NovelToon NovelToon
Wanita Yang Kau Siakan

Wanita Yang Kau Siakan

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Hasna_Ramarta

Demi menepati janji masa lalu, Mahira memilih hidup sederhana dan menjadi istri yang berbakti bagi Ziko, seorang pengusaha sukses di Bandung.

Namun, ketulusan Hira justru dibalas dengan dinginnya sikap Ziko dan hinaan bertubi-tubi dari ibu mertuanya.

Hira kerap dianggap wanita tak berpendidikan yang hanya menjadi beban keluarga. Padahal, di balik layar, koneksi rahasia Hiralah yang membuat bisnis Ziko terus meroket.

​Penderitaan Hira mencapai puncaknya ketika sebuah kesalahpahaman sengaja diciptakan untuk menjebaknya. Saat Ziko terang-terangan melukai harga dirinya demi wanita lain, kesabaran Hira akhirnya habis. Ia memutuskan melangkah pergi dan menyetujui perceraian tanpa meminta harta sepeser pun.

​Kepergian Hira menjadi awal kehancuran dunia Ziko. Rumah yang tadinya hangat berubah menjadi asing, dan rahasia besar di balik sukses bisnisnya perlahan terbongkar. Di sisi lain, Hira bangkit menunjukkan identitas aslinya sebagai wanita berkelas dan berpengaruh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hasna_Ramarta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5 Kemenangan Palsu

   ​Sorak-sorai kepuasan masih membahana di ruang rapat lantai teratas gedung pencakar langit milik perusahaannya. Ziko berdiri di ujung meja konferensi kayu mahoni, menyilangkan kedua lengan di dada dengan dagu terangkat penuh keangkuhan.

   Di hadapannya, para jajaran direksi senior dan perwakilan investor asing bertepuk tangan meriah. Kontrak investasi bernilai seratus miliar rupiah baru saja ditandatangani, menandai titik balik terbesar dalam sejarah karier bisnisnya.

   ​"Luar biasa, Pak Ziko! Strategi pemetaan risiko dan efisiensi anggaran yang Anda sajikan di lembar analisis tadi benar-benar mahakarya bisnis," puji Mr. Henderson, perwakilan investor utama, seraya menjabat tangan Ziko erat-erat. "Jarang sekali saya melihat perhitungan risiko yang begitu presisi dan visioner dalam waktu sesingkat ini."

   ​Ziko tersenyum lebar, membusungkan dadanya dengan binar mata kepuasan yang membuncah. Rasa panik dan ketakutan yang semalam meremukkan jiwanya kini menguap tanpa bekas, berganti menjadi euforia kebanggaan diri yang melambung tinggi.

   ​"Terima kasih, Mr. Henderson," sahut Ziko dengan nada percaya diri yang dibuat-buat anggun. "Sebagai pimpinan, sudah menjadi kewajiban saya untuk selalu berpikir sepuluh langkah di depan. Saat tim saya menemui jalan buntu, sayalah yang harus turun tangan menyusun seluruh formula ini hingga larut malam. Pengalaman dan intuisi bisnis saya yang mengarahkan setiap angka di kertas itu."

​Ziko tertawa kecil, menerima begitu saja seluruh decak kagum dan pujian yang mengalir deras ke arahnya. Ia secara penuh mengklaim bahwa tiga lembar kertas bergaris bertinta hitam itu adalah buah dari kepintaran jeniusnya sendiri.

Pikiran Ziko sama sekali tidak sudi melirik ingatan malam tadi, tentang bagaimana ia tertidur lelap akibat keputusasaan, dan tentang siapa sosok sebenarnya yang memegang pena di atas meja kerjanya. Baginya, Mahira hanyalah wanita kampung yang bahkan tidak paham cara membaca laporan keuangan sederhana, apalagi meracik strategi investasi internasional.

​Pukul tujuh malam, Ziko pulang ke rumahnya dengan langkah gagah. Pintu jati dihempas pelan, menampilkan sosoknya yang tampak seperti pahlawan kemenangan.

