NovelToon NovelToon
Selamatkan Putri Kita, Tuan CEO

Selamatkan Putri Kita, Tuan CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Penyesalan Suami / CEO
Popularitas:14k
Nilai: 5
Nama Author: Reinata Ramadani

"Tinggalkan putraku, maka aku akan membantu biaya pengobatannya."

Di malam hujan itu, Alina akhirnya memilih pergi. Pergi sejauh mungkin tanpa tau jika saat itu ia tengah mengandung.

Empat tahun berlalu. Takdir kembali mempertemukan keduanya.

Kebencian itu terlihat jelas dari manik mata itu. Sakit. Tapi demi biaya pengobatan sang buah hati, ia pun rela menurunkan harga dirinya.

"Tidak apa-apa. Sakiti hatiku sesukamu sampai kamu puas. Ini semua kesalahanku. Aku sadar akan itu. Hingga saatnya tiba, aku berharap kamu akan tau, jika aku sangat mencintaimu."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reinata Ramadani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Macha Tatut, mommy

Setelah menitipkan Marsha pada seorang suster, Alina bergegas untuk kembali ke rumahnya dengan ojek motor yang ia sewa. Jaraknya yang lumayan, sedikit membuat Alina ketar ketir, takut Marsha terbangun saat dirinya tidak ada.

"Lin, bagaimana keadaan Marsha... ."

Ummi Hannah menyerbu saat Alina baru saja turun dari motor. Wajahnya tampak khawatir, persis seperti dulu saat ia menemani Alina yang tiba-tiba saja lahiran saat bekerja.

"Dokter belum bisa bicara banyak, Teh. Alina pulang untuk ambil uang tabungan buat biaya rumah sakit Marsha."

"Maaf ya Lin, Teteh belum bisa bantu kamu."

"Tidak apa-apa, Teh. Alina masuk dulu ya, Alina ngga bisa lama-lama."

Alina gegas masuk ke dalam rumah. Langkahnya pun terhenti di sebuah kamar berukuran 3x4, tempat dimana ia dan sang putri biasa terlelap. Ruangan itu tidak besar, hanya menyisakan ruang untuk kasur lantai, lemari pakaian, dan sebuah nakas di samping tempat tidur.

Alina melangkah mendekat pada sebuah nakas tua yang jarang ia sentuh.

Hela nafas terdengar berat sebelum akhirnya ia membuka kembali salah satu laci nakas paling bawah.

Disana, barang-barang lamanya berserakan. Termasuk cincin pernikahannya dulu dan album foto bersama mantan suaminya.

Di gesernya album foto itu perlahan, dan tampaklah sebuah kartu debit yang hanya ia sentuh sekali saat membawanya kesini.

Ragu, ia mengambilnya.

Ada harap yang terselip,  semoga perempuan itu tidak membohonginya. Semoga di dalam kartu itu benar ada uang untuk pengobatan putrinya.

Selain kartu, ia juga membawa turut cincin pernikahannya. Dulu, sesulit apapun ia tak akan menjualnya. Tapi kini, jika memang kartu itu hanya sebuah kartu kosong. Maka mungkin ia harus menjualnya.

Selesai dengan urusannya, gegas Alina kembali ke rumah sakit dengan ojek yang tadi ia tumpangi. Hari telah sore, namun Alina masih berlarian di antara lorong-lorong rumah sakit yang dingin.

"Suster, Bisakan saya membayar biaya perawatan putri saya dengan ini?" Seru Alina menyodorkan kartunya pada petugas administrasi.

"Kami coba proses dulu ya, Bu."

Degup jantung itu berdetak hebat saat petugas itu mencoba memproses pembayarannya dengan kartu miliknya.

"Semoga saja mama tidak membohongi ku." Harapnya.

Hingga notifikasi transaksi berhasil itu pun mengudara, melenyapkan semua ketakutan yang sebelumnya mencuat dan menyiksa batin.

"Ini kartu ibu dan bukti pembayarannya. Tindakan  biopsi susmsum tulang akan dilakukan besok pagi pukul 9 ya bu. Tolong putrinya di persiapkan."

Dengan penuh kelegaan, Alina memutuskan untuk kembali ke ruangan putrinya.

Klek.

Pintu terbuka, menampilkan sosok si kecil Marsha yang tengah duduk di atas ranjangnya, tengah bermain dengan seorang bocah laki-laki di sampingnya.

"Mommyhhh..." teriak Marsha begitu mendapati Alina telah kembali. Tangannya merentang, meminta Alina untuk merengkuhnya karena tadi telah meninggalkannya.

"Putri mommy sudah bangun..." serunya sembari merengkuh gadis kecil itu.

"Mommy. Mommy dali mana, hiks." Rengek Marsha kembali terisak setelah tadi ia terisak cukup lama karena tak mendapati Alina dimana-mana.

"Maaf ya sayang, tadi mommy ambilkan boneka kesayangan Marsha di rumah."

"Mommy lama shekali." Protes Marsha, tak sedikitpun memperdulikan boneka yang sudah di bawa Alina.

"Marsha sedang apa ini?" Seru Alina, berusaha mengalihkan topik.

