NovelToon NovelToon
Teman Kecilmu Datang, Neng Pergi Ya!

Teman Kecilmu Datang, Neng Pergi Ya!

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Romantis / Cintapertama
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Rofiwan

"Katanya sahabat masa kecil itu cuma masa lalu, tapi kenapa kehadirannya bisa menghancurkan masa depanku?"

Bagi Nawang, Timy adalah segalanya—cowok yang berjanji melindunginya di bawah inisial kalung T&N. Tapi segalanya berubah saat Kanaya, teman masa kecil Timy yang rapuh dan penuh trauma, kembali hadir. Demi alasan kemanusiaan, Timy perlahan melangkah terlalu jauh hingga melupakan janji-janjinya pada Nawang.

Saat Nawang memilih mundur karena lelah dianaktirikan, Rendy—Ketua OSIS berhati es—hadir menawarkan sandaran baru.

Di saat Timy tersadar dirinya hanya dijadikan pelampiasan egois oleh Naya, semuanya sudah terlambat. Penyesalan Timy membawanya pada Jihan, gadis misterius yang diam-diam membalut lukanya.

Ini bukan sekadar cerita tentang cinta segitiga, melainkan tentang melepaskan yang sia-sia, menyembuhkan luka, dan menemukan kedewasaan di koridor sekolah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rofiwan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kedatangan Naya 03.

Sinar matahari pagi yang menembus jendela kelas Dua belas B terasa lebih menyengat dari biasanya. Nawang duduk di bangkunya, sesekali jemarinya tanpa sadar memainkan mata kalung perak berinisial T & N yang melingkar di lehernya. Senyum tipis terukir di bibirnya mengingat momen di bukit semalam.

Di sebelahnya, bangku kosong milik Laras yang hari ini izin sakit membuat suasana terasa agak lengang.

"Neng, titip dasi bentar. Mau ke toilet, cuci muka."

Suara familier itu membuat Nawang menoleh. Timy berdiri di samping mejanya dengan seragam yang agak berantakan khas anak basket sehabis piket lapangan pagi.

Nawang tersenyum, mengambil dasi abu-abu dari tangan Timy. "Jangan lama-lama, Aa. Lima menit lagi Bel Pak Hardi bunyi. Tahu sendiri kan kalau telat dihukum apa?"

"Siap, Bos," Timy terkekeh, mengacak pelan puncak rambut Nawang sebelum melesat keluar kelas.

Tepat saat Timy keluar, bel berdering nyaring. Pak Hardi, wali kelas sekaligus guru sejarah yang terkenal killer, masuk dengan langkah tegap. Namun, pagi ini beliau tidak datang sendiri. Di belakangnya, mengekor seorang siswi baru.

Begitu gadis itu melangkah masuk, atmosfer kelas mendadak berubah. Siswi baru itu memiliki rambut bondol hitam legam yang dibiarkan tergerai rapi. Wajahnya blasteran bersih, matanya bulat berbinar, dan ia membawa aura yang sangat percaya diri namun tidak mengintimidasi. Seragamnya pas di badan, memancarkan kesan modis yang instan.

"Anak-anak, perhatikan sebentar," suara berat Pak Hardi membungkam bisik-bisik yang mulai ramai. "Hari ini kelas kita kedatangan murid pindahan dari Jakarta. Silakan perkenalkan dirimu, Nak."

Gadis itu tersenyum manis, lesung pipit samar muncul di pipinya. "Halo semuanya. Kenalin, nama aku Kanaya Aurelista. Pindahan dari SMA Garuda Jakarta. Semoga kita bisa berteman baik ya."

Suaranya renyah dan ramah. Belum sempat Pak Hardi menanggapi, pintu kelas terbuka agak kasar.

"Maaf Pak, saya telat—" Kalimat Timy menggantung di udara.

Timy berdiri di ambang pintu dengan napas agak memburu. Pandangannya yang semula tertuju pada Pak Hardi, perlahan bergeser ke arah siswi baru yang berdiri di depan kelas.

