NovelToon NovelToon
Istri Yang Kau Sia-Siakan

Istri Yang Kau Sia-Siakan

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / CEO / Nikahmuda
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Nona Jmn

Alesha rela mengorbankan impian dan kebahagiannya demi rumah tangga yang ia perjuangkan sepenuh hati dan menerima hinaan dan cacian oleh keluarga suaminya.
Namun semua pengorbanannya berakhir sia-sia ketika ia mengetahui suaminya berselingkuh dan mengaku belum menikah.
Memilih pergi adalah langkah paling menyakitkan yang pernah ia ambil. Tetapi tanpa disadari, keputusan itu justru membawanya pada kehidupan baru yang lebih baik.
Alesha mulai bangkit. Ia ingin membuktikan bahwa keputusannya meninggalkan masa lalu adalah pilihan yang tepat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Jmn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kesabaranku habis

"Bajingan kamu, Mas. Bisa-bisanya kamu selingkuh di belakangku."

Air mata Alesha tak bisa lagi ia tahan.

Pemandangan itu terus terbayang di kepalanya. Aldo menggenggam tangan wanita lain di depan banyak orang, tanpa sedikit pun rasa bersalah.

Selama beberapa saat, Alesha bahkan sulit mempercayai apa yang baru saja dilihatnya.

Selama ini ia selalu berusaha bertahan.

Bertahan menghadapi hinaan.

Bertahan menghadapi perlakuan buruk.

Bertahan menghadapi keluarga Aldo yang tidak pernah menganggapnya sebagai manusia.

Namun hari ini, ia sadar satu hal. Selama ini hanya dirinya yang berjuang mempertahankan pernikahan itu.

Alesha menundukkan kepalanya di atas setang motor.

Air matanya jatuh satu per satu membasahi punggung tangannya.

Alesha menarik napas panjang berkali-kali. Namun rasa sesak itu tak juga hilang.

"Apa kurang sabarku selama ini, Mas?" lirihnya dengan suara bergetar.

Mertuanya membencinya.

Adik iparnya merendahkannya.

Dan sekarang suaminya memilih wanita lain.

Alesha perlahan menghapus air matanya.

"Itu balasanmu padaku, Mas? Baiklah."

Ia menarik napas panjang.

Meski hatinya hancur, ia berusaha menenangkan dirinya.

Untuk pertama kalinya, Alesha tidak menemukan alasan untuk tetap tinggal.

Alesha menyalakan motor.

Hari ini, Ia akan menyelesaikan semuanya.

Motor melaju membelah jalanan dengan kecepatan tinggi.

Pikirannya dipenuhi berbagai kenangan selama hampir tiga tahun pernikahan mereka.

Selama hampir tiga tahun menikah, ia mencoba mengingat satu kenganan yang membuatnya bahagia.

Namun yang muncul justru pertengkaran, hinaan, dan air mata.

Hanya dalam beberapa menit, Alesha sudah sampai di rumah.

Begitu memasuki halaman, suara Helena langsung terdengar.

"Itu dia, Alesha sudah datang."

Alesha hanya memasang wajah datar.

Tak ada lagi tenaga untuk menanggapi wanita itu.

Tanpa sepatah kata pun, ia langsung masuk ke dalam rumah dan menuju kamarnya.

"Alesha!" panggil Helena dengan suara meninggi.

Namun Alesha tak menjawab.

Ia membuka lemari lalu mulai mengemasi pakaian-pakaiannya.

Tangannya bergerak cepat memasukkan baju ke dalam tas besar.

Ia akan pergi dari rumah ini.

Kesabarannya sudah habis saat mengetahui suaminya memilih wanita lain.

Helena yang diabaikan mulai kesal.

Ia langsung menghampiri Alesha ke dalam kamar.

"Alesha!" bentaknya.

Alesha hanya melirik sekilas lalu kembali melipat bajunya.

Respons itu membuat tangan Helena mengepal.

"Alesha, kamu dengar Ibu nggak sih!"

Alesha menghentikan aktivitasnya sesaat.

"Ibu kenapa?" balasnya dengan suara dingin.

Helena sampai terkejut mendengar nada bicara menantunya.

