NovelToon NovelToon
Kontrak Naga

Kontrak Naga

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Akademi Sihir / Epik Petualangan
Popularitas:9.2k
Nilai: 5
Nama Author: aisy hilyah

Seorang gadis tanpa bakat.
Menjadi aib bagi sebuah keluarga sihir api yang berkuasa.
Sebuah pengkhianatan yang menjatuhkannya ke jurang maut.

Tapi di kegelapan jurang, takdir memilihnya.
Kontrak dengan naga kuno mengubahnya menjadi wadah dari seluruh elemen.

Dari sampah keluarga ... menjadi ancaman bagi dunia.
Dari yang dibuang ... menjadi yang ditakuti.

Ini kisah tentang kebangkitan.
Ini kisah tentang KONTRAK NAGA.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aisy hilyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

5 Mahkota Kedua

Pertarungan tidak butuh sihir, tapi butuh otak.

Eliya berdiri di tengah kepulan debu tanah Desa Elora, menatap sisa lima orang bandit yang kini melangkah mundur dengan wajah pucat. Senjata di tangan mereka gemetar. Di dalam sungai, dalam alirannya yang deras, beberapa bandit lain sudah hanyut tanpa perlawanan, bukan oleh mantra megah, melainkan oleh presisi gerakan dan pemanfaatan momentum yang cerdik.

Bagi Eliya yang mengingat kilasan kehidupan masa lalunya, menghadapi preman kelas teri seperti ini sepertinya memang tidak perlu sihir. Bos bandit menatap tak percaya pada apa yang terjadi. Pedang sihir di tangannya bergetar, mengikuti kedua kakinya. Dia dibuat ketakutan oleh orang yang mereka anggap sampah.

Kepala desa, seorang kakek tua dengan janggut putih yang kotor oleh tanah, menatap Eliya dari sudut panggung kayu yang runtuh. Matanya membelalak, campur aduk antara rasa takut dan takjub. Keringat dingin memenuhi wajahnya, bercampur dengan debu yang menempel di sana. Ia meneguk saliva, melirik aliran deras sungai yang beberapa saat lalu menelan para bandit.

"Siapa ... siapa kau, Nona?" tanyanya dengan suara bergetar, juga rasa takut yang tidak dapat ia sembunyikan.

Gadis itu masih sangat muda, tapi kekuatannya melebihi dari yang dibayangkan. Seandainya dia adalah musuh, maka cukup dengan tindakannya yang tanpa sihir, akan membuat desa mereka musnah.

Eliya membuka mulutnya, hendak jawab "bukan siapa-siapa". Ia ingin menjelaskan bahwasanya dia hanyalah pengembara yang kebetulan lewat dan tidak suka melihat penindasan.

Namun, sebelum kata-kata itu terucap, sebuah suara berat, dingin, dan bergema terdengar langsung di dalam benaknya.

‘Wadahmu lapar.’

Zharvion. Naga emas kuno yang terikat kontrak dengannya memberikan peringatan. Benar, Eliya baru mengingatnya. Kontrak sihir yang mereka sepakati tidak bisa aktif dengan sendirinya. Wadah kekuatannya butuh "diisi" oleh manifestasi elemen murni agar jiwanya tidak tergerus.

Eliya mengembuskan napas perlahan, menatap para bandit di seberang sungai. Ia menutup mata, mengabaikan bisikan ketakutan dari para warga dan geraman rendah sisa-sisa bandit di depannya. Fokusnya beralih pada alam sekitar. Ia mengingat sungai jernih yang mengalir di perbatasan desa tadi. Airnya dingin. Mengalir tanpa henti. Menyelamatkan dahaganya beberapa jam yang lalu.

Tangannya berputar dengan jemari yang seolah-olah menggenggam sesuatu.

Sret!

Suara gemericik halus terdengar. Air di sungai yang berjarak beberapa puluh meter dari sana tiba-tiba naik ke udara, memisahkan diri dari arusnya, lalu melesat cepat ke arah Eliya.

Eliya mengangkat tangannya, menadah ke atas. Cairan itu berputar, membentuk spiral kecil yang melayang tepat di atas telapak tangan kanannya.

Tidak besar. Tidak mewah. Hanya setetes air yang berkilau tajam di bawah sinar matahari. Tapi itu sudah cukup. Membuat takjub para warga sekaligus membuat takut para bandit. Cukup untuk mengisi wadah yang lapar.

