NovelToon NovelToon
Putri Tersembunyi Sang Kaisar

Putri Tersembunyi Sang Kaisar

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:55.8k
Nilai: 5
Nama Author: Yulianti Azis

Xu Natalia, wanita yang diam-diam mengangkat keluarga Li dari rakyat biasa menjadi bangsawan, justru dihina saat suaminya, Li Adrian, pulang dari perang membawa istri lain. Tanpa banyak kata, ia memilih bercerai dan pergi hanya dengan harga dirinya.

Tak ada yang tahu wanita yang mereka remehkan adalah putri kaisar dari negeri seberang sekaligus ahli pengobatan yang mampu mengubah takdir.

Bagaimanakah saat keluarga Li tahu identitas Natalia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yulianti Azis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sayembara

Beberapa hari kemudian, suasana di Aula Istana Kekaisaran Pedang Langit dipenuhi ketegangan yang mencekam. Para pejabat berdiri dengan wajah pucat, sementara gulungan laporan terus dibawa masuk tanpa henti.

Di singgasananya, Kaisar Yuhuang menggenggam erat sandaran kursinya, matanya menyala penuh amarah.

“Berapa banyak lagi korban?” suara sang kaisar menggema berat, membuat semua orang menunduk lebih dalam.

Seorang pejabat maju dengan tangan gemetar, lalu membuka gulungan laporan di tangannya. “Yang Mulia ... jumlah korban telah melampaui puluhan ribu jiwa, dan terus bertambah setiap harinya.”

Ruangan itu seketika sunyi, hanya suara napas tertahan yang terdengar kecil.

Kaisar Yuhuang menghembuskan napas panjang, lalu menghantam sandaran tangannya dengan keras. “Tabib istana? Para ahli medis yang kita kirim ke berbagai wilayah, apa yang mereka lakukan?”

Seorang tabib istana berlutut di tengah aula, keringat dingin mengalir di pelipisnya. “Ampun, Yang Mulia … wabah ini terlalu aneh, racunnya berubah-ubah. Hamba dan yang lain sudah mencoba berbagai cara, tetapi .…” Ia tak sanggup melanjutkan kata-katanya.

Kemarahan sang kaisar semakin memuncak, auranya menekan seluruh ruangan. “Tidak berguna! Jika terus seperti ini, seluruh kekaisaran akan runtuh sebelum musuh menyerang!” Suaranya menggema tajam, membuat para pejabat semakin ketakutan.

Setelah beberapa saat, Kaisar Yuhuang menarik napas dalam, berusaha menahan amarahnya. “Aku akan membuka sayembara,” ujarnya tegas, suaranya kini dingin namun penuh tekanan. “Siapa pun yang mampu menghentikan wabah ini, akan kuberi hadiah besar, apa pun yang ia minta.”

Para pejabat saling pandang, sebagian terlihat terkejut, sebagian lainnya tampak lega. Kesempatan itu jelas menggiurkan, tetapi juga penuh risiko.

Saat suasana masih diliputi kegelisahan, seorang pejabat pria paruh baya perlahan maju ke depan, lalu menundukkan tubuhnya dengan hormat.

“Yang Mulia Kaisarr … beberapa waktu lalu, hamba pernah ditolong oleh seorang tabib wanita,” katanya hati-hati. Suaranya terdengar mantap meski suasana begitu menekan. “Kemampuan medisnya … benar-benar luar biasa.”

Alis Kaisar Yuhuang terangkat, ketertarikan mulai terlihat di wajahnya. “Benarkah?” tanyanya tajam.

Tatapannya langsung mengunci pejabat itu, seolah mencoba menilai kebenaran dari setiap kata yang diucapkan.

Pejabat itu segera berlutut, suaranya dipenuhi keyakinan. “Hamba bersumpah, Yang Mulia. Saat itu hamba hampir tewas di jalan, tetapi nona itu muncul seperti Dewi yang turun dari Langit. Dalam waktu singkat, ia menyelamatkan nyawa hamba.”

Senyum tipis muncul di bibir Kaisar Yuhuang, harapan mulai tumbuh di matanya. “Kalau begitu, di mana tabib itu sekarang?” tanyanya tanpa basa-basi.

Pejabat itu terdiam sejenak, wajahnya berubah canggung. Ia menunduk lebih dalam, suaranya melemah. “Hamba, juga sedang mencarinya, Yang Mulia. Hamba ingin berterima kasih, tetapi sejak hari itu, ia seolah menghilang tanpa jejak.”

Wajah sang kaisar langsung berubah keruh, aura dingin kembali menyelimuti ruangan.

Para pejabat lain langsung menahan napas, takut terseret dalam kemarahan itu.

Pejabat paruh baya itu pun segera menambahkan dengan tergesa. “Tapj, Yang Mulia kita bisa membuat sayembara untuk mencarinya. Mungkin ada yang pernah melihat atau mengenalnya,” katanya cepat. “Dengan begitu, kita bisa menemukan tabib tersebut.”

Kaisar Yuhuang menatapnya dalam diam selama beberapa saat, lalu perlahan mengangguk. “Baik. Itu ide yang masuk akal.” Ia kemudian mengangkat tangannya sedikit. “Panggil pelukis istana.”

Tak lama kemudian, seorang pelukis tua dibawa masuk dengan membawa peralatan lukisnya.

