NovelToon NovelToon
Mantan Suami Membuangku Bos Bertato Menikahiku

Mantan Suami Membuangku Bos Bertato Menikahiku

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Janda / One Night Stand
Popularitas:5.7k
Nilai: 5
Nama Author: my name si phoo

Tiga tahun berbakti sebagai istri seolah tak ada artinya bagi Aira ketika Radit diceraikannya secara mendadak tepat di hari ulang tahun pernikahan mereka.
Demi kehadiran sekretaris cantik, Aira terpaksa melangkah menembus hujan deras membawa kopernya. Kemalangan tak berhenti di situ; di tengah jalan ia diserang sekelompok preman hingga tak berdaya.
Di saat kritis, sosok pria tinggi bertato bernama Lucas datang menyelamatkannya. Namun, pertolongan itu membawa takdir baru. Dalam pengaruh obat akibat dijebak, Lucas membawa Aira ke hotel. Dengan bisikan "Jangan takut, aku mandul," Aira yang hancur akhirnya memejamkan mata dan pasrah.
Esok harinya, Aira pergi memulai hidup baru dari nol—mencari kontrakan dan pekerjaan. Namun beberapa minggu kemudian, garis dua di alat tes kehamilan meruntuhkan dunianya. Jika Radit sudah lama tak menyentuhnya, maka janin itu jelas milik Lucas. Lantas, apakah pengakuan mandul itu hanya kebohongan manis, atau ada rahasia besar yang sengaja Lucas sembunyikan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my name si phoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14

Suasana di President Suite Room terasa begitu hangat dan damai, situasi sebaliknya justru terjadi di lantai bawah.

Dapur utama Hotel Bintang Purnama berada dalam kondisi paling sibuk yang pernah ada.

Sejak menu Kerapu Asam Manis Karamelisasi Nanas viral di media sosial berkat ulasan beberapa food vlogger ternama kemarin, pesanan membludak tanpa henti.

Berbagai pesanan berderet panjang di papan order station, membuat suasana kerja menjadi sangat tegang.

Di tengah kepulan asap kompor dan dentingan wajan, Chef Rizal tampak kewalahan.

Keringat bercucuran di pelipisnya saat ia harus memimpin jalannya operasional dapur seorang diri tanpa kehadiran sang Head Chef.

"Rizal! Stok fillet kerapu di chiller bawah sudah hampir habis! Bagaimana ini?" seru salah satu juru masak dengan nada panik, mengangkat wadah plastik kosong.

"Potong cepat ikan yang baru dikirim dari suplier! Jangan sampai antrean meja VIP terhambat!" balas Rizal setengah berteriak, tangannya sendiri masih sibuk membolak-balikkan ikan di atas wajan dengan api besar.

Di tengah kesibukan yang luar biasa itu, seorang asisten dapur wanita berambut diikat satu mendekat dengan langkah tergesa-gesa.

Ia membawa setumpuk nota pesanan baru, namun matanya mengedar ke seluruh penjuru dapur mencari sesosok figur yang biasanya memimpin mereka dengan tenang.

Asisten dapur itu mendekati Rizal yang baru saja selesai menata hidangan di piring saji.

"Koki Rizal, tunggu sebentar." panggil asisten dapur itu dengan napas tersenggol-senggol karena lelah. Ia menyeka keringat di dahinya.

"Dari tadi pagi aku tidak melihat Chef Aira keliling mengecek stasiun masak. Di mana Chef Aira?"

Pertanyaan sang asisten dapur membuat Rizal menghentikan gerakan tangannya sesaat.

Alis pemuda itu berkerut dalam. Ia memang sempat melihat Aira dibopong oleh sang pemilik hotel pagi tadi, namun instruksi tegas dari Lucas agar merahasiakan hal itu membuatnya harus berhati-hati.

Sebelum Rizal sempat salah bicara, sebuah suara langkah kaki mendekat dari arah koridor logistik dapur.

Arum muncul dengan membawa papan klip inventaris, gerakannya sigap namun matanya langsung menangkap kebingungan di wajah rekan-rekannya.

Menyadari situasi bisa menjadi kacau jika gosip menyebar ke mana-mana, terutama sebelum Lucas sendiri yang mengumumkan status Aira secara resmi. Arum langsung mengambil alih situasi dapur.

"Hei, ayo fokus ke pesanan!" seru Arum tegas, menepuk meja prep station untuk menarik perhatian seluruh juru masak.

Ia lalu menoleh ke arah sang asisten dapur yang tadi bertanya.

