Amanda anak sekolah yang ingin menggapai cita-cita, kisah anak kampung yang ingin sukses di tengah konflik keluarga.
Cerita ini di bumbui dengan kisah komedi. Yang penting dibaca dulu aja, super thanks🥰🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novita Tory, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lima
Amanda siapin kasur di ruang tamu.
Emak baru pulang dari pasar, jalan kaki apa nebeng teman, bawa kresek kuning pisau kecil pasti buat ngupas bawang.
"Udah mandi Neng? " Emak nanya.
"Udah"
Emak Amanda melotot liat Amanda dari atas sama bawah.
"Ngapain nda? Pake baju olah raga mau sekolah? " kata Emak.
Amanda megang tripod sama HP.
Mau rekaman tugas.
"Lah, ini kasur ngapain di mari?" emak keheranan kasur di kamar tamu.
"Bangku di geser-geser'in" kata Emak tangan dipinggang.
"Ini Manda mau video'in tugas olah raga" kata Amanda sambil mengambil posisi yang tepat buat ngerekam video.
"Olah raga apa'an? " emak heran.
"Roll depan, roll belakang" kata Amanda sambil praktekin jungkir balik bolak balik.
"Bua-hahaha... Manda... " emak ketawa.
Gerakan Amanda nggak lurus.
Amanda ngos-ngosan.
"Jangan di ketawain mak' ini direkam" kata Amanda
"Emang berapa kali bocah?" kata Emak.
"Enam kali depan, Enam kali belakang" kata Amanda.
Emak malah nyontoh'in, roll depan, roll belakang.
"Mantep kan? " kata emak.
"Wah... Emak jago.. " kata Amanda.
nggak habis pikir emaknya bisa roll dengan lurus.
"coba lo, dah! " kata emak.
Amanda di kasur kakinya malah di tekuk'in emak trus di lepas pelan.
"Nah, tuh bisa" kata emak.
Amanda ulangi cara yang sama.
Berhasil.
"Emak mandi dulu yak" kata Emak.
"Makasih, ya mak...." kata Amanda.
Emak mandi ke belakang.
Hari pertama jualan di lapak, Amanda bawa motor jam 1 seperti biasa ke pelelangan, bagi-bagi ikan pesanan, emak sudah duduk manis di lapak ikan.
Talenan emak besar, udah dibeli juga kemaren.
Golok, sama batu asahan ada di dekat emak.
Emak pakai celemek plastik warna pink.
" Nih.. Mak.. " kata Amanda nyerahin ikan, sebagai pelanggan terakhir.
Ntar' catat'in ke manda ya, pesan ikannya apa.
Amanda kasih kertas sama pulpen.
"Amanda balik dulu" Kata Amanda.
"Iya" kata emak.
"emak pakai riasan? " tanya Amanda berbisik.
"Iya, emang kenapa?" tanya emak balik.
"Lipstik nya kemerahan mak... " kata Amanda.
"Biarin, kan ini grand opening, udah cepet pulang, ntar terlambat sekolah" kata emak.
Amanda langsung pulang.
Amanda pulang sekolah, makan siang langsung semangat ke pasar bantuin emak.
"Neng, bantuin emak" kata Emak Amanda dari depan rumah.
"Loh, kok udah pulang?" tanya Amanda.
"Udah habis jam sepuluh tadi" kata Emak.
"Wah, hebat banget mak..." Amanda semangat masukin baju kotor emak ke baskom.
"Iya, kan jualan kita dikit. emak mikir ya, kita jualan ayam potong juga sama udang bisa nggak tanyain ke pelelangan?" kata emak.
"Emang emak kuat sampai sore?" kata Amanda.
"Ya kuat aja, orang kita biasa juga kerja bantuin di pasar sampai sore" kata Emak.
Emak masuk kamar mandi, bebersih bau amis nempel di badan emak, mungkin ini yang teman-teman Amanda bilang kalau badan Amanda bau amis.
Keluar dari kamar mandi bau amisnya masih nempel di tangan emak.
Emak cuci tangan pakai sabun.
"Emang emak motong ikan nggak pakai sarung tangan?" kata Amanda.
"Nggak...kelupaan beli, besok aja emak beli" kata Emak.
"Amanda punya dua tuh mak', emak bisa pakai satu sementara beli besok sore" kata Amanda.
Emak buka kresekan nya, uangnya di ikat pakai karet.
"Ini Modal sama Keuntungan hari ini, hitung dulu...emak mau makan" kata emak, emak Amanda kelaparan.
