Mengisahkan tentang perjalanan hidup seorang kultivator yang jenius. Namun ada suatu penyakit aneh yang tiba-tiba dideritanya, sehingga bakatnya menghilang.
Dia diusir dari rumahnya bahkan juga oleh 'Keluarga Utama'. Menjalani hidup sehari-hari menjadi seorang sampah, membuatnya menjadi depresi.
Dengan terbunuhnya seorang gadis yang dicintainya, dia bertekad untuk membalaskan dendamnya. Akkhirnya ia memutuskan berkelana ke berbagai tempat untuk mencari obat atas penyakitnya itu, sehingga ia bisa berkultivasi lagi.
Berbagai cara ditempuhnya, bahkan dengan mengganti darahnya dengan darah iblis tapi tetap tidak berhasil. Karena takdir berkata lain.
Tanpa berputus asa dia terus berusaha. Dan akhirnya dia berhasil juga mengetahui cara menyembuhkan dirinya. Namun belum sempat melakukannya, ia terbunuh dalam usahanya untuk membalas dendam.
Begitu jiwanya tersadar, ia telah berada ditubuhnya lagi. Namun waktunya, kembali kemasa lima tahun sebelum ia meninggal.
#salam sukses selalu#
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Otna Forever, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TINGKAT ALAM ROH DEWA
D udara, seorang tetua dengan rambut putih berkibar, berdiri di atas pedang putih ramping.
Tetua itu ternyata seorang wanita!
Dia sangat cantik. Memiliki perawakan ramping dengan rambut yang mengalir seperti air terjun. Wajahnya sangat menggoda, hampir sempurna.
Dia memiliki mata tajam seperti burung phoenix, bibir lembut, pipi putih sedikit kemerahan yang tampak seperti batu giok.
Sangat memukau!
Siapa pun yang memandang dewi ini, ia akan dipenuhi nafsu dan hati serta jiwanya akan terenggut.
Sementara itu, Su Yun menarik napas dalam-dalam.
"Kreccck."
Kotak harta karun yang berisi Kristal Surgawi dibuka.
Aura Surgawi yang menakjubkan menyebar keluar bagaikan bunga teratai yang mekar.
Angin bertiup ke jubah Su Yun saat ia menghilangkan efek 'siluman pedang' di tubuhnya. Qi roh di sekitarnya mulai menyelimuti, menutupinya seperti kepompong.
Sang dewi melihat itu semua menjadi marah; “Berhenti sekarang! Kalau tidak, kau akan kubunuh!”
Su Yun tidak mengindahkannya.
Kotak itu mulai kehilangan kilaunya ketika kristal gelap itu tiba-tiba meledak menjadi cahaya warna-warni yang terang.
Aura yang sangat kuat yang dipancarkan kristal ini meluap, menyebabkan Su Yun menjadi terengah-engah.
Dia termundur beberapa langkah. Saat kotak itu bergetar di tangannya, seolah-olah kotak itu akan terbang ke langit…
Dia menenangkan pikirannya, menggertakkan gigi sambil menahan tekanan aura yang membungkusnya.
“Penatua Pedang, bagaimana cara menggunakan kristal ini?” Su Yun bertanya sambil menggigit bibirnya.
“Segera tempelkan di dadamu!”
Su Yun tanpa ragu meraih Kristal Surgawi.
Begitu berada di telapak tangannya, Kristal Surgawi menjadi seperti hidup. Menggeliat ke sana kemari, seperti ingin lepas dari genggaman.
Su Yun mencengkeramnya dengan sekuat tenaga untuk memastikan benda itu tidak bisa melarikan diri.
Dia kemudian segera menempelkannya di dada.
Kristal Surgawi menghilang…
Ahhhh!!!!
Saat Kristal Surgawi menyentuh dadanya, kristal itu mulai mencair dengan cepat seperti es. Su Yun berusaha agar tetap sadar dan terus membuka matanya.
Tiba-tiba…
Cahaya yang sangat terang keluar dari dada Su Yun membumbung ke langit.
Pemandangan yang luar biasa dan menakjubkan, bagaikan matahari terbit di pagi hari. Benar-benar mengejutkan.
Su Yun dikelilingi oleh puing-puing tanah dan bebatuan yang melayang. Dirinya memancarkan aura yang sangat kuat. Tanah di bawah kakinya berubah menjadi seperti arang hitam.
