NovelToon NovelToon
Perjalanan Dewa Alkemis Di Alam Primordial

Perjalanan Dewa Alkemis Di Alam Primordial

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Epik Petualangan / Perperangan
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author: Nugraha

*𝘿𝙚𝙬𝙖 𝘼𝙡𝙠𝙚𝙢𝙞𝙨 𝙎𝙚𝙢𝙗𝙞𝙡𝙖𝙣 𝘽𝙚𝙣𝙪𝙖 𝙎𝙚𝙖𝙨𝙤𝙣 𝘿𝙪𝙖*

Ini adalah kisah Lin Xuan Sang Dewa Alkemis yang tidak sengaja bertemu dengan musuh terkuatnya Mo Xie, dua orang dari alam bawah yang tanpa sengaja terjerumus ke alam semesta yang jauh lebih tinggi.

Namun, mereka segera menyadari bahwa gelar agung, bahkan kekuasaan yang dianugerahkan oleh para Dewa dan Iblis Kuno bukanlah berkah, melainkan umpan untuk memelihara tubuh mereka hingga matang sebelum akhirnya dijadikan santapan.

Alih-alih terus saling membunuh, dua anomali ini akhirnya mengesampingkan permusuhan mereka untuk sementara.

Sebab sebelum menentukan siapa yang akan mati di tangan siapa, mereka sepakat melakukan satu hal terlebih dahulu...

Membantai para dewa serta iblis munafik dan membuat seluruh Alam Tinggi berlumuran darah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nugraha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 5: Sang Putri Bintang

Gerbang tulang naga perlahan terbuka.

Lin Xuan melangkah memasuki Kota Suci Tianyu bersama belasan Ksatria Emas yang mengawalnya.

Pemandangan di dalam kota jauh melampaui kemegahan Sembilan Benua. Jalan-jalan dibangun dari kristal yang dialiri tenaga kehidupan, sementara menara-menara istana menjulang menembus awan. Dari pulau-pulau langit, air terjun tenaga murni mengalir turun dan menyirami taman yang dipenuhi tanaman roh langka.

Namun semua itu tidak menarik sedikit pun perhatian Lin Xuan.

Ia tetap memasang wajah dingin dan lelah seperti seorang komandan yang baru kehilangan seluruh pasukannya.

“Tempat ini benar-benar boros,” suara Hun Yuan terdengar dari dalam jiwanya. “Mereka menggunakan tenaga murni hanya untuk menghias kota.”

“Diam dan perhatikan sekeliling,” jawab Lin Xuan melalui suara batin. “Kota ini memiliki formasi yang mampu mengenali darah dan aura asing. Jangan sampai penyamaran kita terbongkar.”

“Tenang saja. Hamba tidak akan melakukan kesalahan.”

Rombongan terus bergerak melewati jalan utama hingga akhirnya tiba di pusat kota.

Di sana berdiri sebuah istana berbentuk pedang raksasa yang menjulang menembus langit.

Itulah Balai Penguasa Tianyu.

Begitu pintunya terbuka, tekanan mengerikan langsung menyapu keluar.

Di dalam balai yang luas, Penguasa Kota Situ Cang sedang berlutut di hadapan seorang wanita. Di belakangnya berdiri para jenderal dengan kepala tertunduk, tak seorang pun berani mengangkat wajah.

Wanita yang mereka hormati duduk di atas takhta kristal.

Ia tampak masih muda. Rambut emas keperakannya mengalir seperti cahaya bintang, sementara gaunnya yang terbentuk dari cahaya murni membuat sosoknya tampak seolah turun dari langit. Sepasang mata safirnya menyimpan tekanan yang membuat seluruh ruangan terasa sesak.

Dialah Shen Ziyue, Putri Mahkota Ras Dewa Kuno.

“Penguasa Situ Cang.”

Suaranya lembut, tetapi justru membuat Situ Cang semakin menundukkan kepala.