"Chef Aira sedang tidak enak badan," jawab Arum dengan nada tenang dan diatur sedemikian rupa agar terdengar wajar.

"Beliau kelelahan setelah kemarin seharian penuh mengawasi dapur dan meracik menu kerapu yang sukses besar. Jadi, untuk hari ini beliau harus istirahat total di ruangannya."

"Oh, begitu. Pantas saja dari tadi tidak terlihat. Kasihan sekali, padahal pesanan sedang padat-padatnya."

"Makanya, jangan banyak tanya dan kembali ke pos masing-masing! Kita harus handle semua pesanan ini tanpa membuat kualitas masakan menurun, mengerti?" perintah Arum dengan wibawa seorang manajer HRD.

"Mengerti, Bu Arum!" seru para staf serempak kembali sibuk dengan kompor dan pisau mereka masing-masing.

Rizal menghela napas lega seraya melirik Arum sekilas, memberikan tatapan terima kasih karena seniornya itu berhasil meredam kehebohan di dapur.

Namun di dalam hatinya, Rizal tersenyum tipis, menduga-duga apa yang sebenarnya sedang terjadi di suite room atas sana, di mana sang Head Chef kini berada dalam perlindungan eksklusif dari bos besar mereka yang penuh rahasia.

Matahari sore mulai menyusup melalui celah tirai sutra tebal di President Suite Room, memberikan pendar keemasan yang lembut di atas tempat tidur king size.

Aira perlahan mengerjap-ngerjapkan matanya, terbangun dari tidur pulas yang terasa begitu damai di dalam dekapan hangat Lucas.

Namun, kedamaian itu seketika buyar saat sebuah gejolak aneh tiba-tiba menghantam ulu hatinya.

Rasa mual yang luar biasa menusuk tajam tanpa aba-aba, membuat kesadaran Aira sebagai wanita hamil di trimester pertama tersentak seketika.

Panik mendadak menyerang saat gelombang asam lambung membuncah naik ke tenggorokannya.

Tidak ingin membangunkan pria yang masih terlelap di sampingnya, Aira bergerak dengan sangat hati-hati.

Ia melepaskan diri dari rengkuhan lengan kekar Lucas selembut mungkin, lalu bangkit dari tempat tidur dan berlari kecil menuju kamar mandi suite room.

Bruk!

Pintu kamar mandi tertutup rapat. Di dalamnya, Aira langsung bersimpuh di depan mangkuk porselen putih, memuntahkan cairan lambung dengan rasa mual yang begitu menyiksa.

Tubuhnya mendadak lemas seketika, peluh dingin bercucuran membasahi pelipis dan lehernya, sementara napasnya tersengal-sengal menahan rasa pusing yang berputar hebat.

Sementara itu di luar, hilangnya kehangatan tubuh di sisi ranjang membuat mata Lucas langsung terbuka tajam.

Pria itu seketika bangkit dengan posisi duduk, mendapati sisi tempat tidur di sebelah kirinya kosong.

Suara deru napas dan muntahan samar yang berasal dari balik pintu kamar mandi membuat jantung Lucas berdegup kencang karena cemas.

Tanpa membuang waktu sedetik pun, Lucas melompat turun dari ranjang.

Dengan langkah lebar ia menghampiri pintu kamar mandi, lalu mengetuknya dengan cepat dan penuh kekhawatiran.

Tok! Tok! Tok!

"Aira? Kamu di dalam?" tanya Lucas dengan raut wajah panik

Lucas mengetuk pintu kamar mandi lagi agar Aira menjawabnya.

"Buka pintunya, Aira. Biar aku masuk!"

Lucas kembali mengetuk, jemarinya mengepal erat pada gagang pintu, siap mendobraknya jika wanita itu tidak segera memberikan respons.

Rasa protektifnya sebagai seorang pria dan calon ayah melonjak naik, tak sanggup membayangkan wanita yang dicintainya tengah kesakitan seorang diri di dalam sana.

Tok! Tok! Tok!

"Aira? Jawab aku!" seru Lucas sekali lagi dengan nada yang kian meninggi, menyuratkan kepanikan yang tak lagi bisa ia bendung.

Namun, yang terdengar dari balik pintu hanya suara lemah rintihan tertahan, tanpa ada jawaban pasti atau tanda-tanda pintu akan dibuka.

Kesabaran dan rasa khawatirnya seketika habis. Tanpa pikir panjang lagi, Lucas mengambil jarak setengah langkah ke belakang, lalu menghantamkan bobot tubuhnya dan siku tangannya dengan keras ke arah daun pintu kamar mandi.

