NovelToon NovelToon
Terbuang,Kembali Bersama Kemewahan

Terbuang,Kembali Bersama Kemewahan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Duda
Popularitas:563
Nilai: 5
Nama Author: lisxone

Ayu Gendhis Prameswari, terjebak dalam lingkaran pernikahan yang toksik. Memiliki suami yang pelit, suka menggoda wanita. Mertua yang selalu menyalahkan dirinya, karena di matanya Ayu bukanlah menantu idaman. Dan penderitaan Ayu pun semakin menjadi-jadi ketika Mas Bayu, suami Ayu, tertangkap basah selingkuh, namun parahnya, Ayu malah diusir dari rumah. Dia benci dan dendam pada Mas Bayu dan keluarganya dan bersumpah akan membalas semua perbuatannya dengan kesuksesannya.. Dan Tuhan mendengar doa wanita teraniaya. Dipertemukanlah Ayu dengan duda tampan, kaya raya bernama Alvin Sebastian Stelle.. Dia akhirnya mampu memikat hati duda kaya itu. Setelah menikah Ayu seakan bertransformasi menjadi wanita berkelas. Namun ternyata di pernikahannya dengan Alvin pun banyak terjadi konflik keluarga yang ternyata tidak kalah toksik. Namun kali ini Alvin selalu membela Ayu di antara gempuran masalah yang selalu menghadang mereka. Akankah Ayu akan bisa melewati ujian hidupnya kali ini? Ataukah juga akan berakhir seperti pernikahannya dulu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lisxone, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ciuman Tak Sengaja

AYU POV..

Pukul 01.30 aku tiba-tiba terbangun dari lelapku, aku seperti mendengar seseorang sedang memukul samsak tinju..

Apakah tuan Alvin, tapi kenapa dia dini hari seperti ini olahraga? Atau mungkin hantu?

Seketika bulu kuduk ku merinding. Mana lampu di kamarku redup, apalagi di luar dengan rumah yang sangat luas seperti ini dan sepi, tidak menutup kemungkinan hantu pun ikut menghuninya.

ingin sekali ku buang rasa itu, namun suara itu semakin keras terdengar di telingaku...

"Ah.. daripada penasaran mending aku lihat sekalian.." Gerutu ku dalam hati..

Aku lalu turun dari ranjang ku dan keluar kamar...

Dan benar saja, seketika bulu kuduk ku merinding, ruangan sepi, redup dan hening, aku terus langkahkan kakiku ke ruang fitnes.

BUG... BUG... BUG...

suara itu semakin terdengar tambah Jelas..

Aku perlahan mengintip ruang fitnes dan ternyata lampu menyala sangat terang..

"Huffttt... Ternyata tuan Alvin.." Legaku dalam hati..

Namun kenapa dia olahraga dini hari begini...

Aku lalu melangkahkan kakiku secara halus menuju ruang fitnes, aku intip dia dari celah pintu dia memang sedang memukul samsak tinju namun aku lihat dia menangis...

DEG... Seketika hatiku tersentak melihat dia seperti itu.

Dia menangis dan terus menangis... Ingin sekali aku mendekat namun tidak mungkin, karena itu akan membuat dia malu..

"Dasar kau cowok tidak berguna!! " Teriak Alvin terdengar jelas sekali..

BUG BUG BUG..

"Dasar kau cowok gak ada gunanya!!! " Teriak dia lagi..

BUG BUG BUG..

"Dasar Alvin tak berguna!! " Teriak dia kembali, namun kali ini tubuhnya perlahan terjatuh ke lantai.. Dia memegangi kedua kakinya dan menangis..

Hatiku teriris melihat hal itu, namun tak ada yang bisa aku lakukan..

Jujur.. Aku ingin memeluknya dan bertanya, namun aku takut, aku takut merusak egonya..

Akupun akhirnya memutuskan ke dapur dan mengambil air minum, namun fikiran ku masih berkecamuk dengan apa yang terjadi dengan alvin.

Aku duduk di meja makan sambil menyadarkan kepalaku di meja,

"Sebenarnya apa yang terjadi padanya?? " Gerutu ku dalam hati.

Ternyata benar, uang bukan segalanya.. Bahkan seorang Alvin yang kaya dan tampan pun bisa menangis sendiri dengan permasalahan yang aku sendiri tidak tahu...

ALVIN POV..

Betapa terkejutnya aku melihat ayu yang sedang tertidur di meja makan.kenapa dia malam malam begini disini..

Aku perlahan mendekatinya dan dia tertidur pulas sambil memegangi gelas yang berisi air putih.

"Apakah dia tadi melihatku? " Gerutu ku dalam hati..

"Namun tidak mungkin, jarak ruang fitnes dan dapur terlapau jauh, tidak mungkin dia kesana.. " Lanjut ku...

Aku yang memang sedang sangat haus langsung meminum air yang sedang di gengam ayu..