Amanda masukan catatan di Pembukuannya, nyisihin hutang modal mencicil kembali duit tabungannya yang kepake.
Emak tiduran di kamar, Amanda tau pasti emak capek banget biasanya dia sempat ngomel-ngomel hari ini habis makan malah tiduran.
Pagi ini, Amanda bawa tiga box tempat nyimpan ikan, satu di depan, dua di belakang motor.
satu box khusus buat Ikan di lapak sendiri.
Pulang bertugas, Amanda berangkat sekolah seperti biasanya.
"Eh, lo kemana kemaren-kemaren katanya pulang mau ikut, malah pulang duluan" kata Rizal
"Pulangnya buru-buru makanya nggak bisa nunggu'in lo main bola kan" kata Amanda.
"Iye....," kata Rizal
Amanda naroh kepalanya ke meja.
"Lo, kenapa lagi nda? di kejar pinjol?" tanya Rizal asal.
"Heh! ngomong nggak mikir-mikir" Amanda marah.
"He...he...he... soriiiiii... habisnya muka lo, nekuk banget" Kata Rizal.
"Gua, kecapekan" kata Amanda.
"Lo, masih rutin nyubuh-nyubuh ke pelelangan nda" kata Rizal.
"Iya, masih... mau gimana lagi." kata Amanda sambil kepala tiduran di meja menyamping ke Rizal yang makan kripik singkong, kadang Amanda ikut nyomot keripik singkongnya juga.
"Tidur aja, ntar gua bangunin" kata Rizal, langsung bawa keripiknya keluar.
Rizal tega banget sih, pikir Amanda baru aja ngambil dua keripik.
Amanda pulang naik motor,
Emaknya Nora di depan rumah gendong ade nora yang bungsu nangis-nangis kepanasan.
"Manda..." kata Emaknya Nora.
"Iya, cing.." kata Amanda sambil memarkirkan motor.
"Tadi ada dua bapak-bapak ke sini katanya dari koperasi, cari nyak lo..., coba susul'in ke pasar" kata Emaknya Nora sambil goyang-goyang'in bayi bocah di ayun-ayun.
"Oh, iya cing....makasih" kata Amanda, berterima kasih info dari emaknya Nora, pasti dari koperasi hutangnya bapak, minta bayaran bulanan.
Amanda mengambil uang dari dompetnya, berangkat kepasar, emak masih asik motong ikan ngasih ke pelanggan.
"ngapain kesini neng, masih pakai seragam" kata Emak.
"tadi ada yang datang kesini nggak?nagih hutang bapak?" kata Amanda berbisik takut kedengaran orang.
"Iya, ada. emang dia minta lagi sama elo?" emak melotot suaranya nyaring kayak di kasih speaker.
Tetangga lapak pada ngeliatin.
"Nggak ada, ncing emaknya Nora yang kasih tau ada kerumah, ncing bilang nyuruh nyusul'in ke pasar" Kata Amanda.
"Udah beres, dah emak beresin, pulang sono... disini bau ntar nempel di seragam" kata Emak.
Amanda pulang, ada yang jual pukis di dekat parkiran, amanda beli 10 biji buat dibawa kerumah.
*
Emak udah pulang udah mandi, makan sama ganti baju.
Amanda buka gorden kamar Emak.
"Emak capek, sini manda pijet'in" kata Amanda.
"Iya pijet'in kaki Emak pegal" kata Emak minta tolong pijet'in kakinya.
Amanda mijet'in pakai minyak kayu putih, dicampur sama minyak zaitun botolan.
"Manda, emak terpaksa setor 500 ribu buat bayar koperasi bapakmu tuh" kata emak.
Amanda mengangguk.
"Nggak apa-apa mak..." kata Amanda.
"Emak mau nggak bayar tapi gimana bapak lo malah jamin'in surat tanah rumah, kecewa emak neng..." kata emak ngusap air mata.
"Kita bisa cari lagi gantinya" kata Amanda.
"Ikannya masih ada nyisa, emak bawa masukin es..."
"Besok kan Amanda libur, biarin Amanda bantu Emak jagain" kata Amanda.
Setelah selesai mijet'in kaki emak, emak ketiduran, Amanda selimut'in kaki emak.
Di kamar Amanda mandang'in langit-langit kamar sambil berbaring di kasur dipan.
Kamar tanpa plafond, mandang'in langsung ke atap yang gelap.
**