NovelToon NovelToon
Purnama Tertutup Mega

Purnama Tertutup Mega

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Laviolla

Aku sibuk mengurus ibumu di atas pembaringan, sedangkan kamu sibuk menggoyang bosmu yang haus belaian. -Wulan-

Seperti cahaya purnama yang tertutup mega, semua kebaikan dan juga bakti yang sudah diberikan oleh Wulan untuk keluarganya sama sekali tak nampak di mata Awan. Wulan yang sudah dengan sabar merawat sang mertua yang lumpuh karena stroke di sela-sela kewajibannya menjadi seorang ibu muda sampai membuat wanita itu tidak memiliki waktu untuk dirinya sendiri tidak lantas membuat wanita itu mendapatkan balasan kesetiaan.

Wulan memilih untuk berpisah saat memergoki Awan berselingkuh. Wanita itu rela menjanda daripada batinnya selalu tersiksa karena Awan telah terpikat pada seorang janda kaya yang merupakan bos di tempat sang suami bekerja.

Lantas, bagaimanakah Wulan menjalani hari-harinya sebagai seorang janda? Dan bagaimana kehidupan Awan setelah kepergian Wulan? Apakah istri baru Awan bisa menjadi sosok istri dan menantu yang sempurna atau justru durhaka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Laviolla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PTM 05. Berkenalan

Tasya, gadis kecil itu masih menangis tergugu. Jika sebelumnya ia memeluk kaki Awan, kini ia memeluk tubuh Mega setelah ia datang menghampiri bersama Basuki. Terlihat Tasya masih begitu syok ketika terkunci di gudang belakang.

"Wan, ini sebenarnya apa yang menimpa cucuku? Mengapa dia bisa menangis dan ada bersamamu?"

"Saya juga kurang tahu bagaimana kejadiannya Pak. Tadi setelah saya keluar dari kamar mandi, saya mendengar teriakan seseorang. Ternyata setelah saya telusuri, suara itu berasal dari gudang dan ternyata cucu Anda terkunci di gudang ini."

Mega mengusap-usap punggung Tasya untuk menenangkan sang anak. "Sayang, mengapa kamu bisa sampai gudang?"

"Tadi Tasya mau main di taman, Mama. Tasya lihat kupu-kupu dan kupu-kupunya masuk di situ."

Tasya menjelaskan sembari menunjuk ke arah gudang. Seperti anak kecil pada umumnya, Tasya tertarik pada kupu-kupu hingga akhirnya ia mengejarnya.

"Lain kali jangan diulangi lagi ya Sayang. Mama dan kakek sampai kebingungan mencari Tasya."

"Iya Mama."

Mega menautkan pandangannya ke arah Awan. Wanita berparas cantik dan modis itu tersenyum manis ke arah Awan.

"Pak, terima kasih banyak karena sudah menolong anak saya ya. Saya tidak tahu bagaimana jadinya kalau tidak ada Pak..."

Ucapan Mega terjeda ketika ia tidak tahu nama Awan. Wanita itu sempat melirik ke arah sang papa, memberi satu isyarat jika ia ingin tahu nama lelaki yang sudah menolong anaknya.

"Namanya Awan, Meg. Awan ini merupakan salah satu marketing eksekutif yang ada di kantor. Dedikasinya untuk kantor sangat luar biasa. Bahkan selama tiga bulan berturut-turut, Awan berhasil menjual unit paling banyak."

Dengan penuh rasa bangga, Basuki memperkenalkan Awan kepada Mega. Bagi Basuki, Awan memang salah seorang marketing yang luar biasa. Berkat kerja kerasnya, dealer yang ia miliki menjadi dealer peraih penghargaan dari pusat.

Mega tersenyum manis seraya mengulurkan tangannya. Awan sedikit terhenyak kala tangan Mega terulur. Ia pun bersegera membalas uluran tangan Mega.

"Ternyata, selain menolong anak saya, pak Awan juga merupakan karyawan terbaik di sini. Saya ucapkan terimakasih banyak. Semoga nanti setelah saya menggantikan posisi papa, saya dan Anda bisa saling bekerja sama agar penjualan di dealer kita semakin meningkat."

"Saya usahakan Bu. Selama saya masih diberikan kesehatan dan akal untuk mencari target pasar baru, saya akan bekerja maksimal."