“Aku datang dari Pusat Suci untuk memeriksa keadaan perbatasan. Namun yang kudengar justru Pasukan Ketiga Belas telah musnah, sementara kalian bahkan belum mengetahui siapa pelakunya.”

“Yang Mulia, mohon beri kami waktu!”

Situ Cang bersujud lebih dalam.

“Badai aneh tiba-tiba menyelimuti Dataran Zhentian dan memutus hubungan dengan pasukan di sana. Kami masih berusaha...”

“Masih menyelidiki?”

Senyum tipis muncul di wajah Shen Ziyue.

“Haruskah aku sendiri yang membelah Dataran Zhentian untuk mencari jawabannya?”

Tubuh Situ Cang bergetar. “Yang Mulia, hamba tidak berani.”

Tepat pada saat itu, pintu balai kembali terbuka. Kapten penjaga masuk bersama Lin Xuan.

“Yang Mulia!” Ia segera memberi hormat. “Kami membawa seorang komandan yang selamat dari Dataran Zhentian.”

Tatapan Shen Ziyue langsung beralih kepada Lin Xuan.

Lin Xuan melangkah maju.

Ia tidak berlutut. Hanya tangan kanannya yang diletakkan di depan dada sebagai salam seorang prajurit.

“Namaku Xuan.” Suaranya tenang. “Pasukan Ketiga Belas telah musnah dan jenderal kami tewas. Penyerangnya berasal dari Ras Iblis.”

Ia berhenti sejenak sebelum melanjutkan. “Namun ada kekuatan lain yang ikut campur.”

Situ Cang langsung mengangkat kepalanya. “Kurang ajar! Berlututlah di hadapan Putri Ziyue!”

Ia mengangkat tangannya. Tekanan dahsyat segera turun menuju Lin Xuan.

Namun sebelum tekanan itu menyentuh tubuhnya, suara Shen Ziyue terdengar ringan.

“Cukup.”

Tekanan Situ Cang lenyap seketika. Ia buru-buru menarik tangannya lalu kembali bersujud.

Shen Ziyue bangkit dari takhtanya dan berjalan turun.

Setiap langkahnya membuat hukum ruang di sekelilingnya beriak. Para jenderal semakin menundukkan kepala, tetapi Lin Xuan tetap berdiri tenang.

Akhirnya, Shen Ziyue berhenti tepat di hadapannya.

Tatapan mereka bertemu.

Shen Ziyue mengamati Lin Xuan beberapa saat sebelum mengerahkan persepsinya untuk memeriksa tubuh pria tersebut.

Sesaat kemudian, alisnya terangkat.

Tidak ada lautan Qi. Tidak ada aura hukum yang jelas.

Yang ia rasakan hanyalah tubuh yang begitu padat hingga membuatnya sulit percaya bahwa itu masih tubuh seorang manusia.

Daging, tulang, dan darah Lin Xuan terasa seperti bintang yang dipadatkan menjadi tubuh manusia.

Namun yang paling menarik perhatian Shen Ziyue bukanlah kekuatan tubuhnya.

Melainkan tatapan pria itu.

Tidak ada rasa takut. Tidak ada kekaguman. Bahkan tidak ada sedikit pun hasrat ketika memandangnya.

Lin Xuan hanya menatapnya dengan tenang, seolah sedang mengamati sesuatu yang menarik.

Shen Ziyue belum pernah bertemu orang seperti itu.

“Kau menarik.” Senyum tipis muncul di wajahnya. “Komandan dari divisi mana? Mengapa kau tidak berlutut?”

“Aku hanya tunduk pada tugasku.” Jawaban Lin Xuan tetap datar. “Aku datang untuk melaporkan keadaan medan perang.”

Mendengar jawaban itu, ketertarikan Shen Ziyue semakin dalam.

Ia melangkah mendekat hingga jarak di antara mereka tinggal beberapa langkah.

