NovelToon NovelToon
DEWA PEDANG TANPA TANDING

DEWA PEDANG TANPA TANDING

Status: sedang berlangsung
Genre:Kelahiran kembali menjadi kuat / Spiritual / Reinkarnasi / Fantasi Timur
Popularitas:94k
Nilai: 5
Nama Author: Otna Forever

Su Yun pernah menjalani hidup penuh kegagalan, kehilangan, dan penyesalan. Ketika takdir memberinya kesempatan kembali ke masa lalu, ia bersumpah tidak akan mengulangi kesalahan yang sama.

Berbekal pengalaman dari kehidupan sebelumnya dan warisan misterius Seni Pedang Tanpa Batas, Su Yun menapaki kembali jalan kultivasi. Demi melindungi orang-orang yang berharga baginya, ia harus menghadapi para genius, sekte besar, Binatang Roh, hingga musuh yang jauh melampaui kekuatannya.

Kali ini, Su Yun tidak akan tunduk pada takdir.

Dengan pedang di tangannya, ia akan merebut kembali semua yang pernah hilang—dan membuka jalan menuju puncak dunia kultivasi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Otna Forever, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20 — Turnamen Tiga Tahunan

Dua hari setelah meninggalkan Kota Danau Cermin, Su Yun akhirnya kembali ke wilayah Keluarga Su.

Perjalanan panjang itu memberinya waktu untuk memikirkan banyak hal.

Dalam kehidupan sebelumnya, kultivasi Su Yun memang tidak pernah mencapai tingkat yang benar-benar tinggi.

Namun kelemahan itu justru memaksanya menempuh jalan yang jauh lebih panjang.

Ia pernah mengunjungi berbagai daerah.

Bertemu tabib terkenal.

Belajar dari kultivator pengembara.

Bahkan berhubungan dengan orang-orang dari jalur iblis demi mencari cara menyembuhkan tubuhnya.

Karena itulah pengetahuan Su Yun jauh melampaui pemuda seusianya.

Ia mungkin masih berada di Alam Murid Roh.

Tetapi pengalaman dan cara berpikirnya sudah ditempa oleh kehidupan selama belasan tahun.

Setibanya di wilayah luar, hal pertama yang dilakukan Su Yun adalah menyelesaikan urusan Kuda Roh Hitam yang pernah disewanya.

Kuda tersebut tertinggal dalam perjalanan menuju Lembah Bulan Sabit dan tidak mungkin dibawa kembali.

Sebagai gantinya, Su Yun menyerahkan kuda sehat yang dibelinya dalam perjalanan pulang.

Pemilik kandang memeriksa kondisi hewan itu dari kepala hingga kaki.

“Tidak buruk.”

Ia menepuk leher kuda.

“Bahkan kondisinya lebih baik daripada kuda yang kusewakan kepadamu.”

Su Yun tersenyum.

“Jadi kita impas?”

“Tentu.”

Pemilik kandang tertawa.

“Aku bahkan tidak akan meminta kompensasi tambahan.”

Setelah urusan itu selesai, Su Yun kembali berjalan menuju gubuknya.

Namun di sebuah jalan kecil, suara pertengkaran menarik perhatiannya.

“Nak, satu bulan lagi turnamen dimulai!”

Seorang wanita paruh baya sedang memarahi putranya.

“Kau masih mau bermalas-malasan seperti ini?”

Pemuda di depannya menundukkan kepala.

“Ibu, bukan aku tidak ingin ikut.”

“Lalu?”

“Masuk dua ratus besar itu hampir mustahil.”

Pemuda itu menghela napas.

“Setiap turnamen diikuti ribuan orang. Kultivasiku baru tahap keenam. Kalau ikut, mungkin aku hanya akan dipukuli.”

Wanita itu langsung meninggikan suara.

“Lihat Wang Shu dari rumah sebelah!”

“Dia sudah tahap ketujuh!”

“Katanya sebentar lagi bahkan bisa mencapai tahap kedelapan!”

