NovelToon NovelToon
Dewi Angin Utara

Dewi Angin Utara

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:640
Nilai: 5
Nama Author: AraLum

Jauh sebelum sejarah manusia dimulai, Dewi Angin Utara telah menjaga bumi dari balik bayang-bayang.

Namun ketika perang besar mengancam Agharta, Utara harus berpisah dari Zhuin, sosok yang telah dicintainya sejak ribuan tahun lalu.

Zhuin akan terus Ada, dengan berbagai wujudnya.

Dan setiap kehidupan, dia akan melupakan Utara.

Sementara Utara tetap mengingatnya.

Satu Dewi. Satu jiwa. Ribuan kehidupan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AraLum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 14: KLAN SILUMAN ULAR TERUSIK

BAB 14

Ketenangan yang Terganggu

Wilayah Klan Ular biasanya selalu tenang. Mereka tidak suka ikut campur dalam urusan klan lain.

Bagi mereka, keseimbangan jauh lebih penting daripada menunjukkan kekuatan. Namun beberapa hari terakhir, ketenangan itu mulai terganggu.

Di dalam kediaman utama Klan Ular, seorang perempuan muda terbaring di atas tempat tidur. Wajahnya masih terlihat pucat. Dialah She Lian, putri Klan Ular. Seorang tabib saat ini sedang memeriksa lukanya.

“Lukanya terkena energi siluman yang cukup kuat,” ujar sang tabib memecah keheningan.

She Chang yang berdiri tidak jauh dari sana langsung menatap putrinya dengan cemas sekaligus geram.

“Dari klan mana?”

Sang tabib terdiam sebentar, menelan ludah sebelum menjawab, “Serigala Perak.”

Suasana di dalam ruangan langsung berubah tegang. She Chang mengerutkan keningnya dalam-dalam.

“Serigala Perak?”

“Ya. She Lian tidak sengaja berada di jalur pertempuran mereka.”

She Chang menarik napas panjang untuk menahan amarahnya. Mereka memang sudah mendengar kabar bahwa pasukan Serigala Perak sedang mencari seseorang belakangan ini.

Awalnya, She Chang tidak terlalu peduli. Namun sekarang, pencarian itu sudah mulai mengganggu wilayah klan lain. Bahkan putrinya sendiri sampai menjadi korban.

“Sepertinya mereka sudah melangkah terlalu jauh,” gumam She Chang dingin.

She Lian membuka mata perlahan akibat suara di sekitarnya.

“Ayah…”

She Chang segera menoleh dan mendekat. “Kamu tidak apa-apa?”

“Aku hanya terluka sedikit,” bisik She Lian, mencoba tersenyum agar ayahnya tidak cemas.

“Sedikit?” She Chang menatap luka di tubuh putrinya dengan tatapan tajam.

She Lian langsung terdiam, tidak berani membantah lagi. “…Ya, mungkin sedikit lebih banyak.”

She Chang menghela napas panjang. Anaknya yang satu ini memang sangat keras kepala. Namun kali ini, dia tidak bisa membiarkannya begitu saja. Kehormatan klan dan keselamatan putrinya telah diusik.

“Siapkan orang,” perintah She Chang tegas.

Salah satu pengawal yang berjaga di dekat pintu langsung membungkuk hormat. “Untuk apa, Ketua?”

“Kita akan menemui Yin Shuang.”

Pengawal itu terdiam sejenak sebelum memberanikan diri bertanya, “Dan siapa lagi?”

She Chang berpikir sebentar, menimbang situasi dunia siluman saat ini.

“Mei Ruyan.”

“Lalu bagaimana dengan Klan Beruang Hitam?”

“Xiong Yan juga.” She Chang langsung berdiri dari tempat duduknya. “Aku ingin tahu sebenarnya apa yang sedang mereka cari sampai membuat seluruh wilayah siluman menjadi sekacau ini.”

Sementara itu, di wilayah Klan Serigala Perak...

Yin Shuang baru saja menerima laporan dari salah satu bawahannya yang baru kembali dari perbatasan.

“Ketua,” panggil bawahan itu dengan wajah tegang.

“Ada apa?” tanya Yin Shuang tanpa mengalihkan perhatian.

“Pasukan kita bentrok dengan Klan Ular.”

Yin Shuang langsung menatap bawahannya dengan tajam.

“Kenapa bisa terjadi?”

“Mereka sedang mencari wanita yang sama. Dalam bentrokan itu, Putri She Lian terluka.”

Yin Shuang terdiam. Untuk pertama kalinya, dia mulai menyadari sesuatu yang salah.

Pencarian yang awalnya hanya ditujukan untuk menemukan satu wanita, ternyata sekarang sudah menimbulkan masalah yang merembet ke mana-mana.

“Parah?” tanya Yin Shuang lagi.

“Tidak sampai mengancam nyawa. Tapi luka itu cukup untuk membuat Klan Ular marah besar.”

Yin Shuang mengusap keningnya yang mulai terasa pening. “Apakah mereka sudah mengirim utusan untuk protes?”

“Sudah.”

“Siapa yang datang?”

“Perwakilan langsung dari She Chang.”

Yin Shuang kembali menghela napas berat. Dia tahu situasi ini tidak bisa lagi diabaikan atau diselesaikan dengan cara biasa.

