NovelToon NovelToon
Terjebak Duda Dan Tiga Pewaris Nakalnya

Terjebak Duda Dan Tiga Pewaris Nakalnya

Status: tamat
Genre:Ibu Tiri / Identitas Tersembunyi / Mafia / Tamat
Popularitas:3.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Aisyah Alfatih

Arabelle Vasillo kabur dari rumah demi membuktikan bahwa dirinya bisa hidup mandiri tanpa bantuan keluarga. Dengan waktu satu tahun sebagai taruhan, ia membuka warung sarapan sederhana dan berusaha menjalani hidup biasa.

Namun, hidup tenangnya berakhir saat tanpa sengaja memecahkan kaca mobil Nathan Pradipta Anderson, seorang duda kaya dan berpengaruh yang memiliki tiga anak super nakal, Elang, Theo, dan Alya.

Dari satu kesalahan kecil, Arabelle justru terjebak dalam kehidupan keluarga Anderson yang penuh kekacauan, rahasia, dan konflik. Bisakah Arabelle bertahan menghadapi duda dingin dan tiga anak nakalnya, atau justru mereka akan mengubah hidupnya selamanya?

"Menikah denganku dan jadi ibu tiri dari ketiga anakku, maka hutangmu ku anggap lunas,"

Arabelle, hanya tersenyum menanggapi ucapan Nathan, tetapi Arabelle justru tak punya pilihan lain, semenjak hidup mandiri semua kartunya dan fasilitasnya telah dia serahkan pada keluarganya.

"Oke, deal! Setahun tidak lebih!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

06

Dalam perjalanan pulang ke kontrakannya, Arabelle memutuskan mampir ke sebuah swalayan. Pengharum ruangan di rumahnya sudah habis sejak kemarin. Dan karena ia tinggal sendirian, aroma masakan yang menempel di pakaian dan perabotan rumah cukup mengganggu.

"Vanila atau lavender ya?" Gumamnya sambil memarkirkan sepeda listrik di area parkir.

Baru saja Arabelle melepas helmnya ketika suara pertengkaran terdengar dari sisi gedung swalayan. Awalnya ia tidak terlalu peduli. Namun, semakin lama suaranya semakin keras.

"Aku bilang kasih uangnya!" Seorang remaja laki-laki berseragam SMA berdiri dengan wajah kesal.

Di depannya ada seorang gadis berseragam SMP yang tampak ketakutan.

"Aku nggak punya lagi, Kak."

"Bohong!"

"Aku serius." Gadis itu menggenggam tasnya erat.

"Minggu lalu aku sudah kasih semua uang tabunganku."

"Lalu minta lagi sama Ayah kamu!"

"Aku nggak mau..."

Wajah pemuda itu langsung mengeras.

"Aku butuh uang sekarang."

"Itu bukan urusanku."

Mata Arabelle langsung menyipit. Nada bicara anak laki-laki itu membuatnya tidak suka. Sangat tidak suka, gadis SMP itu mundur satu langkah.

"Aku benar-benar nggak punya."

"Jangan bohong!"

"Aku nggak bohong."

"Kau pelit!"

"Aku cuma nggak mau kasih lagi."

Pemuda itu semakin marah.

"Kalau bukan karena aku, kau nggak akan punya pa..."

Gadis itu langsung menunduk, Arabelle memutar bola matanya. Ia sebenarnya ingin pergi namun saat melihat tangan pemuda itu terangkat, langkahnya langsung berhenti.

"Aku bilang kasih!"

Gadis SMP itu refleks memejamkan mata. Tamparan itu tinggal beberapa sentimeter lagi mengenai wajahnya. Sebuah tendangan tiba-tiba menghantam pinggang pemuda itu.

"Agrh!" Tubuhnya langsung terlempar ke samping.

Nyaris tersungkur ke aspal. Gadis SMP itu membelalakkan mata.

"Apa?!"

Pemuda itu juga sama terkejutnya. Dengan wajah merah padam ia langsung bangkit.

"Lancang sekali!"

Arabelle berdiri santai sambil menyilangkan tangan.

