NovelToon NovelToon
Super Dokter: Warisan Ilmu Medis

Super Dokter: Warisan Ilmu Medis

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Anak Genius / Mengubah Takdir
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Berawal dari niat Baik yang berujung pada jatuhnya ia dari lantai dua puluh Gedung Dingfeng.

Jiang Chen, seorang pemuda yang putus asa mencari pekerjaan, secara tidak sengaja mewarisi jutaan pengetahuan rahasia medis dan kekuatan kuno.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

Jiang Chen mengangkat kedua tangannya ke udara untuk menunjukkan bahwa dia tidak membawa senjata.

Tetesan air sabun masih mengalir dari ujung rambutnya dan jatuh membasahi kerah kemejanya yang berantakan.

"Dengarkan aku baik-baik Nona Chu Mengqi, aku bukan pembunuh bayaran, pencuri, atau buronan polisi," ucap Jiang Chen dengan nada pelan.

"Aku adalah suami dari Su Yuhan, direktur utama Grup Su yang memiliki apartemen ini."

Mata Mengqi semakin memicing tajam mendengar pengakuan yang terdengar sangat tidak masuk akal itu.

"Suami direktur utama Grup Su? Kau pikir aku ini anak kecil berumur lima tahun yang bisa kau tipu dengan dongeng?!" balas Mengqi sinis.

"Direktur Grup Su itu terkenal sebagai dewi es yang tidak pernah dekat dengan pria mana pun."

"Dan kau berharap aku percaya wanita sehebat itu menikah dengan gelandangan basah kuyup sepertimu?"

Jiang Chen menghela napas panjang dan menunjuk ke arah ponselnya yang tergeletak di atas meja kaca.

"Kau bisa menelepon agen properti yang menyewakan tempat ini padamu untuk memastikannya sendiri," tawar Jiang Chen tenang.

"Asisten istriku melakukan kesalahan administrasi yang bodoh pagi ini."

"Dia memberikan unit ini padaku tanpa mengecek bahwa kau sudah membayar sewa tahunan di sini."

Mengqi menggigit bibir bawahnya, merasa sedikit ragu setelah melihat ketenangan di wajah pemuda itu.

Namun insting kewaspadaannya sebagai seorang wanita yang tinggal sendirian masih sangat tinggi.

"Jangan mencoba menipuku, aku tidak akan melepaskan pandanganku darimu barang sedetik pun!" ancam Mengqi galak.

Gadis itu perlahan beringsut mendekati meja kaca sambil tetap mengacungkan pengering rambutnya ke arah Jiang Chen.

Dia meraih ponselnya sendiri dari dalam saku piyama dan memencet nomor agen properti yang mengurus sewanya.

Panggilan itu langsung diangkat pada nada dering kedua.

Mengqi segera menyalakan mode pengeras suara agar Jiang Chen juga bisa mendengar percakapan mereka.

"Halo, Agen Lin? Ini Chu Mengqi dari Unit delapan nol empat," sapa Mengqi dengan nada menuntut.

"Halo Nona Chu! Syukurlah Anda menelepon, saya baru saja mendapat instruksi darurat dari kantor pusat Grup Su," jawab suara agen itu dengan nada sangat panik dan penuh penyesalan.

"Apa maksudnya instruksi darurat? Kenapa ada pria gila yang tiba-tiba masuk ke apartemenku menggunakan kata sandi resmi?!" cecar Mengqi tanpa basa-basi.

"Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya atas kelalaian fatal ini, Nona Chu."

"Pria yang ada di hadapan Anda saat ini adalah Tuan Jiang Chen, tamu kehormatan istimewa dari Direktur Su Yuhan."

Mata Chu Mengqi langsung terbelalak lebar seolah kedua bola matanya hampir melompat keluar dari tempatnya.

Dia menatap Jiang Chen yang sedang berdiri santai dengan raut wajah yang seolah berkata 'sudah kubilang juga apa'.

"Tamu kehormatan? Pria gembel yang berbau air hujan ini?!" pekik Mengqi sama sekali tidak percaya.

"Tolong jaga ucapan Anda Nona Chu, Tuan Jiang adalah dokter pribadi tingkat tinggi yang disewa langsung oleh Direktur Su," tegur agen properti itu mencoba menetralisir keadaan.

"Sebagai kompensasi atas ketidaknyamanan ini, Grup Su akan mengembalikan uang sewa Anda secara utuh seratus persen."

"Anda juga tetap diizinkan tinggal di apartemen tersebut secara gratis selama sisa tahun ini."

"Namun untuk sementara waktu, Tuan Jiang Chen terpaksa harus menggunakan kamar tidur utama yang masih kosong di unit Anda."