BRAKKK!

Suara hantaman keras menggema di dalam suite room yang mewah itu.

Kunci gerendel pintu kayu jati berbalut cat antik tersebut patah seketika, membuat pintu terbuka lebar dengan paksa.

Langkah kaki Lucas langsung terayun cepat masuk ke dalam ruangan bernuansa marmer putih itu. Pemandangan yang tersaji di depannya membuat jantungnya seolah berhenti berdetak.

Aira tampak terduduk lemas bersandar pada sisi bathtub, wajahnya sepucat kertas dengan peluh dingin yang membasahi seluruh kening dan helai rambutnya yang berantakan.

Napas wanita itu terengah-engah, matanya sayu menahan sisa rasa mual yang luar biasa menyiksa.

Tanpa membuang waktu satu detik pun, Lucas berlutut di atas lantai marmer yang dingin.

Ia mengabaikan jas atau penampilannya, langsung merengkuh tubuh Aira yang gemetar ke dalam dekapannya yang kokoh.

"Aira. Ya Tuhan, Aira." suara Lucas terdengar bergetar hebat, membelai punggung wanita itu dengan penuh kelembutan sekaligus kepanikan.

"Kamu kenapa? Ada yang sakit, hm?"

Aira membuka matanya perlahan, menatap wajah Lucas yang diselimuti kecemasan mendalam.

Bibirnya bergetar, berusaha mengeluarkan suara di tengah tubuhnya yang lemas seketika.

"L-Lucas, perutku sakit." lirih Aira nyaris tak terdengar, sebelum kepalanya kembali terkulai lemas di dada bidang pria itu.

"Ayo kita ke rumah sakit sekarang," ucap Lucas dengan nada tegas namun sarat kelembutan.

Tanpa menunggu persetujuan, ia menyambar jaket tebal yang tersampir di sofa kamar, lalu memakaikannya dengan hati-hati ke tubuh Aira yang masih menggigil lemas.

Sebelum Lucas mengangkatnya, Aira mencengkeram pelan ujung kemeja pria itu. Matanya menatap Lucas penuh permohonan.

"Lucas, masker. Tolong rahasiakan dulu tentang aku. Aku, tidak ingin orang-orang melihatku seperti ini, dan pasti ada yang iri atau salah paham."

Lucas tertegun sejenak, lalu menganggukkan kepalanya memahami kekhawatiran wanita di pelukannya.

"Baiklah, apa pun yang membuatmu nyaman."

Dengan cekatan, Lucas merogoh saku jaketnya dan mengambil masker medis berwarna hitam, lalu memakaikannya dengan lembut menutupi sebagian wajah Aira.

Setelah memastikan Aira tertutup rapat dan aman, Lucas membungkuk dan membopong tubuh ringan wanita itu dalam dekapannya keluar dari suite room.

Langkah lebar Lucas membawa mereka menuruni lift pribadi menuju area lobi utama hotel.

Suasana lobi yang biasanya sibuk dan elegan mendadak berubah hening dalam hitungan detik begitu sosok sang pemilik hotel melangkah keluar.

Para staf resepsionis, manajer front office, hingga para tamu yang sedang lalu-lalang seketika membeku di tempat.

Pemandangan itu menciptakan apa yang kemudian dijuluki para staf sebagai "Hari Patah Hati Sedunia". Lucas yang terkenal sebagai pria dingin, berwibawa, dan terkenal paling kebal terhadap pesona wanita mana pun di kota ini tampak berjalan sambil membopong seorang perempuan di dalam dekapannya dengan tatapan penuh protektif dan cinta yang terpancar jelas.

Bisik-bisik langsung bergemuruh di sudut-sudut lobi.

"Ya ampun, itu Pak Lucas?!" bisik seorang staf front office perempuan dengan mata membelalak tak percaya, menutup mulutnya rapat-rapat.

"Siapa wanita itu? Kenapa bisa digendong langsung oleh bos besar?!" sahut pegawai lainnya dengan suara bergetar.

Beberapa staf wanita bahkan tampak histeris. Ada yang menutup wajah sambil menangis sesenggukan karena patah hati, dan seorang staf junior mendadak limbung hampir pingsan sebelum ditahan oleh rekan di sampingnya.

Pemandangan bos dingin mereka yang begitu memuja seorang wanita benar-benar mematahkan jutaan angan-angan para karyawan.

