NovelToon NovelToon
Istri & Anak Kembar Bar-Bar Sang Mafia Es

Istri & Anak Kembar Bar-Bar Sang Mafia Es

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Mafia / Penyesalan Suami
Popularitas:49.1k
Nilai: 5
Nama Author: Phopo Nira

Diceraikan karena alasan mandul, padahal 3 tahun pernikahan ia menjadi istri yang diabaikan oleh suaminya sendiri. Malam sebelum ia meninggalkan Mansion kediaman Maximillian, Raina diam-diam menjebak suaminya, Cassion Zayn Maximillian untuk menghabiskan malam bersama. Lalu setelahnya ia menghilang begitu saja tanpa jejak sedikitpun.

Namun, 8 tahun kemudian… tepat di acara pernikahan Cassion dengan teman masa kecilnya, Laura Fernandez. Raina kembali membawa sepasang anak kembar, Sean dan Shia untuk mendapatkan hak kedua anak itu sebagai pewaris keluarga Maximillian.

Dan sejak saat itu, kediaman Maximillian tidak pernah bisa tenang lagi. Raina yang tidak lagi penurut, ditambah dengan kedua anak kembarnya yang tak kenal takut. Ibu dan anak kembar itu menuntut banyak hal yang sudah 8 tahun sudah mereka lewatkan begitu saja. Dendam dan hutang mereka perhitungkan dengan baik.

Akankah Raina dan kedua anak kembarnya berhasil membalaskan dendam serta mendapatkan hak mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Phopo Nira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

05. Delapan Tahun Kemudian

Kalimat itu membuat Sion terdiam. Ya, mereka sudah bercerai. Semalam dan di hadapan pengacara dan keluarga, mereka telah menandatangani surat yang mengakhiri pernikahan mereka.

Seharusnya hari ini menjadi hari pertama mereka menjalani hidup masing-masing. Namun Sion justru mengerahkan seluruh kekuatannya hanya untuk menemukan seorang perempuan yang secara hukum sudah bukan istrinya lagi.

Calista menatapnya penuh kebingungan. "Kalau kalian memang sudah selesai, mengapa kau mencarinya?"

Sion tidak segera menjawab, karena bahkan dirinya sendiri tidak tahu. Ia hanya tahu satu hal. Ketika bangun dan mendapati sisi tempat tidur Raina kosong, untuk pertama kalinya ia merasakan sesuatu yang selama ini tidak pernah ia izinkan untuk muncul.

Takut… Takut bahwa perempuan itu benar-benar akan menghilang dari hidupnya. Takut bahwa ia tidak akan pernah melihat wajah Raina lagi. Takut bahwa malam tadi bukan awal dari sesuatu, melainkan benar-benar akhir.

Sion menundukkan wajah. Ingatan tentang Raina semalam kembali muncul. Tatapan perempuan itu, suara lirihnya dan cara Raina seolah-olah ingin menghafal setiap detik sebelum mereka berpisah.

Sion memejamkan mata. "Sial."

Ia baru menyadari sesuatu yang jauh lebih buruk. Semalam, Raina mungkin telah menganggap malam itu sebagai malam pertama sekaligus malam terakhir mereka. Sedangkan dirinya... Untuk pertama kalinya, Sion tidak yakin apakah ia ingin membiarkannya menjadi yang terakhir.

"Fal! Sudah ada kabar?" tanyanya tajam pada anak buah yang paling ia percayai, Falleo Austin.

Falleo segera mendekat. "Kami sedang melacak kendaraan yang meninggalkan mansion pagi tadi, Tuan. Tapi Nyonya Raina tidak menggunakan kendaraan yang terdaftar atas namanya."

"Kalau begitu cari semua kemungkinan."

"Baik."

"Periksa stasiun, terminal, bandara. Hubungi semua orang di setiap titik. Aku ingin tahu ke mana dia pergi." Sion mengambil jasnya.

Calista menatapnya dengan wajah tak percaya. "Sion, kau sadar apa yang sedang kau lakukan?"

Sion berhenti di ambang pintu. "Aku sadar."

"Kalian sudah bercerai."

"Aku tahu."

"Jadi mengapa kau bertingkah seperti orang kehilangan istrinya?"