Melihat ini, wanita yang berwibawa bak dewi itu hanya bergumam; "Tidak mungkin, meskipun itu hanya sebagian dari Kristal Surgawi, itu berisi kekuatan dewa tertinggi."
"Aku tidak tahu bahwa kekuatan yang dikandungnya begitu menakjubkan."
Keringat membasahi wajah Su Yun, karena kali ini dia benar-benar tertekan.
Berkat kekuatan Kristal Surgawi, qi rohnya menembus banyak tahap. Kristal Surgawi tetap berada di dadanya mengalirkan energi ke dalam tubuhnya. Qi rohnya tampak tak berujung!
Tulang-tulangnya, pembuluh darahnya, organ-organnya, dsb. semuanya diselimuti oleh gas emas misterius.
Kedua matanya berubah menjadi keemasan, saat Kristal Surgawi di dadanya melepaskan qi roh. Tampaknya tubuhnya mulai menyerap kekuatan tak terbatas.
Dia seperti terlahir kembali! Dia melepaskan kepompongnya dan berubah menjadi kupu-kupu.
Sangat kuat!
Su Yun dapat merasakan qi roh mengalir ke dalam dirinya.
Kecepatan, Kekuatan, Aura, Indra Roh, dan kemahiran qi roh meningkat ke tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya. Kemampuan spiritualnya menjadi sangat mengerikan.
Gelombang udara menerpa, dewa itu termundur sedikit.
“Kristal Surgawi sangatlah berharga, kenapa itu digunakan oleh orang yang lemah sepertimu! Meskipun demikian, bagaimana bisa kau mengalahkan seorang tingkat Alam Roh Dewa? Kultivasimu yang buruk tidak dapat menahan kekuatanku yang besar! Menyerah-lah dan berikan padaku kristal surgawi itu!”
Sang Dewa tidak berani menunggu. Setelah selesai berbicara, salju putih di sekitarnya mulai berubah menjadi pedang dan tiba-tiba terbang ke arah Su Yun.
Tepat saat pedang itu tiba, Su Yun menunduk untuk menghindar, bulu kuduknya berdiri.
Su Yun menatap cahaya putih itu dan terdiam.
Masih tertegun, dia mengangkat pedang berkarat dan dengan tubuhnya yang diselimuti qi roh, dia menusukkan pedangnya ke serangan yang datang lagi.
Energi qi roh yang tak terhitung jumlahnya mengalir ke pedangnya saat ia beradu pedang.
"Tang!"
Pedang berkarat itu beradu dengan pedang putih milik seorang Roh Dewa.
Meskipun pedang berkarat itu dibanjiri oleh qi spiritual dan menjadi sangat kuat, pedang itu tetap kalah oleh pedang putih dan langsung hancur menjadi Debu.
Namun pedang putih sang dewi abadi kehilangan qi pedangnya dan dia juga dipaksa mundur karena kekuatan tabrakan itu.
Su Yun menjadi dingin setelah melihat pedangnya musnah. Energi Qi Roh menyelimuti tangannya, dia bergegas menuju dewa melancarkan serangan yang ditujukan ke kepalanya.
Jika serangan ini kena, maka sang dewa pasti akan mati dengan kepala retak.
Namun, Dewa itu sangat cepat. Saat tinju itu hendak menyentuh tubuhnya, dia menghilang begitu saja.
Dia muncul kembali di belakang Su Yun.
"Sssttt!"
Dia langsung menggunakan serangan telapak tangannya, menghantam tanah dan mengguncang gunung-gunung di sekitarnya. Batu-batu beterbangan ke segala arah.
“Kamu sangat ceroboh!”
Melihat tindakan Su Yun, sang dewi abadi menjadi marah. Dia menggenggam pedang putih itu dan melesat di udara untuk menusuk Su Yun.
Rasanya seperti kilat putih!
"Sreeet."
Pedang itu menembus Su Yun.
Darah berceceran…
Pedang Roh yang tak terhitung jumlahnya perlahan muncul menebas kearah Su Yun.
Tetapi…
Qi roh misterius yang menyelimuti Su Yun langsung memblokir tebasan pedang roh.
Mendapatkan tusukan pedang tadi, Su Yun tidak merasakan sakit apa pun.
Dia tiba-tiba berbalik dan menggunakan kekuatan spiritual misterius kristal surgawi, dan mendaratkan tinjunya ke bahu sang dewa.
"Aah!"
Sang dewa terkejut karena bahunya terkena hantaman, sekali lagi dan lagi hingga ia mulai batuk darah!
