NovelToon NovelToon
Penguasa Para Dewa

Penguasa Para Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Iblis / Kelahiran kembali menjadi kuat / Epik Petualangan / Fantasi Timur
Popularitas:8.6k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Angin malam berhembus dingin, membawa aroma pinus yang tajam menyapu halaman belakang sekte pinggiran. Lin Chen duduk bersila di atas batu basal yang dingin, menarik napas panjang. Malam ini terasa berbeda. Setelah bertahun-tahun menderita dan dihina oleh sesama murid, ia akhirnya bangkit dan menyadari satu kebenaran mutlak yang selama ini tertidur di dalam darahnya: tubuhnya sama sekali bukanlah sampah. Meridian yang selama ini tersumbat perlahan mulai beresonansi, menandakan ia telah melangkah mantap di tahap awal kultivasi, yakni ranah Penempaan Tubuh.

Ia membuka mata perlahan. Tepat pada saat itu, dari kejauhan di bawah cahaya bulan purnama yang pucat, pandangannya tertuju pada sesosok gadis yang sedang berdiri di anjungan tebing.

Gadis itu adalah Su Qingyue. Untuk pertama kalinya, Lin Chen melihatnya dari jarak sejauh ini, tampak sangat dingin dan cantik tiada tara, seolah-olah ia bukanlah makhluk yang berasal dari dunia yang fana ini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 15: Nasihat Tua Hitam

Sorak-sorai di pelataran utama sekte perlahan mereda, digantikan oleh bisik-bisik penuh kekaguman dan ketakutan. Wasit yang berdiri di tepi arena masih tertegun sejenak sebelum akhirnya mengangkat tangannya, menunjuk ke arah pemuda berjubah abu-abu yang berdiri tegak di tengah ring.

"Pemenang arena utama, Lin Chen!" seru wasit, suaranya bergema membelah awan.

Di kursi kehormatan, para tetua sekte pinggiran hanya bisa bertukar pandang dalam diam. Tidak ada lagi yang berani menyebut Lin Chen sebagai sampah. Menghancurkan pedang spiritual tingkat menengah dan menerbangkan seorang jenius di ranah Pengumpulan Qi murni dengan tinju fisik adalah bukti kuat bahwa pemuda itu menyembunyikan fondasi yang sangat mengerikan.

Sore itu, sepuluh murid terakhir yang masih berdiri di arena secara resmi dipanggil ke hadapan Tetua Utama. Di antara mereka terdapat nama-nama yang sudah diprediksi: Su Qingyue, Zhao Feng (yang nyaris gagal karena lukanya), beberapa jenius pelataran dalam, dan tentu saja, Lin Chen beserta Zhu Da.

Tetua Utama membagikan kepingan medali perunggu berukir tujuh rasi bintang. Itu adalah token rekomendasi resmi.

Saat memberikan token tersebut kepada Lin Chen, Tetua Utama menatapnya dengan pandangan rumit. "Lin Chen, kekuatan fisikmu memang di luar nalar. Namun ingat, Akademi Bintang Tujuh bukanlah kolam kecil seperti sekte ini. Di sana, kekuatan fisik murni memiliki batasnya jika tidak didukung oleh energi Qi. Jangan biarkan kesombongan menghancurkan bakatmu."

Lin Chen menerima token itu dengan kedua tangannya, memberikan bungkukan hormat. "Terima kasih atas nasihat Tetua. Murid mengerti."

Malam Terakhir di Sekte Pinggiran

Malam harinya, suasana di gubuk kayu asrama luar terasa berbeda. Tidak ada lagi rengekan kelaparan atau obrolan omong kosong. Zhu Da sedang duduk diam di sudut ruangan, sibuk mengemas pakaian dan beberapa botol obat penyembuh ke dalam buntelannya. Sorot mata pemuda gempal itu kini tampak lebih serius. Ia tahu, dunia yang akan mereka masuki besok bukanlah tempat bermain-main.

Di atas ranjang bambunya, Lin Chen duduk bersila, memusatkan sirkulasi energinya.

Di dalam benaknya, Tua Hitam, roh kuno yang bersemayam di dalam cincin hitamnya, angkat bicara. Kali ini, tidak ada nada pongah apalagi omong kosong soal cara merayu wanita. Suara entitas purba itu terdengar berat, dalam, dan penuh peringatan.

"Bocah, dengarkan aku baik-baik," ucap Tua Hitam. "Mulai besok, kita akan memasuki wilayah tempat berkumpulnya para jenius sejati. Di tempat seperti Akademi Bintang Tujuh, kau akan melihat kultivator seusiamu yang sudah mencapai ranah Pondasi Abadi atau bahkan Inti Emas. Fisik gajah purbamu memang kuat, tapi jika berhadapan dengan kultivator yang bisa membelah gunung dengan pedang terbang dari jarak sepuluh mil, tubuh bajamu bisa ditembus."

Lin Chen membuka matanya perlahan. "Aku tahu, Tua Hitam. Ranah Penempaan Tubuhku sudah mencapai puncaknya. Apa langkah selanjutnya?"

