NovelToon NovelToon
SISTEM KULTIVASI PERJAKA TUA

SISTEM KULTIVASI PERJAKA TUA

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Kultivasi Modern / Urban
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: S. M yanie

Dari seorang pangeran yang diagungkan, Jiang Yui kini beralih profesi menjadi "makcomblang sakti" keliling dunia.

Mulai dari pendekar pedang wanita yang dingin dari sekte es, pangeran dari faksi musuh, hingga siluman rubah yang galau—semuanya harus ia satukan dalam ikatan cinta.

​Ditemani oleh layar sistem magis yang mengejek setiap kegagalannya, mampukah Jiang Yui merajut kisah cinta orang lain demi menyelamatkan takdir cintanya sendiri, atau ia justru terjebak selamanya sebagai perjaka tua terkuat di dunia kultivasi?

Jangan lupa like,komen dan subscribe ya kakak, biar author ya semangat ,,dukungan kalian sangat berharga... makasih 🫶🫶🫶🫶

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon S. M yanie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 27

Ledakan kembang api terakhir di langit malam Kota Qing menyisakan kepulan asap tipis beraroma mesiu yang berpadu dengan udara malam yang dingin.

Namun, di bawah jembatan batu yang temaram, suasana justru mendadak memanas, bukan karena pertarungan elemen api dan air, melainkan karena tingkat drama percintaan tingkat akut yang disaksikan oleh sang Makcomblang Agung.

Murong Chen, yang rupanya diam-diam mengekor dari belakang bersama sekotak manisan buah di tangan, tiba-tiba muncul dari balik semak-semak sambil mengunyah gula-gula.

"Wah, wah, wah... Drama murahan apa lagi ini?" komentar Murong Chen dengan nada sinis yang sengaja dibuat-buat.

"Murid Sekte Pedang Langit nangis di bawah jembatan karena cinta terlarang? Ampun deh, kisah percintaan kalian ini kalah jauh tingkat dramanya dibanding kisah asmara para dewa galaksi yang antre minta dijodohkan minggu lalu!"

Pemuda beresiko patah hati itu, yang belakangan diketahui bernama Feng Mo, langsung mendelik tajam ke arah Murong Chen. Harga diri seorang pendekar pedang sekte besar tiba-tiba terusik.

"Jaga mulutmu, bajingan asing!" bentak Feng Mo, setengah meradang meski matanya masih merah basah oleh air mata.

"Kau tidak tahu betapa kejamnya aturan Sekte Pedang Langit! Guru besar kami bersumpah akan menghancurkan siapa pun yang mencemarkan kemurnian pedang dengan racun percintaan dari Lembah Obat!"

Gadis di sampingnya, Lin Xi, menarik lengan baju Feng Mo sambil bergidik ngeri.

 "Sudahlah, Kakak Feng... Jangan cari musuh lagi. Kita sudah diusir, mau jadi apa lagi kita sekarang? Tinggal di kolong jembatan sambil jadi pengemis?"

Mendengar ratapan itu, Jiang Yui mendengus geli. Ia melipat kedua tangannya di dada, lalu melirik Murong Chen dengan sebelah alis terangkat.

"Dengar itu, manajer operasional kita?" gerutu Jiang Yui jenaka.

"Ada dua anak muda polos mau jadi gelandangan di bawah jembatan gara-gara takut sama ancaman guru besar yang kurang piknik. Cepat keluarkan buku catatanmu, Murong Chen. Kita buat surat panggilan darurat untuk para tetua keras kepala itu."

Murong Chen mendengus pasrah, merogoh saku jubahnya dan mengeluarkan gulungan kertas serta kuas ajaib yang selalu ia bawa ke mana-mana.

"Haizz... Baru juga mau menikmati festival lentera, malah jadi biro konseling darurat pasangan bucin yang nyaris putus asa."

Feng Mo dan Lin Xi tertegun menatap dua orang paruh baya di hadapan mereka yang tampak sama sekali tidak gentar menyebut nama besar Sekte Pedang Langit.

"T-tapi, Yang Mulia..." cicit Lin Xi dengan suara ragu-ragu.

"Guru Besar Sekte Pedang Langit adalah pendekar tingkat kultivasi tahap sembilan yang terkenal kejam dan tidak punya belas kasih. Beliau tidak akan pernah mendengarkan nasihat dari luar sekte, apalagi dari tempat minum teh seperti Paviliun Damai."

Jiang Yui tertawa renyah, sebuah tawa penuh percaya diri yang membuat malam terasa lebih hangat.

"Oh, mempercayai pendekar kejam tidak punya belas kasih? Percayalah, gadis manis, tidak ada manusia yang benar-benar kejam di dunia ini, yang ada hanyalah orang-orang tua kesepian yang dulu waktu mudanya ditolak gebetan, makanya sekarang hobi bikin aturan aneh buat nyusahin anak muda!" cerca Jiang Yui blak-blakan.

Ia menoleh ke arah Murong Chen yang sudah siap dengan kuasnya di atas gulungan kertas. "Tulis surat ini sekarang juga, Murong Chen. Diktekan tepat di depan muka mereka besok pagi."

Murong Chen menelan ludah, bersiap menulis.

"Baik, Paman. Apa diktenya?"