Detik itu juga, seluruh tubuh Timy menegang. Mata nya melebar sempurna.

"Naya?" bisik Timy, suaranya parau namun cukup terdengar oleh barisan depan.

Kanaya menoleh. Begitu matanya menangkap sosok Timy, senyum formalnya luruh, digantikan oleh binar kebahagiaan yang luar biasa murni. "Timy?! Demi apa?!"

Aturan kelas mendadak lenyap dari kepala Timy. Tanpa memedulikan keberadaan Pak Hardi yang melotot, Timy melangkah lebar, nyaris berlari menghampiri Kanaya. Sebelum Kanaya sempat bereaksi lebih jauh, Timy sudah merengkuh tubuh gadis itu ke dalam pelukan erat.

Grep.

Seluruh kelas langsung riuh. Suara "Huooo!" dan siulan langsung bersahut-shautan.

"Naya, lo ke mana aja sih? Kok gak bilang kalau mau pindah ke Bandung?" suara Timy terdengar sangat emosional, ada nada lega sekaligus rindu yang teramat sangat di sana. Ia bahkan refleks menepuk-nepuk punggung Kanaya dengan kebiasaan lama mereka.

Kanaya tertawa renyah dalam pelukan Timy, membalas dekapan itu tak kalah erat sebelum akhirnya mendorong dada Timy pelan. "Aduh Tim, sesek! Lagian lo ngapain sih langsung meluk gini? Dilihatin sekelas tuh!" Wajah Kanaya memerah, tapi ia tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya.

Di sudut kelas, Nawang membeku.

Tangannya yang sedang memegang dasi Timy mendadak lemas. Dadanya terasa seperti dihantam sesuatu yang tumpul. Bukan cemburu buta yang meledak-ledak, melainkan sebuah rasa asing yang menyesakkan: siapa perempuan itu, dan kenapa Timy bisa se-ekspresif itu di depan umum? Selama satu tahun berpacaran, Timy adalah cowok yang sangat menjaga batasan di sekolah.

Timy jarang pamer kemesraan di depan kelas karena tahu Nawang tipe yang pemalu.

Tapi hari ini, di depan semua orang, Timy meruntuhkan batasannya sendiri demi gadis bernama Kanaya.

"Timy! Jaga sikap kamu!" bentak Pak Hardi sambil menggebrak meja guru. "Ini ruang kelas, bukan stasiun! Kembali ke bangku kamu sekarang!"

Timy tersentak, baru menyadari konsetrasi massal sedang tertuju padanya. Ia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, wajahnya memerah menahan malu tapi senyumnya masih mengembang lebar. "Maaf, Pak. Refleks. Teman masa kecil saya pas masih di Jakarta dulu."

Timy berjalan kembali ke bangkunya yang berada di barisan belakang.

Saat melewati meja Nawang, senyumnya masih tersisa, namun matanya sempat melirik Nawang dengan tatapan agak kikuk. Ia sadar kelakuannya barusan pasti mengejutkan pacarnya.

Nawang hanya memberikan senyum tipis—sangat tipis hingga nyaris terlihat seperti garis lurus—lalu menyerahkan dasi Timy tanpa mengucap sepatah kata pun.

"Naya, karena bangku kosong cuma ada di sebelah Nawang, kamu silakan duduk di sana," tunjuk Pak Hardi ke arah bangku di samping Nawang.

Kanaya mengangguk sopan. "Terima kasih, Pak."

Kanaya berjalan menyusuri lorong kelas dengan langkah anggun. Tas ransel ransel hitamnya tersampir di satu bahu.

Begitu sampai di samping meja Nawang, Kanaya menurunkan tasnya, lalu menatap Nawang dengan senyum paling ramah yang ia miliki.

"Hai," sapa Kanaya pelan agar tidak mengganggu Pak Hardi yang sudah mulai menulis di papan tulis. "Gue Kanaya. Boleh duduk di sini kan?"