Aku lalu duduk di sampingnya tanpa sengaja aku memandang wajahnya, dia memang sangat cantik, bahkan dalam keadaan tanpa riasaan dia tetap mempesona, bibirnya yang pink merona menggodaku.. Aku yang sudah lama tidak bersentuhan dengan wanita membuat ku goyah akan keimananku, ingin sekali aku sentuh bibir indahnya itu..

"Jangan konyol Alvin, kamu tidak boleh menyentuhnya..huftt... Tahan Alvin tahan... " Gerutu ku..

Aku langsung berdiri dari tempat duduk ku dan segera meninggalkan meja makan sebelum hal yang tidak di inginkan terjadi, namun langkahku terhenti tidak mungkin aku meninggalkan dia tidur sendiri di meja makan itu..

"Hah! Kenapa dia harus tidur disana! " Kata ku sambil kembali ke meja makan..

Ingin aku bangunkan dia namun aku tidak tega, dia terlalu lelap..

Aku putuskan menggendong dia dan membawanya ke dalam kamar..

Aku angkat perlahan tubuhnya,sungguh dia seperti stevani..

Seketika ingatanku melayang ketika malam pertamaku dengan stevani, begitu membahagiakan, begitu membekas sampai sekarang, namun ternyata dia meninggalkan aku dalam keterpurukanku.

Perlahan aku membawa tubuh mungil ayu,ayu sangat cantik, wangi dan tanpa sengaja belahan dadanya sedikit terlihat hingga membuatku menelan salivaku, bahkan tubuhku agak bergetar saat di moment itu..

BRUGGG...tanoa sengaja kakiku menendang sesuatu.

Aku terjatuh dan

Aku menatap wajah ayu, ayu menatap wajahku.

Aku berada di atas tubuhnya dan ayu berada tepat di bawah tubuhku, dan bibir kami bersentuhan.. Sepersekian detik kami saling bertatapan dan..

BUG...

"AWW... " Jerit ku ketika aku tiba tiba menendang daerah sensitif ku...

"Sakit... " Jerit ku karena rasa linu begitu ku rasakan...

"Menjauh dariku... " Jerit ayu sambil mendorong tubuhku menjauh darinya...

"Apa yang kamu lakukan padaku? "

Dia berlari ke kamar dan mengunci pintu kamarnya, meninggalkan aku dengan rasa sakit yang menyiksaku..

"Ayu....! Awas kamu ! " Teriakkku..

"Dasar cowok mesum.. " Teriak ayu dari dalam kamar..

"Apa?? Apa katamu.. ! Siapa yang mesum, aku terjatuh! "

"Terjatuh sambil menciumku.. Apa menurutmu aku akan percaya perkataanmu.! "

"Hei.. Aku benar benar terjatuh.. ! "

"Terserah.. Kamu mesum.. Awas jika kamu berani lagi mencoba menciumku lagi, akan aku hajar kamu. "

"Ayu awas kamu... " Gerutu ku dalam hati.

Perlahan aku berdiri sambil memegangi daerah sensitif ku..

Aku lalu berjalan dan masuk ke kamar, namun entah kenapa aku rasakan rasa manis di bibirku.

DEG...

apa yang sedang aku rasakan ini, seketika aku merasakan getaran cinta dari manisnya bibir ayu yang tidak sengaja aku kecup tadi..

Aku tersenyum sendiri sambil memegang bibirku..

"Manis... " Batinku sambil memegangi bibirku..

Ya Tuhan kuatkan imanku, dan namun jujur aku benar benar menginginkan dia sekarang, dia harus jadi milikku seutuhnya. Aku jatuh cinta padanya, jatuh cinta pada seorang gadis yang tanpa sengaja hadir di hidupku dan hatiku yang tersakiti oleh stevani sekarang mulai terobati olehnya.. Oleh ayu gadis manis yang sedikit menyebalkan..

Tok tok tok...

Suara pintu kamarku di ketuk..

"Tuan...tuan.. Tuan.. Ini sudah siang, apa anda tidak berangkat ke kantor? " Suara ayu memanggilku..

Namun aku rasakan tubuhku menggigil kedinginan dan badanku panas..

Aku demam...

"Masuklah.. " Kata ku lirih..

Dan seketika itu juga aku melihat ayu masuk ke kamarku, dan benar saja dia sangat cantik dengan memakai pakaian asisten rumah tangga..

"Tuan kenapa? " Tanya ayu namun dia hanya di dekat pintu tanpa mendekatiku..

"Mendekatlah kemari.. "

Namun dia hanya menggeleng gelengkan kepalanya sambil menundukkan wajahnya...

"Kenapa? " Lanjut ku..

"Takut.. " Jawabnya singkat..

Huftt....

"Sebenarnya tadi malam aku menggendongmu agar kamu tidak terbangun dari tidurmu, namun kakiku malah tersandung sesuatu hingga aku terjatuh, dan maaf bibir kita tak sengaja saling bersentuhan, aku tidak ada maksud apa apa padamu, sungguh itu adalah ketidaksengajaan.. "

Dia lalu menatap ke arahku..

