NovelToon NovelToon
SANTET PRING SEDAPUR: Kaurebut Suamiku, Kurenggut Nyawamu

SANTET PRING SEDAPUR: Kaurebut Suamiku, Kurenggut Nyawamu

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Balas Dendam
Popularitas:6k
Nilai: 5
Nama Author: AnnaYoung

Aryo Pradana adalah seorang pengusaha sukses, namun sayang berada di puncak pencapaian dengan bergelimang harta tak lantas membuatnya jadi suami bersyukur. Ia memilih mengkhianati Sekar—istri setianya yang berasal dari garis keturunan dukun terkuat di sebuah desa terpencil asal Banyuwangi.

Demi ambisi dan gairah, Aryo menikah siri dengan Maya, gadis kota, muda, namun ambisius. Alih-alih meratap dan menangisi nasibnya, Sekar yang mengetahui pengkhianatan ini justru memilih mundur dengan keheningan yang mematikan.

​Ketika Maya mulai mengandung anak Aryo dan menuntut posisi sebagai istri sah satu-satunya, teror gaib yang legendaris, Santet Pring Sedapur, mulai dikirimkan.

Di balik keputusasaan Aryo untuk menyelamatkan istri mudanya, ia harus berhadapan dengan kenyataan bahwa satu-satunya cara menghentikan teror ini adalah menyerahkan kembali jiwanya pada Sekar—atau mati bersama seluruh keturunannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AnnaYoung, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14 - Abah Kamdi

​Kembali dari Banyuwangi dengan tangan kosong adalah tamparan paling mematikan bagi kewarasan Aryo. Sepanjang penerbangan pulang, kata-kata Sekar terus berdengung di telinganya bagai kawanan lebah yang beracun: pengkhianatan harus ditebus dengan kepunahan rumpun.

​Sore itu, Jakarta diguyur hujan badai yang ekstrem. Langit seolah runtuh menumpahkan air bah ke atas aspal Pondok Indah.

Di dalam rumah mewah yang kian menyerupai peti mati marmer itu, kondisi Maya sudah kritis. Wanita itu tidak lagi bisa menerima asupan makanan.

Setiap kali air putih menyentuh tenggorokannya, ia akan langsung memuntahkan cairan hitam pekat yang berbau anyir, disertai helai-helai rambut pendek yang kaku. Lebam di perutnya kini telah berubah warna menjadi hitam legam, melingkari rahimnya seperti lilitan ular piton.

​Aryo tidak punya waktu lagi untuk berputus asa. Ego modernnya telah mati. Melalui jaringan relasi bisnis kelamnya di ibu kota, ia berhasil mendapatkan kontak seorang pembersih spiritual yang paling disegani di kalangan pejabat dan pengusaha di Jakarta.

​Namanya Abah Kamdi.

​Pukul delapan malam, di tengah deru badai, sebuah mobil sedan hitam tua berhenti di pelataran rumah Aryo. Tak lama, turunlah seorang pria paruh baya bertubuh ringkih yang mengenakan jubah hitam kelusuhan dan sorban putih yang sudah menguning di bagian tepinya.

Penamoilannya sangat sederhana, namun sepasang mata Abah Kamdi yang juling dan separuh tertutup selaput katarak memancarkan ketajaman yang tidak wajar.

​"Rumah ini megah, Den. Tapi pondasinya sudah rapuh."

Itulah kalimat pertama yang diucapkan Abah Kamdi begitu kakinya melangkah melewati ambang pintu depan.

Ia mengendus udara, lalu meludah ke lantai marmer.

"Bau bambu runtuh. Pekat sekali," kata Abah Kamdi lagi.

​Aryo tidak memedulikan kesopanan lagi. Ia langsung membawa Abah Kamdi menaiki tangga menuju kamar tidur utama di lantai dua. Tidak seperti pendirian awalnya yang tak mengizinkan tamu mana pun duduk selain di ruang tamu.

Di atas ranjang, Maya sedang mengigau dalam tidurnya, meracau tentang wanita berwajah rata yang mencoba menarik kakinya ke dalam tanah.

"Silakan, Bah!" ucap Aryo sembari memberi isyarat dengan tangannya.

​Abah Kamdi pun lantas mendekati ranjang, lalu meletakkan tas kain usangnya di atas lantai. Dari dalam tas itu, ia mengeluarkan sebuah mangkuk kuningan kecil, segenggam garam krosok, dan sebilah pisau lipat tua yang bilahnya sudah berkarat.

