NovelToon NovelToon
Antara Nyaman Dan Cinta

Antara Nyaman Dan Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Romansa Fantasi
Popularitas:43
Nilai: 5
Nama Author: Anindia Andin

Olivia seorang penyanyi, karirnya semakin bersinar setelah mendapat warisan bros dari sang nenek yang dulunya juga seorang sinden terkenal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anindia Andin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

orang baru

pagi hari nek Marni di makamkan.

sepulang dari pemakaman. tejo memanggil Olivia untuk ikut dengannya.

"vi... bisa bicara sebentar" tejo menarik tangan Olivia menjauh dari dimas dan Siska.

"apa ada mas?"

"sebelum nek Marni meninggal, dia menitipkan sesuatu untuk kamu"

"jangan sekarang mas. aku ndak enak sama mas dimas dan Siska" ujar Olivia menolak pemberian nek marni. "aku janji, bulan depan aku datang lagi"

setelah berbicara dengan tejo, Olivia bergabung bersama dimas dan Siska.

"sayang... aku sama Siska mau kembali ke Surabaya. apa kamu masih mau tinggal disini atau ikut dengan kita?"

"aku ikut mas"

Olivia, dimas dan Siska berpamitan kepada tejo.

"mas tejo... maaf ya. aku ndak bisa lama-lama disini. ada pekerjaan yang harus aku selesaikan" pamit Olivia kepada tejo.

"iya vi... kamu tenang aja. aku akan merawat rumah nek Marni"

"terimakasih mas"

mereka bertiga pergi dari rumah nek Marni. dari kejauhan Olivia menoleh ke jendela samping rumah nek Marni. mata Olivia terbelalak melihat ada seseorang berdiri di jendela itu.

"kenapa vi?" tanya Siska

"lihat sis.. ada yang berdiri di jendela kamar nenek ku" Olivia kembali menoleh namun penampakan tadi sudah pergi.

"itu hanya bayanganmu saja sayang" hibur dimas.

"sis... ketika kamu masuk ke kamar nenek ku. kenapa kamu berteriak seperti itu?"

"aku mendengar ada yang menjerit sangat kencang sekali vi... telingaku sampai sakit. aku heran kenapa kalian ndek dengar teriakan sekencang itu"

"ya karena aku ndak dengan sis" ucap Olivia.

"aku heran kenapa sampai ada bercak darah di dinding nenekmu vi?" tanya dimas.

"aku juga ndak tau mas. mas tejo belum menjelaskan tentang kematian nenekku"

"jangan-jangan di bunuh tejo vi?" tuduh dimas.

"buat apa mas? sebelum nek Marni meninggal, dia memberikan semua hartanya kepada mas tejo. alasan apa mas tejo menghabisi nek Marni" mendengar penjelasan Olivia, Siska dan dimas terdiam.

"sampai sekarang aku juga menduga bapak yang membunuh ibu" ucapan Olivia membuat kaget dimas dan Siska.

"bapak ibumu?" tanya Siska.

"iya sis... sepulang dari sekolah, di rumah sudah rame orang. aku ndak tau kalau mereka sedang melihat kedua orang tuaku yang sudah tidak bernyawa."

Olivia bercerita kejadian beberapa bulan yang lalu.

"ya ampun sayang.. kamu punya masalah sebesar itu aku tidak tau" dimas mengusap kepala Olivia.

"mas... tante nelpon" ponsel Siska berdering, panggilan masuk dari bu Ratna.

"bilang aja ndak tau sis. aku sengaja mematikan ponselku"

"halo tante... selamat siang"

"siang sis. kamu tau dimas ada dimana?"

"dimas tante? ndak tau tan... "

"kemana anak itu. ponselnya ndak bisa di hubungi"

"maaf ya tan... " Olivia mematikan percakapannya.

"aktifkan ponselmu mas" perintah Siska

Dimas menepikan mobilnya. ketika ponsel di aktifkan, banyak pesan masuk dari dinda dan juga dari kedua orang tuanya.

dimas meletakkan kembali ponselnya di dasbor mobil.

tak berapa lama kemudian dinda menghubungi dimas.

"sayang... kamu kemana aja? aku hubungi dari semalam lho" ucap dinda manja.

"maaf din... aku ke banyuwangi"

"ke banyuwangi? ngapain sayang?"

"takziah. kalau ndak ada yang perlu dibicarakan lagi. aku tutup ya"

"oke sayang"

Olivia mendengarkan pembicaraan mereka. ada rasa sakit, nyeri di dalam dadanya.

"kamu kapan menikah mas?" Tiba-tiba Olivia bertanya.

