Setelah akar spiritual emasnya dirampas secara paksa oleh sepupunya sendiri dan tubuhnya dibuang ke Jurang Abu Api, Lin Xuan—seorang pemuda klan cabang yang sekarat—justru menyatu dengan Tungku Abu Takdir peninggalan zaman purba. Dari abu kehancuran, ia menempuh jalur kultivasi terlarang yang mampu melebur kutukan, meracik pil dari racun mematikan, dan menebas tatanan langit yang korup.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25
Alun-Alun Utama Sekte Awan Biru yang berada di puncak tangga ke-9.000 terbentang luas bagaikan lautan batu giok putih yang dikelilingi oleh awan berarak.
Satu jam setelah Lin Xuan mencapai puncak, barulah sekitar delapan ratus peserta yang berhasil lolos dari batas waktu ujian tahap pertama merangkak tiba di alun-alun dengan napas terengah-engah.
Di bagian depan alun-alun, telah duduk delapan perwakilan Tetua dari masing-masing Puncak Sekte Awan Biru untuk menyaksikan Ujian Tahap Kedua: Pengujian Akar Spiritual dan Lonceng Kekuatan. Sementara di sudut paling pojok di bawah pohon pinus tua, tampak seorang kakek tua berjubah kelabu lusuh yang sedang tidur bersandar sambil memeluk kendi arak merah—perwakilan tunggal dari Puncak Kesembilan (Puncak Pedang Patah).
Di tengah alun-alun berdiri dua artefak penguji: Pilar Kristal Lima Elemen untuk mengukur tingkatan Akar Spiritual (dari Lapis Satu hingga Lapis Sembilan), dan Lonceng Perunggu Awan Biru untuk mengukur daya hancur serangan nyata.
"Peserta pertama yang mencapai puncak tangga, Lin Xuan dari Kota Awan Merah, maju ke depan untuk diuji!" seru Diakon Lin Cang yang sengaja mengambil alih tugas pemandu ujian tahap kedua dengan sorot mata penuh niat jahat.
Lin Xuan melangkah tenang ke depan Pilar Kristal Lima Elemen.
Diakon Lin Cang menyeringai tipis di dalam hati. Dari laporan mata-matanya, ia tahu bahwa Akar Spiritual Emas Lapis Tujuh milik Lin Xuan sudah dicabut oleh mendiang Lin Zhen. Tanpa akar spiritual asli, pilar kristal ini pasti akan mempermalukan Lin Xuan di hadapan para Tetua Puncak!
Lin Xuan menempelkan telapak tangan kanannya pada permukaan Pilar Kristal Lima Elemen.
Begitu seberkas Qi dimasukkan, pilar kristal setinggi tiga tombak itu tidak memancarkan cahaya emas, kayu, air, api, maupun tanah. Sebaliknya, hanya muncul kabut kelabu samar setinggi satu kaki di bagian dasar pilar yang tampak redup seperti batu mati!
Pilar penguji buatan manusia fana yang hanya mengenal lima elemen dasar tentu saja tidak sanggup mengenali Akar Spiritual Abu Chaos yang berada di luar hukum lima elemen!
Melihat cahaya kelabu redup di dasar pilar itu, tawa keras langsung meledak dari mulut Tetua Zhao Wuji dan Diakon Lin Cang!
"Hahaha! Akar Sampah Tak Beratribut Kelas Satu?!" seru Diakon Lin Cang dengan suara yang sengaja dikeraskan agar terdengar oleh seluruh tetua puncak. "Para Tetua sekalian, lihatlah sendiri! Bocah ini tadi bisa naik tangga dengan cepat pasti karena memakai harta pelindung peninggalan orang tuanya! Tapi bakat akar spiritual aslinya hanyalah Akar Sampah Kelas Satu yang bahkan lebih rendah dari pelayan penyapu halaman!"
Para Tetua dari Puncak Kedua, Keempat, dan Keenam yang tadinya sangat tertarik melihat rekor pendakian Lin Xuan langsung mengerutkan kening kecewa dan menggelengkan kepala.
"Sayang sekali... ketahanan fisiknya bagus, tapi dengan Akar Sampah Kelas Satu, dia hampir mustahil menembus Alam Fondasi Roh di masa depan," gumam Tetua Puncak Keempat sambil menarik kembali niatnya untuk merekrut Lin Xuan.
"Lin Xuan, dengan bakat akar spiritual sampah seperti ini, kau sebenarnya hanya layak menjadi murid pekerja kasar!" cibir Diakon Lin Cang penuh kemenangan. "Namun karena aku berbaik hati pada anggota klan sendiri, aku mengizinkanmu masuk sebagai murid luar di bawah pengawasanku di Puncak Ketiga Penegak Hukum!"
Semua orang tahu bahwa begitu Lin Xuan masuk ke bawah kekuasaan Diakon Lin Cang di Puncak Ketiga, pemuda itu pasti akan disiksa sampai mati di balik tembok hukum sekte!
Namun Lin Xuan menatap Diakon Lin Cang dengan tatapan tenang seolah sedang melihat badut yang melompat-lompat.
"Diakon Lin tampaknya terlalu terburu-buru," ucap Lin Xuan datar. "Aturan Sekte Awan Biru menyebutkan: siapa pun yang mampu membunyikan Lonceng Perunggu Awan Biru sebanyak tujuh kali dalam ujian kekuatan, berhak memilih puncak mana pun yang ia inginkan tanpa memandang hasil pilar kristal. Apakah Diakon Lin sudah pikun pada aturan sekte sendiri?"
Wajah Diakon Lin Cang mengeras. "Hmph! Membunyikan Lonceng Perunggu tujuh kali membutuhkan daya hancur setara puncak Alam Pembukaan Meridian Lapis Tujuh! Silakan saja kau coba kalau ingin mempermalukan dirimu sendiri!"
Lin Xuan tidak banyak bicara. Ia melangkah ke hadapan Lonceng Perunggu Awan Biru setinggi dua tombak yang telah berdiri selama lima ratus tahun di alun-alun tersebut.
Tanpa mencabut pedangnya, Lin Xuan menarik napas panjang. Lima jalur meridian utama di tubuhnya beserta kekuatan fisik hasil penempaan tangga gravitasi tadi berkumpul menjadi satu di kepalan tangan kanannya yang diselimuti kabut kelabu keemasan!
Tap!
Lin Xuan mengentakkan kakinya ke lantai alun-alun dan menghantamkan tinjunya tepat ke tengah Lonceng Perunggu!
DOOONGGG — !
Dentangan pertama meledak bagaikan guntur yang memekakkan telinga!
Belum sempat gema pertama mereda, gelombang Qi Abu Nirwana yang berlapis-lapis meledak secara beruntun di dalam dinding lonceng!
DONG! DONG! DONG! DONG!
Lima kali! Enam kali! Tujuh kali! Delapan kali!
Wajah seluruh Tetua Puncak di panggung kehormatan berubah drastis dan mereka serempak berdiri dari kursi masing-masing!
DOOONGGG — KRAAAK!
Pada dentangan kesembilan yang mengguncang seluruh lautan awan di puncak gunung, tampak sehelai garis retakan sepanjang satu kaki muncul di permukaan Lonceng Perunggu berusia lima ratus tahun tersebut!
Seluruh Alun-Alun Utama Sekte Awan Biru jatuh ke dalam keheningan yang mematikan!