Karena suami dari putrinya miskin, seorang ayah rela menjual putrinya kepada pria lain untuk membayar hutang judinya. Tapi ayah brengsek itu tidak tau jika pria yang membeli putrinya adalah putra menantunya sendiri. Semua rasa bersalah dari perbuatan ayahnya itu ia tanggung sendiri kepada sang suami. Tapi herannya, suaminya tidak marah saat mengetahui jika istrinya dijual dan dihamili oleh pria lain. Apakah Gina Penelope akan memaafkan sang suami karena telah mempermainkannya? Dan bagaimana kehidupan rumah tangga Gina dan suaminya setelah kejadian satu malam dengan pria lain? Baca novel ini dan dukung untuk jadi favorit ya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SariRani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SAHABAT CEPU
Dalam kekecewaan Flora, wanita ini masih tidak percaya jika Abraham sudah menikah. Ia merencanakan sesuatu untuk bisa bersama pria yang ia cintai itu.
Setelah meeting, Flora izin untuk kembali ke ruangannya terlebih dahulu, sedangkan Abraham berbicara dengan Yohanes diruangan direktur.
"Kenapa kamu gak mau ngaku ke Flora kalau suka dia, Yo?" tanya Abraham.
"Ya ngapain ngaku, toh dia sukanya sama kamu" jawab Yohanes.
"Nah maka dari itu, kamu bilang sama dia perasaanmu, mungkin saja sebenarnya dia juga ada rasa sama kamu. Toh kalian selalu bersama. Pasti ada perasaan tersembunyi di antara kalian yang se frekuensi" balas Abraham.
Yohanes menghela nafas.
"Saat ini aku hanya ingin konsentrasi membangun perusahaan menjadi lebih besar hingga aku bisa membeli 25% saham milikmu. Sekarang aku hanya memiliki 15% dan Flora 10%. Punya 75% perlu aku beli untuk memperkuat posisiku disini" ujarnya.
"Hahahahaha...kamu mau 15% sahamku? Boleh saja, tapi ada syaratnya" sahut Abraham.
"Apa syaratnya?" tanya Yohanes.
"Jika kamu berhasil menikahi Flora" jawab Abraham.
"Sialan! Memang kamu bukan sahabatku, Ham!" umpat Yohanes.
Memang Yohanes ini bisa sefrontal berbicara saat bersama Abraham saja. Sama yang lain seperti kulkas beku.
"Hahahahaha...gak susah juga syaratku. Kamu menikah dan aku beri hadiah 15% saham kepemilikanku untukmu. Kamu tidak perlu membelinya" ucap Abraham.
Yohanes terlihat tidak senang.
"Mending aku mendapatkan proyek klien sebesar 50 juta Euro untuk hasil 10 juta Euronya sebagai bagi hasilku. 10 juta Euro cukup untuk membeli 15% sahammu" balasnya.
Abraham masih terkekeh.
"Boleh jugaaa..silahkan kamu mencari jalan yang kamu suka untuk mendapatkan 15% saham Wonderland" sahutnya.
Di ruangan wakil direktur, yaitu ruangan Flora, pemilik ruangan sedang menelepon seseorang.
"Selamat siang, tante Lily" sapanya pada seorang wanita yang ia telepon.
"Siang, Flora. Akhirnya tante kamu telepon lagi setelah sekian lama. Abraham udah hilang 2 tahun dan kamu gak pernah main kerumah sama Yohanes" sahut wanita yang bernama Lily, ibu Abraham.
"Hehe iya tante, maaf. Ini aku telepon karena ada informasi tentang Abraham" ujar Flora.
"Informasi apa? Apa yang dia lakukan? Dimana dia?" tanya Lily penasaran.
"Ternyata dia sudah menikah, tante. Aku baru tau hari ini karena dia ada di London" jawab Flora.
"APA?!! Dia di London? Dimana?" tanya Lily tak sabaran.
"Ada diperusahaan ku, tante. Tapi ini rahasia ya tante. Aku cuma capek aja ngelihat di kabur terus dari keluarganya selama 2 tahun. Padahal tante pasti mencarinya" jawab Flora.
"Ya pasti mencarinya. Charles memang membiarkan dia kabur, tapi kita berdua menunggunya pulang dan menyadari kesalahannya. Bukan malah menikah dengan orang asing gak jelas" ucap Lily.
"Maka dari itu, maaf ya Tante, aku baru bisa ngasih info ini. Tapi tante jangan bilang Abraham tau dari mana ya" mohon Flora.
"Tenang aja, Flo. Tante bisa jaga rahasia. Kabarin tante lagi ya pergerakan Abraham di London" ujar Lily.
"Siap, tante" sahut Flora.
"Oh ya, tante boleh minta tolong kamu infoin Charles tentang Abraham? Kalau tante yang bilang, dia tidak percaya" minta Lily.
"Boleh tante. Lagi pula aku juga memiliki nomor Tuan Charles karena proyek IT di Golden Alexander Group" balas Flora.
