NovelToon NovelToon
Balas Dendam Seorang Istri Yang Tersakiti

Balas Dendam Seorang Istri Yang Tersakiti

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Mengubah Takdir
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Jefika Isabell

Celine Wang pernah percaya bahwa cinta mampu mengubah hati seorang pria yang dingin.

Selama tiga tahun pernikahannya dengan Alexander Wu, pewaris keluarga konglomerat Wu Group, Celine berusaha menjadi istri yang sempurna. Ia merawat rumah mereka, mendampingi Alexander ketika menghadapi kesulitan, dan diam-diam membantu menyelamatkan perusahaan suaminya dari krisis keuangan.

Namun, semua pengorbanannya tidak pernah dianggap berarti.

Bagi Alexander, Celine hanyalah wanita biasa yang beruntung mendapatkan tempat di keluarga Wu. Terlebih lagi, kehadiran Evelyn Zhao, cinta pertama Alexander yang kembali ke Shanghai, perlahan menghancurkan rumah tangga mereka.

Atas hasutan Evelyn dan tekanan keluarganya, Alexander menuduh Celine sebagai wanita yang tidak tahu diri, menandatangani surat perceraian, lalu mengusirnya dari rumah tanpa memberinya kesempatan menjelaskan kebenaran.

Pada malam yang sama, Celine mengetahui bahwa sebagian besar penderitaan yang dialaminya bukanlah kebetulan. Ada

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jefika Isabell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18 — Tiga Hari yang Dihapus

Hujan turun sejak pagi ketika Celine Wang tiba di kantor Daniel Zhou. Di tangannya terdapat sebuah amplop cokelat yang dikirim tanpa nama pengirim. Isinya hanya satu foto lama Evelyn Zhao berdiri di samping sebuah mobil hitam, selembar catatan singkat, dan salinan berita kecelakaan William Wang lima belas tahun lalu.

Kalimat di dalam catatan itu terus terngiang di benaknya.

*Cari tahu ke mana Evelyn pergi selama tiga hari setelah ayahmu meninggal. Jangan percaya pada catatan perjalanan yang tercatat atas namanya.*

Celine meletakkan semua dokumen di atas meja Daniel.

“Aku ingin tahu apakah dia benar-benar meninggalkan Shanghai setelah kecelakaan itu.”

Daniel mengenakan kacamatanya, lalu memeriksa foto dan salinan berita dengan saksama.

“Kalau dia memang pergi selama tiga hari, kita harus mengetahui siapa yang membayar perjalanannya, ke mana dia pergi, dan siapa yang menemuinya setelah kembali.”

“Dan yang paling penting,” sambung Celine, “siapa yang menyuruhnya pergi.”

Daniel mengangguk. “Aku akan mulai dari arsip perjalanan lama, catatan hotel, dan perusahaan kendaraan yang namanya muncul dalam penyelidikan kita. Tapi ada satu masalah.”

“Apa?”

“Lima belas tahun lalu, banyak catatan perjalanan belum terdigitalisasi. Sebagian mungkin sudah dimusnahkan. Kita juga tidak bisa menganggap foto ini sebagai bukti bahwa Evelyn terlibat dalam kecelakaan.”

“Aku tahu.” Celine menatap wajah Evelyn dalam foto. “Aku tidak ingin menuduhnya tanpa bukti. Aku hanya ingin tahu apa yang dia sembunyikan.”

Daniel membuka laptopnya.

“Kalau begitu, kita mulai dari fakta.”

***

Dua jam kemudian, Daniel menemukan sesuatu yang tidak mereka duga.

Dalam arsip lama sebuah biro perjalanan yang telah tutup, terdapat catatan pemesanan tiket atas nama Evelyn Zhao. Tiket itu dipesan pada malam setelah kecelakaan William dan digunakan untuk perjalanan dari Shanghai menuju Hangzhou.

Namun, tiket kepulangannya tidak tercatat.

“Ini aneh,” ujar Daniel sambil memperbesar dokumen yang telah dipindainya. “Ada pemesanan atas namanya, tetapi tidak ada bukti bahwa dia menggunakan tiket tersebut. Dan tidak ada catatan perjalanan pulang.”