"Benar ayu, aku tidak sengaja, jika aku jahat sudah aku perkosa kamu dari kemarin kemarin.. Kamu juga malam malam kenapa tidur di meja makan? Kenapa tidak di kamar.? "

"Aku terbangun karena mendengar sesuatu.. "

"Apa yang kamu dengar..? "

"Tuan sedang olahraga di ruang fitnes.. "

"Kamu melihat aku sedang apa? "

"Tidak, aku tidak melihat apa2, aku cuma melihat dari jauh lalu aku minum dan tertidur di meja makan.. "

"Huftr.. Syukurlah dia tidak melihatku sedang menangis.. " Gerutu ku dalam hati..

"Tuan tidak ke kantor? "

"Aku sakit. " Jawabku lirih.

"Sakit? Sakit karena tadi malam aku menendang di area terlarangmu? "

Seketika ide jahatku keluar..

"Em... Iya, kamu sungguh keterlaluan, kamu tahu dedek kecilku sampai bengkak.. "

"Hah!! Bengkak!? "

"Iya, aku bingung harus bagaimana sekarang."

Dan aku lihat dia berjalan mendekat dengan sedikit panik..

"Lalu sekarang harus bagaimana, masih sakit..? "

"Em.. Sakit"

Dia lalu duduk di sebelah ku.

"Tapi kenapa kamu terlihat sangat pucat? "

"Aku sakit ayu, aku kan tadi sudah bilang.. "

Dia lalu memegang dahiku..

"Hah.. Kenapa panas seperti ini? Sebentar aku ambilkan obat.. "

Dia lalu berlari ke luar kamar dan itu membuatku merasa di perhatikan olehnya,karena sudah sangat lama aku tidak mendapatkan perhatian dari seseorang..

Aku menunggu sesaat akhirnya ayu kembali membawa makanan di nampan dan juga obat..

"Makan dulu baru nanti minum obatnya.."

"Baiklah.."

"A.. A. A.... " Dia menyuapi ku dan tanpa sadar aku mau saja di suapin olehnya..

"Enak? "

"Emm.. Masakanmu enak, lebih enak dari bibi angel.."

"Mulai sekarang kamu akan selalu aku jamu dengan masakan terbaikku, karena aku akan menjadi istriku kelak, ya walaupun cuma pura pura. "

"Terima kasih.."

"Ini memang tugasku.. Aa.. a. a. a. a... "

Dia kembali menyuapi ku, dan aku sangat senang.. Ayu melihatku dengan penuh senyuman dan senyumnya menenangkanku..

"Maaf untuk tadi malam, aku tidak sengaja menendang itu kamu.."

"Tendangamu sungguh meremukkan punyaku.." Kata ku lirih.

"Maaf, andai aku sudah jadi istriku, akan aku rawat dedekmu.."

Uhuk uhuk uhuk..

"Sungguh wanita ini terlalu vulgar,.. "Gerutu ku dalam hati..

"Maaf aku bercanda..hahhahaha... " Tawa ayu menertawakanku...

"Jangan pancing aku... "

"Tidak.. Maaf aku hanya bercanda... Ini minum obatnya dulu.. " Kata ayu sambil memberikan obat padaku..

Aku segera meminum obat itu..

"Tidurlah, aku akan menelpon bram kalau kamu tidak berangkat ke kantor.."

"Jangan, biar aku sendiri yang bilang padanya, aku tidak suka kamu terlalu dekat denganya.."

"Kenapa? "

"Aku tidak suka, cukup itu yang kamu tahu. Kamu milikku hanya milikku, walaupun cuma pura pura kamu sudah menjadi milikku. Jangan berani terlalu dekat denganya.. Itu perintah jangan pernah berani melanggarnya..! " Tegasku..

"Dia dan aku cuma berteman, apa berteman pun tidak boleh? "

"Jika hanya sebatas teman apa pantas kalian ingin berciuman di dalam mobil.. Aku melihatmu dengan dia kemarin, jaga sikapmu, kamu adalah calon istriku maka kamu harus menjaga sikapmu dengan nya, mengerti! "

"Kenapa? Bram juga tahu kalau kita cuma berbohong, dia malah sudah menawarkan aku menjadi istri sah nya kelak jika kita sudah bercerai.. "

DEG.. hatiku seketika berdegup keras, hatiku panas...

Aku lalu berdiri dari tempat tidurku dan berjalan ke arahnya..

Aku pegang dagunya..

AKU menciumnya..

Ya benar aku menciumnya..

Ayu sangat terkejut namun dia hanya diam, karena dia tak ada penolakan, aku lanjutkan ciuman ku dengan ciuman penuh gairah, dan benar darisini aku tahu ayu juga mencintaiku.. Dia membalas ciuman ku dengan lembut, bibir kami berpagutan hingga kami melupakan waktu karena ciuman cinta ku dan ayu...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!