Sion terdiam cukup lama. Kemudian ia menjawab tanpa menoleh. "Karena mungkin aku baru sadar bahwa aku tidak pernah benar-benar ingin kehilangannya."

Pintu mansion terbuka, dimana Sion melangkah keluar. Di belakangnya, seluruh keluarga masih terdiam dalam kebingungan. Tidak seorang pun menyangka bahwa pria yang semalam dengan dingin menandatangani perceraian itu justru menjadi orang pertama yang kehilangan kendali setelah Raina benar-benar pergi.

Dan sementara itu, jauh dari mansion tersebut, Raina terus melangkah menuju kehidupan barunya. Tanpa mengetahui bahwa pria yang ia tinggalkan sedang mengerahkan seluruh kekuatannya untuk menemukan dirinya. Tanpa mengetahui bahwa untuk pertama kalinya dalam hidupnya… Sion mengejarnya.

Rumahnya diperiksa. Apartemen yang pernah menjadi tempat tinggal Raina diperiksa. Hotel, stasiun, bandara, pelabuhan, bahkan rumah sakit di beberapa kota ikut disisir. Rekaman kamera keamanan diputar berulang kali. Nama Raina dimasukkan ke dalam daftar pencarian. Nomor teleponnya dilacak. Rekeningnya diperiksa. Semua orang yang mungkin pernah berhubungan dengannya ditanyai. Namun hasilnya selalu sama… Nihil.

Tidak ada tiket perjalanan atas namanya. Tidak ada transaksi mencurigakan. Tidak ada rekaman CCTV yang menunjukkan keberadaannya. Tidak ada barang yang tertinggal. Tidak ada pesan terakhir. Tidak ada seseorang yang melihatnya pergi. Bahkan mobil yang biasa digunakannya masih berada di tempat semula. Seolah-olah Raina tidak pernah pergi. Seolah-olah perempuan itu tidak meninggalkan dunia dengan cara yang biasa dilakukan manusia. Ia hanya... menghilang bak ditelan bumi.

“Tuan, kami sudah mencari sampai ke kota-kota di sebelah.” Falleo berdiri di hadapan Sion dengan kepala tertunduk.

“Tidak ada hasil?”

“Tidak ada.”

Sion menatap layar laptop di hadapannya.

Foto pernikahannya dengan Raina masih terpampang di sana. Wajah yang dahulu tidak pernah terlintas, kini malah begitu sering memenuhi pikirannya. Wajah yang dulu membuatnya rela menyibukkan diri dengan pekerjaan hanya demi untuk tidak menemuinya. Tapi kini berhasil membuatnya lupa tentang semua pekerjaannya hanya demi mencari dan menemukannya.

“Lanjutkan pencarian.”

“Tapi, Tuan—”

“Lanjutkan.” Nada suara Sion membuat anak buahnya terdiam.

Namun hari-hari berubah menjadi minggu. Minggu berubah menjadi bulan. Dan bulan berubah menjadi tahun. Sampai akhirnya, Sion berhenti mencari. Bukan karena ia menemukan Raina, melainkan karena ia mulai menerima kenyataan bahwa mungkin Raina memang tidak ingin ditemukan.

Tidak ada apa pun… Delapan tahun berlalu, tetapi bagi Sion, pertanyaan tentang Raina masih meninggalkan lubang yang tidak pernah benar-benar terisi. Malam ketika Raina menghilang, Sion mengerahkan telah semua anak buahnya. Namun, bahkan jejaknya sedikitpun tidak bisa ia temukan.

...****************...

Delapan tahun. Cukup lama untuk mengubur kenangan. Cukup lama untuk mengubah seseorang. Cukup lama untuk membuat luka yang dahulu terasa seperti kematian berubah menjadi sekadar bekas luka. Dan Sion akhirnya melanjutkan hidupnya… dengan Laura.

Perempuan yang sudah dikenalnya sejak lama. Teman yang selalu berada di sisinya sekaligus cinta pertamanya. Meski Sion tidak menginginkan pernikahan lagi dalam hidupnya, tetapi Kakeknya, Edwin Maximillian tiba-tiba datang dan memaksanya untuk menikah lagi demi melanjutkan keturunan utama keluarga Maximillian.