​"Den Aryo, istrimu ini bukan kena guna-guna murahan," Abah Kamdi berbisik, suaranya parau seperti gesekan ampelas. "Ini kiriman dari tanah wetan. Ilmu tua yang ikatannya menggunakan sumpah darah. Aden tau siapa yang mengirimnya?"

​Aryo menelan ludah, tenggorokannya mendadak tercekat. Sebelum akhirnya menjawab, "Mantan istri saya, Bah. Keluarganya di Banyuwangi keturunan orang pintar."

​Abah Kamdi terkekeh, suara tawanya terdengar kering dan mengerikan di tengah kesunyian kamar.

"Orang pintar? Itu sebutan halus untuk penjaga gerbang maut, Den. Ilmu ini namanya Pring Sedapur. Dia tidak memukul dari depan, tapi menanam akar di bawah tempat tidur. Pantas saja pusaka boneka di bawah kasur tempo hari tidak bisa dibakar, toh?! Apinya kalah tua dengan sumpah darahnya."

​Abah Kamdi menyuruh Aryo mematikan seluruh lampu kamar. Kini, satu-satunya sumber cahaya hanyalah sebatang lilin merah besar yang dinyalakan di sudut ruangan, menciptakan bayangan-bayangan panjang yang meliuk kaku di dibding.

​Ritual pembersihan dimulai.

​Abah Kamdi duduk bersila di samping ranjang Maya. Ia mulai merapalkan mantra dalam bahasa Jawa kuno yang cepat dan bergetar.

Suaranya yang parau mendadak terdengar berlapis-lapis, seolah ada suara-suara lain yang ikut keluar dari tenggorokannya. Ia menaburkan garam krosok di sekeliling ranjang, lalu menyayat sedikit ujung ibu jari kaki Maya menggunakan pisau lipatnya.

​Wusss!

​Begitu darah dari kaki Maya menetes ke dalam mangkuk kuningan, api lilin di sudut kamar mendadak berkobar setinggi satu meter, memancarkan rona kemerahan yang pekat.

​Srekk ... srekk ... srekk ....

​Suara itu datang lagi. Dinding-dinding beton kamar mewah itu mendadak bergetar hebat. Dari balik gorden yang tertutup, suara gesekan rumpun bambu terdengar begitu riuh, seolah-olah ada jutaan batang bambu yang mendadak tumbuh menembus lantai marmer lantai dua.

​"Dia datang, Den! Pegangi istrimu, cepat!" teriak Abah Kamdi, wajahnya yang semula tenang kini dipenuhi keringat dingin yang bercucuran.

"Ba-baik, Bah!" panik Aryo. Segera menghampiri istrinya.

​Maya mendadak tersentak bangun. Matanya melotot putih sempurna tanpa ada bagian hitamnya. Tubuhnya melengkung kaku ke atas, terangkat beberapa sentimeter dari atas kasur seolah ada kekuatan tak kasat mata yang menarik tali pusatnya.

Dari mulutnya yang menganga lebar, keluar suara lenguhan berat yang bukan suara seorang wanita—itu suara bapa-bapak tua yang sangat berwibawa.

​"Aryoo ... utang tanah dibayar nyawa ... kowe ra bakal bisa mlayu ...." (Aryo ... utang tanah dibayar nyawa ... kamu tidak akan bisa lari ....)

​"Kurang ajar! Jangan lancang di tanah betawi!" Abah Kamdi berdiri, mengacungkan pisau lipatnya ke arah wajah Maya, lalu menyiramkan air doa dari mangkuk kuningannya tepat ke atas perut Maya.

​Cesss!

​Uap hitam yang berbau busuk bangkai mendadak mengepul hebat begitu air itu menyentuh kulit perut Maya yang lebam.

Maya menjerit histeris, sebuah jeritan melengking yang sanggup memecahkan kaca lampu gantung di langit-langit kamar.

​Prang!

​Pecahan kristal lampu berjatuhan riuh di atas lantai. Bersamaan dengan itu, hembusan angin kencang entah dari mana menerobos masuk, memadamkan api lilin merah dalam sekejap. Kamar itu seketika jatuh ke dalam kegelapan yang gulita.

​Di dalam kegelapan yang pekat, Aryo mendengar suara benda tumpah, disusul oleh suara hantaman keras di lantai.

​"Abah?! Abah Kamdi?!" teriak Aryo panik, meraba-raba kantungnya untuk mencari ponsel.

​Begitu lampu senter ponselnya menyala, pemandangan di dalam kamar membuat jantung Aryo nyaris copot.

