NovelToon NovelToon
Kali Ini Aku Menyerah, Mas!

Kali Ini Aku Menyerah, Mas!

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Penyesalan Keluarga / Selingkuh / Tamat
Popularitas:127.9k
Nilai: 5
Nama Author: Zhao_Xena

Pernikahan yang Ayra perjuangkan selama bertahun-tahun ternyata hanyalah kebohongan yang dibungkus cinta.
Dia begitu mencintai Arga, suaminya. Pria itu terlihat sempurna dimatanya—dewasa, perhatian, dan selalu mampu membuat Ayra merasa menjadi wanita paling beruntung di dunia. Hingga suatu hari, semuanya hancur dalam sekejap.
Ayra menemukan fakta menyakitkan yang selama ini disembunyikan rapat-rapat oleh Arga. Suaminya ternyata memiliki wanita lain dibelakangnya. Bukan orang asing… melainkan sekretaris pribadinya sendiri.
Yang lebih menghancurkan, hubungan terlarang itu telah melahirkan seorang anak laki-laki.
Anak yang selama ini Ayra rawat sepenuh hati. Anak yang dia peluk setiap malam. Anak yang dia anggap sebagai pelipur lara karena rumah tangganya belum juga dikaruniai buah hati.
Namun nyatanya… putra kecil itu adalah darah daging suaminya bersama wanita simpanannya.
Hati Ayra runtuh seketika. Semua kasih sayang, pengorbanan, bahkan cintanya terasa dipermainkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zhao_Xena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 27 ~ Hasil Pemeriksaan Yang Tertukar

"Memang Ayra itu wanita kurang ajar! Berani-beraninya dia memperlakukan kita seperti ini!" umpat Nyonya Ratna geram.

Wanita itu langsung menjatuhkan tubuhnya ke sofa ruang utama dengan wajah merah padam.. Saat ini mereka semua telah berada dirumah pribadi Arga.

Sejak tadi bahkan dada Nyonya Ratna naik turun menahan amarah. Ingin sekali rasanya memberikan pelajaran pada Ayra yang sombong itu.

Lisa yang duduk disampingnya juga tampak kesal. "Aku juga tidak menyangka Mbak Ayra akan berubah sejauh itu."

"Berubah?" Nyonya Ratna langsung mendengus sinis. "Dia memang sengaja ingin balas dendam pada keluarga kita!"

Shella yang berdiri tidak jauh dari sana ikut mengepalkan tangannya. Yang paling membuatnya gelisah bukanlah surat cerai itu, melainkan kenyataan bahwa satu per satu hal yang selama ini mereka nikmati mulai hilang.

"Kalau begini terus, apa mas Arga benar-benar akan kehilangan semuanya..." gumam Shella pelan.

"Diam! Jangan bicara yang tidak-tidak!" bentak Nyonya Ratna. "Pokoknya kita harus mencari cara agar bisa keluar dari masalah ini. Aku tidak mau jadi miskin!"

••

••

Siang itu Ayra baru saja selesai memeriksakan kandungannya.

Beberapa minggu terakhir kondisinya memang jauh lebih baik dibanding sebelumnya. Namun dokter tetap menyarankan agar Ayra rutin melakukan kontrol karena kondisi janinnya sempat cukup lemah.

Setelah menerima hasil pemeriksaan, Ayra berjalan keluar dari ruang dokter sambil membaca beberapa catatan yang diberikan.

Ponselnya tiba-tiba bergetar.

"Halo, Oma?" Ayra langsung mengangkat panggilan tersebut.

"Ayra, kamu sudah selesai?"

"Sudah, Oma."

"Kalau begitu cepat pulang. Oma sedang menunggumu."

"Baik, Oma."

Ayra segera mempercepat langkahnya.

Namun saat berbelok di koridor rumah sakit, tubuhnya tidak sengaja bertabrakan dengan seseorang.

Bruk! Beberapa berkas pemeriksaan langsung terjatuh ke lantai.

"Ah, maaf!" ucap Ayra spontan.