Jiang Yui menarik napas dalam-dalam, lalu mendiktekan kalimat dengan nada dramatis bak seorang diktator asmara,

'Kepada Yang Terhormat Guru Besar Sekte Pedang Langit dan Tetua Lembah Obat,

Dengan ini diberitahukan bahwa dua anak didik kalian yang sedang dimabuk kepayang terbukti sah saling mencintai tanpa melanggar hukum fisika maupun gravitasi semesta.

Jika dalam waktu 1 x 24 jam kalian tidak mencabut surat pengusiran mereka dan merestui pernikahan ini, maka saya, Jiang Yui, sang Makcomblang Agung, akan datang langsung ke markas sekte kalian, memajang foto masa muda kalian yang gagal move on di alun-alun kota, dan memaksa kalian ikut kencan buta dengan para siluman rubah agung dari galaksi barat!

Tertanda,

Pangeran Jomblo yang Kini Berkuasa Atas Seluruh Takdir Asmara.

Seketika itu juga, Feng Mo dan Lin Xi terperanjat, nyaris jantungan mendengar ancaman surat yang kelewat absurd sekaligus memalukan tersebut.

"M-mengancam Guru Besar dengan foto masa muda gagal move on?!" teriak Feng Mo histeris, wajahnya pucat pasi.

"Itu bukan cuma mencari masalah, Yang Mulia! Itu adalah deklarasi perang psikologis tingkat tinggi!"

"Bukan deklarasi perang, tapi terapi kejiwaan," potong Jiang Yui santai sambil menepuk-nepuk bahu Feng Mo.

"Percayalah padaku. Orang-orang tua sekte besar itu paling takut sama dua hal, kehilangan muka di depan murid-muridnya, dan diingatkan tentang mantan terindah mereka di masa lalu. Surat ini dijamin seratus persen ampuh."

Bai Ling, yang sejak tadi berdiri tenang di sebelah Jiang Yui sambil melipat tangan di jubah putihnya, menggelengkan kepala pelan sambil tersenyum geli melihat tingkah suaminya yang tidak pernah kehabisan akal gila.

"Sudahlah, Feng Mo, Lin Xi," kata Bai Ling dengan suara lembut yang langsung menenangkan hati kedua sejoli itu.

"Ikutlah dengan kami kembali ke Paviliun Damai malam ini. Di sana, kalian tidak perlu takut pada aturan sekte atau ancaman hukuman elemen. Yang kalian perlukan sekarang hanyalah semangkuk mi kuah hangat dan sedikit tidur nyenyak."

1
☪︎⃟𒈔⃟🕊 putra h iatu s 🍤
udah gk betul dunia kultivasi disini
☪︎⃟𒈔⃟🕊 putra h iatu s 🍤
ini bertarung kekuatan atau bertarung masa paling lama mmebujangggv🗿
Miss Rabbit
/Good//Good//Good//Good//Good/
☪︎⃟𒈔⃟🕊 HIATUS 🇵🇸: makasih🥰🥰🥰🥰
total 1 replies
☪︎⃟𒈔⃟🕊 putra h iatu s 🍤
cetelesss🤣🤣🤣
☪︎⃟𒈔⃟🕊 putra h iatu s 🍤
ilmu murni dan bersih,benar ini
/Nuani
kejam banget sistemnya
/Nuani
tapi Jiang Yui kok menolak perjodohan /NosePick/
/Nuani
kejam banget ini mah
/Nuani
Kasihan 😇
☪︎⃟𒈔⃟🕊 HIATUS 🇵🇸: 😁😁😁😁😁🤣🤣🤣
total 1 replies
☪︎⃟𒈔⃟🕊 putra h iatu s 🍤
udah kayak lamaran kerja ini
☪︎⃟𒈔⃟🕊 putra h iatu s 🍤
sangat bagus,cocok dibaca semua kalangan
🥳➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰putrahs
astaghfirullah🤣🤣🤣
☪︎⃟𒈔⃟🕊 HIATUS 🇵🇸: apehall nih??
total 1 replies
🥳➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰putrahs
alamakkk belum dapat jodohh
☪︎⃟𒈔⃟🕊 HIATUS 🇵🇸: km juga blum
total 1 replies
✍️⃞⃟𝑹𝑨Han Boshalvaya🍤
Sial, aku tertawa 🗿
☪︎⃟𒈔⃟🕊 HIATUS 🇵🇸: jangan di tahan,tar jadi kentut
total 2 replies
✍️⃞⃟𝑹𝑨Han Boshalvaya🍤
Bagus juga idenya, boleh aku tiru? 🗿
☪︎⃟𒈔⃟🕊 HIATUS 🇵🇸: boleh bangett masss
total 2 replies
༺⬙⃟⛅cap badakℛᵉˣ
Keren banget ceritanya sangat informatif dan bermanfaat
༺⬙⃟⛅cap badakℛᵉˣ: ok sip
👍
total 2 replies
𝙕𝙯𝙯
benar-benar berbeda sekali dengan kak yani yang biasanya itu.

sistem kultivasi perjaka/NosePick/ 🤧
☪︎⃟𒈔⃟🕊 HIATUS 🇵🇸: wkwkwk ayok aktif nulis lagi
total 1 replies
༺⬙⃟⛅cap badakℛᵉˣ
mampir
༺⬙⃟⛅cap badakℛᵉˣ: follow kak mau kirim ss
total 4 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!