Su Yun menarik napas dalam-dalam dan melirik luka di dadanya. Ia melihat dagingnya robek, tetapi sembuh kembali dengan cepat.
“Kekuatan maha kuasa dari para Dewa Abadi dianugerahkan kepadaku… tidak heran para kultivator kecanduan pada kultivasi, aura spiritual para Dewa Abadi sungguh mengagumkan.” Kata Su Yun.
“Sepertinya aku telah meremehkan kekuatan Kristal Surgawi!” Mata sang dewa menyipit dan dia mulai tampak serius.
Dengan pedang putih di tangannya, dia berteriak dengan keras.
“Pedang untuk hatiku, bangkitkan qi roh, aku korbankan darah abadi, Seni Langit Tertinggi…”
Bersamaan dengan terucapnya kata-kata itu, angin di sekitar daerah itu tiba-tiba bertiup kencang.
Langit menjadi gelap dan puing-puing mulai bermunculan.
Pusaran angin putih mulai menyelimuti pedang putih itu, seolah-olah angin tertarik padanya…
“Bahaya!”
Tiba-tiba, tetua pedang memperingatkan.
Ekspresi Su Yun memucat saat dia mendengar peringatan dari Tetua Pedang.
“Seni Pedang Baru?”
Su Yun berbisik.
Seluruh Lembah Bulan Sabit tampak memancarkan aura pedang, seolah-olah Qi Pedang telah membentuk medannya sendiri. Lembah itu telah dipenuhi qi pedangnya.
Binatang roh yang jumlahnya tak terhitung di lembah itu langsung bersujud untuk menyerah terhadap kekuatan yang mendominasi ini.
“Nak, cepatlah! Ini adalah Qi Pedang murni. Jika aku masih hidup, ini hanya akan menjadi tipuan yang menyedihkan. Namun, kau hanyalah seorang murid pemula sehingga tidak akan mampu menahan kekuatan jurus ini. Cepat kabur! Pergi!” Tetua pedang itu meraung gugup.
Namun, Su Yun tetap diam: “Qi Pedang ini menyebar ke mana-mana, aku tidak bisa melarikan diri.”
Tetua Pedang mengira dia salah dengar, dia tercengang: “Apakah kamu ingin menyerah?”
"Tentu saja tidak!"
Su Yun menjawab.
Tiba-tiba dia bergegas menuju kearah sang dewa.
“Nak, apa yang kau lakukan?” Tetua Pedang bertanya dengan nada mendesak.
"Pergi membunuh!"
Melihat bahwa lelaki itu tidak melarikan diri, tetapi malah menyerbu ke arahnya, sang dewa tersenyum. Kemudian, Qi Pedangnya kembali menyelimuti pedang putihnya dan menebas ke arah Su Yun.
"Booom! Booom!"
Setiap tebasan memiliki kekuatan yang cukup untuk membentuk retakan yang dalam di tanah.
Inilah kekuatan sejati dari tingkat Alam Roh Dewa.
Dengan teknik ini, dia tampaknya memiliki kekuatan yang cukup untuk membelah Bumi!
Qi Roh Pedang terus menghantam dan menutupi seluruh langit, membuat Su Yun merasakan ketegangan pada tubuhnya, kulitnya, pembuluh darahnya, dan sebagainya. Dia benar-benar tidak nyaman.
“Habislah kau, Nak! Habislah kau! Kau terlalu sombong dan semuanya akan sia-sia!” Kata Tetua Pedang.
Namun, Tetua Pedang terkejut karena dengan beberapa langkah, Su Yun langsung muncul di depan sang dewa.
Tanpa menunggu reaksinya, dia mengulurkan salah satu jarinya dan melepaskan tusukan tajam ke lengan sang dewa.
Jari yang menusuk lembut itu, menghasilkan efek misterius…
Sang Dewa hanya menggigil lagi dan lagi. Dengan pedang putih masih di tangannya dan gas putih yang mengelilingi lembah, dia tiba-tiba memuntahkan seteguk darah dari bibirnya. Serangan Qi Roh Pedang yang bergerak ke arah Su Yun tiba-tiba menghilang.
"Apa?"
Sang Tetua Pedang benar-benar tercengang.
...............
Please 🙏 jangan lupa yah,,,,,
# Like 🙏
# Komen 🙏
# Share 🙏
# Hadiah 🙏
# Ulasan ⭐⭐⭐⭐⭐ 🙏
# Vote 🙏
Sehat dan sukses selalu untukmu Thor....