Pria tinggi yang ditabraknya segera membungkuk membantu memungut berkas yang berserakan. "Tidak apa-apa. Saya juga sedang terburu-buru."

Ayra menerima kembali beberapa lembar hasil pemeriksaan dari tangan pria itu.

"Maaf sekali lagi."

Pria tersebut tersenyum tipis. "Tidak masalah."

Lalu ia mengulurkan tangannya dengan sopan. "Perkenalkan, Tristan."

Ayra sempat terdiam sesaat sebelum membalas uluran tangan itu.

"Ayra."

"Senang bertemu dengan Anda, Nona Ayra."

Ayra mengangguk singkat.

Karena sama-sama terburu-buru, keduanya segera berpisah menuju arah masing-masing. Tak ada yang menyadari bahwa hasil pemeriksaan mereka ternyata tertukar.

Beberapa menit kemudian, Ayra sudah sampai di depan pintu utama rumah sakit. Namun saat hendak memasukkan berkasnya ke dalam tas, keningnya langsung berkerut.

"Hm?"

Ayra membuka lembar pertama. Lalu lembar kedua. Dan matanya langsung melebar.

"Ini bukan punyaku."

Nama yang tertera jelas bukan Ayra. Melainkan seorang wanita bernama...

Maya Wijaya.

Ayra langsung menghela napas. Pantas saja terasa berbeda. Tanpa berpikir panjang, Ayra segera berbalik dan kembali masuk ke dalam rumah sakit.

Sesampainya di meja resepsionis, Ayra langsung menghampiri salah satu petugas.

"Permisi."

"Ya, Nyonya. Ada yang bisa kami bantu?"

"Saya tidak sengaja tertukar hasil pemeriksaan dengan pasien lain. Apa Anda bisa membantu saya menghubunginya?"

Petugas itu menerima berkas yang disodorkan Ayra. Kemudian mulai mengecek data pasien di komputer.

Beberapa detik berlalu.

"Oh, pasien ini masih berada di rumah sakit, Nyonya."

Ayra langsung merasa lega. "Benarkah?"

Petugas itu mengangguk.

"Ya. Saat ini beliau berada di ruang VIP lantai tujuh."

Ayra mengangguk pelan. "Kalau begitu saya akan mengembalikannya sendiri."

Setelah mengucapkan terima kasih pada petugas resepsionis, Ayra segera berjalan menuju lift.

Ding. Pintu lift terbuka perlahan.

Ayra masuk ke dalam lalu menekan tombol lantai tujuh. Sementara tangannya masih memegang map hasil pemeriksaan milik Maya Wijaya.

Beberapa detik kemudian lift kembali terbuka. Ayra melangkah keluar dan mulai menyusuri koridor VIP yang terlihat tenang.

--

Sementara itu, di salah satu ruang VIP.

"Kondisi Mama seperti ini juga karena terus memikirkanmu!" keluh Maya sambil menatap putranya.

Tristan yang berdiri didekat jendela hanya menghela napas panjang.

"Ma..."

"Kapan kamu akan menikah?" potong Maya. "Usiamu sudah tidak muda lagi."

Tristan memijat pelipisnya. "Ma, aku belum ingin memikirkan semua itu."

Maya langsung mendelik. "Belum ingin? Lalu mau sampai kapan? Apa kamu mau menunggu Mama mati dulu baru menikah?!" serunya kesal.

"Ma, tolong jangan bicara sembarangan."

"Kalau begitu bawa calon menantu untuk Mama secepatnya!"

Tristan benar-benar merasa pusing. Sejak istrinya meninggal beberapa tahun lalu, ia memang tidak pernah lagi membuka hati untuk wanita lain. Fokusnya hanya pekerjaan dan keluarga.

Namun justru karena itulah Maya semakin cemas. "Setidaknya kenalkan Mama pada seseorang. Siapa saja. Mama sudah lelah melihatmu hidup sendirian seperti ini."

"Memangnya semudah itu?"

"Tentu saja."