Pemuda tersebut menunjukkan ekspresi pahit.

“Karena keluarganya mampu membeli pil dan obat kultivasi.”

Ia mengepalkan tangan.

“Aku sudah berlatih, Bu. Tapi tanpa sumber daya, kemajuanku sangat lambat.”

Wanita itu terdiam.

Beberapa saat kemudian, matanya memerah.

Pemuda itu buru-buru menenangkan.

“Sudahlah.”

“Kalau memang tidak bisa menjadi kultivator hebat, aku bisa bekerja sebagai penulis atau juru hitung.”

Namun tangisan ibunya justru semakin keras.

Su Yun yang melewati mereka perlahan menghentikan langkah.

Turnamen.

Satu bulan lagi.

Ingatan lama muncul.

“Turnamen Tiga Tahunan Keluarga Su...”

Ia hampir melupakannya.

Turnamen itu merupakan salah satu kesempatan terbesar bagi orang-orang dari wilayah luar.

Biasanya, seorang murid luar harus mencapai syarat tertentu sebelum usia dua puluh tahun untuk memperoleh kesempatan masuk wilayah dalam.

Bagi sebagian besar orang, itu sangat sulit.

Namun turnamen tiga tahunan memberikan jalan lain.

Pesertanya berasal dari wilayah dalam maupun luar.

Tidak ada batasan jumlah peserta.

Hadiah untuk peringkat tinggi juga sangat besar.

Koin roh.

Pil.

Teknik.

Bahkan kesempatan menerima bimbingan langsung dari seorang ahli keluarga selama beberapa tahun.

Bagi orang tanpa guru, hadiah semacam itu jauh lebih berharga daripada uang.

Namun bagi murid wilayah luar, ada satu hadiah yang paling menggoda.

Kesempatan memasuki wilayah dalam Keluarga Su.

Su Yun berdiri beberapa saat.

Dahulu ia mungkin tidak akan peduli.

Namun sekarang situasinya berbeda.

Wilayah dalam memiliki sumber daya lebih baik.

Tempat latihan lebih lengkap.

Informasi lebih banyak.

Dan yang terpenting—

Qing Er berada di sana.

Jika Su Yun ingin mengubah masa depan Qing Er, memasuki wilayah dalam akan memberinya lebih banyak ruang bergerak.

“Tidak ada alasan melewatkannya.”

Ia langsung berubah arah.

Alih-alih kembali ke gubuk, Su Yun menuju tempat pendaftaran turnamen.

Area pendaftaran sudah penuh.

Puluhan orang berdiri mengantre.

Sebagian membawa pedang.

Sebagian berpakaian sederhana.

Mayoritas berasal dari wilayah luar.

Wajah mereka memperlihatkan campuran harapan dan kegugupan.

Su Yun mengambil posisi di belakang antrean.

Petugas pendaftaran adalah seorang murid wilayah dalam.

Ia bahkan tidak mengangkat kepala ketika peserta pertama maju.

“Nama.”

“Li Feng.”

“Tingkat kultivasi?”

Pemuda di depan tampak sedikit malu.

“Tahap keenam Alam Murid Roh.”

Beberapa orang langsung mencibir.

“Cuma tahap keenam?”

“Berani juga ikut.”

“Paling-paling gugur di ronde pertama.”

Li Feng mengepalkan tangan.

Namun tidak membalas.

Petugas menulis namanya tanpa peduli.

“Berikutnya.”

Antrean terus bergerak.

Satu demi satu peserta mendaftar.

Tahap keenam.

Tahap ketujuh.

Sesekali muncul tahap kedelapan dan langsung menarik perhatian.

Beberapa waktu kemudian, giliran Su Yun tiba.

Petugas masih menunduk.

“Nama.”

“Su Yun.”

Gerakan pena berhenti.

“Su Yun?”

Petugas itu mengangkat kepala.

Mata keduanya bertemu.

Su Yun langsung mengenalinya.

“Su Da Hai.”

Pria di balik meja menyipitkan mata.