Di hadapan seluruh pejabat, termasuk Putra Mahkota Lian dan Pangeran Tian, pejabat paruh baya itu mulai menjelaskan ciri-ciri tabib wanita tersebut dengan detail.

“Matanya tajam, tetapi lembut, alisnya halus, dan wajahnya tertutup cadar,” ucapnya perlahan. Ia sesekali berhenti, memastikan ingatannya tidak keliru. “Auranya tenang, tetapi membuat orang merasa aman.”

Pelukis itu mengangguk, lalu mulai menggerakkan kuasnya dengan cekatan. Suara gesekan kuas di atas kertas terdengar jelas di tengah keheningan aula. Semua orang menunggu dengan penuh perhatian, seolah lukisan itu adalah harapan terakhir mereka.

Tak lama kemudian, lukisan itu selesai. Seorang pelayan mengangkatnya agar semua orang bisa melihat. Sosok seorang wanita bercadar tergambar dengan jelas, meski wajahnya tertutup, kecantikannya tetap terasa samar dari raut mata dan garis wajahnya.

Putra Mahkota Lian mengerutkan keningnya, menatap lukisan itu dengan ragu. “Benarkah dia seperti ini?” katanya pelan namun terdengar jelas. “Dia terlihat … terlalu muda.”

Pangeran Tian yang berdiri tak jauh darinya langsung menyahut dengan nada dingin. “Kemampuan seseorang tidak ditentukan oleh usia,” ujarnya singkat. “Justru sering kali, orang yang diremehkanlah yang paling berbahaya.”

Putra Mahkota Lian menoleh tajam ke arah saudaranya itu, matanya dipenuhi ketidaksukaan. “Kau selalu saja berbicara seolah kau paling tahu segalanya,” sindirnya pelan.

Pangeran Tian hanya menatapnya sekilas, ekspresinya datar tanpa emosi. “Aku hanya menyampaikan fakta,” jawabnya singkat, lalu kembali memandang lukisan itu.

Putra Mahkota Lian menatap tajam saudara beda ibunya itu. Ia memang selalu tidak suka dengan Pangeran Tian yang selalu unggul dalam hal apapun dan kali ini ia tak akan kalah lagi.

Meski ia sudah menjabat menjadi putra mahkota tetap saja ia merasa terancam dengan Pangeran Tian yang jauh lebih hebat darinya. Sayangnya pangeran Tian memang tidak memiliki niat untuk naik tahta.

Kaisar Yuhuang mengangkat tangannya, menghentikan ketegangan di antara keduanya. “Cukup,” katanya tegas. “Yang terpenting sekarang adalah menemukan tabib ini.”

Ia kemudian menatap seluruh pejabat di hadapannya. “Apa ada di antara kalian yang pernah melihat wanita ini?” tanyanya.

Semua orang langsung mengalihkan pandangan ke lukisan tersebut. Sebagian menggeleng pelan, sebagian lainnya hanya diam. Namun di antara mereka, Andrian yang duduk di jajaran para jenderal tampak membeku sesaat.

Matanya menatap lukisan itu lebih lama dari yang lain. Garis mata, bentuk alis, dan aura yang tergambar semuanya terasa begitu familiar.

“Itu …” gumamnya dalam hati.

Bayangan seseorang langsung muncul di benaknya yaitu Natalia. Wanita yang selama ini ia anggap tidak berguna, tidak memiliki kemampuan apa pun.

Namun secepat itu pula, ia menepis pikirannya sendiri. Rahangnya mengeras, lalu ia mengalihkan pandangan.

“Tidak mungkin,” batinnya dingin. “Natalia tidak mungkin memiliki kemampuan seperti itu. Ya, benar. Mungkin ini hanya kebetulan.”

1
Lyvia
suwun thor crazy upnya, matrehat sehat sllu thor 😄
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
Korona ini
Maria Lina
makasih thor ud treeple up. y n bsk gimi lgi ya thor
☠️⃝🖌️M⃤y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔
sudah kere pun masih tak berpikir
itu siapa punya hak

hadeh dasar ya kko manusia serakah
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
Dih ga sadar2 ni manusia
vj'z tri
gak yakin makan hanya sedikit /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
☠️⃝🖌️M⃤y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔
ya jelas beda dong kan yaaa
vj'z tri
/Chuckle//Chuckle//Chuckle/ gpp kok horang ganteng juga manusia bisa lapar juga /Facepalm/
vj'z tri
pepet teros kang jangan kasih kendor /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
🤣🤣 Tambah laper juga itu /Facepalm/
Osie
wu reno g usah kepo..org kepo cpt matii🤣🤣🤣
Osie
jiiiaahh sampah merasa tuan muda
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
Wu Reno bnyk nanya dah th keadaan darurat 😏😤
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
tenang Adrian stlh kamu ketemu sama Natalia kamu akan di beri surat cerai yg nanti akan bikin duniamu runtuh karna tanpa Natalia kamu dan keluarga Li akan nyungseb 😏😤
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
doyan apa lapar Zhang Tian 😅😅
Osie
doyan apa rakus nih zhang tian🤣🤣🤣🤣
mama_im
tongkol nya pake sambal gak kak yul?? 🤣🤣🤣
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Yulianti Azis: Astaga typo kak gara-gara nulis dalam kondisi lapar 🤣🤣🤣
total 1 replies
sambua
kacang lupa kulitnya anda
Arbaati
menarik, selalu di tunggu kelanjutannya
SENJA
lu berisik aja dari tadi elaaah😤
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!