Bau harum masakan mewah semerbak memenuhi ruang tengah. Bu Rani sudah menunggu di sofa dengan gaun terbaiknya, menyambut putra kebanggaannya dengan pelukan hangat dan wajah penuh senyum yang merekah lebar.

​"Anak Ibu yang hebat! Pahlawan keluarga," seru Bu Rani penuh kebanggaan seraya menepuk-nepuk bahu Ziko. "Ibu sudah dengar semuanya dari telepon tadi siang. Seratus miliar, Ziko. Ibu bangga sekali punya anak secerdas dan sejago kamu dalam berbisnis!"

​"Tentu saja, Bu," kekeh Ziko seraya melepas jas mewahnya. Ia berjalan menuju meja makan yang sudah tertata rapi. "Dunia bisnis itu butuh taktik dan insting tajam. Kalau bukan karena Ziko yang memeras otak semalaman menyusun strategi ajaib itu, perusahaan Ziko pasti sudah hancur hari ini."

​Dari arah dapur, Mahira melangkah pelan membawa mangkuk sup panas. Pakaian sederhananya masih sama seperti tadi siang, bersih namun bersahaja. Langkah kakinya tanpa suara, namun tatapan matanya tetap tenang dan dingin. Ia meletakkan mangkuk itu di tengah meja makan tanpa menyela percakapan ibu dan anak tersebut.

​Ziko melirik Mahira sekilas. Pandangannya tetap penuh superioritas yang mengakar kuat.

​"Hira, kamu dengar tidak?" ujar Ziko dengan nada menggurui yang kental. Ia mendudukkan dirinya di kursi utama meja makan, memandang Mahira dari atas ke bawah. "Hari ini Mas berhasil menyelamatkan perusahaan dan mendapat investasi seratus miliar rupiah. Itu semua karena kerja keras dan insting bisnis Mas yang jauh di atas rata-rata orang biasa."

​Mahira berdiri mematung di samping meja. Jemarinya terlipat rapi di depan tubuhnya. "Selamat untuk keberhasilan Mas Ziko," ucap Mahira pelan, suaranya datar tanpa ada sedikit pun riak kejutan atau kekaguman.

​Bu Rani mendengus keras mendengar respon Mahira yang dinilainya terlampau dingin. "Cuma 'selamat? Dasar wanita tidak tahu berekspresi. Suamimu ini baru saja melakukan hal spektakuler, Hira! Harusnya kamu sujud syukur punya suami sehebat Ziko. Coba kalau Ziko tidak pintar, mau makan apa kamu di rumah ini?"

​Ziko tersenyum sinis, mengibaskan tangannya seolah menenangkan ibunya, padahal ia sangat menikmati penghinaan tersebut.

​"Sudahlah, Bu. Hira kan memang tidak paham dunia bisnis tingkat tinggi," kata Ziko seraya menuangkan air ke gelasnya. "Dia mana mengerti seberapa rumitnya rumusan risiko yang Ziko buat semalam di kertas bergaris itu. Istilah-istilah finansial di dalamnya saja pasti membuat kepalanya pusing. Beda kelas."

​Mahira menatap suaminya lurus-lurus. Di dalam dadanya, ada rasa miris yang bercampur dengan keheranan yang mendalam. Dibuat semalam? Mas Ziko benar-benar percaya bahwa keajaiban itu datang dari pikirannya sendiri? Atau ego tingginya yang menolak mengakui bahwa kebenaran ada di depan matanya?

​"Mas Ziko yakin... tulisan tangan di tiga lembar kertas bergaris itu milik Mas sendiri?" tanya Mahira tiba-tiba. Pertanyaan itu meluncur dengan tenang, namun mengandung tekanan misterius yang membekukan udara di ruang makan sejenak.