"Kalau begitu besok aku cari satu orang lalu langsung kubawa kesini." balas Tristan asal. Dia benar-benar sudah kehabisan kata-kata untuk menjawab pertanyaan Mamanya yang selalu menanyakan tentang hal yang sama.

Maya langsung menunjuknya. "Nah! Itu baru anak Mama."

Tristan hanya menggeleng pasrah. Namun tepat saat itu...

Tok.

Tok.

Tok.

Suara ketukan pintu terdengar dari luar ruangan. Maya dan Tristan spontan menoleh bersamaan.

"Masuk." ucap Maya.

Perlahan pintu ruangan terbuka. Dan sesaat kemudian, sosok Ayra muncul dibalik pintu sambil memegang map ditangannya.

"Permisi, saya..."

Kalimat Ayra langsung terhenti.

Karena tepat didepannya berdiri pria yang beberapa menit lalu bertabrakan dengannya.

Deg. Mata Tristan sedikit melebar.

"Ayra...."

Sementara Maya yang melihat reaksi putranya langsung mengernyit curiga.

1
...
mampus ... syukurin ... kadang didunia ini memang lebih banyak orang tak tau diri dari pada manusia yang tau berterima kasih
Zhao_Xena: betul kk..🤭🤭
total 1 replies
Dewi Yanti
ngapain datang ayra aneh bgt
cinta semu 2
baca maraton g sempat kasih ulasan yg pasti karya u Sangat bagus Thor🥰🥰🥰🥰
Zhao_Xena: waahh... terimakasih banyak sudah bersedia membacanya hingga akhir kak....🥰🥰🥰
total 1 replies
Rina Arie
good
tris tanto
lha gk iku nyelawat gitu 🤭
Febriana Merryanti
wkwkwkwwwkkkk nikmatnya nenek lampir
You `ka
akhirnya aku selesai membacanya.. selamat ayra dan Tristan, semoga selalu bahagia.. terimakasih banyak untuk ceritanya author..😊
Zhao_Xena: sama-sama kak... terimakasih juga sudah mengikuti alur ceritanya..🥰🥰
total 1 replies
You `ka
ayra tidak dendam Lisa, meskipun keluargamu telah memperlakukannya buruk. justru dia merangkul mu..
You `ka
semoga Oma Gloria tidak apa-apa. ayra akan menikah sebentar lagi..
You `ka
baut bagaimana pun Andre tetap adik kamu Arga... dia seperti itu karena nyonya Ratna membuangnya.
You `ka
ayra berhasil mendidik Sam menjadi anak yang penuh kasih sayang. Dia juga tidak membenci Shella
You `ka
kamu hebat sebagai kakak Arga.. belajar lebih dewasa lagi Lisa. Tristan sejak awal memang bukan punya kamu.
You `ka
terharu aku bacanya... akhirnya semuanya saling memaafkan, karena memang tidak ada manusia yang sempurna.. kita semua belajar dari kesalahan masing-masing...😌😌
You `ka
benar apa kata nyonya Ratna, Shella... jadi pribadi yang lebih baik lagi. kamu masih memiliki Samuel
You `ka
penyesalan memang selalu datang terlambat Shella.. tapi tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki diri. kamu bisa mulai belajar menjadi lebih baik sekarang
You `ka
satu persatu orang yang kamu sayangi pergi meninggalkan kamu Shella.. itu semua karena hasil apa yang kamu tanam.
You `ka
dih! nggak tau diri kamu Lisa... seandainya saja kamu tau kalau ayra itu calon istrinya Tristan, apa kamu bakal bisa tetap sombong begini..
You `ka
si ratu Kepo Lisa, mau ngapain kamu? Rama nggak akan kasih tau pasti
You `ka
sakit kan? Arga? Shella? sama seperti apa yang dirasakan oleh Ayra, bahkan mungkin lebih dari kalian..

Arga kamu nggak usah sok bijak, kamu sama saja seperti Shella.. pantas kalian berdua
sunaryati jarum
Lisa belum mulai sudah patah, untung Aira melarang Tristan memecatmu.Tristan cari kesempatan ,awas jangan melampaui batas.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!