"Kalau mau olahraga, pergi ke lapangan."

Pemuda itu melotot. "Kau siapa?"

"Aku pelanggan swalayan."

"Itu bukan urusanmu!"

Arabelle mengangkat bahu. "Tadi memang bukan."

"Lalu?"

"Jadi urusanku saat kau mau menampar anak SMP."

Pemuda itu mengepalkan tangan, jelas tidak terima. Sementara gadis SMP itu masih berdiri membeku. Matanya terus berpindah antara Arabelle dan pemuda itu.

"Siapa kau?" tanya gadis itu pelan.

Arabelle tersenyum kecil. "Orang lewat."

Pemuda itu semakin marah.

"Jangan ikut campur urusan keluarga orang lain!"

"Oh." Arabelle mengangguk.

"Lalu menampar adik perempuan termasuk tradisi keluarga?"

Wajah pemuda itu langsung menghitam. Beberapa pengunjung swalayan mulai memperhatikan keributan tersebut. Membuatnya semakin malu.

"Pergi sana!" Bentaknya.

Arabelle malah melangkah maju. "Kalau tidak?"

Pemuda itu terdiam. Karena jujur saja, tendangan tadi masih terasa sakit. Dan dari caranya berdiri, jelas wanita ini bukan tipe yang mudah ditakuti. Sementara gadis SMP itu menatap Arabelle dengan mata berbinar.

Ia merasa wanita yang baru muncul ini jauh lebih menakutkan daripada cowoknya sendiri.

Pemuda SMA itu mengusap pinggangnya yang masih sakit akibat tendangan Arabelle. Tatapannya tajam penuh amarah. Namun, ia juga cukup pintar untuk tidak menyerang balik di tempat ramai seperti ini.

"Kau gila!" Bentaknya.

Arabelle mengangkat bahu santai.

"Lebih baik gila daripada main tangan ke perempuan."

Pemuda itu mendengus kesal. Lalu menoleh ke gadis SMP di sampingnya.

"Sudah, ayo pergi!"

Gadis itu tampak ragu.Namun, belum sempat bergerak, pemuda itu kembali berkata dengan nada dingin,

"Kalau kau nggak kasih uangnya, kita putus."

Arabelle yang semula masih santai langsung berkedip.

"Hah?"

'Putus? Bukan kakak adik?'

Pemuda itu melanjutkan, "Dengar nggak?"

Wajah gadis SMP itu langsung pucat.

"Jangan..." Air mata mulai menggenang di pelupuk matanya.

"Tolong jangan putus."

Arabelle membulatkan mata. Pemuda itu menyilangkan tangan.

"Kalau begitu kasih uangnya."

"Aku..."

"Aku tunggu!"

Gadis itu menunduk.

"Aku masih punya sedikit tabungan."

"Nah, begitu dong."

Melihat pemandangan itu, Arabelle langsung memijat pelipis. Ternyata bukan kakak yang memalak adik. Ini lebih parah pacar yang memalak pacarnya.

Gadis itu masih ingin mempertahankan hubungan tersebut.

"Kamu serius?" Tanya Arabelle.

Kedua remaja itu menoleh, Arabelle menunjuk si pemuda.

"Yang seperti ini dipertahankan?"

Gadis SMP itu tampak bingung.

"Tapi dia pacarku."

"Terus?"

"Aku sayang dia."

Arabelle langsung menghela napas panjang.

"Kamu cantik."

Gadis itu berkedip.

"Kamu masih muda. Kamu juga kelihatan pintar."

Gadis itu makin tidak mengerti.

"Lalu kenapa mempertahankan cowok kasar seperti ini?"

Pemuda itu langsung tersinggung. "Apa maksudmu?"

Arabelle menunjuknya dari atas sampai bawah.

"Kamu bisa cari yang lebih baik dari dia."

Wajah pemuda itu langsung merah. Sementara gadis SMP itu tampak semakin gelisah.

"Aku..."

Belum sempat ia menyelesaikan kalimatnya, pemuda itu langsung menarik tangannya.

"Ayo pergi!"

"Eh—"

Gadis itu hampir terseret. Arabelle langsung maju satu langkah.

