NovelToon NovelToon
Mantan Narapidana Jadi Istri Ceo

Mantan Narapidana Jadi Istri Ceo

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Perjodohan / Romansa Fantasi
Popularitas:7.4k
Nilai: 5
Nama Author: linda huang

Vivian Wei keluar dari penjara demi menanggung kesalahan kakak kembarnya. Dulu keras kepala dan bar-bar, kini ia berubah menjadi gadis tangguh yang tidak takut melawan siapa pun.

Pertemuannya dengan Delvin Yang, seorang CEO sekaligus direktur universitasnya, mengubah hidup Vivian. Awalnya Delvin berniat membatalkan pertunangan keponakannya dengan Vivi Wei.

Namun, setelah mengenal Vivian, Delvin justru mengubah keputusannya. Bukan Vivi, melainkan Vivian yang ingin ia jadikan istrinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5

Keesokan harinya.

Universitas Hua Qing

Vivian kembali ke universitas setelah satu tahun meninggalkan bangku kuliah.

Ia memasuki gedung kampus dengan penampilan sederhana. Rambut panjangnya hanya diikat satu ke belakang, tanpa sedikit pun makeup di wajahnya. Ia mengenakan pakaian kasual yang nyaman dan sepatu sederhana.

Penampilannya sangat berbeda dengan mahasiswi dari keluarga kaya pada umumnya.

Beberapa mahasiswa yang mengenalnya mulai memperhatikannya dan berbisik-bisik.

“Bukankah itu Vivian Wei?”

“Dia benar-benar kembali setelah satu tahun?”

Vivian tidak memedulikan mereka. Ia langsung menuju kelasnya dan duduk di tempat biasa.

Tidak lama kemudian, seorang dosen masuk dan berdiri di depan kelas.

“Baik, semuanya. Saya ingin memberitahukan bahwa ujian semester akan dilaksanakan dua hari lagi. Jadi, manfaatkan waktu yang tersisa untuk mempersiapkan diri dengan baik.”

Dosen kemudian menatap Vivian.

“Vivian, selama satu tahun kau mengambil cuti sakit. Apakah kau yakin masih bisa mengikuti ujian?”

"Cuti sakit? Jadi ini alasan yang mereka berikan kepada kampus?" batin Vivian.

Vivian tersenyum tipis.

“Bisa,” jawabnya santai.

Beberapa mahasiswa langsung berbisik.

“Sombong sekali. Setahun tidak belajar, memangnya dia masih bisa lulus?”

“Mustahil nilainya bisa bagus.”

Vivian menoleh kepada mereka.

“Yang tidak bisa adalah kalian, bukan aku.”

“Kau...” Salah satu mahasiswa langsung terdiam.

“Sudah! Pelajaran dimulai!” tegur dosen.

Kelas kembali tenang.

Vivian memperhatikan penjelasan dosen sambil mencatat dengan rapi. Ketika dosen memberikan beberapa soal, ia menyelesaikannya dengan mudah.

"Bosan sekali. Materinya masih sama. Soal-soal seperti ini terlalu mudah," batinnya.

Sementara itu, di kelas lain.

Vivi juga sedang mengikuti perkuliahan.

Berbeda dengan Vivian, penampilan Vivi terlihat jauh lebih mencolok. Ia mengenakan rok pendek dan pakaian mahal, lengkap dengan tas bermerek serta sepatu elegan. Wajahnya dipoles dengan makeup tebal, membuatnya terlihat sangat berbeda dari saudara kembarnya.

Beberapa mahasiswa di kelas itu sering memperhatikannya.

Vivi menikmati perhatian tersebut dengan senyum tipis.

Setelah kelas berakhir, Vivian langsung berlari keluar dari ruang kelas menuju halaman belakang universitas.

Begitu sampai di sana, ia menghirup udara dalam-dalam dengan wajah penuh semangat.

“Wow! Aku bebas! Akhirnya aku bisa kembali ke sini!” serunya dengan gembira.

Vivian kemudian menjatuhkan tubuhnya di atas rumput pendek. Ia berbaring dengan santai sambil memejamkan mata dan menikmati hangatnya sinar matahari, seolah-olah tidak pernah memiliki masalah dalam hidupnya.

“Vivian!”

Terdengar suara dua orang memanggilnya dari kejauhan.

Vivian mengenali suara itu.

Dua orang mahasiswa datang menghampirinya. Mereka adalah teman Vivian dari kelas yang berbeda, seorang pria dan seorang wanita.