Nawang menarik napas dalam-dalam, mengusir kabut tipis yang sempat mampir di hatinya. Dalam otaknya berjalan cepat: Jangan kekanak-kanakan. Timy bilang itu teman masa kecilnya. Nawang membalas senyuman itu dengan tulus. "Boleh kok. Aku Nawang."

Kanaya duduk, mengeluarkan buku catatan dan tempat pensilnya. Aroma parfum vanila yang lembut dan mahal langsung menguar dari tubuhnya, kontras dengan Nawang yang biasanya hanya memakai minyak wangi swalayan beraroma buah segar.

Pelajaran sejarah berlangsung selama dua jam, namun pikiran Nawang tidak sepenuhnya ada di sana. Berulang kali ia merasakan tatapan dari arah belakang—dari bangku Timy. Tapi Nawang memilih fokus menghadap ke depan.

Di pertengahan mencatat materi, Kanaya berbisik lirih, "Nawang... boleh pinjam tip-ex? Punya gue ketinggalan di kotak pindahan kayaknya."

"Oh, ini, pakai aja," Nawang menyodorkan tip-ex kertas miliknya.

Kanaya menerimanya dengan mata berbinar. "Wah, makasih banyak! Eh, lu pakai merek ini juga? Ini tuh bagus banget tahu, gak gampang kelupas kalau ditimpa pulpen gel."

Nawang agak terkejut, lalu terkekeh pelan. "Iya bener! Banyak yang bilang ini kemahalan buat ukuran tip-ex, tapi emang sepadan dibanding yang cair."

"Kan! Selera kita sama berarti," Kanaya menyenggol lengan Nawang ramah, membuat ketegangan yang sempat dirasakan Nawang perlahan mencair.

Saat bel istirahat berbunyi, Pak Hardi keluar kelas. Belum sempat seisi kelas bergerak, Kanaya sudah berbalik menghadap Nawang sepenuhnya, menopang dagunya dengan kedua tangan.

"Nawang, sumpah ya, gue dari tadi deg-degan banget takut temen sebangku gue cuek. Ternyata lu asyik banget," ujar Kanaya blak-blakan. "Btw, lo... eh, lu pacarnya Timy ya?"

Pertanyaan langsung itu membuat Nawang sedikit tersedak ludahnya sendiri. "Kok tahu?"

Kanaya tertawa kecil, jarinya menunjuk ke arah leher Nawang. "Tuh, kalung inisial T & N. Ditambah lagi, pas si Timy meluk gue tadi, mukanya langsung panik pas ngeliat ke arah lu. Kelihatan banget mukanya kayak cowok ketahuan selingkuh, padahal kita cuma sahabatan dari zaman masih hobi main lumpur di kompleks perumahan lama."

Mendengar penjelasan Kanaya yang begitu lepas tanpa ada yang ditutup-tutupi, rasa tidak nyaman di hati Nawang menguap begitu saja. Gadis di depannya ini sangat jujur dan transparan.

"Iya, aku pacarnya," jawab Nawang, kali ini dengan senyum lepas.

"Ih, kok Timy beruntung banget sih dapet pacar secantik dan sekalem lu?" Kanaya menggeleng-gelengkan kepala. "Tenang aja ya, Nawang. Si Timy itu di mata gue udah kayak abang yang hobi ngebos. Gak ada kamusnya gue naksir dia. Kalau dia macem-macem atau bikin lu sedih, bilang gue. Biar gue bocorin foto masa kecil dia pas nangis gara-gara dikejar angsa."

Nawang langsung tertawa lepas. Bayangan Timy yang gagah di lapangan basket ternyata punya masa lalu dikejar angsa terdengar sangat konyol di telinganya.

"Beneran? Boleh tuh bagi fotonya, buat kartu AS kalau dia mulai nyebelin," sahut Nawang geli.

"Aman, nanti gue drop di WhatsApp!" Kanaya langsung mengeluarkan ponselnya dengan semangat.