“Berarti dia mungkin menggunakan identitas lain.”

“Atau seseorang sengaja menghapus catatannya.”

Celine terdiam sejenak.

“Bisakah kita mengetahui siapa yang membayar tiket itu?”

Daniel menggeser layar laptop ke arahnya. Di bagian bawah dokumen terdapat kode pembayaran dan nama sebuah perusahaan kecil yang sudah tidak beroperasi.

**Yonghe Transport Services.**

Nama itu membuat Celine langsung teringat pada laporan transaksi 0917.

“Bukankah perusahaan ini pernah muncul dalam catatan pembayaran yang kita temukan?”

Daniel segera membuka berkas transaksi yang mereka simpan.

Beberapa menit kemudian, ia menemukan kecocokannya.

Yonghe Transport Services menerima pembayaran melalui perantara yang sama dengan perusahaan kendaraan yang menyewakan mobil pada malam kematian William.

“Ini bukan bukti bahwa Evelyn terlibat dalam kecelakaan,” kata Daniel hati-hati. “Tapi ada hubungan finansial yang layak diselidiki.”

Celine menatap layar tanpa berkedip.

Jika Evelyn benar-benar meninggalkan Shanghai selama tiga hari, lalu mengapa perjalanan itu dibiayai oleh perusahaan yang memiliki hubungan dengan transaksi mencurigakan?

Dan siapa yang ingin memastikan kepergiannya tidak meninggalkan jejak?

Ponsel Daniel tiba-tiba bergetar. Sebuah pesan masuk dari seseorang yang selama ini membantunya menelusuri arsip perusahaan lama.

Daniel membacanya, lalu wajahnya berubah serius.

“Ada kabar lain. Arsip penginapan di Hangzhou menyebut seorang perempuan dengan inisial E.Z. menginap selama dua malam. Usianya sesuai dengan Evelyn saat itu.”

“Apakah ada foto atau salinan identitas?”

“Belum. Tapi ada nama orang yang membayar penginapan tersebut.”

Daniel memutar laptopnya.

Di layar tertera satu nama.

**Victor Wu.**

Untuk beberapa detik, ruangan itu terasa begitu sunyi hingga suara hujan di jendela terdengar semakin keras.

Celine perlahan duduk.

“Ayah Alexander membiayai perjalanan Evelyn setelah ayahku meninggal?”

“Itulah yang ditunjukkan catatan sementara ini. Kita masih perlu memverifikasi keasliannya.”

Celine menutup mata sejenak. Ia teringat ekspresi Victor setiap kali nama William disebut. Ketakutan yang disembunyikan di balik kemarahan. Peringatan-peringatan yang terdengar seperti ancaman.

Mungkin Victor bukan sekadar orang yang mengetahui rahasia itu.

Mungkin ia telah membantu seseorang menguburnya.

***

Sore harinya, Celine pergi ke Shen Capital untuk menemui Shen Yuxin. Perempuan itu sedang memeriksa dokumen di ruang arsip ketika Celine masuk.

“Aku menemukan hubungan antara perjalanan Evelyn setelah kecelakaan ayahku dan sebuah perusahaan transportasi,” ujar Celine tanpa basa-basi. “Nama Victor Wu muncul sebagai pihak yang membayar penginapannya.”

Yuxin berhenti membalik halaman.

“Victor Wu?”

“Kau mengenalnya lebih baik daripada yang kau katakan sebelumnya.”

Yuxin mengangkat wajah. Tatapannya sulit dibaca.

“Aku mengenal nama itu dari arsip lama Shengyuan. Tapi aku tidak pernah mengatakan bahwa aku mengetahui semua hubungan bisnis keluargaku.”

“Apakah kau tahu mengapa Shen Yiran menghilang?”

Pertanyaan itu membuat jari Yuxin menegang di atas kertas.

“Kenapa kau menanyakan itu sekarang?”

