NovelToon NovelToon
Menjadi Ibu Tiri Anak Jendral Perang

Menjadi Ibu Tiri Anak Jendral Perang

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Ibu Tiri / Ruang Ajaib
Popularitas:27.4k
Nilai: 5
Nama Author: hofi03

Seorang wanita cerdas dengan sejuta keahlian, yang tidak pernah takut dengan apapun, bahkan dengan kematian sekalipun. Bagaimana jadinya saat jiwa nya tiba-tiba terbangun di tubuh Aleta Volis, seorang wanita bangsawan dengan reputasi paling busuk di seluruh kekaisaran.

Marquez Liam Volis, seorang Jendral Perang sekaligus penguasa wilayah Volis yang terkenal dingin, kejam di medan pertempuran, dan memiliki prinsip hidup yang keras. Bagi Liam, hidup hanyalah soal tugas, pedang, dan darah, dia tidak punya waktu ataupun ruang di hatinya untuk urusan cinta.

"Kau berubah, apa yang sebenarnya sedang kamu rencanakan?" tanya Liam, dingin.

"Oh ayolah suami ku, apa pantas pernyataan itu kamu tunjukkan pada istri mu ini," jawab Aleta, tersenyum miring, merapikan kerah pakaian Liam.

Mampukah Liam mempertahankan prinsipnya, atau justru dia bertekuk lutut dan menyerahkan seluruh hidupnya pada wanita yang tadinya paling dia benci?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hofi03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

INGATAN MASA LALU

"Lagi pula, kalau dia berani macam-macam, aku punya cara sendiri untuk membuat mulut pedasnya itu bungkam selamanya," ucap Aleta tersenyum miring.

Liam menatap istrinya lekat-lekat, terdiam sejenak.

Di balik sikap santai dan senyuman menawannya itu, Liam tahu betul seberapa berbahaya wanita di hadapannya ini.

Insiden di kamar raja Salova beberapa malam lalu adalah bukti nyata bahwa Aleta bukanlah wanita sembarangan yang bisa diinjak-injak begitu saja.

"Terserah padamu," gerutu Liam akhirnya, memutar bola matanya malas meski ada rasa lega di dalam dadanya karena dia tahu istrinya tidak akan mudah dikalahkan.

"Tapi kalau sampai dia membuatmu menangis..."

"Menangis?" potong Aleta cepat, tertawa renyah.

"Yang ada justru dia dan seluruh teman sosialitanya yang akan menangis darah di hadapanku."

Liam menggelengkan kepalanya pelan, tidak bisa menahan senyuman tipis yang terukir di sudut bibirnya.

Pria itu kemudian membuka laci meja kerja nya, mengeluarkan sebuah kantong kecil berisi koin emas murni dan meletakkannya di atas meja tepat di depan Aleta.

"Buat apa ini?" tanya Aleta bingung, melirik kantong koin tersebut.

"Beli gaun baru atau perhiasan kalau kamu mau," jawab Liam singkat, kembali memalingkan wajahnya ke arah dokumen seolah salah tingkah.

"Jangan sampai istri seorang Jendral perang datang ke pesta bangsawan dengan penampilan biasa saja dan membuat mereka bergosip," lanjut Liam, menatap Aleta.

Aleta tersenyum lebar, meraih kantong koin emas itu dengan mata berbinar-binar senang.

"Wah, tumben sekali Jendral miskin ini mau mengeluarkan modal untuk istrinya," puji Aleta dengan nada mengejek yang sengaja dilebih-lebihkan.

"Sudah sana pergi, jangan mengganggu waktu kerjaku," usir Liam cepat, meski telinganya terlihat sedikit memerah karena malu.

Aleta tertawa puas, bangkit dari kursinya sambil membawa mangkuk stroberinya.

"Baiklah, Jendral, terimakasih, aku akan pastikan untuk memamerkan gaun paling mahal di pesta itu nanti!" seru Aleta riang, lalu melenggang pergi meninggalkan ruang kerja Liam dengan langkah ringan.

Liam memandangi punggung istrinya yang hilang di balik pintu, menggelengkan kepala perlahan sambil tersenyum tipis.