“Lama tidak bertemu!” seru Vivian sambil melambaikan tangan tanpa bangkit dari rumput.

Joline langsung duduk di sampingnya.

“Vivian, akhirnya kau keluar juga. Dua hari lagi kita ujian. Apa kau yakin bisa mengikutinya?”

“Tenang saja,” jawab Vivian santai sambil kembali memejamkan mata.

Justin yang berdiri di samping mereka langsung menggelengkan kepala.

“Sudah, jangan tidur. Aku tahu kau jenius, tapi kau sudah setahun tidak belajar. Pasti banyak pelajaran yang tertinggal.”

Vivian membuka sebelah matanya.

“Sejak kita berteman, apakah kalian pernah melihatku belajar?”

Justin dan Joline saling berpandangan.

“Tidak pernah!” jawab mereka serentak.

“Kalau begitu, untuk apa aku belajar?” Vivian terkekeh.

“Semua soal itu membosankan. Kali ini aku kembali bukan untuk menghabiskan waktu belajar. Aku ingin menikmati hidup.”

Ia mengangkat tangannya ke udara.

“Aku mau makan makanan enak, jalan-jalan, tidur dengan tenang, dan melakukan semua hal yang tidak bisa kulakukan selama berada di penjara.”

Justin tersenyum tipis, tetapi ekspresinya segera berubah serius.

“Vivian, ada satu hal yang harus kau tahu.”

“Apa?”

“Selama ini kakakmu terus menyebarkan gosip buruk tentangmu. Dia mengatakan kepada semua orang bahwa kau dikurung oleh paman karena telah melakukan kesalahan besar.”

Vivian membuka matanya.

Joline langsung terlihat kesal.

“Vivi benar-benar keterlaluan. Aku bahkan ingin menamparnya!”

“Anggap saja dia gila. Untuk apa kau emosi?” jawab Vivian santai.

Justin menatapnya tidak percaya.

“Dia sedang berusaha menghancurkan reputasimu, tetapi kau masih bisa santai seperti ini?”

Vivian tersenyum kecil.

“Aku sedang menunggu kesempatan.”

“Kesempatan apa?” tanya Justin dan Joline bersamaan.

Vivian bangkit dan duduk di atas rumput. Tatapannya berubah lebih serius.

“Kesempatan untuk menjatuhkannya.”

Justin dan Joline terdiam.

“Jangan lupa, aku bukan orang yang mudah ditindas,” lanjut Vivian.

“Walaupun dia kakak kembarku, lalu kenapa? Tidak masalah kalau keluargaku selalu memihak kepadanya.”

Vivian menarik napas.

“Yang membuatku kesal adalah dia selalu suka mengadu dan berbohong. Di depan keluarga, dia berpura-pura menjadi gadis baik dan tidak bersalah. Sementara di belakang mereka, dia terus berusaha menjatuhkanku.”

Vivian tersenyum tipis.

“Kalau dia ingin bermain seperti itu, aku akan menunggunya membuat kesalahan sendiri.”

Joline menatap Vivian dengan kagum.

“Sepertinya kau benar-benar sudah berubah setelah satu tahun itu.”

Vivian kembali merebahkan tubuhnya di atas rumput.

“Bukan berubah.”

Ia menutup matanya sambil tersenyum.

“Aku baru sadar keluarga yang aku percaya rela mengorbankan ku demi masa depan anak kesayangan mereka."

"Kehidupanmu di dalam sana pasti sangat menyedihkan," ucap Justin.

"Aku tidak merasa aku menyedihkan, aku hanya sedang sial. Anggap saja semua kesialanku sudah kubuang di dalam sana," jawab Vivian.

Beberapa saat setelah meninggalkan universitas, Vivian tidak langsung pulang.

Ia justru berhenti di sebuah kedai dan membeli dua es krim. Dengan santai, ia berjalan di trotoar sambil memakan es krim tersebut dengan lahap.

Di sisi lain, sebuah mobil mewah berhenti di depan lampu lalu lintas.

Di dalam mobil tersebut duduk seorang pria berwajah tampan dengan postur tinggi dan tegap. Tatapannya dingin dan auranya begitu berwibawa.

Pria itu adalah Delvin Yang, putra tunggal keluarga Yang.

Setelah kakeknya pensiun dan ayahnya meninggal dunia, Delvin menjadi orang yang mengambil alih bisnis keluarga.

Di kursi depan, asistennya sedang memeriksa beberapa dokumen.

“Tuan, mengenai Vivi Wei, semua informasi yang Anda minta sudah terkumpul,” ujar sang asisten.

