Zora pulang ke kampung halaman Setelah sekian lama tinggal di kota, kepulangan dia kali ini tentu untuk merawat orang tua yang sudah begitu lanjut usia dan hanya Dia anak yang dimiliki oleh keluarga tersebut.
Rumah yang begitu besar dan terkesan begitu menyeramkan sekali bila hanya dilihat dari luar, tapi ternyata bukan hanya di luar dan di dalam telah menyimpan misteri yang begitu mengerikan sekali, bahkan Zora sama sekali tidak menyangka bahwa itu semua bersangkutan dengan dirinya.
Apa yang terjadi dengan rumah itu?
Apa kah Zora bisa bertahan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 05. Tante Rika
''Hahhhhhh!''
Zora menarik nafas panjang dengan sangat lega ketika sosok itu menghilang begitu saja dari pandangan mata, meski saat ini Zora juga merasakan sakit tidak terhingga pada bagian leher karena tadi sempat kena cekik namun tetap saja dia merasa lega karena wanita berkerudung hitam itu sudah tidak ada lagi di depan mata dia sekarang.
Terlihat Bu Susi juga menyaksikan itu semua dengan pandangan mata melotot sehingga membuat seseorang semakin yakin bahwa Bu Susi juga menyadari tentang wanita berkerudung hitam ini, sebab pandangan mata orang tua itu selalu saja mengarah kepada Zora sejak tadi sehingga mustahil bila dia tidak menyaksikan apa yang telah sang anak alami ketika baru masuk ke dalam kamar.
Zora rasanya ingin sekali bertanya kepada Bu Susi apa sebenarnya yang telah terjadi dan apa yang bersemayam di dalam rumah ini, sebab sejak dulu hingga sampai saat ini wanita berkerudung hitam itu selalu saja mendatangi Zora dengan niat yang sangat jahat sehingga membuat wanita ini tidak sanggup bertahan.
Ini rasa penasaran dia semakin membara saja di dalam hati, dengan langkah yang terasa gamang maka Zora mendatangi Ibu Susi yang terbaring di atas ranjang itu karena dia ingin sekali memastikan apakah Bu Susi memang tidak mau pergi dari rumah ini.
''Ibu melihat sendiri tentang wanita itu kan?'' Zora langsung bertanya kepada Bu Susi.
''Eeeggghh!''
''Jawab, Bu! Ibu sebenarnya sudah lama juga tahu tentang wanita itu namun masih berusaha menutupi dari aku.'' Zora menjadi lepas kendali.
''Non, Kenapa membentak Ibu seperti itu?'' Mbak Paini datang dan dia mendengar suara yang marah.
''Kau juga, Kau pasti tahu tentang setan yang ada di dalam rumah ini namun kalian semua bersekongkol untuk menutupi dari aku!'' Zora menatap pembantu itu.
''Eeeeghh.'' Bu Susi berusaha keras untuk menggapai tangan sang anak.
''Siapa wanita berkerudung hitam yang selalu saja ingin membuat aku mati di dalam rumah ini?'' Zora menatap Bu Susi dan pembantu itu secara bergantian.
''Wanita berkerudung hitam apa yang sedang Non Zora ini bicarakan?'' Mbak Paini terlihat tambah bingung.
''Ibu! katakan sekarang siapa wanita itu!'' Zora tambah marah saja.
''Jangan melewati batas seperti itu, Apa kau tidak bisa melihat sendiri bahwa Susi sedang sakit dan tidak bisa berbicara?'' tante Rika datang dengan wajah yang sangat kesal.
Zora menatap wanita yang baru datang itu dan selama ini memang Zora tinggal bersama dengan Rika, untuk menghindari segala penampakan yang ada di rumah ini maka Zora tinggal di kota bersama dengan wanita tersebut sehingga dia memang cukup dekat dengan Tante Rika.
Tante Rika sendiri sebenarnya meski Dia adalah wanita yang sangat maju di era yang modern ini, tapi dia menyimpan berbagai macam misteri yang menurut Zora itu adalah tradisi dari zaman kuno dan Kenapa juga wanita semua modern ini namun masih tetap saja bergelut pada dunia masa lalu.
''Buatkan Susu makanan sekarang juga biar aku yang menyuapi dia.'' Rika memberi perintah kepada pembantu.
''Baik, Nyonya!'' Paini segera menuju dapur untuk membuat bubur.
