NovelToon NovelToon
Yan Kai

Yan Kai

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Kelahiran kembali menjadi kuat / Balas dendam dan Kelahiran Kembali
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: DANTE-KUN

Sejak berusia sepuluh tahun, Yan Kai hidup sebagai pelayan di Sekte Hutan Bambu setelah kehilangan kedua orang tuanya. Karena memiliki akar spiritual yang sangat lemah, ia tidak pernah diterima sebagai murid dan selama delapan tahun hanya menjadi sasaran penghinaan, perundungan, serta siksaan dari para murid sekte. Hidupnya dipenuhi penderitaan, hingga suatu hari sebuah tugas sederhana membersihkan perpustakaan kuno mengubah takdirnya selamanya.

Sebuah buku misterius membawanya ke Dimensi Tak Berujung, tempat seekor Naga Kegelapan kuno disegel sejak ribuan tahun lalu akibat perang besar antara ras naga dan para dewa. Yan Kai mendapatkan secuil kekuatan naga itu hingga mengubah akar spiritualnya yang sebelumnya cacat menjadi fondasi yang luar biasa. Tanpa mengetahui rahasia besar yang kini tersembunyi dalam dirinya, Yan Kai memulai perjalanan kultivasinya menuju puncak kekuatan sejati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DANTE-KUN, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2

Malam harinya, di saat sebagian besar murid Sekte Hutan Bambu telah selesai berlatih dan menikmati waktu beristirahat, seorang pemuda masih sibuk bekerja tanpa henti.

Yan Kai berdiri di dapur utama sekte dengan lengan yang terasa semakin berat. Asap dari tungku kayu memenuhi ruangan, membuat dahinya dipenuhi keringat.

Sejak sore tadi ia belum sempat duduk barang sebentar—setelah mengambil air untuk mengganti ember yang tumpah, ia masih harus memotong sayuran, mencuci beras, menyiapkan sup, memanggang daging hasil buruan para murid, hingga mengangkat puluhan nampan makanan menuju aula makan.

Luka di lututnya terus berdenyut setiap kali ia melangkah, dan punggungnya yang dipukul dengan sapu bambu siang tadi pun masih terasa nyeri. Namun ia tetap menggertakkan gigi dan bekerja. Ia tahu, jika makan malam terlambat disajikan, hukuman yang menantinya akan jauh lebih menyakitkan.

Tak lama kemudian, aula makan mulai ramai. Murid-murid luar maupun murid dalam memasuki ruangan sambil bercanda dan tertawa, aroma makanan hangat memenuhi udara. Yan Kai berdiri di sudut ruangan dengan kepala menunduk, menunggu jika ada yang membutuhkan sesuatu.

Saat itulah terdengar suara yang sangat dikenalnya.

"Hei, bukankah itu pelayan sampah kita?"

Yan Kai perlahan mengangkat kepala. Seorang pemuda bertubuh tegap berjalan masuk dengan dagu terangkat tinggi, pakaiannya jauh lebih mewah dibanding murid biasa, menunjukkan bahwa keluarganya berasal dari kalangan berada.

Namanya Ji Hao. Di sampingnya berjalan seorang gadis cantik berwajah manis dengan rambut panjang yang diikat rapi—jika hanya melihat wajahnya, siapa pun akan mengira ia gadis yang lembut. Sayangnya, sifatnya justru sama buruknya. Namanya Ai Ling, kekasih Ji Hao. Di belakang mereka masih ada beberapa murid lain yang selalu mengikuti ke mana pun Ji Hao pergi.

Mereka berhenti tepat di depan Yan Kai. Ji Hao memandang pemuda itu dari atas sampai bawah sebelum menyeringai sinis.

"Lihat keadaanmu. Bau keringat, pakaian lusuh, wajah menyedihkan. Kau benar-benar merusak suasana makan."

Beberapa murid langsung tertawa. Yan Kai tetap diam. Ai Ling menutup hidungnya dengan lengan baju sambil berpura-pura jijik.

"Benar juga. Kenapa pelayan seperti dia diizinkan berdiri di sini? Selera makanku jadi hilang."

Tawa kembali memenuhi aula. Yan Kai hanya menundukkan kepala lebih dalam. "Maaf," gumamnya.

Ji Hao mendengus. "Maaf?" Tiba-tiba ia mengambil semangkuk sup panas dari meja, dan tanpa peringatan...

byur!

Seluruh isinya disiramkan ke tubuh Yan Kai. Kuah panas membasahi pakaian lusuhnya, sebagian mengenai dada dan lengannya hingga kulitnya memerah karena panas. Yan Kai hanya memejamkan mata sejenak. Ia tidak berani melawan.

Ji Hao tertawa puas. "Lihat. Bahkan dia tidak berani marah."