Kemudian sudut bibirnya terangkat.

“Oh?”

Ia berdiri perlahan.

“Ternyata benar Tuan Muda Su yang terkenal.”

Nada suaranya sama sekali tidak mengandung rasa hormat.

Su Da Hai lebih tua beberapa tahun darinya.

Di kehidupan sebelumnya, pria ini bekerja mengurus sebagian gudang keluarga.

Ia juga berhubungan dekat dengan Su Gui Mu.

Banyak bahan dan persediaan keluarga diam-diam menghilang melalui tangannya.

Dan Su Yun pernah mengetahui sebagian masalah tersebut.

Hubungan mereka tentu tidak baik.

“Aku tidak menyangka kau yang mengurus pendaftaran.”

Su Yun berkata tenang.

Su Da Hai tertawa.

“Aku juga tidak menyangka kau akan datang.”

Ia sengaja meningkatkan volume suara.

“Bukankah kau sudah diusir dari wilayah dalam?”

Orang-orang di sekitar mulai menoleh.

Su Da Hai semakin puas.

“Kenapa?”

“Setelah tinggal di gubuk rusak dan makan bersama orang-orang wilayah luar, akhirnya kau rindu kehidupan lamamu?”

Bisikan langsung menyebar.

“Dia Su Yun?”

“Yang dulunya disebut jenius itu?”

“Bukankah kultivasinya berhenti?”

“Benar. Katanya delapan tahun hampir tidak berkembang.”

Beberapa orang tertawa.

“Sayang sekali.”

“Kalau aku mendapat sumber daya sebanyak dia sejak kecil, mungkin aku sudah masuk Alam Roh Sejati.”

“Benar.”

“Orang seperti dia hanya menyia-nyiakan kesempatan.”

Su Yun mendengar semuanya.

Namun ekspresinya tidak berubah.

Kalau ini terjadi pada dirinya dahulu, mungkin ia sudah marah.

Sekarang?

Kata-kata semacam itu bahkan tidak cukup untuk mengganggu napasnya.

Ia baru saja menghadapi Harimau Abadi.

Menyusup ke Sekte Iblis.

Merebut Kristal Surgawi.

Dan bertarung dengan ahli Sekte Pedang Abadi.

Ejekan beberapa murid luar terasa sangat kecil dibandingkan semua itu.

Su Yun mengetuk meja.

“Aku masih boleh mendaftar?”

Su Da Hai mengangkat alis.

“Tentu.”

Ia duduk kembali.

“Tapi aku penasaran.”

Su Da Hai mengambil pena.

“Dengan kemampuanmu, apa yang ingin kau cari di turnamen?”

“Kalah dengan memalukan?”

Beberapa orang tertawa lagi.

Su Yun hanya menjawab,

“Daftarkan saja.”

Senyum Su Da Hai sedikit memudar.

Ia berharap Su Yun marah.

Atau malu.

Namun pria di depannya benar-benar tenang.

“Tingkat kultivasi?”

Su Yun berhenti sesaat.

“Tahap ketujuh Alam Murid Roh.”

Beberapa orang di belakang mulai berbisik.

“Tahap ketujuh?”

“Bukankah dia sudah bertahun-tahun berhenti di tahap keenam?”

“Jadi akhirnya menembus?”

Su Da Hai sendiri sedikit terkejut.

Namun segera tertawa.

“Delapan tahun hanya untuk mencapai tahap ketujuh.”

Ia menggeleng.

“Benar-benar mengagumkan.”

Su Yun tidak merespons.

Su Da Hai menuliskan datanya.

“Sudah.”

Su Yun mengambil tanda pendaftaran.

Baru hendak pergi ketika suara jernih terdengar dari belakang.

“Wah...”

Semua orang menoleh.

Suara itu berasal dari seorang perempuan.

“Bukankah ini Tuan Muda Su yang dahulu begitu tinggi hati?”

Langkah Su Yun berhenti.

Nada perempuan itu dipenuhi ejekan.