DING!

Sebuah dentingan gaib berdenting di kepala Eliya, disusul oleh sensasi hangat yang membakar pergelangan tangan kirinya. Di sana, sebuah tanda berbentuk mahkota elemen pertama mulai menyala terang. Lingkaran yang semula berwarna abu-abu mati perlahan bergeser, menyerap tetesan air di tangannya, hingga berubah warna menjadi biru perak yang berkilau indah.

Sebuah teks semi-transparan muncul di sudut pandangnya:

[MAHKOTA AIR: DUA DARI TUJUH TELAH TERISI]

Eliya membuka mata, menatap langit yang berubah biru. Ia tersenyum, akhirnya memiliki sihir pertama. Air. Desa Elora memberikannya, Desa yang terlupakan oleh semua orang.

Melihat fenomena mistis tersebut, sisa bandit langsung tunggang-langgang melarikan diri, menjatuhkan senjata mereka ke tanah. Bahkan, semua perbekalan yang mereka bawa, dibiarkan begitu saja. Satu tujuan mereka adalah menyelamatkan diri selagi masih ada waktu. Mereka tidak ingin seperti temannya yang terluka, atau yang hanyut ke sungai.

Sebaliknya, keheningan di Desa Elora pecah oleh gemuruh sorak-sorai para warga. Mereka bahagia, anak-anak melompat dengan riang gembira. Para wanita menangis bahagia.

"Penyihir! Penyihir, sang penolong! Kita selamat! Desa kita selamat!" seru salah satu warga, diikuti oleh tangisan lega dari ibu-ibu yang memeluk anak mereka.

Eliya menurunkan pandangan, menatap pergelangan tangannya sendiri. Kilau biru perak itu terasa hidup, berkelip bagai bintang di langit malam yang kelam. Ia lalu mengalihkan pandangannya ke cakrawala, menatap ke arah Kota Ashfall yang siluet menaranya berdiri samar di kejauhan. Kota yang penuh dengan intrik dan bahaya yang lebih besar dari sekadar bandit desa.

'Ini baru satu dari tujuh mahkota,' batin Eliya.

Perjalanannya masih sangat panjang. Perburuan mahkota tidak akan semudah yang dia bayangkan. Satu elemen, mungkin saat ini hanya bandit desa dengan elemen api yang lemah yang ia lawan. Tidak tahu ke depannya apa yang akan dia hadapi. Musuh seperti apa yang akan dia temui.

Ia menurunkan tangannya dan menatap kembali sang kepala desa yang kini bersujud di hadapannya. Eliya menghampirinya, membantunya berdiri. Seorang kakek tua bersimpuh di hadapan gadis kecil.

"Namaku Eliya," katanya pada warga sambil tersenyum, suaranya tenang, tapi tegas. "Aku hanya kebetulan lewat dan tidak suka melihat penindasan. Berdirilah, Kek!" lanjutnya membantu sang kepala desa untuk berdiri.

Meskipun Eliya menolak untuk diagungkan, berita tentang pertempuran hari itu menyebar lebih cepat dari angin yang berembus di lembah. Dalam hitungan jam, rumor mulai beredar dari mulut ke mulut di kedai-kedai minum pinggir jalan.

"Malam ini, Sang Penyihir Air menyelamatkan Desa Elora."

Bisik-bisik dari para pelanggan menyebar ke seluruh benua di dunia Aethervan.

"Kudengar usianya masih sangat muda. Mungkin sekitar tujuh belas tahun."

Gosip berlanjut, berjam-jam tanpa bosan membicarakan kehebatan Penyihir muda dengan sihir airnya yang menakjubkan.

****

Malam harinya, di dalam hutan yang sepi di luar batas desa, Eliya duduk di dekat api unggun yang berderak. Bayangan hitam besar berwujud naga dengan mata emas redup, Zharvion, meringkuk di dekatnya.

"Langkah pertama selesai," bisik Zharvion, suaranya seperti gesekan batu.

Eliya mengangguk perlahan, menusuk sepotong daging buruan ke dekat api.

"Langkah kedua, mencari elemen Tanah. Katanya ada di pegunungan Stonheart."

