Putri Wening adalah seorang gadis yang lemah lembut. Dia tinggal bersama ibu dan ayah angkatnya. Suatu hari Wening mendapati ayah angkatnya bersikap tidak wajar. Saat dia tau sikap ayahnya yang tidak baik, lantas dia pun ketakutan. Hingga dia langsung mencari sahabatnya untuk mencari jalan keluar.
Ayu Pratama teman Wening memberi saran agar dia menikah dan pindah dari rumah. Wening setuju, atas usulan Ayu dia membuat janji dengan seseorang yang diatur Ayu.
Tapi setelah bertemu orangnya, Wening kaget ternyata orang yang dipilih oleh Ayu adalah Paman Ayu, Max Pratama.
CEO terkaya dikota Jakarta.
Apakah mereka akan menikah dan hidup bahagia?
Apakah Wenning akan berhasil pergi dari rumah? Dan mendapatkan Suami yang baik?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon мυмυ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tidak Jadi Cerai
"Bagaimana cara bilang ke Ibu?kalau Ayah Anton selalu suka menggangguku."ucap Wening dalam hati. Belum juga Wening mulai berbicara, Anton menyela duluan.
"Wening,dulu ibu mu, waktu bersama kamu hanya seorang janda. Selalu ditindas, sekarang akhirnya menemukan Sandaran. Kalau kamu terus begini, pikirkan akibatnya." Apa tidak akan menyakiti Ibumu?dan membuatnya terus terpuruk dan tidak bisa bangkit lagi."ucapnya. Setelah itu Anton langsung keluar dari kamar Wening.
Setelah kepergian Anton. Sinta langsung memegang kedua tangan Wening dan berbicara kepadanya. "Semakin besar, semakin keterlaluan kamu. Ibu dan Ayah berjuang keras. Untuk apa? Semua itu demi kamu. Kamu mau bilang apa ke Ibu?ucap Sinta.
"Bu, Ayah Anton ... Dia ... Dia mau ... Belum selesai bicara Sinta langsung memegang dadanya dan mual seperti akan muntah. "Bu ... Bu kenapa?tanyanya.
"Wening Ibu tidak apa-apa, Wening sepertinya kamu akan menjadi Kaka."ucap Sinta.
"Kaka?tanya Wening. Ayah mu sudah lama ingin anak ini. Sudah lama, dia selalu mempertimbangkan perasaanmu. Baru berani punya anak setelah kamu besar.ucap Sinta.
"Wening, Ayah itu sungguh-sungguh sayang padamu. Kamu tahu itu?ucapnya lagi. Wening hanya diam mendengarkan Ibunya.
"*K*alau aku bilang soal Ayah Anton, pasti Ibu tidak akan percaya. Sepertinya aku tidak jadi cerai dengan Paman Max. Agar bisa pindah dari sini."ucapnya dalam hati*.
Keesokan harinya, Wening menghubungi suaminya untuk bertemu. Lalu dia mengirimkan pesan kepadanya. "Paman Max bisakah kita bertemu? Tak lama kemudian pesan masuk. "Ok kita bertemu di kafe yang kemarin."ucap Max.
Beberapa menit kemudian. Wening sudah sampai ditempat janjian mereka. Dia melihat Max sudah duduk didalam kafe tersebut. Lalu dia masuk untuk menemuinya.
Dia langsung berlari menuju Max. Setelah Max melihat kedatangannya. Tiba tiba saja dia langsung berkata dan berbarengan dengan Max juga. Paman Max/Wening Saya Batal Cerai.
Mereka berdua sempat kaget.
Tapi Max langsung mencairkan suasana. "Duduk dulu."ucapnya. Wening pun langsung duduk didepan Max. "Jadi kita tidak jadi cerai lagi?Kamu yakin?ucap Max. Wening langsung menjawab. "Dulu aku minta cerai karena kamu Paman dari sahabatku ucap Wening dengan malu malu.
"Memangnya aku terlihat tua?ucap absurd Max.
Wening yang mendengarnya langsung keselek minumannya. "Bukan ... Bukan aku ... Sambil meletakkan minumannya. Karena hampir tumpah.
Melihat Wening begitu, Max langsung mengambil sapu tangan nya dan mengelap bibir Wening. Wening hanya bisa pasrah dan berbicara dihati saja.
"Apa ini benar Paman yang Ayu maksud?Paman dingin dan galak itu? Sambil terus memandangi Max dan tanpa sadar dia melamun."
"Indah Wening! Ucap Max beberapa kali karena melihat Wening melamun. Wening yang kaget langsung menjawab. "Siap, sambil melipat kedua tangannya diatas meja dan duduk tegak seperti anak sekolah.
"Sudah pikirkan baik baik? Tidak akan menyesal?ucap Max. Wening hanya menjawab dengan menganggukkan kepalanya.
"Baik, kapan aku bisa menjemputmu?tanya Max. "Malam ini apa boleh?jawab Wening. Max hanya diam sementara Wening dia hanya berbicara dalam hati.
"Nanti pulang, aku harus berkemas. Malam ini harus pergi***. Tak lama Max menjawab.
"Baik nanti malam aku jemput. Lalu mereka pun memutuskan pulang sendiri-sendiri. Karena Max ada kerjaan di Kantor.
Dan Wening tidak mau ketahuan Ibu dan Ayahnya jadi dia menolak diantarkan oleh Max. Dan memilih pulang menggunakan taxi.
Max yang tidak mau memaksa pun mengizinkan Wening pulang sendiri. Karena dia tau pernikahan mereka belum ada yang tau. Mereka masih merahasiakan dari orang lain. Yang tau mereka menikah hanya Ayu Pratama.