NovelToon NovelToon
Putri Tersembunyi Sang Kaisar

Putri Tersembunyi Sang Kaisar

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Cinta Istana/Kuno / Identitas Tersembunyi / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 5
Nama Author: Yulianti Azis

Xu Natalia, wanita yang diam-diam mengangkat keluarga Li dari rakyat biasa menjadi bangsawan, justru dihina saat suaminya, Li Adrian, pulang dari perang membawa istri lain. Tanpa banyak kata, ia memilih bercerai dan pergi hanya dengan harga dirinya.

Tak ada yang tahu wanita yang mereka remehkan adalah putri kaisar dari negeri seberang sekaligus ahli pengobatan yang mampu mengubah takdir.

Bagaimanakah saat keluarga Li tahu identitas Natalia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yulianti Azis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sayembara

Beberapa hari kemudian, suasana di Aula Istana Kekaisaran Pedang Langit dipenuhi ketegangan yang mencekam. Para pejabat berdiri dengan wajah pucat, sementara gulungan laporan terus dibawa masuk tanpa henti.

Di singgasananya, Kaisar Yuhuang menggenggam erat sandaran kursinya, matanya menyala penuh amarah.

“Berapa banyak lagi korban?” suara sang kaisar menggema berat, membuat semua orang menunduk lebih dalam.

Seorang pejabat maju dengan tangan gemetar, lalu membuka gulungan laporan di tangannya. “Yang Mulia ... jumlah korban telah melampaui puluhan ribu jiwa, dan terus bertambah setiap harinya.”

Ruangan itu seketika sunyi, hanya suara napas tertahan yang terdengar kecil.

Kaisar Yuhuang menghembuskan napas panjang, lalu menghantam sandaran tangannya dengan keras. “Tabib istana? Para ahli medis yang kita kirim ke berbagai wilayah, apa yang mereka lakukan?”

Seorang tabib istana berlutut di tengah aula, keringat dingin mengalir di pelipisnya. “Ampun, Yang Mulia … wabah ini terlalu aneh, racunnya berubah-ubah. Hamba dan yang lain sudah mencoba berbagai cara, tetapi .…” Ia tak sanggup melanjutkan kata-katanya.

Kemarahan sang kaisar semakin memuncak, auranya menekan seluruh ruangan. “Tidak berguna! Jika terus seperti ini, seluruh kekaisaran akan runtuh sebelum musuh menyerang!” Suaranya menggema tajam, membuat para pejabat semakin ketakutan.

Setelah beberapa saat, Kaisar Yuhuang menarik napas dalam, berusaha menahan amarahnya. “Aku akan membuka sayembara,” ujarnya tegas, suaranya kini dingin namun penuh tekanan. “Siapa pun yang mampu menghentikan wabah ini, akan kuberi hadiah besar, apa pun yang ia minta.”

Para pejabat saling pandang, sebagian terlihat terkejut, sebagian lainnya tampak lega. Kesempatan itu jelas menggiurkan, tetapi juga penuh risiko.

Saat suasana masih diliputi kegelisahan, seorang pejabat pria paruh baya perlahan maju ke depan, lalu menundukkan tubuhnya dengan hormat.

“Yang Mulia Kaisarr … beberapa waktu lalu, hamba pernah ditolong oleh seorang tabib wanita,” katanya hati-hati. Suaranya terdengar mantap meski suasana begitu menekan. “Kemampuan medisnya … benar-benar luar biasa.”

Alis Kaisar Yuhuang terangkat, ketertarikan mulai terlihat di wajahnya. “Benarkah?” tanyanya tajam.

Tatapannya langsung mengunci pejabat itu, seolah mencoba menilai kebenaran dari setiap kata yang diucapkan.

Pejabat itu segera berlutut, suaranya dipenuhi keyakinan. “Hamba bersumpah, Yang Mulia. Saat itu hamba hampir tewas di jalan, tetapi nona itu muncul seperti Dewi yang turun dari Langit. Dalam waktu singkat, ia menyelamatkan nyawa hamba.”

Senyum tipis muncul di bibir Kaisar Yuhuang, harapan mulai tumbuh di matanya. “Kalau begitu, di mana tabib itu sekarang?” tanyanya tanpa basa-basi.

Pejabat itu terdiam sejenak, wajahnya berubah canggung. Ia menunduk lebih dalam, suaranya melemah. “Hamba, juga sedang mencarinya, Yang Mulia. Hamba ingin berterima kasih, tetapi sejak hari itu, ia seolah menghilang tanpa jejak.”

Wajah sang kaisar langsung berubah keruh, aura dingin kembali menyelimuti ruangan.

Para pejabat lain langsung menahan napas, takut terseret dalam kemarahan itu.

Pejabat paruh baya itu pun segera menambahkan dengan tergesa. “Tapj, Yang Mulia kita bisa membuat sayembara untuk mencarinya. Mungkin ada yang pernah melihat atau mengenalnya,” katanya cepat. “Dengan begitu, kita bisa menemukan tabib tersebut.”

Kaisar Yuhuang menatapnya dalam diam selama beberapa saat, lalu perlahan mengangguk. “Baik. Itu ide yang masuk akal.” Ia kemudian mengangkat tangannya sedikit. “Panggil pelukis istana.”

Tak lama kemudian, seorang pelukis tua dibawa masuk dengan membawa peralatan lukisnya.

Di hadapan seluruh pejabat, termasuk Putra Mahkota Lian dan Pangeran Tian, pejabat paruh baya itu mulai menjelaskan ciri-ciri tabib wanita tersebut dengan detail.

“Matanya tajam, tetapi lembut, alisnya halus, dan wajahnya tertutup cadar,” ucapnya perlahan. Ia sesekali berhenti, memastikan ingatannya tidak keliru. “Auranya tenang, tetapi membuat orang merasa aman.”