"Kamu memang wanita keren bisa jadi direktur dari perusahaan startup sejak muda" puji Lily.
"Terima kasih tante" sahut Flora.
Lalu panggilan terhenti.
Flora menelepon ayah Abraham untuk melaksanakan permintaan ibu Abraham.
"Selamat siang, Tuan Charles. Saya Flora Williams, sahabat Abraham" sapanya.
"Siang, Flora. Iya aku mengenalmu. Selain sahabat Abraham kamu juga wakil direktur IT Wonderland" sahut Charles, ayah Abraham sekaligus komisaris perusahaan Golden Alexander Group.
"Mohon maaf, saya harus mengatakan ini, Tuan. Saya baru mendapatkan informasi jika Abraham telah menikah. Tapi saya tidak tau menikah dengan siapa. Saya kira anda serta keluarga ingin mengetahui hal ini" balas Flora.
"APAA??? DAPATA KABAR DARI MANA KAMU?? ANAK ITU BERANINYA MENIKAH TANPA RESTU ORANG TUANYA!" marah Charles.
"Saat ini Abraham sedang di London, Tuan. Jika anda ingin bertemu putra anda, sebaiknya anda merencanakan sesuatu untuk bisa menahannya agar tidak merusak nama baik keluarga Alexander terlalu jauh" ujar Flora.
"MEMANG ANAK TIDAK TAU DIUNTUNG! DISURUH NIKAH SAMA PUTRI PENGUSAHA KAYA, DIA GAK MAU MALAH NIKAH SAMA WANITA GAK JELAS ASAL USULNYA!" marah Charles.
"Oh ya, Tuan. Saya sudah menginformasikan hal ini kepada Nyonya Lily karena saya pikir kalian pasti akan mencari kabar Abraham" ujar Flora.
"Kami sudah mencari selama 2 tahun, tapi belum dapat informasi sama sekali. Baru dari kamu ini dan informasinya sangat buruk" balas Charles.
Flora tersenyum menyeringai puas.
Lalu panggilan selesai saat Charles buru buru melakukan sesuatu terkait kabar ini.
Flora bersandar di kursinya dan bernafas lega.
"Maafkan aku yang mengkhianati mu, Abraham. Kamu sudah membuatku kecewa dan patah hati. Setidaknya istrimu tidak akan diterima oleh keluargamu lalu mencarikanmu wanita lain" gumamnya.
Pikiran Flora sudah membayangkan emosi orang tua Abraham terkait kabar pernikahan pria itu.
Kembali ke 2 pria bersahabat, sudah pukul 1 siang, dan keduanya mulai kelaparan.
"Ayo kita makan siang. Aku traktir kamu sama Flora" ajak Abraham.
"Ayo" sahut Yohanes.
Lalu keduanya pun keluar ruangan dan menjemput Flora.
Tok...tok..tok...
Abraham mengetuk pintu Flora sebelum masuk.
"Masuklah" suruh pemilik ruangan.
"Hei, ayo makan siang bersama. Aku traktir" ajak Abraham ceria.
"Beneran kamu mau ajak aku? Aku lagi kesel karena kabar pernikahan mu" jujur Flora mengurakan isi hati.
Salah satu sifat blak blakan Flora yang disukai Yohanes.
"Iyaaaa...gak masalah kamu kesel sama kabar pernikahan ku, yang penting kita tetep harus jadi sahabat ya" balas Abraham.
Flora pun tersenyum tipis lalu turun dari kursinya dan berjalan menghampiri 2 sahabat laki lakinya.
Jadi ketiganya pun keluar kantor memakai mobil BMW milik Yohanes.
Flora duduk di didepan di samping Yohanes yang menyetir dan Abraham duduk di kursi penumpang belakang sendirian.
"Ke Cafe langganan kita ya, Yo" ucap Abraham.
Yohanes terlihat mengangguk paham tanpa suara.
Flora terlihat termenung sambil menatap ke luar jendela.
"Jangan galau gitu, Flo" celetuk Abraham.
"Dia patah hati" sahut Yohanes.
"Kalian para pria mengerti apa soal hati wanita" balas Flora.
Abraham hanya tersenyum mendengar itu.
Yohanes kembali diam dan menatap serius kedepan.
Setelah perjalanan sekitar 15 menit, mereka akhirnya sampai ke lokasi.
Tapi baru saja masuk cafe, Abraham di tabrak oleh anak perempuan, membuat anak itu terjatuh dan menangis.
Ibu anak tersebut langsung berlari dan menggendongnya tanpa melihat wajah pria yang ditabrak sang putri.
"Ka..kamu.." lirih Abraham terkejut saat melihat siapa wanita itu.
Ibu anak perempuan itu pun ikut terkejut melihat siapa pria didepannya.
Yohanes dan Flora diam saling pandang dengan makna tersendiri.
Siapa wanita yang menggendong anak perempuan itu?
lanjut thor