NovelToon NovelToon
Sistem Kasino Realitas

Sistem Kasino Realitas

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: ViNZ idk

Jarinya dipotong. Adiknya mati. Tabungannya dirampas.

Dibuang seperti bangkai oleh bos kasino tempatnya mengabdi selama lima tahun, mantan bandar bernama Sora membangkitkan satu-satunya senjata yang tersisa yakni sistem yang memanipulasi probabilitas kenyataan.

Pisau yang harusnya menancap di dada? 0,01% peluang kena. Brankas yang harusnya terkunci rapat? 99,99% terbuka. Sekarang, meja taruhan sudah terbalik. Dan rumah kasino yang selalu menang akan ia beli sendiri.


Peringatan Konten: Cerita ini mengandung kekerasan fisik ekstrem, adegan penyiksaan berdarah, tema kriminalitas (judi, pemerasan, pencucian uang), trauma psikologis gelap, serta bahasa kasar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ViNZ idk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34

Desau putaran piringan kayu mahoni berpadu dengan denging frekuensi tinggi yang tak terdengar oleh telinga manusia biasa. Di bawah karpet beludru tempat Jerry berdiri tegak, tumit sepatu pantofel kulit buaya sang pemilik kasino mulai bergeser ke sudut kiri, mencari tonjolan sakelar pedal tersembunyi yang tertanam rapi di bawah papan lantai kayu.

Pedal house edge.

Sebuah pemicu darurat mekanis yang terhubung langsung ke elektromagnet berkekuatan tinggi di dasar mangkuk rolet, dirancang khusus oleh sindikat ruko untuk menarik bola gading jatuh tepat ke angka nol hijau kapan pun ada pemain luar yang memasang taruhan yang dapat membahayakan keselamatan likuiditas kasino.

Jerry menekan tumitnya ke lantai dengan senyum yang kian melebar di balik pipa cangklong gadingnya. Di matanya, permainan telah usai. Uang satu koma tujuh lima miliar rupiah milik pemuda bertopi pet itu akan kembali ke kas rumah kasino dalam hitungan detik.

Namun di seberang meja karpet hijau, telunjuk tangan kiri Sora yang buntung mengetuk bibir kayu mahoni sebanyak tiga kali berturut-turut dengan jeda teratur.

Tik-tik-tik.

Dua blok dari ruko, di dalam kabin mobil van sewaan yang terparkir di gang sempit pelabuhan, jemari Maya menari cepat di atas keyboard laptop retaknya. Program injeksi sinyal yang telah ia susun melepaskan gelombang gangguan berdaya tinggi yang memutus aliran listrik jalur darurat lantai dua selama tepat nol koma lima detik.

Lampu sorot halogen di atas meja rolet berkedip sekali. Hanya kedipan mikro yang nyaris tak disadari oleh para pejudi kaya yang sedang terpaku menahan napas menatap roda rolet. Namun bagi rangkaian kabel rahasia di bawah lantai, kedipan itu cukup untuk mereset kapasitor pedal magnetik Jerry menjadi mati total.

Pada detik yang sama, di warung kopi seberang jalan, Gani menekan sakelar mini di radionya. Modul yang terpasang di kolong meja nomor tiga seketika membalikkan polaritas elektromagnetik stator.

Medan magnetik yang semula hendak menarik bola gading ke angka nol hijau mendadak berbalik arah, memancarkan daya tolak yang membelokkan lintasan bola gading tepat saat momentum putarannya menyentuh cincin sekat kuningan.

Klak-klak-klak-duk.

Bola gading terlempar dari lingkar luar, memantul di atas sekat kuningan angka dua hitam, lalu terhisap mulus masuk ke dalam kantong nomor 17 Hitam.

“Tujuh belas Hitam! Ganjil, Rendah!” seru salah seorang pengusaha kayu di baris depan yang hafal tata letak angka, suaranya membelah keheningan lantai dua bagai petir menyambar.

Jerry membeku di tempatnya berdiri. Senyum berminyak di wajahnya lenyap seketika, berganti rona kelabu pucat yang mengerikan. Pipa cangklong gading terlepas dari sela bibirnya, jatuh membentur karpet beludru marun dan menumpahkan abu kretek panas yang menyala ke ujung sepatu buayanya.

“Gak… gak mungkin…” bisik Jerry, suaranya serak dan gemetar hebat. Matanya memandang lekat bola gading yang bergeming di kantong nomor tujuh belas.

Kemenangan taruhan angka tunggal satu koma tujuh lima miliar rupiah dengan rasio pembayaran tiga puluh lima kali lipat adalah angka yang melampaui batas kewarasan pembukuan ruko Tiga Naga. Namun Sora tidak berhenti di sana. Ia tidak memberi Jerry ruang untuk berpikir jernih atau menyusun alibi.

Tanpa memberi jeda bernapas bagi Jerry atau memanggil pengawalnya, Sora meraup sebagian kecil tumpukan cip kemenangannya dan menyebarkannya ke beberapa sektor meja lain dalam tempo yang sangat cepat. Delapan putaran berikutnya menjadi mimpi buruk bagi sang pemilik rumah kasino.

Di putaran keenam, Sora memasang taruhan sudut di angka 10 Hitam. Bola mendarat tepat di kantong nomor sepuluh setelah memantul dua kali di atas sekat kuningan.

Di putaran ketujuh, giliran angka 26 Hitam yang terkunci oleh dorongan pulsa magnetik Gani. Para pemain VIP lain yang melihat rentetan itu mulai bersorak liar, melemparkan cip mereka sendiri ke atas angka-angka genap hitam untuk menumpang taruhan sang tangan panas.

Di putaran kedelapan, dorongan pulsa magnetik Gani yang dipadukan dengan ritme pembacaan meja oleh Sora kembali menyapu bersih pembayaran kasino tanpa ampun.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!