Pelukis itu mengangguk, lalu mulai menggerakkan kuasnya dengan cekatan. Suara gesekan kuas di atas kertas terdengar jelas di tengah keheningan aula. Semua orang menunggu dengan penuh perhatian, seolah lukisan itu adalah harapan terakhir mereka.

Tak lama kemudian, lukisan itu selesai. Seorang pelayan mengangkatnya agar semua orang bisa melihat. Sosok seorang wanita bercadar tergambar dengan jelas, meski wajahnya tertutup, kecantikannya tetap terasa samar dari raut mata dan garis wajahnya.

Putra Mahkota Lian mengerutkan keningnya, menatap lukisan itu dengan ragu. “Benarkah dia seperti ini?” katanya pelan namun terdengar jelas. “Dia terlihat … terlalu muda.”

Pangeran Tian yang berdiri tak jauh darinya langsung menyahut dengan nada dingin. “Kemampuan seseorang tidak ditentukan oleh usia,” ujarnya singkat. “Justru sering kali, orang yang diremehkanlah yang paling berbahaya.”

Putra Mahkota Lian menoleh tajam ke arah saudaranya itu, matanya dipenuhi ketidaksukaan. “Kau selalu saja berbicara seolah kau paling tahu segalanya,” sindirnya pelan.

Pangeran Tian hanya menatapnya sekilas, ekspresinya datar tanpa emosi. “Aku hanya menyampaikan fakta,” jawabnya singkat, lalu kembali memandang lukisan itu.

Putra Mahkota Lian menatap tajam saudara beda ibunya itu. Ia memang selalu tidak suka dengan Pangeran Tian yang selalu unggul dalam hal apapun dan kali ini ia tak akan kalah lagi.

Meski ia sudah menjabat menjadi putra mahkota tetap saja ia merasa terancam dengan Pangeran Tian yang jauh lebih hebat darinya. Sayangnya pangeran Tian memang tidak memiliki niat untuk naik tahta.

Kaisar Yuhuang mengangkat tangannya, menghentikan ketegangan di antara keduanya. “Cukup,” katanya tegas. “Yang terpenting sekarang adalah menemukan tabib ini.”

Ia kemudian menatap seluruh pejabat di hadapannya. “Apa ada di antara kalian yang pernah melihat wanita ini?” tanyanya.

Semua orang langsung mengalihkan pandangan ke lukisan tersebut. Sebagian menggeleng pelan, sebagian lainnya hanya diam. Namun di antara mereka, Andrian yang duduk di jajaran para jenderal tampak membeku sesaat.

Matanya menatap lukisan itu lebih lama dari yang lain. Garis mata, bentuk alis, dan aura yang tergambar semuanya terasa begitu familiar.

“Itu …” gumamnya dalam hati.

Bayangan seseorang langsung muncul di benaknya yaitu Natalia. Wanita yang selama ini ia anggap tidak berguna, tidak memiliki kemampuan apa pun.

Namun secepat itu pula, ia menepis pikirannya sendiri. Rahangnya mengeras, lalu ia mengalihkan pandangan.

“Tidak mungkin,” batinnya dingin. “Natalia tidak mungkin memiliki kemampuan seperti itu. Ya, benar. Mungkin ini hanya kebetulan.”

1
Oi Min
oho..... seperti nya jodoh Nathan datang dri masa depan
Fitrian
ba biiiii 🐽🐽🐽🐽🐽🐽💦💦💦💦🖕🖕
Oi Min
mok kiro Natalia ki gampang di tindas???
Fitrian
cuiiiiiihhhhh laki mokondo belagu bangga dengan kemokondoannya 💦💦💦💦💦🖕
Fitrian
cuiiiiiihhhhh gundikk belagu kemiskinan 💦💦💦💦💦🖕🖕
Oi Min
ck..... kalian sendiri yg memilih Lillith she litz itu.... knp sekrang menyalahkan orang lain.
Fisee
cuiiiiiiiihhhh keluarga li keluarga ba biiii ngepet kampreett maling 💦💦💦💦💦💦🖕🖕
Oi Min
ayo Tian..... bantai para cecunguk itu.... ambil alih semua kerajaan mereka
Oi Min
Jenika mati....??? beneran nek tenan. permaisuri ra guno
Oi Min
kirain g bakal kasih tahu Tian tentang kehamilannya....... bagus sblm pergi perang Tian tahu klo Natalia hamil. jdi tambah semangat Tian nnti
Oi Min
yah..... Natalia blm kasih tau kehamilannya pada Tian.....
Oi Min
seperti nya Tian akan kmbali ke istana.... bahkan mngkin akan jadi kaisar pedang langit
Oi Min
kaisar Yuhuang knp bsa punya putra bego gini...... dah gtu, dia jdi putra mahkota jga. mau jadi apa nnti kerajaan pedang langit klo sampe Lian naik tahta???
Oi Min
tentu saja tdk ada yg cocok..... krna ada yg lebih cocok utk Natalia..... yaitu yang mulia pangeran kedua Zhu Tian (maksa sech) 😄😄😄😍😍😍😍
Oi Min
wkwkwkwkkwkw wkwkwk.... double kill buat keluarga otak upil Li.....
Oi Min
wkwkwkwkwkwkk..... semoga kalian suka kejutannya keluarga Li dan Gu palsu...... hahahha haahaha.....
Oi Min
tunggu sebentar lagi...... kejutan utk kalian dua keluarga g tau diri dan g tau malu......
Erna Ladi Yanti
aku juga ikut mewek😭😭
Erna Ladi Yanti
karma instant 🙏🙏🙏
Erna Ladi Yanti
Amin,semoga bapaknya author cepat sembuh♥️♥️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!