Di tengah kehebohan dan isak tangis dramatis para pegawai di sudut lobi, Arum berdiri tidak jauh dari meja resepsionis.

HRD manajer yang sudah mengetahui rahasia besar itu tidak ikut panik.

Ia justru menyunggingkan senyum tipis penuh makna, menyaksikan betapa protektif dan bucinnya sang pimpinan terhadap Aira.

Lucas sama sekali tidak memedulikan riuhnya bisikan atau kehebohan para staf di sekitarnya.

Fokusnya hanya satu yaitu membawa wanita di dalam dekapannya segera mendapatkan penanganan medis terbaik.

1
Ariany Sudjana
skak mat Radit, ternyata bayi dalam kandungan si pelacur murahan itu, anak laki-laki lain 🤣🤣😄😄 dan dengan jahatnya kamu bilang Aira mandul? ternyata kamu yang mandul 😄😄🤣🤣
Ariany Sudjana
bisa semakin maju ini hotel Lucas, karena chef Aira kan luar biasa cerdas
Ariany Sudjana
wah berarti pasangan berikutnya Rizal dan Arum yah 😄😄🤣🤣
Ariany Sudjana
skak mat, ternyata si pelacur murahan itu hanya omong besar, ga bisa kan menghabiskan dua puluh ekor ikan kerapu asam manis
gimana Radit, ternyata kamu yang mandul 🤣🤣 jadi anak siapa yang dalam kandungan Mila? kan pelacur murahan yah 🤣🤣
Ariany Sudjana
dasar pelacur murahan kamu itu Mila, ternyata bodohnya kebangetan 🤣🤣 dan gimana ceritanya Lucas yang pemilik hotel tersebut, kamu ejek dan kamu rendahkan, dasar bodohnya kamu, sama dengan Radit dan juga ibu kamu
Ariany Sudjana
ini si pelacur murahan itu yang bodoh, preman yang kamu bayar cerdas sekali
Ariany Sudjana
puji Tuhan, chef Aira benar-benar sudah membuktikan kejeniusan nya dan kelihatan kan si pelacur murahan itu bodohnya kebangetan 😂😂🤣🤣

niat hati menjatuhkan chef Aira, kamu yang akan menghadapi kekuasaan Lucas
Bu Dewi
lanjut kak😍😍😍😍
Ariany Sudjana
tetap waspada ya chef dan Lukas, karena si pelacur murahan itu ga terima kalau Aira hidup dengan baik
Ariany Sudjana
wah chef Aira ngidam ceri 😄🙏
Ariany Sudjana
dasar pelacur murahan kamu itu Mila, yang ada kamu yang akan dikerjai sama preman itu dan kamu salah cari lawan
Iffanaya 😽
lanjut Thor 💪
Iffanaya 😽
kamu salah cari lawan Mila 😏 liat aja apa yg dilakukan Lucas kalo tau apa yg kamu lakukan ke aira
Dew666
💜
my name is pho: Terima kasih kak 🥰
total 1 replies
Ariany Sudjana
bagus Lucas, kamu harus waspada, jangan biarkan si pelacur murahan dan Mak Lampir itu berbuat kerusuhan di hotel kamu, dan jangan sampai mereka membuat celaka ke Aira
Ariany Sudjana
dasar pelacur murahan kamu itu Siska dna Mila, silakan kalian balas dendam, kalian siap-siap jadi gembel
Ariany Sudjana
puji Tuhan, calon ibu mertua Aira itu baik hati, dan meskipun konglomerat, tidak sombong seperti mantan mertuanya
Ariany Sudjana
skak mat kamu merin, kamu hanya pelacur murahan 😂😂🤣🤣 mama Lucas benar-benar wise, tidak termakan dengan omongan si pelacur murahan itu, kacian deh loe Merin 🤣🤣😂😂
mama kandung yang waras pasti ga akan mau punya menantu pelacur murahan seperti kamu, jadi jelas sekali chef Aira kelasnya jauh di atas kamu
Ariany Sudjana
dasar laki-laki pengecut kamu Radit, kamu sudah menghina Aira. dan kamu pelacur murahan, kamu bilang Aira mandul 🤣🤣🤣😂 dasar bodoh, buktinya Aira mengandung bayi kembar 3, jangan-jangan Radit yang mandul 🤣🤣😂😂 kalau Radit mandul, berarti yang dikandung Mila, anak siapa?
Ariany Sudjana
harusnya jangan hanya diusir pelacur murahan itu, tapi juga dibinasakan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!