"Kau harus segera menembus ranah Pengumpulan Qi," jelas Tua Hitam. "Namun, karena meridian dan tulangmu kini sangat padat akibat Teknik Penempaan Tubuh Gajah Purba, kau membutuhkan jumlah energi spiritual sepuluh kali lipat lebih banyak dari orang biasa untuk memicu terobosan. Udara di sekte pinggiran ini terlalu tipis. Kau baru bisa melakukannya saat kita tiba di Mata Air Spiritual milik Akademi Bintang Tujuh nanti."

Lin Chen mengangguk mantap. Tujuannya sangat jelas. Ia akan menggunakan akademi itu sebagai batu loncatan terbesarnya.

Keesokan paginya, sepuluh murid yang terpilih berkumpul di puncak tertinggi sekte. Di sana, seekor Burung Bangau Angin berukuran raksasa binatang spiritual tunggangan resmi sekte telah menunggu untuk membawa mereka.

Satu per satu murid melompat naik ke punggung bangau raksasa tersebut. Saat bangau itu mengepakkan sayapnya dan melesat membelah lautan awan, pemandangan sekte pinggiran tempat Lin Chen menderita selama bertahun-tahun perlahan mengecil, sebelum akhirnya menghilang ditelan kabut.

Di atas punggung bangau, angin menderu kencang. Lin Chen berdiri di dekat tepi sayap, menatap lautan awan yang tak berujung dengan tatapan setajam elang.

Tiba-tiba, aroma teratai es yang samar menyapu indra penciumannya, mengalahkan bau angin pegunungan.

Sesosok bayangan putih melangkah pelan dan berdiri tak jauh di sebelahnya. Itu adalah Su Qingyue. Gadis yang selalu dingin seperti es dan memandang semua orang sama saja itu, entah mengapa memilih untuk berdiri di sisi Lin Chen, mengabaikan tatapan iri dari murid-murid pelataran dalam lainnya.

Tidak ada kata-kata konyol, tidak ada basa-basi. Selama beberapa saat, mereka berdua hanya berdiri dalam keheningan yang nyaman, mendengarkan deru angin yang menghantam perisai energi bangau spiritual tersebut.

"Perjalanan yang sesungguhnya baru saja dimulai," ucap Su Qingyue tiba-tiba. Suaranya pelan, sejuk seperti air pegunungan, tanpa menoleh ke arah Lin Chen. "Kudengar seleksi masuk untuk menjadi murid resmi di akademi jauh lebih kejam dari apa yang kita lewati kemarin. Banyak yang mati bahkan sebelum melihat gerbang utamanya."

Lin Chen menoleh, menatap profil samping wajah gadis yang tampak seolah bukan berasal dari dunia fana tersebut. Ia ingat janji yang pernah ia bisikkan dalam hatinya bahwa ia akan berdiri sejajar di puncak yang sama dengan gadis itu.

"Sekejam apa pun ujiannya, itu hanya batu pijakan," jawab Lin Chen dengan nada tenang namun mengandung keteguhan yang sanggup membelah besi. Ia ikut menatap lurus ke cakrawala. "Selama kaki ini belum hancur, tidak ada yang bisa menghentikanku."

Mendengar nada suara yang begitu teguh, sudut bibir Su Qingyue sedikit terangkat membentuk lengkungan senyum yang sangat tipis dan hampir tak kasat mata. Sebuah pengakuan diam-diam. Di tengah kejamnya dunia, menemukan seseorang dengan tekad yang sama kuatnya adalah sebuah kelangkaan.

Satu jam kemudian, siluet raksasa mulai menembus kabut tebal di depan mereka.

Tujuh puncak gunung besar tampak melayang di udara, dihubungkan oleh jembatan pelangi dari energi Qi murni. Air terjun raksasa mengalir dari pulau-pulau melayang itu, jatuh ke bumi bagaikan tirai perak. Fluktuasi energi spiritual di tempat itu begitu kental hingga membentuk kabut tipis yang menyala.

Itulah Akademi Bintang Tujuh. Panggung sesungguhnya tempat naga dan harimau saling menerkam, tempat legenda baru akan lahir. Mata Lin Chen menyipit tajam. Darah di dalam tubuhnya mendidih menyambut medan pertempuran barunya.

1
Murdiat Hariyanto
tor klau bisa kata2 Gadis yg tampak seolah bukan berasal dari dunia fana itu sebaikkan di hilangkan atau di ganti..bosan tiap bab selalu itu2 sja yg di bilng...ini hanya masukkan sja
mbono keling
🙏💪💪👍👍
mbono keling
💪💪💪💪👍👍👍👍
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Bernard
Mantap sekali Thor👍👍
mbono keling
💪💪💪👍👍👍👍💪💪💪👍👍👍
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
GEDE JAYANEGARA
bintang Toedjoe, obt sakit kepla
mbono keling
💪💪💪👍👍👍👍👍👍👍
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
mbono keling
👍👍👍👍👍👍💪💪💪💪💪💪
Bernard
Pleaseee.., tolong di lanjut
Sang_Imajinasi: lanjut terus kok kak tiap hari jam 3 sore
total 1 replies
Arinto Ario Triharyanto
yoi
Bernard: Sangat bagus.., tolong lanjutkan 🙏
total 1 replies
saniscara_Patriawuha
gasss pollll manggg minnnn..
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!