Sebuah kisah tentang seorang pria dari masa lalu yang bangkit di masa ini.
Di masa ini, ia bertemu dengan perempuan yang mirip dengan seseorang yang ia cintai di masa lalunya. Seseorang yang tidak berani ia gapai karena kondisi fisiknya yang seperti monster saat itu.
Akankah ia berhasil menyingkirkan kenangan buruk masa lalunya itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Boqin Changing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Seseorang Mengenaliku
Suasana di dalam kedai makan itu kini benar-benar sunyi. Tidak ada seorang pun yang berani berbicara terlalu keras. Bahkan beberapa pelayan yang sebelumnya sibuk membawa makanan kini hanya berdiri di tempat mereka masing-masing. Tatapan semua orang tertuju pada Tan Xuong yang masih terbaring di lantai.
Tidak ada yang menyangka kejadian seperti ini akan terjadi. Tan Xuong adalah Tuan Muda Keluarga Tan. Keluarga Tan bukanlah keluarga kecil yang bisa dipandang sebelah mata di Kota Weiyang. Mereka memiliki hubungan yang cukup luas dengan berbagai pihak di dalam kekaisaran.
Namun hari ini, seseorang justru menghajar Tan Xuong hanya dengan satu gerakan. Lebih mengejutkan lagi, orang tersebut masih duduk santai di kursinya seolah tidak terjadi apa-apa.
Di belakang Tan Xuong, terdapat dua pemuda yang sejak tadi datang bersamanya. Mereka memang berniat makan siang bersama Tan Xuong.
Namun sekarang keduanya hanya berdiri terpaku. Wajah mereka terlihat pucat. Tubuh mereka bahkan sedikit gemetar. Mereka melihat Tan Xuong yang tidak bergerak di lantai, kemudian perlahan mengalihkan pandangan kepada Sha Nuo.
Salah satu dari mereka menelan ludah. Ia ingin berbicara dengan tegas, tetapi suaranya justru terdengar gugup.
“Apa... apa yang kau lakukan?”
Sha Nuo tidak menjawab.
Pemuda itu melirik kembali kepada Tan Xuong.
“Tuan Muda Xuong...”
Ia segera mengalihkan pandangan kepada Sha Nuo.
“Dia anggota Keluarga Tan!”
Suaranya mulai meninggi karena ketakutan.
“Jika Keluarga Tan mengetahui apa yang kau lakukan, kau akan merasakan akibatnya!”
Sha Nuo yang sejak tadi duduk santai akhirnya tertawa kecil.
“Hahaha...”
Tawa itu membuat kedua pemuda tersebut semakin gugup.
Sha Nuo mengangkat kepalanya.
“Tidak perlu mengancamku.”
Tatapannya tenang.
“Kalau memang ingin memanggil Keluarga Tan, panggil saja.”
Kedua pemuda itu terdiam.
Sha Nuo mengambil cangkir di atas meja dan menuangkan minuman air putih yang ada di meja itu untuk dirinya sendiri.
“Kalian pikir aku takut?”
Ia menyesap minumannya.
“Bahkan kalau keluarga istana datang ke sini...”
Sha Nuo berhenti sebentar. Tatapannya menjadi dingin.
“Aku juga tidak takut.”
Suara itu tidak keras. Namun seluruh kedai dapat mendengarnya dengan jelas.
Beberapa orang langsung berubah wajah.
“Apa?”
“Dia berani mengatakan itu?”
“Dia benar-benar mengatakan tidak takut pada keluarga istana?”
“Bukankah itu sama saja dengan merendahkan Kekaisaran Zhou?”
Bisikan langsung terdengar dari berbagai sudut. Suasana yang sebelumnya hanya tegang kini berubah menjadi gaduh. Semua orang tahu betapa seriusnya ucapan tersebut.
Kekaisaran Zhou memiliki hukum yang sangat ketat mengenai penghinaan terhadap istana. Jika seseorang secara terang-terangan merendahkan kekaisaran atau pihak istana, hukumannya tidak ringan.
Beberapa orang bahkan mulai menjauh dari Sha Nuo. Mereka tidak ingin ikut terseret ke dalam masalah.