Penjelasan panjang lebar dari agen properti itu membuat lutut Mengqi terasa lemas seketika.

Dia baru saja mendapat pengembalian uang sewa apartemen mewah senilai puluhan ribu Yuan secara cuma-cuma.

Bagi mahasiswi yang hidup pas-pasan sepertinya, itu adalah durian runtuh yang turun langsung dari langit.

Tapi syaratnya sangat mengerikan, dia harus tinggal satu atap dengan pria mesum yang baru saja mendobrak pintu kamar mandinya.

"Tunggu dulu Agen Lin, aku tidak mungkin tinggal berdua dengan pria asing di tempat ini!" tolak Mengqi panik.

"Mohon pengertiannya Nona Chu, ini hanya untuk sementara waktu sampai kami menemukan unit mewah lainnya minggu depan."

"Jika Anda menolak, kami terpaksa harus memindahkan Anda hari ini juga dan membatalkan kompensasi pengembalian dana tersebut."

Ancaman pembatalan uang gratis itu langsung menghantam kelemahan terbesar Chu Mengqi.

Gadis itu terdiam cukup lama, membiarkan otaknya yang cerdas menghitung untung rugi dari tawaran tersebut.

"Halo Nona Chu? Apakah Anda masih di sana?" tanya agen itu memastikan.

"Baiklah, aku mengerti," jawab Mengqi akhirnya dengan suara parau yang terdengar sangat terpaksa.

Tut.

Mengqi mematikan sambungan telepon itu dan melempar ponselnya ke atas sofa dengan perasaan campur aduk.

Ruang tamu itu kembali menjadi sangat sunyi, hanya menyisakan suara tetesan air dari kemeja basah Jiang Chen.

"Nah, sekarang kau sudah percaya kan kalau aku bukan penjahat kelamin yang mengincarmu?" ucap Jiang Chen memecah keheningan.

"Aku adalah dokter jenius yang disewa miliarder, jadi kau bisa bernapas lega sekarang."

Chu Mengqi langsung menoleh dan menatap Jiang Chen dengan tatapan membunuh yang jauh lebih tajam dari sebelumnya.

"Kau pikir aku akan percaya begitu saja kalau kau ini seorang dokter?" desis Mengqi penuh selidik.

"Dokter mana yang mendobrak pintu kamar mandi saat ada wanita di dalamnya dan bukannya langsung menutup mata?!"

Jiang Chen mengusap wajahnya yang basah dengan telapak tangan, merasa lelah karena harus terus membela diri.

"Sudah kubilang aku mengira kau pembunuh bayaran yang menyusup ke tempatku," bela Jiang Chen keras kepala.

"Dan soal mataku yang tidak tertutup, itu karena refleks alamiku sebagai seorang dokter sejati."

"Saat aku melihat tubuh manusia, mataku secara otomatis memindai masalah kesehatannya, bukan mencari kepuasan nafsu."

Mengqi mendengus sangat keras mendengar alasan yang terdengar seperti bualan penjual obat pinggir jalan itu.

"Pembohong! Kau pasti hanya menggunakan alasan medis untuk menutupi sifat mesummu!" tuduh gadis itu tanpa ampun.

"Kalau kau benar-benar dokter jenius yang hanya melihatku sebagai pasien, coba buktikan omonganmu sekarang juga!"

Jiang Chen memutar bola matanya dan menyilangkan kedua lengannya di depan dada.

Energi hangat kembali mengalir perlahan ke kedua bola matanya tanpa disadari oleh Mengqi.

Tatapan Jiang Chen menembus piyama kebesaran gadis itu, menyusuri jalur meridian dari atas kepalanya hingga ke ujung kakinya.

"Baiklah Nona Barbar, mari kita mulai diagnosis gratis yang membuat mataku refleks melihat tadi," ucap Jiang Chen dengan senyum miring.

"Pertama, kau memiliki siklus datang bulan yang sangat berantakan dan menyakitkan sejak tiga tahun terakhir."

"Itu terjadi karena kau terlalu sering meminum es saat perutmu kosong di pagi hari, membuat meridian perutmu membeku ringan."

Tubuh Chu Mengqi langsung menegang mendengar rahasia pribadinya dibongkar begitu saja dengan sangat akurat.

"Itu, itu hanya kebetulan! Banyak wanita seumuranku yang punya masalah seperti itu!" kilah Mengqi mencoba menyembunyikan kepanikannya.

1
Abady Ehm
cerita sampah juga nih,.....
ARay
ini cowok mulutnya lemez banget, pake rok aja sekalian
syarif ibrahim
orang lugu cuman ada di komik dan novel saja🤭😄tidak ada di dunia ini🤭😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!