Selama ini Alesha tidak pernah berbicara seperti itu.

"Ibu minta uang kamu. Ibu ingin bayar tagihan lampu," ucap Helena.

"Nggak."

Jawaban singkat itu membuat Helena membelalak.

"Apa? Alesha, hari ini kamu gajian—"

"Terus kalau aku gajian kenapa, Bu?" potong Alesha sambil menatap datar mertuanya. "Aku lagi yang bayar tagihan lampu? Lalu uang Ibu dari Mas Aldo Ibu simpan untuk foya-foya, gitu maksud Ibu, hah?!"

Suara Alesha mulai meninggi.

Helena membelalak tidak percaya.

"Kamu berani membentak Ibu?"

"Iya, kenapa? Ibu mau marah? Mau merendahkan aku, hah?" balas Alesha dengan dingin.

Helena langsung menunjuk wajah Alesha.

"Kurang ajar kamu, Alesha! Dasar menantu tidak tahu diuntung. Ingat, kalau kamu tidak menikah dengan Aldo, kamu tidak akan tinggal di sebuah rumah!"

Alesha tertawa miris.

Tinggal di rumah ini?

Apakah itu sebuah keberuntungan?

"Dan Ibu juga harus ingat, selama aku tinggal di sini aku yang sering bayar kebutuhan rumah, masak, menyapu. Segalanya aku lakukan," ucap Alesha.

Lalu ia melangkah mendekat ke arah Helena.

Tatapannya begitu dingin hingga membuat Helena sedikit terkejut.

"Selama ini kalian merendahkanku, tapi aku masih sabar..."

"Kalian menghinaku karena aku yatim piatu, aku sabar..."

"Kalian tidak memberiku makan, aku sabar..."

"Tapi sekarang kesabaranku sudah habis, Bu!"

Bentakan Alesha menggema di dalam kamar.

Tepat saat itu, Aldo yang baru pulang kerja mendengar suara tersebut.

Ia langsung masuk ke dalam kamar.

"Alesha, beraninya kamu membentak Ibu!" ucap Aldo.

Helena langsung tersenyum kemenangan.

Putranya datang di waktu yang tepat.

"Aldo, istrimu ini sudah berani melawan Ibu."

Aldo menatap tajam ke arah Alesha.

"Ibu cuma minta uang untuk bayar tagihan listrik, tapi dia nggak mau kasih padahal dia gajian hari ini," lanjut Helena.

Alesha hanya berdecak pelan sambil menggelengkan kepala.

"Alesha, apa yang Ibu katakan benar, hah?"

Alesha mengangguk tanpa ragu.

"Iya. Kenapa, hah?" balas Alesha.

Aldo mengepalkan tangannya.

Rahangnya mengeras.

"Alesha, minta maaf sama Ibu sekarang juga."

Alesha tertawa kecil.

Tawa yang terdengar begitu asing bahkan bagi dirinya sendiri.

"Minta maaf?"

"Iya!" bentak Aldo. "Kamu sudah keterlaluan."

Alesha menggeleng pelan.

"Tidak. Kalian yang sudah keterlaluan padaku. Aku nggak akan minta maaf."

Ia kembali memasukkan pakaian ke dalam tas.

Gerakannya cepat dan tegas.

"Alesha, mau ke mana kamu, hah?!" tanya Aldo.

Alesha menghentikan aktivitasnya.

Lalu menatap Aldo dengan tatapan tajam.

"Mulai hari ini aku akan pergi dari rumah ini!"

"Apa maksudmu, hah?"

"Aku sudah capek, Mas."

Alesha menatap Aldo tanpa gentar.

"Aku mau cerai."

Aldo langsung membeku.

Wajahnya berubah.

"Apa?"

Suara pria itu terdengar tidak percaya.

"Aku ingin cerai dari kamu, Mas," ulang Alesha dengan tegas. "Aku sudah lelah dan aku akan pergi dari rumah ini."

Helena yang berdiri di samping Aldo ikut terkejut.

"Cerai..." ulang Aldo.

"Iya! Aku ingin cerai supaya kamu bisa bebas dengan selingkuhanmu!" teriak Alesha.