​Ziko tertegun. Dahinya berkerut rapat, ada sedikit desiran asing yang menyenggol kesadarannya. Namun dengan cepat, rasa gengsi dan kesombongan membakar desiran itu hingga hangus. Ziko menggebrak meja makan dengan pelan namun tegas.

​"Maksudmu apa bertanya begitu, Hira?" tegur Ziko dengan nada tersinggung. "Kamu mau meragukan kerja keras suamimu sendiri? Tentu saja itu konsep dan ide dari otakku. Siapa lagi kalau bukan aku? Kamu mau bilang itu buatanmu, begitu? Ha! Jangan bermimpi!"

​Bu Rani tertawa melengking mendengarkan ucapan putranya, mengejek Mahira tanpa ampun. "Astaga, Ziko. Lihat istrimu ini, makin hari makin berhalusinasi. Mungkin dia iri karena tidak punya kepintaran seperti kamu. Hira, kamu itu mengurus rumah saja tidak becus, tidak usah sok bertingkah seolah kamu paham isi tas kerja Ziko."

​Mahira tidak membalas gelak tawa mengejek dari mertua dan suaminya. Senyum tipis yang sangat dingin dan penuh kepahitan kembali terukir di bibirnya yang pucat. Ia menatap Ziko dengan pandangan yang membuat Ziko merasa tidak nyaman, sebuah tatapan kasihan dari seorang pemenang kepada sosok yang sedang merayakan kemenangan palsu.

​"Saya tidak bilang itu buatan saya, Mas," sahut Mahira berbisik halus, suaranya seperti angin malam yang dingin. "Saya hanya berharap... Mas Ziko selalu bisa membuat '*rumusan ajaib*' seperti itu sendirian, ketika krisis berikutnya datang menghampiri."

​"Kamu mengutuk perusahaanku, hah?" bentak Ziko, mukanya memerah padam karena merasa harga dirinya dicolek oleh wanita yang paling ia rendahkan. "Cukup, Hira! Jangan merusak suasana syukurnya keluarga ini dengan mulut pembawa sialmu itu. Pergi ke belakang!"

​"Baik, Mas. Permisi," jawab Mahira tenang.

​Mahira berbalik dan melangkah pergi meninggalkan meja makan mewah tersebut. Di belakangnya, Ziko dan Bu Rani kembali melanjutkan santap malam mereka seraya membanggakan diri, menyuapkan makanan lezat yang dimasak oleh jemari Mahira.

​Di dalam kamarnya yang sepi, Mahira berjalan mendekati meja rias kecilnya. Ia menatap pantulan dirinya di cermin. Tidak ada lagi rasa sakit hati, tidak ada lagi air mata yang menetes. Pengorbanan yang telah ia berikan, dan balasan yang ia terima adalah kesombongan yang makin membutakan mata suaminya.

​Mahira menarik laci meja, mengeluarkan ponsel khususnya yang selama tiga tahun ini tersimpan rapat dalam keadaan mati. Ia menekan tombol daya. Layar ponsel itu menyala, menampilkan puluhan notifikasi dan pesan yang tertunda dari orang-orang terpenting di dunia bisnis tanah air.

Tapi, Mahira kembali meletakkan ponsel itu ke dalam laci, dia menggeleng, sebab belum waktunya ia menghubungi orang-orangnya.

"Belum sekarang, hanya tinggal menunggu waktu," gumamnya.

