Alina adalah seorang mahasiswa semester akhir yang tiba-tiba dijodohkan dengan anak sahabat orang tua nya yang merupakan dosen di tempatnya menimbah ilmu.
Sayangnya Farhan sudah memiliki kekasih yang sangat ia cintai.
Suatu hari Alina tidak sengaja melihat Farhan dan kekasihnya melakukan sesuatu hal yang menjijikan.
Bagaimana reaksi Alina saat tau laki-laki yang akan menjadi suaminya adalah orang yang sangat dia benci.
Ikuti cerita dari Mengejar Kesempatan ke dua setelah perceraian.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ibu Cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
05
Pagi hari nya Alina terbangun setelah melewati malam yang sangat membingungkan sepanjang hidup.
Alina masih kecewa kepada orang tua nya karena memutuskan hal besar tanpa bertanya bagaimana pendapatnya.
Sejak kecil jika ditanya bagaimana tipe idealnya,dia selalu menjawab seperti ayahnya.
Sosok laki-laki yang penyayang,setia dan selalu mengayomi keluarganya.
Farhan? jangan ditanya lagi dia bahkan sudah di blacklist sebagai sosoklelaki oleh Alina.
Setelah bersiap-siap Alina langsung turun kebawah,di sana sudah ada bunda dan ayahnya yang menunggu Alina untuk sarapan.
"Alina ayo sarapan dulu." ucap bundanya.
Alina berjalan melewati orang tua dia langsung meninggalkan rumah untuk kuliah.
Melihat Alina yang mengabaikan mereka bunda merasa sedih,ayah Alina mencoba menenangkan istrinya.
"Mas apa keputusan kita udah benar?." tanya bunda dengan tatapan sendu menuju pintu tempat Alina menghilang dari pandangannya.
"Kita tidak berhak memaksa Alina,kalau Alina tidak mau ya sudah,saat ini Alina sedang kecewa dan sedih karena dia tidak di libatkan dalam rencana yang menyangkut hidupnya."
Inilah sosok orang tua Alina yang sama sekali tidak suka memaksa anak untuk menuruti perintahnya.
Sesampainya di kampus Alina langsung menuju kantin karena sejujurnya dia sangat lapar,dari semalam dia belum makan dengan benar.
Saat sedang menikmati semangkuk soto tiba-tiba seseorang duduk dihadapannya,dia adalah Azka.
"Tumben pagi-pagi udah di kantin." tanya Azka.
"Kak Azka, ngagetin aja." ucap Alina.
"Bunda ga masak emangnya." kembali Azka bertanya.
"Masak tapi lagi pengen sarapan di kantin." Azka tersenyum menatap Alina yang makan dengan lahap.
"Weekend kamu free ga Lin,aku ada acara sama anak-anak."
"Acara apa?." tanya Alina.
"Kumpul-kumpul aja, sebentar lagi kan angkatan kakak lulus nih,jadi anggap aja acara perpisahan." terang Azka.
"Perpisahan udah kaya anak TK aja." jawab Alina sambil menyeruput sisa kuah di mangkok sotonya.
"Soalnya habis ini aku mau ke ln Lin, sama papa di suruh pegang perusahaan di jepang."
"Apa?kok kak Azka baru bilang sih,terus aku gimana kalau kakak pergi,yang bantu ngerjain tugas aku siapa." ucap Alina dengan nada di buat-buat sedih.
Azka terlihat gemas dengan kelakuan wanita yang sudah dia taksir sejak dia SMP.
"Kamu mah sedih soalnya ga bisa manfaatin aku lagi." ucap Azka.
"Kak Azka sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat." ucap Alina yang tidak mau kalah.
"Iya deh, pokoknya kamu harus ikut nanti biar aku yang izinin ke ayah bunda kamu."
Mereka berdua meninggalkan kantin, Azka memaksa untuk mengantarkan Alina ke ruangan tempat dia kuliah,"emangnya aku anak kecil pake di antar segala."
"Emang." jawaban singkat Azka membuat Alina ngedumel.
Mereka berjalan sambil tertawa karena sambil membahas masa lalu yang sangat memalukan.
Saat sedang asik tertawa tiba-tiba mereka berpapasan dengan Farhan.
Tawa Alina langsung hilang melihat wajah Farhan yang menurut nya seperti Squidward.
"Selamat pagi pak Farhan." sapa Azka.
"Pagi." jawab Farhan dengan singkat.
Azka teringat jika dia belum mendapatkan tanda tangan Farhan untuk sidang skripsi, Farhan adalah dosen pembimbing Azka.
"Mohon maaf pak sebelumnya,saya hendak meminta persetujuan untuk sidang skripsi."
Farhan hendak membalas ucapan Azka tapi pemandangan di depannya terlihat seperti drama romantis ala anak kuliahan.
"Kak Azka aku ke kelas dulu ya." Alina mencoba melarikan diri agar tidak perlu berlama-lama berdekatan dengan Farhan.
"Yaudah, nanti aku kabari lagi lanjutnya." Azka mengacak rambut Alina.
"Isss jangan di acak-acak." ucap Alina sambil merapihkan rambutnya.
Azka semakin gemas dengan Alina dia langsung mencubit pipi Alina seperti mochi.
"Gemesss banget sih kamu."
Farhan meras dirinya seperti obat nyamuk langsung meninggalkan mereka berdua.
Setelah Alina pergi Azka langsung menyusul Farhan ke ruangannya.
Azka menyerah surat untuk melakukan sidang skripsi.
"Kamu bisa langsung daftarkan untuk sidang, masalah dosen penguji kamu jangan khawatir karena hasil penelitian kamu akan memuaskan setelah kita revisi berkali-kali." ucap Farhan.
"Baik pak, terima kasih atas bimbingannya selama ini."
"Yang tadi itu pacar kamu?." tanya Farhan.
Azka terlihat malu-malu saat ditanyai,"calon pak."
"Jangan lama-lama, keburu jadi istri orang." ucap Farhan singkat.
Azka mengira jika ucapan Farhan adalah guyonan, padahal itu adalah niat terselubung Farhan agar terbebas dari perjodohan konyol ini.
"Aman pak, bakal saya perjuangkan sampai akhir, meskipun udah punya suami bakal saya tunggu sampai jadi janda." Azka tertawa mendengar ucapannya,seperkian detik dia tersadar jika dihadapannya adalah dosennya.
"Maaf pak saya bercanda,saya beneran se suka itu sama Alina, sampai saya masukin namanya ke skripsi saya."
Setelah membahas terkait skripsi Azka meninggalkan Farhan diruang nya.
Farhan menyenderkan tubuhnya ke kursi,orang tua nya mendesak untuk segera menikah.
Pilihannya hanya dua menikah dengan Renata atau menerima perjodohan ini.
Sedangkan bagi Farhan, Azka bukanlah saingannya karena jika bisa Azka dan Alina harus bersatu agar dia bisa kembali kepada cintanya.