Kedua pemuda di depan Sha Nuo juga terlihat semakin panik. Mereka awalnya hanya ingin menggunakan nama Keluarga Tan untuk menakut-nakuti pria asing tersebut. Namun mereka tidak menyangka pria itu justru mengucapkan sesuatu yang jauh lebih berbahaya.
Orang-orang berbisik.
“Dia sudah gila.”
“Kalau ucapan itu sampai terdengar pihak istana, dia pasti akan mendapat masalah.”
“Diam!”
“Jangan sampai ada yang mendengar kita.”
Keributan kecil mulai menyebar ke seluruh kedai.
Namun sebelum keadaan menjadi semakin kacau, terdengar suara langkah kaki dari luar.
“Brak!”
Pintu kedai tiba-tiba terbuka. Seorang pria dengan jubah yang memiliki lambang pasukan Kekaisaran Zhou berlari masuk. Wajahnya terlihat serius ketika melihat Sha Nuo.
Sebelum seseorang melapor padanya bahwa ada dikeributan di kedai saat ia kebetulan ada di luar. Ia langsung berniat menyelesaikan masalah itu.
Beberapa orang langsung mengenali pria tersebut.
“Itu...”
“Komandan Xai Yuso!”
“Komandan Yuso?”
Pria itu adalah Xai Yuso. Dia adalah salah satu kepala regu prajurit Kekaisaran Zhou. Kedudukannya memang belum berada di jajaran pejabat militer tertinggi, tetapi sebagai salah satu komandan pasukan yang bertugas di Kota Weiyang, namanya cukup dikenal oleh masyarakat.
Begitu melihat kemunculannya, suasana kedai kembali berubah. Beberapa orang bahkan terlihat bersemangat.
“Komandan Yuso datang!”
“Pasti karena keributan tadi!”
“Bagus. Sekarang orang itu pasti mendapat masalah.”
“Dia baru saja menghajar Tuan Muda Keluarga Tan dan bahkan mengatakan tidak takut pada istana!”
“Tangkap dia Komandan!”
Beberapa pelanggan mulai berteriak dengan nada penuh harap. Entah melihat kedatangan Komandan Yuso, keberanian banyak orang mulai timbul.
Mereka jelas mengira Xai Yuso datang untuk menangkap atau menghajar pria itu. Bahkan ada seseorang yang dengan sengaja kembali berteriak sambil menunjuk Sha Nuo.
“Komandan Xai Yuso, pria itulah yang membuat keributan!”
Namun Xai Yuso sama sekali tidak memperhatikan Sha Nuo lagi. Ia bahkan tidak menoleh ke arah Tan Xuong.
Tatapannya justru langsung tertuju kepada dua pemuda yang berdiri tidak jauh dari sana. Kedua pemuda itu membeku.
“Ko... Komandan Yuso...”
Xai Yuso berjalan cepat ke arah mereka. Wajahnya terlihat sangat serius.
“Plak!”
Sebuah tamparan keras mendarat di wajah pemuda pertama. Kepala pemuda itu langsung terlempar ke samping. Semua orang terdiam.
Pemuda kedua bahkan belum sempat bereaksi.
“Plak!”
Tamparan kedua mendarat tepat di wajahnya. Kedua pemuda tersebut memegangi pipi mereka dengan mata melebar.
Tidak ada seorang pun di kedai yang memahami apa yang baru saja terjadi. Bukankah Komandan Yuso datang karena keributan ini? Bukankah seharusnya ia menghajar pria yang baru saja melukai Tuan Muda Keluarga Tan? Mengapa justru kedua orang yang bersama Tan Xuong yang ditampar?
Xai Yuso menatap mereka dengan marah.
“Kalian benar-benar bodoh!”
Kedua pemuda itu semakin pucat.
“Ko... Komandan, kami...”
Bentakan Xai Yuso membuat mereka langsung menutup mulut.
“Diam!”
Para pengunjung kedai saling berpandangan. Tidak ada yang berani bertanya.
Sementara itu, Sha Nuo hanya duduk di kursinya. Ia memandang Xai Yuso dengan ekspresi tenang.