Dari kejauhan, Timy yang baru saja mau melangkah menghampiri meja mereka untuk menjelaskan situasi, mendadak menghentikan langkahnya. Ia melongo melihat Nawang dan Kanaya yang baru kenal kurang dari tiga jam, kini sudah tertawa bersama, saling bertukar nomor telepon, dan terlihat sangat satu frekuensi.

Timy mengusap tengkuknya, tersenyum lega. Ketakutannya bahwa hari ini akan menjadi awal dari bencana drama remaja, ternyata patah oleh kedewasaan Nawang dan ketulusan Kanaya.

Dua perempuan berharga di hidupnya itu justru langsung klop tanpa ia duga-duga.

......................

...****************...

Tbc,

1
falea sezi
jd timy ma jihan nawang ma siapa 🤣g suka sifat randy q🤣🤣🤣
falea sezi
🤣🤣 Randy sama aja uda nawang mending jomblo aja singgle lebih bebas🤣
Luna
betul betul udah terganggu kejiwaannya🤭🤭🤭🤭,
Luna
ingin sekali aku menyeret Naya masuk rumah sakit jiwa Thor ,,,,🤭🤭🤭
Luna
tenang Nawang sitimy udah punya pandangan baru 😆😆😆😆,dia akan jadi tameng mu karena rasa bersalah nya,kalo ulet Naya pasti mencak mencak deh,,,,,
Luna
ternyata Rendy sama sama begonya sama timy,Bima, heran juga sih cowok lebih suka cewek yg model nya kalem tapi menenggelamkan, sebelum jauh lebih baik stop dari sekarang Nawang, kewarasan lo lebih penting, nyatanya sirendy gampang dimanipulasi Naya ,
Luna
nih cewek GK ada kapok kapoknya yh,,,🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Luna
mangkanya,,, jangan bermuka dua jangan pura pura,yg ada lama lama kamu masuk rumah sakit jiwa beneran loh🤣🤣🤣🤣
falea sezi
🤣🤣🤣🤣 Bima laki apaan banci main keroyokan .. andai ini nawang kayak jihan Badas pasti keren sayangnya nawang menye menye 🤭
Luna
mantep Rendy dan Nawang,,,, orang kek Naya seharusnya dibikin trauma nya makin parah 🤣🤣🤣🤣🤣,
falea sezi
🤣🤣🤣 jihan ini tipe cewek sok asik sok pahlawan biar apa biar di kenal kan😒😒 ayo donk thor bahas kisah nawang masak second lead trs yg di bahas
Luna
berarti mereka ada konflik sebelum nya di Jakarta, seharusnya Nawang ikutan bringas juga sebagai protagonis utama perempuan dia setelah putus belum ada panggung lagi,🤣🤣🤣🤣🤣,,,enak kali si Naya dia niat cari kedamaian sekolah dibandung" kedamaian matamu nay" lah elu udah ngerusak hubungan orang peak 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Luna
sebagai tim hore ,,,cuma bisa menyoraki timy ,,,ayo tim kamu itu tokoh protagonis pria ,,,, jangan putus asa pantang mundur lah
falea sezi
uda Nawang move on aja di timy aja kayak nya mau move on🤣 ehh dia emank cpet berpaling denggg🤭 maklum cwok plin plan
falea sezi
males deh malah bahas jihan terossssssssss😒 ini MC nya siapa nawang kan 🤣 kenapa jihan teros di bahas thor second lead gk penting
falea sezi: klo protagonis nya timy trs MC nya siapa kak bawang timy kan
total 3 replies
Luna
timy jadi obsesi😱😱😱🤣🤣🤣🤣
falea sezi
malah bahas jihan timy🤣🤣 melenceng dr judul thor😒
Luna
cie cie cie🤭🤭🤭
falea sezi
lah kenapa malah kisan jihan timy lebih bagus🤣🤣 gimana sih author apakah karena nawang menye menye.. karena pembaca suka cwek badasss
Luna
bintang 5 buat nih novel, dapat banget lah karakter para tokoh disini,ikut greget juga sih🤭🤭🤭, terus berkarya yh author ,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!