Ia menatap langit malam yang bertabur bintang. Untuk pertama kalinya dalam dua kehidupan yang telah ia jalani.

Eliya merasa benar-benar hidup. Ia punya tujuan. Punya level. Punya misi yang harus diselesaikan. Senyumnya mengembang, membayangkan pertempuran pertamanya dengan para bandit di desa Elora siang tadi.

"Apakah gadis ini memang sampah? Kurasa bukan. Dia sebenar-benarnya jenius. Hanya saja, tidak tahu bagaimana cara membangkitkan kekuatan di dalam dirinya."

Eliya menggigit potongan daging yang dibakarnya. Hidup bebas, berpetualang, tanpa ikatan apapun. Hidup seperti inilah yang dia inginkan, dari pada harus menjadi sapi perah yang tidak pernah dihargai.

Malam itu, namanya mulai terkenal. Eliya, sang Penyihir Air, penyelamat desa Elora.

1
Agus Tina
Baguus
Aisy Hilyah: terimakasih banyak
total 1 replies
Agus Tina
Tinggal buka kedok siapa itu Sherina, apa alasan dia meracuni Eliya sehingga kekuatan sihirnya tidak muncul saat usia 17 tahun. siapa yg membantu Sherina
..
Aisy Hilyah: hehehe bener
total 2 replies
Swety
💪💪
Aisy Hilyah: terimakasih banyak
total 1 replies
Elin Erliana
imajinasi yg luar biasa
Aisy Hilyah: terimakasih banyak
total 1 replies
Yue Li MZy
Membayangkan betapa ngerj nya di dalam sana,Mana suhu lava dan magma ny panas nya sampai membuat tubuh manusia terbakar dan hangus 😲😲
Aisy Hilyah: Bener banget itu
total 1 replies
Yue Li MZy
keserakahan Seraphina akan menyebabkan kehancuran dirinya,dan lord Ignis menyesal pun ga ada gunanya.ayooo Aurel balaskan dendam mu 🤭🤭
Aisy Hilyah: Bener banget
total 1 replies
Agus Tina
🤍🤍🤍
Dwi Setyaningrum
masak kalah lg sih..kalau kalah tamat dong ya ga thor 😁
Aisy Hilyah: ehehehe betul
total 1 replies
Dwi Setyaningrum
jd deg degan nih..
Aisy Hilyah: 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Dwi Setyaningrum
semangat eliya💪jdlah lbh kuat utk mengalahkan kegelapan
Aisy Hilyah: siap! semangat pasti bisa
total 1 replies
Dwi Setyaningrum
waduh jgn mati dong msk pemeran utama mati Jadi apa nanti dunia kalau dikuasai dg kegelapan🤔
Aisy Hilyah: ehehe tidak tenang saja
total 1 replies
Agus Tina
Eliya, semoga kali berhasil
Aisy Hilyah: pasti berhasil
total 1 replies
Agus Tina
Jangan lama upnya y thor ...
Aisy Hilyah: bismillah insya Allah diusahakan
total 1 replies
Agus Tina
Bagus Eliya bongkar juga kejahatan mereka yg telah membuangmu juga kejahatan Seraphina yg telh meracunimu dulu
Dwi Setyaningrum
elemennya berarti sdh 7 kan ya🤔apa msh kurang 1🤔
Aisy Hilyah: Baru enam belum tujuh
total 1 replies
Dwi Setyaningrum
ikut tegang juga..bayangin betapa panasnya lava dan magma gunung bisa melelehkan apa saja apalg ini hanya kulit manusia bisa jd bubur nih😁
Aisy Hilyah: Bener bener banget
total 1 replies
Dwi Setyaningrum
eliya yg blm punya elemen api ya..🤔
Aisy Hilyah: betul
total 1 replies
Dwi Setyaningrum
kalau wajahnya sdh ada dimana2 kenapa ga nyamar saja sih jdnya ga kehambat utk menuju pencarian mahkota/elemen lainnya🤔
Aisy Hilyah: iya ya. mereka cuma nutupin pake jubah
total 1 replies
Dwi Setyaningrum
waow taktik yg cerdas..kerennn..👏👏
Aisy Hilyah: terimakasih banyak
total 1 replies
Dwi Setyaningrum
hadir thor...
Aisy Hilyah: terimakasih sudah hadir kakak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!