NovelToon NovelToon
Menikah Dengan Musuh Bebuyutan

Menikah Dengan Musuh Bebuyutan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Dijodohkan Orang Tua / Penyesalan Suami
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Rofiwan

Ulfa Apriyani (Ketua OSIS, perfeksionis, anti-kriminal) harus menelan pil pahit saat dijodohkan paksa dengan musuh bebuyutannya, Langit Pradipta (Kapten Basket, bad boy, biang onar).

Masalahnya, Langit sudah punya pacar yang sama populernya: Zara Aprilia (Kapten Cheerleader).

Di sekolah mereka perang dingin, di rumah mereka terpaksa tinggal satu atap.

Awalnya Langit cuek dan kasar karena menjaga hati Zara, tapi perlahan, pesona ketegasan Ulfa mulai meruntuhkan tembok ego Langit.

Saat Langit mulai jatuh cinta, rahasia pernikahan mereka bocor. Badai besar pun dimulai, memaksa Langit harus memilih antara ego masa mudanya atau kehilangan Ulfa selamanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rofiwan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kencan Salah Tempat 19.

"Lang, pokoknya enggak ada penolakan. Titik."

Zara menggeser layar ponselnya ke depan wajah Langit, hampir saja menabrak hidung cowok itu kalau Langit tidak sigap memundurkan kepalanya. Di layar, terpampang ruang obrolan WhatsApp antara Zara dan Kiana, sahabatnya sejak SMP. Isinya? Konfirmasi sepihak tentang double date nanti sore.

Langit menghela napas, menutup buku kumpulan soal fisika yang sedari tadi jadi tamengnya di pojok perpustakaan sekolah. "Za, gue kan udah bilang. Sore ini gue mau ganti oli motor. Lagian, sejak kapan kita pakai acara double date segala? Pacar Kiana kan anak basis sebelah, yang kemarin nyaris ribut sama anak futsal kita."

"Dito udah tobat, Langit! Dia sekarang kalem," kilah Zara, matanya mengerjap memohon. Jari-jarinya menangkup di depan dada. "Plis, ya? Kiana itu parnoan banget orangnya. Dia ngerasa canggung kalau cuma berdua sama Dito di luar lingkungan sekolah. Kalau ada kita, suasananya pasti lebih hidup. Lo tinggal duduk, mesen es kopi, terus pasang muka ramah lo yang biasanya cuma keluar pas lo minta contekan itu. Gampang, kan?"

Langit menatap manik mata Zara. Ada binar penuh harap yang selalu sulit ia patahkan. Hubungan mereka baru berjalan empat bulan, dan Langit sadar betul, bagi Zara, validasi dari lingkaran pertemanannya adalah hal penting. Akhirnya, pertahanan Langit runtuh.

"Jam empat. Di Warm & Co yang dekat taman kota," kata Langit pasrah.

Zara langsung memekik tertahan, menepuk bahu Langit saking senangnya sampai beberapa anak di meja sebelah menoleh dengan pandangan terganggu. "Makasih, Langit! Lo emang pacar terbaik se-Kecamatan!"

**

Pukul empat sore lewat sedikit, aromanya kopi dan kayu manis langsung menyambut mereka begitu mendorong pintu kaca Warm & Co.

Kafe itu lumayan lengang, tipikal hari Selasa.

Di sudut dekat jendela besar, Kiana sudah melambaikan tangan dengan heboh. Di sampingnya, duduk Dito yang terlihat agak salah tingkah dengan jaket jins kebesarannya.

Interaksi awal terasa kaku, persis seperti tebakan Langit. Dito yang biasanya garang di lapangan, sore itu mendadak jadi cowok pemalu yang irit bicara. Beruntung, Zara adalah tipe orang yang bisa mencairkan bongkahan es di kutub sekalipun. Gadis itu mulai melempar topik dari gosip guru BK yang baru menikah, sampai menu wafel kafe yang katanya paling enak se-kota.

"Jadi, Dit, lo beneran mau serius masuk jalur prestasi lewat basket?" tanya Langit membuka obrolan, mencoba memangkas jarak agar atmosfer meja mereka tidak terlalu kering.

Dito menoleh, agak terkejut karena Langit yang mengajaknya bicara duluan. "Eh, iya Lang. Targetnya sih kalau gak ke Universitas Negeri, ya ambil beasiswa di kampus swasta yang tim basketnya kuat. Cuma bokap masih agak ragu sama prospeknya."

"Wajar sih kalau orang tua ragu. Tapi kalau lo punya portofolio piagam dari turnamen kemarin, itu ngebantu banget tahu," sahut Langit sambil tersenyum tipis. Percakapan mulai mengalir lebih natural. Zara dan Kiana saling sikut di bawah meja, tersenyum puas melihat cowok mereka ternyata bisa nyambung.

Di tengah tawa Kiana yang merespons cerita konyol Dito tentang ban sepedanya yang kempes di depan rumah pak RT, pandangan Langit tanpa sengaja bergeser ke arah area outdoor kafe yang dibatasi dinding kaca tebal.

Senyum Langit perlahan memudar. Ada sesuatu yang menarik perhatiannya di meja nomor dua belas, tepat di balik kaca.