Xai Yuso akhirnya mengalihkan pandangannya dari kedua pemuda tersebut. Tatapannya perlahan bergerak menuju Sha Nuo.
Seluruh kedai kembali sunyi. Orang-orang menahan napas. Mereka ingin melihat apa yang akan dilakukan Komandan Yuso terhadap pria yang baru saja menghajar Tan Xuong. Beberapa orang bahkan sudah membayangkan pria itu akan ditangkap.
Namun apa yang terjadi setelah itu benar-benar di luar dugaan. Xai Yuso berjalan mendekati Sha Nuo.
Semakin dekat jaraknya, wajah Xai Yuso justru terlihat semakin tegang. Keringat dingin mulai muncul di dahinya.
Begitu berada beberapa langkah di depan Sha Nuo, Xai Yuso berhenti. Kemudian, ia membungkukkan tubuhnya dengan sangat hormat.
“Mohon maaf, Senior Sha Nuo.”
Suara Xai Yuso terdengar sopan.
“Aku tidak menyangka di kota ini masih ada orang bodoh yang berani bertindak terhadapmu.”
Suasana di dalam kedai seketika berubah. Tidak ada yang bergerak dan tidak ada yang berbicara. Bahkan kedua pemuda yang sebelumnya ditampar Xai Yuso langsung menundukkan kepala dengan wajah pucat.
Para pengunjung kedai hanya saling memandang.
“Senior... Sha Nuo?”
“Sha Nuo? Sepertinya aku pernah mendengar nama itu...”
Nama itu memang terasa sangat familiar bagi para penduduk ibukota.
Dalam sebulan terakhir, nama Sha Nuo sudah berkali-kali terdengar di Kota Weiyang. Namun kebanyakan dari mereka hanya pernah mendengar namanya dari pembicaraan orang lain. Mereka tidak pernah menyangka akan melihat sosok tersebut secara langsung.
“Jangan-jangan...”
Seorang pria paruh baya berdiri dari kursinya.
“Sha Nuo yang itu?”
“Yang mana?”
“Yang menyelamatkan Istana Kekaisaran sebulan lalu!”
Ucapan tersebut langsung membuat beberapa orang terkejut.
“Benar...”
“Aku juga pernah mendengar tentang itu.”
“Bukankah dia salah satu orang yang menghadapi kelompok Lembah Iblis Darah?”
“Dia yang mengalahkan pimpinan Lembah Iblis Darah!”
Bisikan mulai terdengar di seluruh kedai. Semakin banyak orang yang mengingat berita yang mereka dengar selama sebulan terakhir.
Sebulan yang lalu, Istana Kekaisaran Zhou diserang oleh kelompok Lembah Iblis Darah. Pertempuran besar terjadi di sekitar istana. Banyak prajurit kekaisaran terlibat dalam pertempuran tersebut. Nama beberapa tokoh kuat juga tersebar setelah kejadian itu.
Salah satu nama yang paling sering disebut adalah Sha Nuo. Bahkan kabar menyebutkan bahwa pria tersebut merupakan salah satu sosok yang membantu menyelamatkan Kaisar Zhou Ren dari serangan kelompok tersebut.
Bagi sebagian besar orang di kedai itu, semua informasi tersebut selama ini hanyalah cerita yang mereka dengar dari orang lain. Namun sekarang orang yang selama ini mereka bicarakan ternyata sedang duduk tepat di hadapan mereka.
“Jadi... dia benar-benar Sha Nuo?”
“Hantu Pedang Sha Nuo!”
“Tangan kanan Raja Dunia, Boqin Changing.”
Seseorang menatap tubuh besar pria tersebut dengan mata melebar.
“Pantas saja.”
“Tidak heran Tan Xuong langsung dibuat tidak sadarkan diri.”
“Bodoh sekali... Tan Xuong bahkan tidak tahu siapa yang sedang dia ganggu.”
Tatapan orang-orang mulai berubah. Sebelumnya mereka melihat Sha Nuo sebagai seorang pendekar asing yang baru saja menghajar Tuan Muda Keluarga Tan. Sekarang mereka melihatnya sebagai sosok bahkan pihak istana pun tidak akan berani menyentuhnya.
jgn buat penasaraan