"Hei!"

Namun, kali ini justru gadis SMP itu yang membentaknya.

"Jangan ikut campur!"

Arabelle membeku.

"Gadis itu menggigit bibirnya, matanya terlihat berkaca-kaca namun tetap berkata,

"Ini masalahku."

Arabelle terdiam. Orang yang sedang jatuh cinta sering kali tidak bisa melihat apa yang jelas terlihat oleh orang lain.

Pemuda itu tersenyum puas. Lalu kembali menarik tangan gadis tersebut.

"Ayo!" Kali ini mereka mulai berjalan pergi.

Sebelum menghilang, pemuda itu sempat melirik Arabelle dengan tatapan menang. Seolah berkata bahwa ia tetap berhasil mendapatkan apa yang diinginkannya.

Arabelle langsung mendecak kesal.

"Dasar bocah!"

Saat itulah pemuda itu kembali bersuara.

"Ayo, Alya."

Arabelle hanya bisa berdiri sambil menggerutu.

"Sudah ditolong malah dimarahin!"

Dengan langkah malas, Arabelle kembali mengambil keranjang belanjanya dan masuk ke dalam swalayan.

Sama sekali tidak menyadari bahwa gadis bernama Alya yang baru saja ia temui adalah Alya Pradipta Anderson Putri bungsu Nathan, dan calon anak tirinya sendiri.

1
Siti Saadah
kasian ara thorr
Siti Saadah
🤣🤣🤣
Creslivia 💫
Itu pembantu kenapa gak dari dulu dipecat sih? heran
Creslivia 💫
Apakah Reno kembali ?
Anonim
Dasar ulat kekep...jelmaan ulat bulu mau coba" rusak rumah tangga orang... belum move on ka apa... cih cih cih parah amat
Sri Murtini
gool
Siti Aisyah
salah lawan atuh klo mau mengintimidasi ara mah...gak akan ngaruh 😄
Siti Aisyah
karya cerita mu bgs sekali thor...bikin penasaran gak bosen baca nya.dan penasaran dgn bucin nya nathan kayak nya seruu..
ibu tiri rasa bestie...yg tdk mdh mendidik anak sambung yg sdh pd besar..menghempaskan prediksi tentang ibu tiri yg jahat..kasihan elang baru merasakan cinta sdh hrs patah hati krn incarannya sdh mau menikah...auto jd ceo yg dingin seperti kulkas 11 pintu hahahahaa...
bravo thor aku suka semua karya mu..the best..love u sekebon mawar orang lain...
Aisyah Alfatih: maksih kakak 💞 btw nama kita sama 🤏
total 1 replies
Siti Aisyah
kasihan elang baru merasakan cinta sdh dibuat patah hati...😭😭
Siti Aisyah
prosedur orang kayak sangat berbelit...ngapain nunggu 3thn....apa orangtua itu gak pernah merasakan rindu gitu...apa gak pernah muda..hadeuuh..sulit banget pemikiran orang kaya mah..😞
Siti Aisyah
itu tak akan terjadi kenzo, dady mu sdh kalah ...seri jadi nya...smg bsk keputusannya menguntungkan ara dan keluarga baru nya..😍👍
Siti Aisyah
aku pendukung pertama yg mendoakan nathan..smg diberi kelancaran dlm usaha nya mengejar cinta nya pd ara...😍😍
Siti Aisyah
iiiih....aku ikutan stres..tegang banget apalagi kaki theo kembali kambuh...entah apa jadi nya....bila keluarga nya mendengar kabar ini
Sri Murtini
teletabis
Siti Aisyah
saingan berat mu adalah alex tuan nathan...jd berusaha nya hrs lbh ..
Siti Aisyah
ini mah ibu tiri rasa bestie
Siti Aisyah
dari awal aku gak percaya theo yg melakukan nya...dia nakal remaja bkn kriminal...sedih nya sampai nyesek ini..😭😭
Sri Murtini
kocak abis si alya
Siti Aisyah
waaah...salah paham nih
Siti Aisyah
apa bener theo yg melakukannya...??
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!