"Wanita itu benar-benar... ah, sudahlah," gumam Liam pelan.

Liam menyenderkan kepalanya di kursi kerja nya, pikiran nya menerawang pada kejadian lima tahun yang lalu.

"Sebentar lagi, sebentar lagi akan aku hancurkan kalian semua," desis Liam, mengepal kan tangan nya kuat.

Tragedi Lima tahun yang lalu, yang menghancurkan hidup nya, dan membuat sosok Liam menjadi pria yang begitu dingin dan tak tersentuh, pengkhianatan yang dilakukan oleh orang terdekat nya, membuat Liam kehilangan segalanya dalam sekejap.

"Hah...."

Liam menghela nafas nya panjang, memijit pelipisnya yang tiba-tiba berdenyut, dia membuka laci meja kerja nya, mengambil selembar kertas yang selama ini dia simpan rapat-rapat, tidak ada yang tahu pria dingin itu memiliki masa lalu yang kelam, kecuali Seno, orang kepercayaan nya, yang sudah berada disisi nya sejak Liam masih remaja.

Ceklekk

Seno melangkah masuk kembali ke ruang kerja Liam begitu melihat Aleta berjalan keluar tadi, dia membawa setumpuk laporan baru yang langsung diletakkan di atas meja.

"Ada apa lagi, Seno?" tanya Liam, kembali memasang wajah dingin dan datarnya, menutup laci meja nya dengan rapat.

Seno melirik sekilas ke arah mangkuk stroberi yang masih menyisakan sedikit buah segar di meja, sudut bibir Seno sempat terangkat tipis, tapi langsung disembunyikannya begitu melihat tatapan tajam sang Jendral.

"Ah, tidak ada yang penting, Jendral, hanya saja, tadi saya berpapasan dengan Nyonya di teras, dan wajah Nyonya terlihat berseri-seri, apa ada sesuatu yang terjadi?" tanya Seno dengan nada hati-hati.

Liam mendengus pelan, lalu menyandarkan punggungnya ke kursi kerja.

"Istriku itu baru saja menerima undangan jamuan teh dari Lady Serra, padahal aku sudah menyuruhnya untuk tidak datang ke sarang para ular itu," keluh Liam, meski nada bicaranya terdengar lebih mirip seorang suami yang sedang mengomel karena khawatir.

Seno tersenyum tipis mendengar penuturan atasannya.

"Kalau soal itu, sepertinya Jendral tidak perlu terlalu cemas, dari apa yang terjadi di istana kemarin dan di akademi, justru Marquez Aleta yang akan membuat pihak keluarga Duke Daniel kewalahan," ucap Seno, tersenyum kecil.

Liam mengetuk-ngetukkan jarinya di atas meja kerja nya, manik matanya menatap lurus ke depan, menerawang jauh.

"Bukannya aku takut Aleta kalah, Seno, aku hanya khawatir para bangsawan busuk itu menggunakan cara-cara kotor, keluarga Duke Daniel terkenal punya banyak koneksi gelap diluar kerajaan," ucap Liam serius.

"Kalau sampai hal itu terjadi, Anda tinggal mengerahkan pasukan khusus kita untuk meratakan kediaman Duke Daniel dalam waktu setengah jam, Jendral," jawab Seno santai, namun terdengar sangat mematikan.

"Ide bagus, tapi untuk saat ini biarkan Aleta bersenang-senang dulu dengan permainan kecilnya, wanita itu sepertinya sedang menikmati hobi baru nya," ucap Liam, tersenyum kecil.

Sementara itu, di kamar pribadinya, Aleta sedang berdiri di depan cermin besar sambil meletakkan kantong koin emas pemberian Liam di atas meja rias.

Wanita berambut panjang itu tersenyum lebar sambil membongkar isi kantong tersebut, menghitung beberapa keping koin emas berkilau yang jumlahnya ternyata lebih dari cukup untuk memborong seluruh gaun terbaik di butik langganan para bangsawan ibu kota.

"Wah, rupanya Jendral dingin itu tidak pelit juga kalau sama istrinya," gumam Aleta puas, memasukkan kembali koin-koin itu ke dalam kantong kecil.