1
Sri Rahayu
Ziko...Ziko....ini buah dari keserakahan, keegoisan dan ketololan mu Ziko 🤪🤪🤪🤪🤪...lanjut Thorr😘😘😘
Nasir: Oke....
total 1 replies
Sri Rahayu
suka dgn tokoh Mahira...tegas tdk ada ampun utk Ziko /Good//Good//Good/ lanjut Thorr😘😘😘
Nasir: Mksh byk Kak... 🥰🥰🥰
total 1 replies
Sri Rahayu
Mahira sdh mulai mengeluarkan taringnya siap mengoyak Ziko, bu Rani dan Clarissa... lanjut Thorr😘😘😘😘😘
Sri Rahayu
berpestalah kalian bertiga Ziko, bu Rani dan Clarissa...merayakan kebangkrutan Ziko 😇😇😇🤪🤪🤪...lanjut Thorf😘😘😘
Sri Rahayu
ditunggu lanjutan nya Thorr😘😘😘😘😘
Sri Rahayu
lope lope utk Mahira /Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/.... dan vote utk Authorr...ditunggu lanjutan nya😘😘😘😘😘
Nasir: Makasih Kak...
total 1 replies
Sri Rahayu
suka ceritanya Thorr, lanjutin donk kepo ma si Ziko, mama nya n Clarisa setelah proposalnya ditolak....tetap optimis Thorr dan semangat selalu 😘😘😘😘😘
Nasir: Besok ya...
total 1 replies
Ika
luar biasa
Sri Rahayu
kehancuran menunggu mu Ziko 🤪🤪🤪... lanjut Thorr😘😘😘
Nasir: Besok ya.. m
total 1 replies
EVA OKTASARI
padahal ceritanya bagus lho thor,semangat thor sampai cerita tamat
Nasir: Entahlah Kak... tapi kenyataannya tdk banyak yg tertarik. Sedih sih. Bisa saja saya tamatkan di sini, tapi gak kontrak. Sebab klo dikontrakpun gak dpt apa2 selain dr pembaca. Pdhl udah sy usahakan boom bab, tp msh blm tercapai retensi. Semoga di bab 40 retensi tercapai...
total 1 replies
ㅏㅁㄱㅐㅣㅑㅜ
Lanjut kak Author ceritanya bagus kok sat set juga penyelesaiannya cepat, Tetap Semangat Jangan Pindah ke Tempat lainnya 🙏
Nasir: Makasih ya Kak... 🙏🙏🙏
total 1 replies
ㅏㅁㄱㅐㅣㅑㅜ
Tetap Semangat Melanjutkan ceritanya bagus tidak bertele2 kakak AUTHOR , ditunggu kelanjutannya ya 🙏
Nasir: Makasih Kak... 🥰🥰🥰
total 1 replies
Sri Rahayu
asyikkk...Mahira uda nyuruh Jessi menolak proposal prshn Ziko...kebangkrutan akan Ziko rasakan bgt jg dgn nenek lampir yg sombong 🤪🤪🤪...lanjut Thorr😘😘😘
Nasir: 😄😄😄😄😄😄😄
total 1 replies
Ma Em
lama Thor Mahira keluar dari rumah Ziko , entah maunya Mahira apa msh tinggal dirumah Ziko meskipun selalu dihina dan dijadikan babu tiap hari
Nasir: Sabar ya Bun....
total 1 replies
Ma Em
kenapa sih Mahira msh mau bertahan dirumah Ziko dan rela dihina dan diinjak harga dirinya .
Sri Rahayu
Mahira keren...uda dihina, direndahkan tp tetap tenang...nunggu bom waktu yg akan diledakkan nya 🤩🤩🤩...lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu: eh salah bukan Ardi tp Ziko...maaf salah sebut nama /Silent/
total 4 replies
Sri Rahayu
jgn tanda tangan proposal dr pershn Ardi...mereka bertiga jahat pd mu Mahira...biarkan saja prshn Ardi kolaps... lanjut Thorr😘😘😘
Ma Em
Mahira sdh terlalu lama kamu menyia nyiakan hdp mu msh juga mau bertahan dgn suami dan mertua yg selalu menghina dan merendahkan mu Mahira untuk apa Mahira bertahan tinggal bersama Ziko , lbh baik segera keluar dari rumah Ziko dan balas semua perbuatan Ziko , Bu Rani juga Clarisa .
Sri Rahayu
Ziko...Ziko dasar lk2 bodoh....bentar.lg kamu akan menikmati kebodohan mu 🤪🤪🤪...lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
jgn diem aja Mahira...lawan dan hancurkan mereka bertiga
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!