Sion pun kembali dipaksa menikah dengan Laura, karena selain ia teman masa kecil dan cinta pertama Sion. Pernikahan itu juga membuat hubungan dua keluarga besar semakin erat, baik secara keluarga maupun bisnis.

Gedung pernikahan itu dipenuhi bunga putih. Lampu-lampu kristal memantulkan cahaya keemasan ke seluruh ruangan. Para tamu sudah memenuhi tempat duduk. Keluarga kedua belah pihak menunggu dengan wajah bahagia.

Di depan altar, Sion berdiri mengenakan setelan hitam sempurna. Untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun, ia merasa hidupnya berada di tempat yang benar. Lebih tepatnya setelah ia sedikit menggila karena menghilangnya Raina setelah malam itu.

Laura akan menjadi istrinya. Mereka akan memulai kehidupan baru. Tidak ada lagi masa lalu. Tidak ada lagi Raina. Setidaknya, itulah yang diyakininya. Sampai suara alunan musik mulai terdengar. Para tamu perlahan berdiri.

Pintu besar di ujung ruangan terbuka. Namun sebelum Laura muncul, terdengar suara langkah kaki dari arah belakang. Tidak tergesa, tidak pula ragu. Satu langkah… Dua langkah. Hingga kemudian suara seorang perempuan terdengar.

“Tuan Cassion, apa kau masih mengingatku?”

Seketika seluruh ruangan terdiam. Sion mengerutkan kening, merasakan suara yang tidak asing di telinganya. Suara yang sering ia rindukan selama beberapa tahun ini dan yang hampir membuatnya menjadi gila hanya untuk mencari dan menemukannya.

“Suara itu...” gumam Sion. “Tidak mungkin….”

Ia perlahan menoleh. Dan dunia seolah berhenti bergerak. Seorang perempuan berdiri di ambang pintu. Rambutnya lebih panjang daripada yang ia ingat. Wajahnya terlihat lebih dewasa. Ada ketenangan aneh di matanya yang dahulu tidak pernah Sion kenal. Tetapi tidak ada yang berubah dari tatapan itu. Sion mengenalinya, bahkan setelah delapan tahun.

“Raina...” Nama itu keluar begitu saja dari bibirnya.

Bersambung….

1
🇦 🇵 🇷 🇾👎
next
Budhe Satryo
Krn anak Calista TDK ad yg tau terima ksh pilih JD pengkhianat
Sri Yatun
karena Arlan sudah ketahuan bekerja sama dengan musuh untuk menghancurkan perusahaan dan Sion maka g ada ampun,apa lg setelah tau kalo anak anak nya mau d culik dan kemungkinan d perbudakan d dalam jaringan IT
Fahmi Ardiansyah
tu kan Ama author di bikin gak bisa apa apa makanya jgn suka jahat.
Fahmi Ardiansyah
ya alhamdulilah Narin kmu selamat
Fahmi Ardiansyah
Sion pasti tau n pasti ikut membantu membasmi hama hama itu.
Fahmi Ardiansyah
pasti akan menangkap basah ulah Calista.
Fahmi Ardiansyah
buat gak bisa apa apa biar merasakan sakit.
Fahmi Ardiansyah
akhirnya mereka setuju tinggal yg menjalaninya kita tunggu.
Budhe Satryo
yesss emang harusnyo diusir biar bingung nyari rumah
Budhe Satryo
keluarga bahagia 😍😍😍😍
🇦 🇵 🇷 🇾👎
usir🤣
🇦 🇵 🇷 🇾👎
ksiab
juwita
harus nya km jg waspada Sion aj di khianati pdhl dia yg ngasih tempat tinggal. apa lg km yg bkn apa" dia cm mau bantu itu pun klo berhasil klo gagal ya wasallam🤣🤣🤣
Budhe Satryo
Bu bos mode marah 🤣
Budhe Satryo
semoga narin TDK dihukum ma tuan sion
Budhe Satryo
karma dibayar cepat tukmu Calista
Budhe Satryo
gpp narin yg pnting kamu selamat
Budhe Satryo
wah ...ntar Sion pasti ikut bntu
Budhe Satryo
bab santai sblm pertempuran kembali 😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!