"kenapa kamu tanya tentang itu sayang... aku ndak mau bahas"

Suasana di dalam mobil itu menjadi sunyi. Siska berusaha memejamkan matanya tak ingin mendegar perdebatan Olivia dan dimas.

*****

Keesokan harinya.

Pagi itu Olivia besiap untuk pergi ke acara event yang sudah terjadwal dari widuri.

"sayang... mau aku jemput atau ketemu dilokasi?" dimas menghubungi Olivia

"jemput mas" hari ini Olivia enggan untuk membawa mobil sendiri.

"dimas" pak haikal memanggil dimas, seketika itu dimas mengakhiri percakapannya.

"ya pa... "

"siang ini gantikan papa untuk rapat bersama pak bayu"

"tapi pa... aku ada jadwal lain" protes dimas.

"sepenting apa sih jadwalmu di luar sana di banding dengan urusan di kantor?"

"tapi pa... "

"jangan banyak alasan. papa sudah bilang ke pak bayu jika kamu yang akan menggantikan papa"

dimas terduduk lemas, harus membatalkan janjinya dengan Olivia.

dimas : sayang... maaf. aku ndak bisa jemput kamu ke event hari ini

Olivia : kenapa mas?

dimas : papa minta aku untuk menggantikannya rapat di kantor

Olivia : oke sayang

tak menunggu lama lagi Olivia berangkat ke tempat event yang sudah di tentukan.

hari itu pertama kali dimas tidak mendampingi Olivia di acara event dari salah satu pabrik rokok terbesar di Indonesia.

"via... " widuri menghampiri Olivia di dalam kamar ganti.

"ya mbk..." Olivia merapikan lagi penampilannya.

widuri menyodorkan secarik kertas "hubungi nomer itu vi" ucap widuri.

"nomer siapa ini mbk?" Olivia melihat secarik kertas itu.

"sebenarnya sudah beberapa kali mas dayat mengubungiku untuk meminta nomer ponselmu via"

"lalu?"

"ya seperti itu... hubungi beliau"

"pak dayat ini siapa mbk?"

"dia manager 1 di pabrik rokok yang mengadakan event hari ini vi"

perasaan Olivia sudah tidak nyaman dengan ucapan widuri.

"hubungi dia vi... mungkin akan datang job-job selain disini"

"maksudnya sampai keluar kota mbak?"

"iya... sudah waktunya kamu dikenal juga di luar kota vi"

hari ini Olivia menyelesaikan pekerjaannya.

"vi... jangan lupa hubungi pak dayat" celetuk widuri sebelum berpisah di tempat parkir.

Olivia : selamat malam

Dayat : malam juga

Olivia : saya Olivia pak

sepulang dari acara siang itu, Olivia menghubungi pak dayat. hanya berkenalan biasa.

"vi.... " pundak Olivia ditepuk seseorang

sepulang dari event, Olivia janjian dengan dayat di sebuah mall. Olivia membayangkan orang yang bernama dayat, dilihat dari namanya pasti dia sudah tua. seketika Olivia teringat dengan ucapan widuri, suatu saat pasti ada yang suka pada dirinya entah itu seorang pengusaha atau seorang anggota dewan.

Olivia menoleh kepada suara yang menepuk bahunya.

"kenalkan... saya dayat" ucap pria itu mengulurkan tangganya.

Olivia menyambut tangan pria itu "Olivia" ucap Olivia.

dayat duduk di depan Olivia. Olivia pikir yang bernama dayat sudah tua atau setidaknya seusia dengan orang tua Olivia.

"sudah pesan makanan?" tanya dayat sambil membuka menu makanan yang ada di hadapannya.

"belum pak"

"pak??? apa aku setua itu?" dayat menggernyitkan alisnya.

"maaf... sudah mas" ucap Olivia.

Olivia dan dayat memesan makanan.

"aku suka dengan penampilanmu Olivia" ucap dayat memandang Olivia.

"terimakasih mas"

"kamu beda dengan penyanyi yang lain, kamu ndak sombong, terlebih lagi baju kamu sopan" sanjung dayat.

"terimakasih mas"

"oh ya... selain mengisi di event-event, apa kamu juga bekerja di tempat lain?"

"iya mas, saya penyanyi reguler di cafe senja"

"owww... cafe senja? itu milik teman ku"

mata Olivia seketika terbuka.

"oh ya? siapa nama temannya mas?"

"dimas Aditya"

"ohhh.. mas dimas"

"ya... itu teman saya Olivia"

Olivia dan dayat mengobrol sambil menikmati beberapa makanan yang mereka pesan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!