Seorang wanita yang bernama Winda sudah lama menikah mencoba bermain api dengan teman sekantornya yang bernama Hendra. Rasa cinta & nyaman yang sebelumnya tidak dirasakan olehnya ditemukan dalam diri Hendra. Setelah sepakat meninggalkan pasangan masing-masing.
Hendra justru memilih kembali kedalam pelukan istrinya. Winda yang sudah terlanjur menggugat cerai suaminya merasa kecewa & marah kepada Hendra.
Apa yang dilakukan Winda setelah Hendra & Suaminya tidak didapati ?
BURUAN KEPOIN ??? JANGAN LUPA BACA YAA KISAH KELANJUTANNYAAA !!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nukhbatul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 5. Kepulangan Johan
Johan akhirnya pulang mendadak tanpa memberikan kabar terlebih dulu ke Istrinya, Winda. John sudah menyelesaikan pekerjaannya jauh lebih cepat dari targetnya.
Johan seorang suami yang sangat menyayangi istrinya, Dia rela meninggalkan istrinya seorang diri dirumah demi membahagiakannya untuk masa depan yang jauh lebih baik lagi. Bagi Johan memberikan limpahan kekayaan untuk istrinya adalah tujuan hidupnya. Johan tidak mau Istrinya itu hidup susah dengannya.
Selama berumah tangga 8 tahun dengan Winda, Johan sangat dambakan seorang anak. Namun Allah masih belum memberikan kepercayaan kepada mereka berdua. Johan sadar bahwa istrinya yang tidak bisa memberikan keturunan.
Winda memiliki rahim yang lemah sudah 3x hamil namun keguguran. Sudah berapa kali Joha dan istrinya program hamil namun belum membuahkan hasil.
Dengan sabarnya Johan sudah menanti istrinya yang cantik nan seksi tersebut. Johan ingin memberikan kejutan kepada istrinya itu. "Sudah jam 10 malam. Kenapa istrinya belum pulang juga ya". batin Johan sambil mengantuk dan menunggu diruang tamu.
Winda sudah sampai depan rumahnya namun Ia tidak ingin turun dari mobil Hendra . Sebelum berpisah kedua insan yang sedang dimabuk asmara ini saling bercumbu satu sama lain. Prita tidak menyadari sang suami sudah menunggu didalam rumahnya.
Sebelum mereka berpisah kerumah mereka masing-masing. Mereka saling melepas rindu seakan esok hari mereka tidak ketemu lagi.
Hendra pun menarik tangan Winda dan mendekat tubunya. Gairah Hendra tidak pernah padam terhadap Winda.
Pasangan dua sejoli ini bagaikan Pengantin baru yang tidak ingin berpisah. Hendra pun ingin merasakan bercinta didalam mobilnya namun Winda menolaknya, Ia takut bila ada security daerah rumahnya yang melihat mereka berdua sedang bercinta.
"Sayang...sudah ah... tadi pagi kan sudah... Dikantor pun sudah... Aku takut ada yang lihat kita mesum didalam mobil ini". Ucap Winda dengan menolak ajakan mesum pacarnya itu secara halus dan mesra.
Hendra pun mengajak kembali Winda untuk bercinta didalam rumahnya, namun kali ini Winda tidak ingin bercinta seluruh badannya sudah remuk yang ia inginkan hanyalah tidur dan beristirahat dirumah itu saja.
"Kalau kamu didalam mobil tidak mau, Bagaimana kalau kita melakukannya sekali lagi didalam rumah kamu yuu". Ucap Hendra dengan nada merayu pacarnya itu.
"Maaf ya sayang, lain kali saja..Aku capek banget mau tidur dan istirhat". Balas Winda dengan nada menolak secara halus kepada Hendra.
Winda pun kaget ternyata mobil suaminya sudah berada didalam garansi rumahnya. Merasa bersyukur karena ia menolak ajakan pacarnya tersebut.
Kalau tidak entah apa yang akan terjadi apa dirinya itu. Dengan mengatur napas Winda mengetuk pintu rumahnya. Didalam rumah sudah ada sang suami, Johan yang datang menyambutnya lalu membawakan sekotak perhiasan.
Kotak perhiasaan berwarna merah didalamnya ada seperangkat perhiasaan, suaminya paham betul apa yang disukai oleh istrinya itu. Perhiasaan mahal dan mewah, koleksi Winda sudah bertambah lagi.
Dengan takjub dan senang hati Winda membuka kotak perhiasan tersebut. Tidak menyangka suami yang disia-siakan memberikan Seperangkat berlian ,Johan pun memakaikannya ke jenjang leher istrinya begitu cantik dileher putihnya.
Sudah berapa kali Johan memberikan kejutan kepada istrinya itu, namun kali ini yang diberikan beda dari yang lain seperangkat berlian yang mewah. "Aku wanita yang tidak bersyukur Johan, suamiku begitu baik berusaha menyenangkan serta membahagiakan ku dengan limpahan rejeki". Batin Winda penuh bersyukur.
Setiap pulang dari dinasnya diluar kota. Johan selalu memberikan barang-barang branded seperti tas, sepatu, pakaian, jam tangan dan juga perhiasaan serta liburan berdua didalam dann diluar negeri.