''Ini sudah bukan penyakit biasa lagi dan aku tidak ingin mengurus sakit yang tidak kita ketahui secara pasti.'' Zora menatap Tante Rika.
''Dengan kata lain kau tidak ingin mengurus ibu sendiri.'' Tante Rika berkata sembari tersenyum.
''Tidak seperti itu maksudku, tante! bila kita pergi membawa ibu ke rumah sakit dan memeriksa keadaannya maka kita bisa tahu secara pasti ini penyakit apa.'' Zora berusaha untuk menjelaskan.
''Sakit ibu itu aneh karena meski sudah meminum obat namun dia tetap tidak bisa tidur.'' Devano muncul dan ikut berbicara.
Mendengar ucapan sang suami tentu saja Zora menjadi kaget karena dia sama sekali tidak tahu bahwa Bu Susi tidak pernah terlelap sama sekali, meski dia sudah memakan pil dengan jumlah yang begitu banyak namun tetap saja mata Bu Susi tidak bisa terpejam untuk tertidur.
''Maksud Abang apa?'' Zora bertanya kepada Devano.
''Ya masa pagi begini sudah mau tidur sih, No!'' Tante Rika langsung menjawab ucapan Devano.
''Ibu itu tidak pernah tidur meski malam hari, aku tadi malam berjaga dan baru menyadari bahwa dia tidak pernah terpejam walau hanya sedetik saja.'' Devano berkata dengan lantang.
''Kamu bersama dengan ibu tadi malam?'' Zora memang tidak sadar dengan hal itu.
''Aku melihat wanita berkerudung hitam dari luar sana dan setelah aku masuk ke dalam kamar ini maka baru menyadari bahwa Ibu tidak pernah memejamkan mata.'' jelas Devano.
''Yaaaah Tante rasa kau juga mulai bermimpi tentang perasaan itu.'' Tante Rika berkata sambil tersenyum.
''Bukan mimpi, Tante! Ibu memang tidak tertidur dan kita membutuhkan Ustadz atau seorang dukun untuk mengobati dia.'' Devano mengeluarkan pendapat dirinya.
''Dukun?!'' Zora langsung merasa tidak suka mendengar kata dukun.
''Lancang!'' Tante Rika bangkit berdiri dan menatap Devano dengan kemarahan yang begitu besar.
Devano tertegun tidak percaya melihat kedua orang itu memiliki reaksi yang hampir sama ketika dia mengucapkan kata Ustaz dan juga dukun, tampak jelas bahwa mereka tidak akan pernah setuju dengan ide tersebut sehingga membuat Devano akan kesulitan untuk terus mencari dukun yang ada di sekitar Desa tempat mereka berada.
''Zora, ajarkan kepada suamimu bahwa tidur sekamar dengan mertua itu tidak baik!'' Tante Rika menatap dengan emosi yang sangat tinggi.
''Aku hanya ingin menjaga saja dan terbukti bahwa memang Ibu tidak bisa tidur meski semalam full.'' Devano tetap kekeh.
''Abang, kita bicara di luar saja tentang masalah ini.'' Zora segera mengajak sang Suami pergi.
''Eeghhhh!'' Mama Susi mengulurkan tangan seolah dia ingin mencegah mereka berdua pergi dari dalam kamar.
Namun Zora sama sekali tidak peduli dengan hal itu sehingga dia tetap saja keluar dengan perasaan yang campur aduk tidak karuan karena merasa bingung serta takut juga, Entah kenapa memang dia tidak pernah bisa betah untuk tinggal di rumah ini.
''Sayang, Demi Tuhan aku tidak berniat buruk dan hanya ingin menemani Ibu saja tadi malam.'' Devano langsung menjelaskan kepada sang istri.
''Aku tau.'' Zora mengangguk dan membuyarkan rambut di atas kepala.
''Ibu bukan sakit biasa dan rumah ini memang menyimpan misteri yang harus kita pecahkan.'' Devano kembali membuka suara.
''Bukan kita pecahkan, tapi kita harus meninggalkan rumah ini bersama dengan ibu juga!'' tegas Zora.
Devano yang Mendengar hal itu hanya bisa menarik nafas panjang karena menurut dia mesti meninggalkan rumah ini dan mencari obat lain maka itu tidak akan berguna sama sekali, sebab arwah wanita berkerudung hitam itu pasti akan selalu datang untuk menghantui mereka.
Selamat siang, jangan lupa like dan komentar nya ya.