Mata Aldo langsung melebar.

"Bisa-bisanya kamu bermain di belakangku, Mas..."

"Selama ini aku sabar menghadapimu..."

"Sikap keluargamu yang hanya menganggap aku seorang pembantu..."

"Aku difitnah, aku masih sabar..."

"Dan sekarang melihatmu dengan wanita lain, kesabaranku sudah habis!"

Air mata Alesha kembali menetes.

Namun kali ini ia segera menghapusnya.

Ia tidak ingin terlihat lemah lagi.

"Alesha... jangan fitnah aku. Aku nggak selingkuh..." bantah Aldo.

Alesha tertawa miris.

Lalu ia memperlihatkan foto yang ada di ponselnya.

"Lalu ini apa, hah?"

"Kamu masih ingin mengelak?"

"Bahkan semua teman kerja kamu sudah tahu kalian sepasang kekasih!"

"Dan yang lebih menyakitkan lagi, kamu mengaku belum menikah di depan mereka!"

Teriakan Alesha membuat Aldo terdiam.

Tak ada satu kata pun yang keluar dari mulutnya.

"Ini balasanmu, hah?!"

Napas Alesha menggebu-gebu.

Ia lalu kembali memasukkan sisa pakaiannya ke dalam tas.

Setelah semuanya selesai, ia mengangkat tas itu dan berjalan keluar.

Sementara Aldo masih mematung di tempat.

"Alesha..." panggil Aldo sambil menghampirinya.

Namun tangannya langsung dicekal oleh Helena.

"Aldo, biarin dia pergi."

Helena lalu menatap Alesha dengan sinis.

"Baguslah kalau dia sudah tahu. Kamu dan Risa tidak perlu menyembunyikan lagi hubunganmu."

Aldo langsung menoleh pada ibunya.

"Ibu!"

Untuk pertama kalinya, nada suaranya terdengar panik.

Namun semuanya sudah terlambat.

Alesha sudah mendengar semuanya.

Dada Alesha terasa sesak seketika.

Jadi selama ini Helena tahu.

Helena tahu putranya memiliki wanita lain.

Namun bukannya menegur atau menasihati Aldo, wanita itu justru mendukung hubungan tersebut.

Air mata Alesha kembali mengalir.

Alesha tertawa pelan sambil menghapus air matanya.

Entah kenapa, saat itu ia merasa bodoh karena terlalu lama bertahan.

Kecewa pada dirinya sendiri yang terlalu lama bertahan di rumah itu.

Alesha menatap Helena.

"Bisa-bisanya Ibu membiarkan putra Ibu melakukan hal itu, padahal Ibu juga seorang wanita."

"Alah, nggak usah banyak drama kamu. Kalau kamu ingin pergi, ya pergi saja," jawab Helena tanpa beban.

"Tanpa Ibu katakan, aku akan pergi."

Alesha melangkah keluar rumah.

Air matanya masih jatuh. Namun kali ini, Alesha tidak berhenti melangkah. Ia sudah terlalu lama

bertahan di tempat yang salah.

Alesha naik ke atas motor lalu meninggalkan rumah itu tanpa menoleh lagi.

Rumah yang selama ini hanya memberinya luka.

"Aldo, sekarang kamu nggak usah sembunyiin hubunganmu dengan Risa," ucap Helena.

Namun kali ini Aldo tidak menjawab.

Ia hanya menatap ke arah gerbang rumah.

Ke arah tempat Alesha baru saja pergi.

Dan untuk pertama kalinya, Aldo tidak tahu harus berkata apa.