“Karena setiap kali aku menemukan satu jawaban, nama Shen Yiran muncul di balik pertanyaan berikutnya. Ayahku, Victor Wu, Shen Guowei, transaksi 0917. Semua terhubung, tetapi seseorang terus menghapus bagian terpentingnya.”

Yuxin berdiri dan menutup pintu ruang arsip.

“Ada sesuatu yang perlu kau pahami, Celine. Lima belas tahun lalu, bukan hanya Shengyuan yang runtuh. Ada orang-orang yang kehilangan pekerjaan, keluarga yang kehilangan harta, dan beberapa orang yang menghilang karena mereka tahu terlalu banyak.”

“Apakah Shen Yiran salah satunya?”

“Aku tidak bisa memastikan.”

“Tapi kau tahu sesuatu.”

Yuxin terdiam lama sebelum akhirnya berkata, “Aku menemukan sebuah catatan lama yang menyebutkan bahwa seseorang membantu seorang perempuan meninggalkan Shanghai setelah kematian Shen Guowei. Nama perempuan itu tidak tercantum. Hanya ada satu kode perjalanan.”

“Apakah kode itu sama dengan kode perjalanan Evelyn?”

“Aku belum tahu.”

“Kalau begitu, periksalah.”

Yuxin menatap Celine dengan ekspresi yang kali ini tampak lebih manusiawi daripada dingin.

“Berhati-hatilah. Jika Evelyn benar-benar pergi atas perintah seseorang, orang itu mungkin masih memiliki kekuasaan untuk membuat orang lain menghilang.”

“Aku sudah terlalu lama hidup dalam ketakutan yang diciptakan orang lain,” jawab Celine. “Aku tidak berniat berhenti sekarang.”

***

Pada malam yang sama, Alexander Wu menerima laporan singkat dari sekretarisnya.

Evelyn Zhao pernah memesan tiket ke Hangzhou pada malam setelah William Wang meninggal. Pembayarannya terkait dengan sebuah perusahaan transportasi yang kini sedang diselidiki Celine.

Alexander membaca laporan itu dua kali.

Ia tidak ingin percaya bahwa Evelyn menyembunyikan sesuatu darinya. Perempuan itu adalah cinta pertamanya, sosok yang selama bertahun-tahun ia kenang sebagai seseorang yang tidak pernah benar-benar ia lupakan.

Namun, ingatannya tentang Evelyn mulai dipenuhi celah.

Mengapa ia tidak pernah menceritakan ke mana dirinya pergi setelah kecelakaan William?

Mengapa ia selalu mengalihkan pembicaraan ketika Alexander bertanya tentang masa lalu?

Dan mengapa namanya muncul pada dokumen pengalihan aset yang seharusnya tidak pernah ia sentuh?

Alexander mengambil ponselnya dan menelepon Evelyn.

“Aku ingin bertemu denganmu malam ini.”

“Sekarang?” Suara Evelyn terdengar terkejut.

“Ya. Ada beberapa hal yang ingin kutanyakan.”

“Bisakah besok saja? Aku sedang tidak enak badan.”

“Ini tentang William Wang.”

Keheningan menyusul di ujung telepon.

Hanya berlangsung beberapa detik, tetapi cukup untuk membuat kecurigaan Alexander semakin kuat.

“Apa yang kau ketahui tentang kematiannya, Evelyn?”

“Aku tidak tahu kenapa kau tiba-tiba membicarakan itu.”

“Kalau begitu, kau tidak akan keberatan menjawab beberapa pertanyaan.”

Evelyn menarik napas pelan.

“Alexander, apakah Celine kembali mengganggumu dengan cerita-cerita tentang keluarganya?”

“Aku bertanya tentang dirimu, bukan Celine.”

Nada suara Alexander berubah dingin.

“Jangan datang ke rumahku malam ini. Aku akan menghubungimu setelah aku mendapatkan semua dokumennya.”

Ia mengakhiri panggilan sebelum Evelyn sempat menjawab.

Di apartemennya, Evelyn berdiri membeku dengan ponsel di tangan. Wajahnya pucat. Ia tahu Alexander telah menemukan sesuatu.