"Senang bekerja sama dengan Anda, Pak. Semoga pak Awan betah untuk berada di sini."

"Tentu saya akan betah, Bu. Karena di sini adalah tempat saya mengais rezeki."

Mega tersenyum simpul mendengar setiap kata yang terlontar dari bibir Awan. Kata-kata yang terdengar begitu menggambarkan jika ia adalah salah satu lelaki yang menghargai tempat di mana ia mencari rezeki.

"Mama."

"Iya Sayang, ada apa?"

Mega menatap intens wajah Tasya. Mendengar bicara yang sang anak ucapkan, ia merasa bahwa ada sesuatu yang diinginkan oleh Tasya.

"Apakah boleh setiap hari bertemu dengan Paman ini?"

Dua bola mata Mega dan Basuki sama-sama terbelalak. Mereka saling bertatap netra dengan raut wajah yang dipenuhi oleh tanda tanya. Hal yang sama juga terjadi pada Awan. Lelaki itu tidak mengerti maksud anak kecil yang baru saja ia tolong ini.

"Maksud Tasya bagaimana?"

"Tasya ingin setiap hari bermain sama Paman ini. Tasya ingin seperti teman-teman Tasya yang lain yang memiliki..."

Tasya tidak melanjutkan ucapannya. Gadis kecil itu seperti kesusahan untuk mengungkapkan apa yang ia rasakan. Sedang Mega, wanita itu langsung paham dengan apa yang dimaksud oleh Tasya. Karena sudah lama tidak mendapatkan kasih sayang seorang ayah, Tasya pasti merindukan figur seorang ayah seperti teman-temannya yang lain.

"Sayang, Paman Awan di sini bukan untuk bermain, tapi untuk bekerja. Jadi Tasya tidak boleh seperti itu ya."

Mega menautkan pandangannya ke arah Awan. Ia merasa sangat tidak enak hati mendengar permintaan sang putri yang terdengar sangat absurd sekali. Wajah Mega seperti memancarkan rasa bersalahnya.

"Pak Awan saya mohon maaf atas apa yang diucapkan oleh Tasya. Tolong jangan dianggap serius ya."

Awan tersenyum kecil. Alih-alih menyambut ucapan maaf Mega, lelaki itu justru terlihat tidak begitu keberatan dengan apa yang diinginkan oleh Tasya.

"Tidak masalah Bu. Saya bersedia kok."

Mega sedikit terperanjat. "Maksud pak Awan bagaimana?"

"Kalau jam istirahat, saya bersedia menemani Tasya main."

"Hah, pak Awan serius dengan ucapan Bapak?"

"Serius Bu. Jika pas jam istirahat biar saya yang temani."

Tasya yang mendengarnya begitu tertawa girang. Gadis kecil itu berjingkrak-jingkrak kemudian kembali memeluk kaki Awan mengingat tinggi badannya yang hanya bisa menjangkau kaki Awan.

"Hore asyik.. Terima kasih Paman."

Awan mensejajarkan tinggi badannya dengan Tasya. Lelaki itu memeluk tubuh Tasya dengan erat sembari mengusap-usap punggungnya.

"Sama-sama Sayang. Semoga Tasya bisa bahagia selalu ya."

"Iya Paman."

Mega yang melihat adegan di depan matanya ini mendadak dipenuhi oleh rasa haru yang teramat dalam. Seonggok daging bernyawa yang bersemayam dalam dadanya seperti dipenuhi dengan buncahan rasa bahagia yang tiada terkira. Sejak perpisahannya dengan sang mantan suami, baru kali ini ia bisa melihat Tasya begitu bahagia.

Tasya terlihat begitu nyaman dan bahagia berada di dalam pelukan pak Awan ini. Itu artinya pak Awan adalah lelaki baik-baik karena anak sekecil Tasya pun nampak begitu nyaman di dekatnya. Apa mungkin ini adalah jawaban dari Tuhan jika kelak pak Awan lah yang akan menjadi ayah sambung untuk Tasya? Ah Mega, pikiranmu terlalu jauh.

Mega terbangun dari khayalannya yang entah sampai mana. Ia sadar jika sudah terlampau jauh pikirannya itu. Sampai-sampai membuatnya menepuk jidatnya sendiri agar pikirannya tidak ngelantur.