1
Ma Em
Leon sdh menemukan gadis teman masa kecilnya semoga benar Alesha reman masa kecil Leon dan berjodoh Alesha dgn Leon , Aldo sdh menikah dgn wanita pilihan nya apakah benar anak yg dikandung Risa adalah anaknya Aldo .
Hatnah Batulicin
peran Alesha org nya terlalu lemah dan letoy 😝😝😝
Nona Jmn: Sabar
total 1 replies
Hatnah Batulicin
terlalu bnyk KTA "hah"disetiap dialog nya
Anonim: awokawok emang lawak awokawok blok
total 1 replies
dome🌬️🌀🌀🌀
lanjut Thor bikin cerita yg bikin tensi naik🤣🤣🤣🤣🤣
ayoookkkk semangat
semangat
💪💪💪💪💪
dome🌬️🌀🌀🌀
yookkk gelud yookkk Mak, sini biar saya smackdown

😤😤😤😤😤😤😤😤😤kuweseeellleee rekkk...
dome🌬️🌀🌀🌀
haduuhhhhh... Jagan lembek laahhh kau wahai wanita. sudah dihina diremehkan ga dihargai sekarang disakiti secara verbal dan fisik apalagi yg kau harapkan dari si biyawak suamimu. gila digampar masih bisa ngarep dibela. digampar yaa neng digampar.. udah kayak ga ada harga diri lagi lu. ngapain masih ngarep laki percaya sama kamu
dome🌬️🌀🌀🌀
eehhhhhh.... Mak lampir, itu bukan tanggung jawab mantumu yaa buat nafkahi kluarga kalian. setres kan kalian. coba brobat dl sapa tau gila.
yg Suai siapa tapi yg dituntut nafkahi siapa. kan gendeng yaaa.. ga DA kewajibannya mantu atau istri menafkahi keluarga nya apa lagi menafkahi kluarga suami.😄😄😄
ibu ini lupa minum obat inii pastii makanya rada kumat 🤭
dome🌬️🌀🌀🌀
kenapaaa,, kok berasa dunia mu yg runtuh Alesha dipecat. ga ada sumber pendapatan yaa yg bisa kau ambil dari Alesha lagi. makin lah kluarga suaminya semakin merendahkan Alesha... cereeeee ajaaaaaa laahhh Gedeg udah akuuuhhh😄😄😄😄
dome🌬️🌀🌀🌀
ihhhhh.... jengkelnya. kalau sudah tau tak dihargai dirumah yg kau anggap kluarga lebih baik pisaaahhhhhj... tinggalkan kluarga yg ga bisa menghargai mu itu Alesha. sudah dinafkahi seadanya banyak dituntut ini itu ga dihargai. parahnya udah kayak babu luar negri aja.
mending sekalian beneran kerja jadi babu luar negri makan gratis tinggal gratis digaji besar. sama aja kan kayak kau tinggal dirumah kluarga suami mu, macam babu. bedanya babu luar negri digaji🤣🤣🤣🤣
lahhh ini sudah lah dihina dijelekkan dibabuin ga dihargai, dinafkahi ala kadarnya saja. boro boro mau beli berlian segunung🤣🤣🤣🤣
lanjut lahhhhhh
dome🌬️🌀🌀🌀
lanjuuutttt lah.. gaskeuunnnn🤗💪💪
dome🌬️🌀🌀🌀
haduhhhh,,,, baru awal bab dan baru paragraf pertama baca sudah membuat aku punya darah tinggi dadakan😤😤😤

Thor kira kira kalau buat cerita, LG anteng2 baca sudah dibuat darah tinggi thorrrrrrr teganya dikau pada daku. 🤣🤣🤣🤣
coba Thor masukin aku kedalam novel mau aku geprek itu mertua dan ipar laknatnyaaa... sudah ga dinafkahi kok masih mau aja punya suami modelan gitu....
astaghfirullah
astaghfirullah
astaghfirullah
sabarrrr sabarrr... orang sabar rejekinya lebaaarrrrrrrrrrrr😁
Ma Em
Semoga Alesha sukses setelah berpisah dgn Aldo , Aldo pasti menyesal karena sdh menyia nyiakan istri sebaik dan sesabar seperti Alesha , semoga Alesha jadi orang yg sukses dan semakin bersinar .
Nona Jmn: Aamin😊
total 1 replies
Ma Em
Alesha kenapa kamu mau memenuhi kebutuhan Aldo dan ibunya sedangkan kerja kerasmu tdk pernah dihargai , lawan mereka Alesha jgn cuma nangis lbh baik tinggalkan suamimu yg tdk pernah menganggap mu istri tapi kamu cuma dianggap pembantu gratisan .
Nona Jmn: Pantau terus Alesha ya, kak🙂
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!