“Bagaimana hasilnya?” tanya Delvin tanpa mengalihkan pandangan dari jalan.

“Informasi mengenai dirinya sangat buruk. Ada banyak laporan tentang sikapnya yang suka merendahkan orang lain, membuat masalah, bahkan beberapa mahasiswa di universitasnya mengaku pernah ditindas olehnya.”

Delvin mengangkat alis.

“Wanita seperti ini ingin menjadi menantu keluarga Yang?”

Tatapannya berubah semakin dingin.

“Jangan bermimpi.”

Sang asisten tidak menjawab.

Pada saat yang sama, di trotoar tidak jauh dari persimpangan, seorang nenek tua terlihat berjalan dengan tubuh sedikit membungkuk. Langkahnya perlahan dan hati-hati.

Di depannya, Vivi Wei berjalan bersama dua orang temannya.

Tanpa sengaja, nenek itu menyenggol bahu Vivi.

“Maaf, Nona. Saya tidak sengaja,” ucap nenek tersebut dengan panik.

Namun, Vivi langsung menunjukkan wajah kesal.

“Tidak punya mata?”

“Nona, maafkan saya. Saya benar-benar tidak sengaja.”

Bukannya membantu, Vivi justru mendorong bahu wanita tua itu.

Bruk!

Tubuh sang nenek jatuh ke trotoar.

“Vivi!” seru salah satu temannya kaget.

“Dia yang menabrakku lebih dulu,” jawab Vivi dengan kesal.

Tanpa disadari Vivi, kejadian tersebut terlihat jelas dari dalam mobil.

Delvin yang awalnya tidak terlalu memperhatikan keadaan di luar tiba-tiba mengalihkan pandangannya.

Tatapannya jatuh pada Vivi yang berdiri di sana.

"Tuan, dia adalah Vivi Wei," ucap asistennya.

Wajah Delvin langsung menjadi dingin.

Sementara itu, dari arah seberang jalan, Vivian yang baru saja menikmati es krimnya juga melihat kejadian tersebut.

Ia berhenti melangkah.

Tatapannya tertuju pada sosok yang berdiri di dekat nenek tua itu.

Vivian mengerutkan kening.

“Bukankah itu Vivi?”

1
💝F&N💝
mana up nya hari ini
erviana erastus
keluarga ini bukanx sadar malah tambah² habis kau ditangan delvin .... eh ngul vivian skrng jangan kalian lawan kalo mau pjng umur 🤣
Dini Anggraini
Semoga delvin tahu rencana busuk vivi dan pengantinnya di ganti vivi tanpa ada yang tahu dari keluarga wei bila pengantin wanitanya vivi.
aku
wasemmm 🤣🤣🤣🤣🤣
erviana erastus
omg vivian 🤣🤣🤣
Kinara Widya
🤣🤣🤣🤣🤣 aduh Vivian ini...🤦🏻‍♂️🤦🏻‍♂️🤦🏻‍♂️
erviana erastus
tindakan cerdas vivian ....
aku
🌹🌹 mf cm dkit 🙏 pliss dobel up 😁😁🙏🙏
aku
awas aja klo delvin udh ada rasa tp gk tegas sm cwek lain nantinya ya?!!! gue santet biar sm mark aja. 🤣🤣
erviana erastus
bacot kau vivian diam habisi mereka semua arghhhh geram aku sama keluarga ini
erviana erastus
udah lah vivian kami waras kan? ngalah aza sama mereka 🤣
Dini Anggraini
Q curiga tom dan vivi sudah tidur bersama ya Thor apapun yang di ucapkan vivi selalu di bela. Kapankah keluarganya vivi itu bangkrut dan miskin ya kak sehingga saat miskin nanti apakah putri kesayangannya vivi akan tetap bela kakak dan ortunya seperti sekarang ataukah malah pergi dengan orang kaya raya yang penting dapat uang dan keluarganya di abaikannya. 🥰🥰
sunaryati jarum
Teman Vivi , malah akan membongkar kejahatan Vivi wie
sunaryati jarum
Eh malah diresapi 🤣🤣
sunaryati jarum
Nah ,gitu lawan ketidak adilan itu padamu ,Vivian
sunaryati jarum
Vivian tanpa sengaja masuk pemilik universitas tempat belajarnya
sunaryati jarum
Delvin pemilik kampus, menyelidiki kelakuan mahasiswanya
sunaryati jarum
Saudara dengan sifat berbeda
sunaryati jarum
Semakin menarik
sunaryati jarum
Menarik Vivian
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!