Dan jika Alexander sudah mulai menyelidiki perjalanan itu, hanya masalah waktu sebelum ia menemukan nama Victor dalam catatan pembayaran.

Evelyn segera membuka laci meja dan mengeluarkan sebuah telepon lama yang selama bertahun-tahun tidak pernah ia gunakan.

Ia menghubungi nomor yang tersimpan tanpa nama.

“Ada masalah,” bisiknya ketika panggilan tersambung. “Alexander mulai menyelidiki tiga hari itu.”

Suara laki-laki di seberang terdengar tenang.

“Kalau begitu, kau seharusnya memastikan tidak ada yang tersisa untuk ditemukan.”

“Aku sudah melakukan apa yang kau minta lima belas tahun lalu!”

“Dan kau masih hidup karena kami percaya kau bisa menjaga mulutmu.”

Evelyn menggenggam telepon itu lebih erat.

“Jangan jadikan aku kambing hitam. Aku tidak membunuh William.”

“Kau tidak perlu membunuh seseorang untuk ikut bertanggung jawab atas kematiannya.”

Panggilan terputus.

Evelyn menatap pantulan dirinya di jendela. Untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun, ia merasa tidak lagi mengendalikan permainan yang selama ini ia jalankan.

***

Pukul sebelas malam, Celine menerima pesan dari nomor tak dikenal.

Sebuah foto dokumen lama muncul di layar. Dokumen itu tampak seperti formulir perjalanan, dengan cap perusahaan transportasi dan tanda tangan yang sebagian tertutup noda tinta.

Di bagian bawahnya terdapat dua nama.

**Evelyn Zhao — Penumpang.**

**Victor Wu — Penanggung jawab perjalanan.**

Namun, ada satu baris tambahan yang membuat darah Celine seakan berhenti mengalir.

**Penumpang kedua: Shen Yiran.**

Pesan berikutnya masuk beberapa detik kemudian.

*Evelyn tidak pergi sendirian selama tiga hari itu. Dia membawa seseorang yang seharusnya sudah menghilang dari sejarah.*

Celine segera mengirimkan foto tersebut kepada Daniel, lalu meneleponnya.

“Jangan hubungi siapa pun dulu,” kata Daniel setelah mendengar penjelasannya. “Dokumen itu bisa saja palsu. Kita perlu mencari sumber aslinya.”

“Aku tahu. Tapi jika nama Shen Yiran benar-benar tercantum, berarti Evelyn mungkin tahu ke mana dia pergi.”

“Dan jika Shen Yiran masih hidup, dia mungkin mengetahui apa yang terjadi pada ayahmu.”

Celine memandang foto itu sekali lagi.

Di balik seluruh kebohongan tentang kematian William, mungkin ada seorang perempuan yang selama lima belas tahun bersembunyi dari orang-orang yang sama.

Sebelum ia sempat mengatakan sesuatu, sebuah pesan terakhir muncul.

*Jangan buru-buru mencari Shen Yiran. Orang yang menyembunyikannya bukanlah Victor Wu.*

Celine membaca kalimat itu berulang kali.

Lalu matanya menangkap satu baris kecil pada formulir yang sebelumnya tidak ia perhatikan.

Di samping nama Shen Yiran terdapat sebuah tanda tangan singkat, hanya terdiri dari dua huruf.

**A.W.**

Alexander Wu.

Celine merasakan dadanya menegang.

Apakah Alexander pernah membantu menyembunyikan Shen Yiran? Ataukah seseorang sengaja menggunakan namanya untuk mengalihkan penyelidikan?

Untuk pertama kalinya, Celine tidak tahu apakah ia sedang mendekati kebenaran atau justru sedang diarahkan menuju jebakan yang lebih besar.

Ia mematikan layar ponselnya dan menatap hujan di luar jendela.

Tiga hari yang dihapus dari sejarah ternyata menyimpan lebih dari sekadar rahasia Evelyn.

Dan jika tanda tangan itu asli, masa lalu Alexander mungkin jauh lebih gelap daripada yang pernah dibayangkannya.

1
niaww
semngat kak jangan lupa mampir🥰❤
Isabell: siap kakak terimakasih 😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!