***

Hari sudah gelap kala Awan keluar dari kantor. Ia harus pulang sampai larut seperti ini karena ada pekerjaan yang harus ia selesaikan. Ia harus menunjukkan laporan-laporan unit yang telah terjual kepada Mega yang notabene mulai menggantikan posisi Basuki. Oleh karenanya setelah meeting penyambutan kedatangan Mega sudah usai, Awan harus kembali berkutat dengan pekerjaannya.

"Pak Awan mau pulang?"

Mega yang juga baru keluar dari ruang direktur, menyapa Awan yang terlihat tengah berjalan menuju tempat parkir. Meski hari sudah malam, namun wajah wanita itu masih terlihat fresh sekali.

"Iya Bu. Itu motor saya ada di sana," ucap Awan sembari menunjuk ke arah parkiran. "Oh iya, Tasya kok tidak terlihat?"

Mega terkekeh pelan. "Tasya sudah pulang duluan sama Papa, Pak. Dia itu kalau sudah capek dan ngantuk pasti rewel. Minta ini minta itu tapi tidak ada yang benar. Makannya saya meminta Papa untuk membawanya pulang agar dia bisa beristirahat terlebih dahulu."

"Betul sekali itu Bu. Lagipula pasti sangat capek sekali karena baru saja tiba dari Malaysia. Perjalanan yang cukup jauh."

"Kami naik pesawat, Pak. Jadi tidak terlalu lama ada di perjalanan. Hanya delay pesawatnya saja yang bikin bosan menunggu," ujar Mega dengan kekehan kecil yang terdengar keluar dari bibir.

"Betul juga ya Bu," ucap Awan yang juga ikut tergelak pelan. "Maaf, saya duluan ya Bu. Itu motor saya sudah terlihat."

Awan berpamitan sembari menunjuk ke arah motor yang berada tak jauh dari tempatnya berada. Lelaki itu semakin melebarkan langkah kakinya agar bisa segera menjangkau motor miliknya.

"Oh iya Pak. Hati-hati."

Sorot mata Mega tidak lepas dari tubuh Awan yang mulai mengendarai motornya keluar dari area kantor hingga bayang tubuh Awan benar-benar hilang dari jangkauan penglihatannya. Wanita itu tersenyum simpul. Entah apa yang ia rasakan namun ada rasa bahagia yang memeluk raga saat ia ngobrol dengan lelaki bernama Awan itu.

.

.

.

1
Laviolla
selamat membaca semua.. jangan lupa untuk like komen subscribe follow dan share ya... mkasih
Laviolla
selamat membaca semua... jangan lupa untuk like, komen, subscribe, follow dan share ya.. mkasih
Hanindia
waaaowww dapat warisan,,, selamat Lan.. semoga beruntung hidupmu ke depannya
Hanindia
amanat apa ya kira -kira??? semoga hal yang bermanfaat Lan
suciati
tuh kan bener dapat warisan.../Tongue/ semoga bermanfaat untuk merubah hidupmu lan
suciati
uhuuyyyy dapet warisan kayaknya.../Drool/ bener2 beruntung kamu Lan
Laviolla
selamat membaca semua.. jangan lupa untuk like, komen, subscribe, follow dan share ya.. mkasih
sunaryati jarum
Sepertinya kamu anak yang ditemukannya Nenek Inah,Wulan.Semoga kehidupan kamu selanjut lebih baik Wulan.
linda
rezeki nomplok lan... 🤣🤣
Anonim
Laki goblok tinggalin lan,run
sunaryati jarum
Semoga nenek Wulan Mempunyai peninggalan barang atau ilmu yang dapat mengubah hidup Wulan menjadi baik dan sukses
Laviolla
selamat membaca semua. jgn lupa untuk like komen subscribe follow dan share mkasih
linda
wulan dapat warisan😍😍😍 itu si cowok tampan sepertinya yg bakal jadi jodoh wulan selanjutnya
sunaryati jarum
Semoga langkah kamu menuju kebebasan , kesuksesan dan kebahagiaan. Wulan
linda
bagus Lan.. selamat melanjutkan hidupmu,, smg sukses
suciati
semogq sukses lan
Hanindia
selamat berjuang Lan... semoga kamu sukses
Hanindia
kalian emang serasi... penghianat dan pelakor bersatu
Hanindia
wuiiihh,, udah berani nampar??? emang gila tuh awan
Hanindia
selamat Lan, lelaki kayak awan emg gk pantes dipertahankan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!