Ai Ling ikut mengambil sumpitnya, lalu dengan sengaja menjatuhkan beberapa potong daging ke lantai. "Oh tidak ... makananku jatuh." Ia memandang Yan Kai sambil tersenyum mengejek. "Pelayan, ambilkan."

Yan Kai berjongkok perlahan. Saat tangannya hampir menyentuh potongan daging itu...

brak!

Ji Hao menginjak punggung tangannya dengan sengaja. Rasa sakit yang tajam membuat tubuh Yan Kai bergetar, tetapi ia hanya menarik napas pelan dan menahan suara kesakitan agar tidak keluar.

"Pelan sekali." Ji Hao menambah tekanan kakinya hingga buku-buku jari Yan Kai memutih. "Pelayan sepertimu memang pantas diinjak."

Beberapa murid mulai merasa tindakan itu keterlaluan, namun tidak ada seorang pun yang berani menegur. Ayah Ji Hao merupakan salah satu penyumbang terbesar bagi Sekte Hutan Bambu, dan bahkan beberapa tetua pun sering menutup mata terhadap tingkah lakunya.

Ai Ling justru tertawa kecil melihat wajah Yan Kai yang mulai pucat. "Kau tahu, Yan Kai?" Nada suaranya terdengar lembut, tetapi penuh penghinaan. "Aku heran kenapa kau masih hidup. Kalau aku jadi dirimu, mungkin aku sudah melompat dari tebing sejak lama."

Ucapan itu terasa jauh lebih menyakitkan daripada injakan Ji Hao. Yan Kai terdiam. Sesaat, bayangan wajah ayah dan ibunya kembali muncul dalam ingatannya. Jika mereka masih hidup, apakah ia akan menjalani kehidupan seperti ini?

Ji Hao akhirnya mengangkat kakinya. "Sudah cukup." Ia mengambil cangkir teh, meminumnya seteguk, lalu tanpa alasan melemparkan cangkir kosong itu ke arah Yan Kai.

Prang!

Cangkir tanah liat itu menghantam pelipis Yan Kai sebelum pecah berkeping-keping di lantai. Darah tipis segera mengalir dari pelipisnya.

"Hahaha! Tepat sasaran!"

Seluruh kelompok Ji Hao tertawa puas. Yan Kai mengusap darah yang mengalir di wajahnya, lalu kembali membersihkan pecahan cangkir tanpa mengucapkan sepatah kata pun.

Malam semakin larut. Satu demi satu murid meninggalkan aula makan. Sementara itu, Yan Kai masih harus mencuci ratusan mangkuk, membersihkan meja, menyapu lantai, membuang sisa makanan, hingga memadamkan seluruh tungku dapur. Barulah ketika bulan telah berada tinggi di langit, pekerjaannya benar-benar selesai.

...

Dengan langkah gontai, Yan Kai berjalan menuju tempat tinggal para pelayan yang berada di sudut paling terpencil sekte. Kamarnya bahkan tidak pantas disebut kamar—hanya sebuah ruangan kayu sempit yang hampir kosong.

Sebuah ranjang bambu tua, selimut tipis yang mulai robek di beberapa bagian, sebuah meja kecil yang sudah miring, serta lentera minyak yang cahayanya redup, menjadi seluruh isi ruangan itu.

Yan Kai menutup pintu perlahan. Begitu memastikan tidak ada siapa pun di luar, tubuhnya yang selama ini dipaksakan tetap tegak akhirnya kehilangan tenaga. Bruk. Ia terduduk di lantai.

Luka di lututnya kembali terbuka akibat aktivitas seharian. Punggungnya terasa seperti terbakar. Tangan kanannya membengkak karena diinjak Ji Hao. Pelipisnya masih mengeluarkan sedikit darah, sementara bekas kuah panas di dada dan lengannya terasa perih.

Perlahan ia menyandarkan tubuh ke dinding kayu yang dingin, menatap langit-langit kamar yang dipenuhi retakan. Tak ada air mata yang mengalir—mungkin karena ia sudah terlalu sering menangis sejak kecil, hingga kini bahkan air matanya pun seolah telah habis.

Di tengah keheningan malam, hanya suara angin yang berembus di sela-sela rumpun bambu di luar kamar yang menemaninya. Yan Kai memejamkan mata dengan napas yang berat.

Besok pagi, saat lonceng sekte kembali berbunyi, hari yang sama akan kembali terulang.

1
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ...........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
Anna
aku suka cerita nya mudahan ada lanjutannya
kay
semangat rhor💪 izin promosi🙏saya buat novel juga kalo tertarik mampir aja
Dante-Kun
👍🤲
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ...........
Riski Kurniawan
Very Nice Thor..
BOIEL-POINT .........
very very niCe Thor ............
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ...........
BOIEL-POINT .........
very very very niCe Thor .........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ............
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ............
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ...........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ............
yos helmi
💪💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!