Pintu kamarnya diketuk pelan, lalu kepala pelayan wanita yang tadi datang ke kebun menyembulkan kepalanya dengan senyuman ramah.

"Nyonya, utusan dari kediaman Duke Daniel sudah pulang, surat balasannya sudah saya kirimkan sesuai perintah Anda," lapor pelayan itu sopan.

"Bagus sekali, dan tolong siapkan kereta kuda besok pagi, aku mau pergi ke butik pusat kota untuk memesan gaun baru yang paling mencolok dan mahal," perintah Aleta dengan mata berbinar penuh antusias.

Pelayan paruh baya itu tampak terkejut sesaat, lalu tersenyum kecil.

"Baik, Nyonya, akan saya siapkan kereta terbaik kita. Apa perlu saya panggilkan pengawal untuk menemani Anda berbelanja?" tanya Pelayan itu hati-hati.

"Tidak usah, sendirian saja lebih santai, lagipula besok Julian libur, aku akan pergi berdua dengan nya, jawab Aleta melambaikan tangannya ringan.

"Baiklah, Nyonya, saya permisi dulu ke dapur untuk menyiapkan camilan siang Anda," ucap pelayan itu sopan.

Setelah pelayan itu keluar dan menutup pintu, Aleta merebahkan tubuhnya, menatap langit-langit kamar dengan senyuman misterius tersungging di bibirnya.

Bagi Aleta, pesta teh yang disiapkan oleh Lady Serra bukanlah sebuah ancaman, melainkan sebuah panggung hiburan gratis di akhir pekan.

"Mari kita lihat seberapa pintar tikus kecil itu merancang jebakan untuk kucing," ucap Aleta pelan.

1
Dewi Habibah
lanjut
Mommy Ayu
good job Aleta.... memang balasan yang mantab tuh buat serra.
Tiara Bella
Aleta dilawan ya km kalah lah lady sera....
Septi Wijaya
Aleta tiada lawan donggg😍
IG : hofi03_skrniii: rawww🫦
total 1 replies
miss blue 💙💙💙
jadi makin penasaran sama liam 🤔🤔🤔😅😅😅
IG : hofi03_skrniii: ikuti terus cerita mereka biar gak ketinggalan 😚
total 1 replies
Maria Lina
makasih ya thor ud up pagi"ya thor🙏🙏🥰🥰
Septi Wijaya
ish ish jenderal liam ini... katanya kismin kok punya banyak koin emas.... bohhong yaaaa😬
IG : hofi03_skrniii: mulai-mulai😆
total 1 replies
Tiara Bella
kena menta pastinya si lady serra....
Anbu Hasna
Garel atau Geral?
Septi Wijaya
yg ada serra justru akan makin dipermalukan di acara sendiri 🤣🤣
miss blue 💙💙💙
ngomongin jiwa modern, apa gak bikin liam makin penasaran 🤣🤣🤣🤣
miss blue 💙💙💙
julian itu anak kandung liam apa bukan kak? gak pernah ada cerita sebelumnya, bahkan ibu kandung julian juga. apa aq yg gak merhatiin cerita sebelumnya ya?? 🤔🤔🤔
miss blue 💙💙💙: sipp kak 👍👍👍
total 2 replies
miss blue 💙💙💙
kok aq curiga liam itu kaisar atau putra mahkota kekaisaran, mungkin dia di angkat anak oleh marques volis sebelumnya 🤔🤔🤔🤔
kaylla salsabella
jiwa modern🤔🤔🤔🤔 pasti Liam mikir🤣🤭🤭
kaylla salsabella
sombong itu wajib🤣🤣🤭🤭🤭
kaylla salsabella
la itu tahu kamu garel
Maria Lina
makasih ya thor ud up double"nya🙏🙏😍😍☕️☕️
IG : hofi03_skrniii: kembali kasih sayangggg🤍
total 1 replies
kaylla salsabella
kenapa jadi gariel mondar-mandir🤣🤣
kaylla salsabella
😍😍😍😍😍😍😍
kaylla salsabella
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!