"Macha ini belmain sama Tiko." Tunjuk Marsha pada sosok anak laki-laki yang sudah menemaninya dari tadi.

"Terimakasih sudah menemani Marsha ya, Tiko."

"Chiko, tante." Ralat anak laki-laki itu.

"Ah iya. Chiko. Kamu disini sama siapa, sayang?"

"Aku menunggu bundaku, tante. Bunda di rawat di sini juga. Kita bersebelahan. Bunda memintaku bermain dengan Marsha karena dari tadi dia menangis mencarimu."

"Ahhh, maaf telah merepotkan mu ya. Terimakasih sudah menjaga Marsha. Dimana bundamu?"

"Bunda sedang di periksa."

☆☆☆☆☆☆☆☆☆

Pagi telah menyingsing, waktu itu jam menunjukkan pukul 9 pagi. Dokter telah memberikan interupsi, jika sepuluh menit lagi, Marsha akan kembali di periksa.

"Mommy, kita mau kemana?" Gadis kecil itu bertanya dengan wajah polosnya, tanpa tau jika setelah ini dokter akan melakukan pemeriksaan yang sangat menyakitkan untuknya.

"Marsha akan di periksa sebentar. Setelah itu, kita bisa pulang ke rumah."

Gadis kecil itu tak menimpali lagi saat dua orang perawat membawanya ke sebuah ruangan.

Disana, dokter telah siap dengan prosedur nya. Marsha akan di bius lebih dulu sebelum nantinya dokter mengambil tindakannya.

"Sayang-"

"Mommy, Macha tatut." Gadis kecil itu sudah meringkuk di pelukan Alina sesaat setelah sampai di ruang tindakan.

"Tidak apa-apa, ada mommy di sini. Dan Dori." Gadis kecil itu memeluk bonekanya, erat. "Tutup mata, dan bayangkan kita sedang bermain di Playground." Gadis kecil itu memejam, menuruti kata Alina. "Menyenangkan, kan?" Angguk Marsha. "Setelah ini kita main ke playground lagi ya sama kak Dira?"

"Iya mommy."

Dokter perlahan melanjutkan prosedur nya. Sedangkan Marsha, gadis kecil itu perlahan terlelap karena obat bius.

Tidak sampai satu jam, prosedur itu sudah selesai.

Marsha telah kembali ke ruang perawatannya dengan Alina yang tanpa henti menggenggam jemari kecilnya. Pikirannya melayang pada penjelasan dokter tepat setelah tindakan selesai dilakukan.

"Sample telah kami kirim ke laboratorium dan hasilnya akan keluar 5 hari lagi. Setelah putri ibu bangun dari obat biusnya, mungkin akan sedikit lemas dan rewel karena rasa tidak nyaman. Jangan panik ya bu, ini adalah hal yang normal."

Tak lama Marsha terbangun dari tidurnya. Dan benar saja, gadis kecil itu perlahan terisak saat merasakan ketidaknyamanan dalam tubuhnya.

Alina gegas menggendongnya, menepuk-nepuk punggung kecil itu dengan memberikan kata-kata penenangnya.

☆☆☆☆☆☆☆☆☆

Hiii Chingu

Happy Reading

Saranghaja

1
Nar Sih
sabar alina ,pssti ada keajaiban untuk marsha ,smoga leon trrbuka hati nya dan sgra menolong putri nya
Nia Rahmadini
kak boleh update nya double hehehe
Nar Sih
semoga dgn cerita dri umi hanah kmu bisa sadar akan slh mu leon ,dan sgra cri tau keadaan 4th lalu saat kmu tk sadar stlh kecelakaan itu
Sunarti Narti
Alhamdulillah akhirnya kebenaran segera terungkap, semoga kamu ga menyesal Leon
Nar Sih
semoga kali ini leon tebuka hti nya sadar akan kesalahan nya ,dan bnr,,bisa bantu marsha biar sembuh lgi ,dobel up lgi ya kak rei🙏🥰🥰
May Satibi Satibi
jangan lama" kak update nya ini novel favorit aku bulan ini
apiii
di tunggu up selanjutnya thor❤️
apiii
astagaa bacanya sambil tahan napas tegang bangt baca setiap kalimat ngena bngt🥹
apiii
parah banget jadi bapak🥹
apiii
thor singkat bangt🥲
Nia Rahmadini
kapan sih update lagi kak
apiii
akhirnya up lgi 🥲🥰
Nar Sih
dobel up yaa kakk 🙏👍
Nia Rahmadini
update lagi kak naangung cerita
apiii
makin penasarannn tapi harus nungguin part selanjutnya🥲
Nia Rahmadini
update kak lagi, cerita nya bagus banget.
Yuni Afiatun
suka setiap karya nya,,
tapi tunggu up nya harus bersabar
yulithong
hrs sabar menunggu ini🤔
Sun Rise
ok
Nar Sih
semoga kali ini sgra terungkap semua nya yg sbnr nya dan leon sadar dgn salah nya ,semagat ya alin juga semagatt untuk kak reinata moga up nya lancar💪💪🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!