Alicia Harold hanya ingin menikmati malam terakhirnya sebelum menjadi mahasiswa.
Namun karena terlalu bosan di acara keluarga, gadis barbar itu diam-diam mabuk dan berakhir jatuh ke dalam pelukan seorang pria dingin yang paling ingin ia hindari.
Bryan Bright, calon kakak iparnya dan dosen di Imperial College University.
Sejak malam itu, kehidupan Alicia berubah menjadi mimpi buruk. Dosen killer itu seperti bayangan yang tak pernah bisa lepas darinya. Alicia terus berontak, menghindar, dan menjaga batas.
Namun bagaimana jika tanpa sadar batas itu perlahan berubah menjadi perasaan?
"Amit amit, aku tidak mungkin suka si Bryan mulut harimau itu!" kesal Alicia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lunoxs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
JDPDK Bab 5 - Annie dan Bryan
'Astaga,' batin Alicia yang sudah tidak mampu berkata apa-apa setelah mendengar ucapan sang siluman harimau. Bagaimana bisa pria itu dengan gamblangnya mengatakan bahwa sepatunya ada di mobil.
Sumpah, Alicia tak mampu lagi menghadapi Apa yang akan terjadi setelah ini. Tak sanggup membayangkan jika Bryan benar-benar mengatakan bahwa mereka semalam menginap di hotel.
'apa yang harus aku lakukan? sepertinya pura-pura pingsan adalah satu-satunya jalan,' batin Alicia.
Dan detik itu juga ia pura-pura memejamkan matanya dan jatuh ke lantai.
Brug!
"Alicia!" pekik mom Aluna dan Annie bersamaan. Sementara Bryan tidak merasa terkejut sedikitpun. Ia justru melirik tajam karena tahu ini hanya sandiwara anak nakal tersebut.
"Alicia! Ya ampun kamu kenapa sayang?" cemas mom Aluna.
"Panggil dokter saja, Tan," ucap Bryan.
"Mom," sahut Alicia lirih, gagal pingsan karena mendengar ucapan Bryan untuk memanggil dokter. Masalahnya bisa tambah runyam andai dokter keluarga dipanggil ke sini. 'Siluman harimau ibu benar-benar tidak bisa membuatku tenang!'
Sekarang mom Aluna sudah bersimpuh dan memeluk Alicia erat, sementara Annie pun berjongkok di samping sang adik dan begitu khawatir.
"Aku hanya pusing sedikit, semalam kurang tidur. Aku ke kamar sekarang," ucap Alicia lagi dan suaranya masih terdengar lemah. Sebelum mom Aluna kembali bicara, Alicia sudah lebih dulu berdiri secara perlahan.
"Benar kamu tidak apa-apa? Kakak panggil dokter ya?" tanya Annie pula.
"Tidak usah Kak, aku hanya butuh tidur beberapa jam," balas Alicia. "Aku ke kamar dulu," ucap Alicia lagi dan akhirnya ia pun berjalan cepat meninggalkan ruang tamu tersebut.
Untuk sejenak mom Aluna sampai lupa tentang sepatu Alicia di mobil Bryan, dia hanya menatap anak bungsunya itu yang pergi dengan tergesa-gesa. "Aneh sekali anak itu, tadi seperti mau pingsan, sekarang jalannya cepat sekali," ucap mom Aluna. "Dia selalu membuat mommy khawatir."
"Tenang Mom, kalau Alicia bilang dia baik-baik saja berarti memang seperti itu," balas Annie.
Mom Aluna mengangguk setuju, barulah saat itu ia melihat ke arah Bryan. "Bryan, bagaimana sepatu Alicia ada di mobilmu?" tanya mom Aluna yang akhirnya mengingat tentang hal ini.
"Staff hotel yang memberikannya Mom, dia melihat saat Alicia kabur," balas Bryan.
Mom Aluna langsung mengangguk percaya, "Ya sudah, biar Annie yang ambil. Kalian bicaralah, mommy akan masuk."
Bryan dan Annie mengangguk kecil mendengar ucapan mom Aluna tersebut. Hingga akhirnya kini hanya tinggal bersisa mereka berdua di ruang tamu tersebut.
Annie dan Bryan berjalan bersama menuju keluar, tujuannya adalah mobil Bryan untuk mengambil sepatu milik Alicia.
"Kenapa sepatu Alicia ada di mobilmu?" tanya Annie akhirnya.
Bryan tak langsung menjawab, begitu mereka tiba di samping mobil barulah Bryan menatap Annie dan menjelaskan semuanya. "Sebenarnya semalam Alicia mabuk dan tidur di hotel, aku bersamanya sampai pagi."
"Astaga," kaget Annie.
Bryan juga menjelaskan saat ia menyebut nama mom Aluna, Alicia langsung menariknya ke kamar hotel. Tiba di sana Alicia tidak sadarkan diri, jadi terpaksa ia menemani.
Annie menghela nafasnya kasar saat mendengar cerita itu, lagi-lagi adiknya membuat kebohongan untuk menyembunyikan kelakuannya.
"Maafkan Alicia, Bryan. Aku benar-benar tidak tahu bagaimana menanganinya sekarang," ucap Annie, dia benar-benar sedih untuk sang adik. Ia pikir seluruh perhatiannya mampu meluluhkan Alicia, tapi ternyata diluar sana tetap saja Alicia begitu bebas.
Bagaimana jika Alicia bertemu dengan pria lain? Mungkin hal buruk sudah terjadi pada sang adik.
"Bryan, kumohon bantu aku menjaga Alicia," pinta Annie dengan sungguh-sungguh, apalagi dunia kampus aka semakin liar di luar sana. Ia benar-benar merasa khawatir.
"Bukankah kita sudah sepakat, kenapa memohon seperti itu lagi," balas Bryan.
Annie hanya mampu mengangguk kecil. Hubungan mereka memang bukanlah hubungan biasa, semua orang hanya tahu bahwa keduanya adalah sepasang kekasih. Tapi sebenarnya mereka hanya membuat kesepakatan.
Bryan butuh wanita untuk menjadi kekasih di hadapan semua keluarganya, sementara Annie butuh seseorang yang bisa mengendalikan sang adik. Dan Bryan yang berstatus dosen di Imperial College University benar-benar terasa tepat bagi Annie.
Karena itulah Annie pula yang selalu mendorong sang adik untuk kuliah di kampus tersebut, bahkan mengambil jurusan dimana Bryan mengajar.
"Baiklah, aku serahkan Alicia padamu," ucap Annie.
dia harus masuk ke kandang harimau 🤣🤣🤣
kalo pak bry tau bisa mulai cemburu dalih disiplin?🤭🤭🤭
ehh siluman sudah berwajah garamg waduhh ,,,,ambyar seolah dunia nya runtuh 💪 sangat pastinya ,,,