​Abah Kamdi sudah tergeletak telentang di atas lantai marmer dengan mata melotot keluar. Dari hidung, telinga, dan mulut dukun tua itu, mengalir darah segar yang melimpah.

Di atas dada Abah Kamdi, terdapat seikat akar bambu kering yang tajam, menembus baju jubah hitamnya hingga menusuk tepat ke dalam jantungnya.

Dukun pilihan para pejabat itu tewas seketika di tempat, dihantam balik oleh kekuatan Pring Sedapur yang menolak untuk diredam.

​Sementara itu, di atas ranjang, Maya kembali ambruk, pingsan dalam kondisi hidung yang terus mengeluarkan darah segar.

​Aryo jatuh berlutut di sela-sela pecahan kristal dan darah. Air matanya tumpah dalam keputusasaan yang mendalam.

Orang pintar pertama yang ia sewa telah mati mengenaskan, dan kutukan di dalam tubuh Maya justru terasa kian kuat, bersiap untuk mengunyah sisa-sisa kehidupan yang tertinggal di rumah mewah mereka.

1
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ☠️⃝𝓢𝓾𝓼ͫ𝔀ͣ𝓪ͬ𝓽𝓲ᷤ🍻
Siapa sebenarnya yang di gunung salak ini?
Seseorang yang bisa memutus santett Pring sedapur Ki demangkah ??
shafira 🥰
bagus banged... ceritanya sungguh menarik.seruuuuu.. karna aq juga tinggal di banyuwangi....
Buna: woah, ada tetangganya Sekar. 😄
terima kasih penilainnya, yaaaa. ❤
total 1 replies
shafira 🥰
lanjuttttttt.... thorrrr
shafira 🥰
lanjutttttt thorrrrrr.... seruuuuuu.... l
Buna: siap, kak. hari ini sudah 3 bab. insyaallah besok lanjut lagi. terima kasih sudah mampir, ya. ♥︎
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ☠️⃝𝓢𝓾𝓼ͫ𝔀ͣ𝓪ͬ𝓽𝓲ᷤ🍻
Aryo terlalu egois !!
Dia tidak mau "menjatuhkan" dirinya di hadapan Sekar.
tapi ....
pada akhirnya azab yang akan memaksa dia untuk "jatuh" ..... sejatuh jatuhnya
Shusand MaiTtimu
habis kan saja Thor,, si Aryo nya juga
dasar laki laki tidak tau diri
kinoy
ttp y mnt tanggungjwb Aryo sbg pelaku utama y
kinoy
Bnr2 DAh..keren ni crt
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ☠️⃝𝓢𝓾𝓼ͫ𝔀ͣ𝓪ͬ𝓽𝓲ᷤ🍻
Emang kemana tujuanmu sekarang, Aryo??

Rumah Sekar? atau
alas Purwo?
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ☠️⃝𝓢𝓾𝓼ͫ𝔀ͣ𝓪ͬ𝓽𝓲ᷤ🍻: Ngadi Ngadi authornya 😄
total 2 replies
kinoy
egois si Aryo..BKN y sadar
Mifta Afandi
orang kayak Aryo ma Maya moga GK ada yq nolongin
kinoy
ngeri y..adakah yg BS nolongin Aryo..ato EMG kudu metong
Inna Mirna AR
suka sama karyamu thor, serasa lagi nonton film horror
Buna: terima kasih, kak. selamat membaca. ♥︎
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ☠️⃝𝓢𝓾𝓼ͫ𝔀ͣ𝓪ͬ𝓽𝓲ᷤ🍻
ibaratnya ....
Aryo yang berbuat
tapi Maya yang menanggung siksa jiwa dan raga atas ulah Aryo.

Aryo menderita dan hampir gila dengan menyaksikan semua penderitaan Maya yang terkena santett Pring Sedapurr
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ☠️⃝𝓢𝓾𝓼ͫ𝔀ͣ𝓪ͬ𝓽𝓲ᷤ🍻
Meski jangkar sudah diputus oleh Danu, tapi tetap saja tidak bisa menolong Maya .
Maya sudah hampir menjadi Pring/bambu yang kering dan mati .
kinoy
dah lah speechless AQ..nr x ni baca crt mistis tp penjelasannya runtut jls
kinoy
ah tmbh seru aj ni crt
kinoy
cerdik x tuh detektif
Buna
ya Allah, jauh amat typo-nya. dari sekarat ke sejarah 😆😆😆
kinoy
wah..mulai ancur2an ni
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!