Di wilayah Klan Rubah Api...

Mei Ruyan juga menerima kabar mengenai kekacauan tersebut. Dia sedang duduk santai di kursinya yang nyaman ketika salah satu bawahannya datang dengan terburu-buru.

“Ketua Mei,” panggil sang bawahan terengah-engah.

“Hmm?” Mei Ruyan menyahut malas.

“Klan Ular baru saja mengirim utusan.”

Mei Ruyan mengangkat sebelah alisnya, mulai tertarik.

“Kenapa?”

“Putri She Lian terluka akibat bentrokan dengan pasukan Serigala Perak di perbatasan.”

Mei Ruyan terdiam sebentar mendengar informasi itu.

Perlahan, sebuah senyuman tipis terukir di bibirnya. “Jadi, pencarian itu sudah berhasil membuat mereka semua ribut.”

“Sepertinya begitu, Ketua.”

Mei Ruyan bangkit dari tempat duduknya dengan gerakan anggun. “Baiklah kalau begitu.”

“Apakah kita harus bersiap untuk perang?” tanya bawahannya cemas.

“Tidak perlu,” jawab Mei Ruyan santai. Dia berjalan melangkah meninggalkan ruangannya tanpa beban.

Bawahannya yang bingung segera menyusul dari belakang. “Lalu kita mau apa?”

“Aku hanya ingin tahu satu hal.” Mei Ruyan menghentikan langkahnya sejenak.

“Apa itu, Ketua?”

“Siapa sebenarnya wanita yang sedang mereka cari sampai membuat gempar seperti ini?”

Di saat yang sama, di wilayah Klan Beruang Hitam...

Xiong Yan juga baru saja menerima kabar mengejutkan tersebut. Dia menatap bawahannya yang melapor dengan wajah datar tanpa ekspresi.

“Putri Klan Ular terluka?” tanya Xiong Yan memastikan.

“Benar, Ketua.”

“Karena ulah Serigala Perak?”

“Benar.”

Xiong Yan menghela napas pelan. Awalnya dia hanya merasa penasaran dengan desas-desus yang beredar.

Namun sekarang, masalahnya sudah terlanjur meluas dan melibatkan tiga klan besar sekaligus.

“Sepertinya wanita itu cukup menarik sampai bisa memicu hal ini,” gumam Xiong Yan.

Bawahannya menatapnya dengan raut bingung. “Ketua?”

“Tidak ada,” potong Xiong Yan cepat. Dia kemudian berdiri tegak, memamerkan tubuhnya yang kekar. “Siapkan tempat pertemuan.”

“Dengan Klan Ular?”

“Ya.” Xiong Yan berhenti sebentar sebelum memperingatkan, “Dan pastikan jangan sampai ada yang memulai pertarungan di sana.”

Bawahannya mengangguk cepat dengan patuh. “Baik, Ketua.”

Jauh dari semua keributan dan ketegangan yang melanda para klan...

Di atas sebuah bukit yang letaknya sangat jauh dari wilayah konflik, Feng Yao sedang duduk santai menikmati semilir angin. Rambut panjangnya tertiup lembut, melambai-lambai di udara.

Dari tempat ketinggiannya ini, hamparan dunia siluman di bawah sana terlihat seperti sebuah pertunjukan teater kecil yang menghibur.

Di kejauhan, dia bisa melihat beberapa siluman tingkat rendah sedang saling berkejaran dengan heboh. Yang satu mengejar dengan beringas, sementara yang lain melarikan diri ketakutan.

Kemudian

Bruk!

Salah satu siluman yang dikejar terlempar bebas dan mendarat mengenaskan di dalam semak-semak.

Feng Yao yang melihat adegan itu langsung tertawa lepas. “Hahaha…”

Dia bahkan tidak tahu dan tidak peduli tentang apa yang sedang mereka ributkan di bawah sana. “Mereka bertengkar lagi.”

Feng Yao menopang dagunya dengan sebelah tangan, memperhatikan kelanjutan drama itu. “Bodoh,” gumamnya sambil tersenyum santai.

Bagi Feng Yao, pertengkaran antarklan siluman bukanlah sesuatu yang mengejutkan. Makhluk-makhluk di dunia ini memang sudah gemar bertengkar sejak zaman dahulu kala. Tidak ada yang benar-benar berubah dari sifat mereka. Dia pun kembali asyik memperhatikan mereka dari kejauhan seolah sedang menonton festival.

Sementara itu, di berbagai sudut wilayah siluman yang lain, para pemimpin klan tertinggi mulai bergerak dan mengumpulkan pasukan untuk mengadakan pertemuan besar. Semua pergerakan masif itu terjadi hanya karena satu alasan: mencari satu wanita misterius.

Dan wanita misterius yang mereka cari?

Justru saat ini sedang duduk manis di atas bukit, makan camilan sambil menonton mereka bertengkar dengan riang.

Feng Yao sama sekali tidak menyadari... bahwa siluman-siluman yang sedang ia jadikan bahan tontonan dan ia tertawakan itu, sebenarnya sedang mengerahkan seluruh kekuatan hanya untuk memburu dirinya sendiri.

1
Aralum
ikuti terus yaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!