“Tuanku, wanita ini terlalu dekat.” Suara Hun Yuan terdengar dari dalam jiwa Lin Xuan.

“Tenang.” Lin Xuan tetap tidak berubah. “Ini bagian dari penyamaran kita.”

Namun sebelum Hun Yuan menjawab, Shen Ziyue tiba-tiba mengangkat tangannya.

Ujung jarinya menyentuh dada Lin Xuan.

Dug... Dug...

Pupil safirnya sedikit melebar. Ia merasakan denyut aneh dari balik dada pria itu.

Itu bukan sekadar detak jantung. Ada tenaga yang jauh lebih dalam dan mengerikan tersembunyi di balik dagingnya.

“Kau menyembunyikan sesuatu.” Suara Shen Ziyue merendah. “Dan kau bukan sekadar komandan biasa.”

Lin Xuan menatap matanya tanpa menunjukkan perubahan.

“Apakah itu penting selama aku membawa informasi yang ingin kau ketahui?”

Shen Ziyue terdiam. Kemudian ia tertawa pelan.

Tawa ringan itu membuat seluruh jenderal di dalam balai menegang.

Sudah lama mereka tidak melihat sang Putri tertawa seperti itu.

Shen Ziyue akhirnya berbalik dan kembali menatap Penguasa Kota.

“Situ Cang.”

“Iya, Yang Mulia.”

“Serahkan urusan Dataran Zhentian kepadaku.” Ia kemudian menunjuk Lin Xuan. “Mulai hari ini, dia menjadi pengawalku.”

Situ Cang terkejut.

“Yang Mulia, dia hanya seorang komandan rendahan. Identitasnya belum...”

“Aku tidak meminta pendapatmu.”

Tatapan Shen Ziyue membuat suara Situ Cang langsung terhenti. Ia hanya bisa menundukkan kepala.

Shen Ziyue kembali memandang Lin Xuan. Senyum tipis kembali menghiasi wajahnya.

“Ikut aku.”

Lin Xuan mengangkat alis.

“Kau akan menjadi pengawalku. Aku ingin mendengar sendiri apa yang terjadi di Dataran Zhentian.”

Lin Xuan tidak menolak. Justru inilah kesempatan yang selama ini ia cari.

Menjadi pengawal Putri Mahkota akan memberinya alasan untuk memasuki pusat Ras Dewa Kuno tanpa harus terus bersembunyi. Jika beruntung, ia juga dapat menemukan bahan-bahan alkimia langka yang selama ini tidak pernah bisa ia temukan di Sembilan Benua.

“Baik.”

Lin Xuan melangkah mengikuti Shen Ziyue.

Wajahnya tetap tenang, tetapi pikirannya bergerak cepat.

Ia datang ke Kota Suci Tianyu untuk mencari pijakan di alam asing ini.

Tanpa diduga, ia justru mendapatkan identitas baru sebagai pengawal Putri Mahkota.

1
Raju
jossssss
Raju
alankah terjadi perang besar dan menghancurkan kota atau awal dri sebuah aliansi ??
Raju
lin xuan sang kaisar obat jadi pegawai dadakan ....😁😁
Celestial Quill: hahahah, mungkin cape jadi kaisar terus😄
total 1 replies
Raju
hm... lin xuan... keanya serba bisa ni org... dri kultivator, pemusnah massal, pembuat drama terbaik, hingga jadi tukang bengkel pun bisa keanya ...🤣🤣🤣
Celestial Quill: hahaha😄😄
total 1 replies
Raju
poin yg q kumpulkan selama ribuan tahun Meluncur Thor....!! 😁😁
Raju
ternyata pendatang lbih ganas dri pada penunggu....🤣🤣🤣
Raju
perebutan kristal dimulai...
Raju
vote meluncur buat karyamu Thor...!!
Celestial Quill: Terimakasih, semoga karya baru dapat menghibur. Selamat membaca
total 1 replies
Green Boy
Mantap Thor
Celestial Quill: Terimakasih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!