“Aku dengar kau bahkan sudah bukan bagian dari wilayah dalam.”

Ia tertawa kecil.

“Sekarang kau benar-benar kembali untuk mengikuti turnamen?”

Beberapa orang langsung memberi jalan.

Seorang gadis berjalan keluar dari kerumunan.

Pakaiannya jauh lebih mewah daripada para murid wilayah luar di sekitarnya.

Sebuah pedang tergantung di pinggang.

Tatapannya terhadap Su Yun dipenuhi penghinaan.

“Jadi bagaimana?”

Ia mengangkat dagu.

“Setelah hidup sebagai sampah di luar cukup lama, akhirnya kau ingin merangkak kembali?”

Su Da Hai tersenyum lebar.

Ia jelas mengenal gadis itu.

Su Yun perlahan berbalik.

Tatapannya jatuh pada wajah yang terasa samar-samar familiar.

Ingatan masa lalu bergerak.

Namun sebelum ia mengatakan sesuatu, gadis itu melangkah semakin dekat.

“Tuan Muda Su.”

Nada suaranya penuh sindiran.

“Turnamen bukan tempat untuk menghidupkan kembali kejayaan masa lalu.”

Ia menunjuk tanda pendaftaran di tangan Su Yun.

“Kalau kau masuk ke arena dengan kekuatanmu sekarang...”

Senyumnya melebar.

“kau mungkin bahkan tidak sempat menyerah.”

Su Yun menatapnya beberapa saat.

Kemudian tersenyum tipis.

“Apa kau sedang mencoba menghalangiku?”

Kerumunan mendadak lebih sunyi.

Tatapan gadis itu berubah.

Su Yun menggenggam tanda pendaftaran.

Satu bulan.

Cukup waktu untuk mengolah sumber daya yang baru dibelinya.

Cukup waktu untuk menstabilkan tahap ketujuh.

Dan mungkin...

cukup waktu untuk membuat semua orang yang masih menganggapnya sebagai sampah memahami satu hal.

Su Yun yang dahulu—

sudah tidak ada lagi.

......................

Bersambung...

1
Agus Setiawan
semoga su yun cepat matiiiii😁😁😁
Agus Setiawan
su yun pendekar goblok...kebanyakan coklii😃😃😃
Agus Setiawan
dewa pedang tanpa batas apaan...🤪🤪🤪
Agus Setiawan
udah su yun bunuh aja...pendekar tolol😄😄😄
Okta Oktafianto
keren
Otna Forever: mksh bosku 🙏
total 1 replies
Okta Oktafianto
alurnya kerennnn
Otna Forever: mksh bosku 🙏 jangan lupa baca karyaku yang lain PENGUASA DEWA NAGA
total 1 replies
Eko🍤
bantaaaaaaaiiiiii bantaaaaaaaiiiiii bantaaaaaaaiiiiii
Eko🍤
🤣🤣malah di peras Nasib sial murid dalam👍🤣🤣
Eko🍤
mantap Thor lanjut 👍👍
Widianto Dalang
alur terlalu lambat. ud bab 100 lebih, masih seputar keluarga saja. blm ada peningkatan sama sekali
Eko🍤
apakah akan terjadi bentrok🤣🤣👍
will
wah stres gk tuh su yun? 😁👍
Nusra Perdana
tahap ke 6, tahap ke 7..?? namanya apa cok😡😡
Nusra Perdana
tahap ke enam apa..?? emang gak ada namanya Thor
Nusra Perdana
nyebutin kekuatan mereka kok hanya tingkat 5, tingkat 6,8 10..apa gak ada nama ranahnya..?
Nusra Perdana
awal yg bagus..coba kita baca terus😄
Eko🍤
bagus lariiii terus🤣🤣👍
Eko🍤
julukan sampah nya melekat terus 🤣🤣
Eko🍤
hehehehe...salah pilih lawan.. bantaaaaaaaiiiiii 🤣🤣👍
Eko🍤
hahahahaha...waktu nya panen 🤣👍🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!