wati
sulit ditemukan laki laki seperti ikhsan.
cinta seperti coklat....mengalahkan segalanya😀😀😀
Wirda Wati
lanjuut
Wirda Wati
kereeen ceritamu thort...
Wirda Wati
aku heran anak kecil tau harta Gono gini.

mungkin hanya ada di novel 😀😀😀
Wirda Wati
Aldo...kamu ngga tau..
ikhsan melakukan itu biar bisa bersama Aisyah.😂😂😂
Wirda Wati
lanjuut
semakin seruuuu
Wirda Wati
😂😂😂😂😂😂😂
yg misahkan kita hanya koma atau kuburan.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!