Di sana, duduk seorang gadis dengan rambut yang dicepol asal-asalan, menyisakan beberapa anak rambut yang menjuntai di tengkuknya. Wajahnya ditekuk serius, menatap layar laptop yang menyala terang.

Di sekelilingnya, kertas-kertas folio bertuliskan "PROPOSAL KEGIATAN BULAN BAHASA SMA BHINEKA" berserakan, ditindih oleh segelas lemon tea yang es batu-nya sudah mencair sepenuhnya.

Ulfa. Ketua OSIS mereka yang terkenal dengan julukan 'Gadis Tanpa Rem' karena energinya yang tidak pernah habis untuk urusan sekolah.

Namun, Ulfa tidak sendiri. Di hadapannya, duduk Elang, sang wakil ketua OSIS. Cowok itu sedang memegang pulpen, mencoret-coret lembar draf proposal dengan dahi berkerut, lalu menunjukkan sesuatu di layar ponselnya kepada Ulfa.

Dari tempatnya duduk, Langit bisa melihat bagaimana interaksi keduanya berjalan tanpa banyak kata, namun sangat ritmis.

Ketika Ulfa menghela napas panjang dan memijat pelipisnya karena pusing, Elang tanpa bersuara menggeser stoples kecil berisi camilan cookies ke dekat tangan Ulfa.

Tindakan kecil yang sangat kasual, namun sarat akan perhatian yang terbiasa diberikan.

"Eh, itu bukannya Ulfa sama Elang, ya?"

Suara Zara memecah lamunan Langit. Zara rupanya mengikuti arah pandang pacarnya. Kiana dan Dito pun ikut menoleh ke luar jendela.

"Iya, bener. Si Ketos sama Waketos andalan sekolah," timpal Kiana sambil menyeruput matcha latte-nya. "Gila ya, mereka itu kayak gak punya kehidupan selain OSIS. Ini kan minggu tenang sebelum UTS, mereka masih aja nongkrongin proposal."

"Tapi mereka berdua klop banget sih," ujar Zara, nadanya terdengar kagum sekaligus penasaran. "Elang itu tipe yang tenang, sedangkan Ulfa grasah-grusuh tapi perfeksionis. Kalau gak ada Elang yang sering ngerem atau bantuin di balik layar, mungkin Ulfa udah tumbang dari semester lalu."

Langit hanya diam mendengarkan, matanya masih terpaku pada dua orang di luar sana. Tepat pada saat itu, Ulfa mendongak dari laptopnya, tampak frustrasi.

Elang kemudian mengucapkan sesuatu yang membuat Ulfa mendengus, namun sedetik kemudian, sebuah senyuman tipis terukir di wajah lelah gadis itu.

Elang membalasnya dengan tepukan pelan di puncak kepala Ulfa—sebuah gestur yang sangat cepat, seolah-olah itu adalah kebiasaan refleks yang sering mereka lakukan saat melewati masa-masa stres bersama.

Ada riak emosi yang aneh yang mendadak melintas di dada Langit saat melihat kedekatan yang begitu nyata dan organik di antara Ulfa dan Elang.

Sebuah kedekatan yang dibangun dari jam-jam kerja lembur di ruang OSIS, perdebatan argumen rapat, dan saling dukung di masa-masa sulit. Sesuatu yang terasa sangat kontras dengan atmosfer double date di mejanya saat ini, yang meski menyenangkan, terasa agak berjarak dan penuh kepura-puraan demi menjaga gengsi masa remaja.

"Lang? Kok malah bengong?" Zara menyentuh lengan Langit, menyadarkannya kembali.

Langit mengerjap, lalu memaksakan sebuah senyuman kecil ke arah Zara. "Enggak, cuma mikir... proposal mereka pasti tebel banget. Yuk, lanjut ceritanya, Dit. Tadi gimana pas lo ketemu pelatih dari klub luar itu?"

Di luar sana, sore mulai meredup digantikan lampu-lampu kafe yang mulai menyala statis. Di balik kaca, Ulfa dan Elang masih berkutat dengan dunianya yang sibuk, sementara di dalam kafe, Langit mencoba tetap tenggelam dalam obrolan meja mereka, meski separuh fokusnya sudah tertinggal di meja nomor dua belas.

......................

...****************...

Tbc,

1
Alex
mampossssss lu ngit
sekarang gimna rasanya jatuh sejatuh"nya🥳🥳
Alex
sukurin maknya jadi cowok itu tegas bertanggung jawab jngn pling plan, gemes deh
Alex
jahat bgts langit Sam zahra itu, pngen geplak
Alex
ya Allah sesakit ini rasanya jahat bgts loe sebagai cowok, karma apa yg akan menantimu
Alex
udahlah Thor, biar ketahuan aja, biar Ulfa bahagia kasihan nyesek terus tiap hari🤭
Rofiwan: done kak😃
total 1 replies
Alex
syedih tapi sweet🥰
Alex
nah bgus tor biar pikirannnya terbuka lebar🤭
Alex
pengen geplak pala langit ,boleh thor
Rofiwan: silahkan, tuh orang emang plin plan hahaha
total 1 replies
Alex
lnjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!