Johan ingin mengajak Winda makan malam diluar rumah, namun istrinya itu menolaknya dengan alasan capek dan Ingin istirahat setelah lelah bekerja seharian.
Johan pun mengajak istrinya itu untuk berlibur keluar negeri beberapa hari saja untuk mengabiskan berdua dengan istrinya itu.
"Sayang, kita liburan yuu keluar negeri ke Turkey atau keliling eropa. Kamu ambil cuti dulu ya". Ucap Johan, suaminya Winda dengan mesra.
"Ayoo, sayangg. Sudah lama juga kita tidak honeymoon lagi. Aku mauu". Jawab Winda kepada suaminya dengan nada manja bergelayutan tangan Johan.
Sementara Hendra juga sudah memiliki buah hati perempuan cantik berusia 3 tahun yang bernama Kandita Putri. Hendra pun tidak dekat dengan anaknya karena ia sibuk kerja berangkat pagi pulangnya sudah larut malam.
Hati dan telinga Hendra memanaskan dapat kabar kalau Winda diajak oleh suaminya Johan berlibur keluar negeri. Ada rasa amarah dan cemburu dalam hati Hans. Kalau Winda cuti itu artinya Hendra tidak dapat bertemu dengan pacar gelapnya itu.
Ingin rasanya Hendra menghampiri rumah kekasihnya itu dan membawa kabur dirinya itu untuk tinggal bersama dengannya tanpa ada yang menghalangi hubungan mereka berdua. Bayangan Winda terus menghantui dirinya itu. Tapi rencana itu untuk saat ini mustahil dilakukan. Hendra tidak mau kehilangan Pacar gelapnya itu. Buat Dia, Winda adalah masa depan didalam hidupnya.
"Sayang... Kalau kamu keluar negeri dengan suamimu, kita tidak bisa ketemu dong beberapa hari kedepan. Pasti aku kesepian dan tidak semangat berangkat kerja karena Bidadari hatiku dikantor tidak ada". Ucap Hendra kepada pacarnya itu.
Hati Winda pun langsung klepek-klepek melihat isi chattingan yang berisi gombalan, rayuan dan memelas dari kesayangannya itu. Dua insan yang sedang dilanda asmara ini selalu ingin bertemu dan bertemu. Mereka berdua sudah seperti selayaknya suami istri yang siap untuk menikah namun banyak sekali rintangan yang harus dihadapi.
Tenang sayang, aku akan membuat alasan agar aku tidak jadi pergi keluar negeri dengan suamiku. Pasti kalau aku liburan bareng dengan suamiku kebanyakan bengong aku dicuekin suamiku yang sibuk bekerja walau sedang liburan juga.
Seperti sebelumnya Winda pernah diajak liburan malah ditinggal dikamar sendirian dikamar hotel. Johan sibuk bertemu dengan kliennya dihotel itu. "ucap Winda kepada Hendra dengan nada kesal bila mengingat hal itu.
"Mas Johan perut aku sakit deh.... Sepertinya asam lambung aku kambuh". ucap Winda kepada suaminya itu, Johan.
"Minum obat dulu kamu sayang, lalu istirahat untuk rencana kita yang berlibur ke luar negeri kan bisa direschdule atau dicancel dulu tunggu kamu sudah sehat kembali". Balas Johan kepada istri kesayangannya itu.
Akhirnya rencana Winda berhasil karena suaminya Johan begitu mempercayainya. Suami yang sangat mengerti akan istrinya.
Bagi Johan...Winda itu bukan hanya segalanya tapi separuh nyawa nya hanya untuk istrinya. namun Dia tidak menyadari akan hal itu dan menyia-nyiakan pengorbanannya.
Dibalik kerja keras Johan ada impian dan harapan yang sedang dibangun olehnya. Dengan kecantikan dan kelembutannya banyak lelaki yang terbius oleh Sosok Winda.
Senangnya Hendra mendengar kabar kalau Winda dan suaminya tidak jadi pergi keluar negeri. Dan ia tidak mau kalah sedang menyusun rencana untuk pergi berlibur bersama dengan Winda beberapa hari keluar kota.
Hendra pun memberitahukannya bahwa akan mengajak kekasihnya itu keluar kota. "
Sayang... suami kamu ada dinas keluar kota lagi kapan ? "ucap Hendra kepada Winda dengan nada tidak mau kalah.
"Minggu depan Johan mau ada dinas ke Sumatera, memangnya kenapa sayang?". Balas Winda kepada Hendra.
"Kita nginep yuuk 3 hari ke Bandung hari Jumat, Sabtu dan Minggu. Hari Jumat kamu cuti aja, sayang. Nanti aku akan alasan sedang sakit?" Ajak Hendra kepada Winda tentang rencananya berlibur dengan kekasih gelapnya itu.
"Yukk gaskeun sayangku.... Tapi nanti kamu yang booking hotelnya ya" Ucap Winda dengan nada tidak sabaran kepada Hendra.
Begitulah Winda diajak suaminya yang jelas-jelas pasangan halalnya menolak. Namun lebih memilih berlibur dengan kekasih gelapnya itu. Begitulah kalau rumput tetangga lebih hijau daripada rumput sendiri.