NovelToon NovelToon
Tirai Hitam Para Pewaris

Tirai Hitam Para Pewaris

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Reinkarnasi
Popularitas:526
Nilai: 5
Nama Author: Pineapple banana

Sejak kecil, Kiara hidup sebagai anak yang dibenci dan disiksa oleh keluarga yang membesarkannya. Ia tak pernah tahu bahwa semua penderitaan itu berawal dari sebuah pembunuhan yang terjadi dua puluh lima tahun lalu.

Demi merebut harta dan kekuasaan, pamannya membunuh ayah kandung Kiara, mengurung ibu kandungnya selama puluhan tahun, lalu membesarkannya dengan identitas palsu.

Saat kebenaran mulai terungkap, Kiara harus merebut kembali haknya dan membalas semua dosa yang telah merenggut keluarganya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pineapple banana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32

Dengan perasaan yang masih kesal, Angga mengikuti Kiara masuk ke ruang kerjanya. Ia melihat Kiara sedang berbincang santai dengan Pak Hendrik, salah satu anggota Dewan Direksi. Tidak ingin Kiara merusak suasana penting hari itu, Angga segera mendekat dan duduk di samping gadis itu.

“Wah, Angga. Kamu tidak bilang kalau dia adalah adikmu sendiri,” ucap Pak Hendrik ramah.

“Maaf ya, Pak. Adik saya ini sifatnya tertutup dan jarang muncul di depan umum,” jawab Angga sambil menggaruk kepala yang sebenarnya tidak gatal.

“Begitu rupanya. Tapi dia hebat juga, lho. Meskipun pendiam, dia berani datang jauh-jauh untuk menemuimu di sini,” ucap Pak Hendrik sambil melirik sekilas ke arah Kiara.

“Sebenarnya saya memang sengaja datang ke sini, Pak. Saya ingin melihat langsung bagaimana perkembangan dan kondisi Perusahaan Anugerah ini,” sahut Kiara santai. Tanpa ragu, ia mencubit paha Angga hingga pemuda itu meringis menahan sakit. Sementara itu, Pak Hendrik hanya mengangguk-angguk saja mendengar penjelasan mereka.

Waktu terus berjalan, dan percakapan mereka pun berakhir karena Pak Hendrik harus segera pergi mengurus urusan penting di perusahaannya sendiri. Ia pun pamit kepada Angga dan Kiara.

Begitu Pak Hendrik pergi, raut wajah Angga berubah tegang. Ia menarik lengan Kiara dengan kasar.

“Aduh! Sakit, Kak! Pelan-pelan dong, jangan kasar sekali!” protes Kiara kesal.

“Tidak usah banyak alasan! Apa sebenarnya tujuanmu datang ke perusahaanku ini?!” tanya Angga dengan nada penuh penekanan.

“Ck… Kamu tuli ya? Sudah kubilang berkali-kali: aku datang ke sini untuk menuntut hakku sendiri. Ingat, apa pun yang selama ini kalian sembunyikan, akan aku bongkar satu per satu,” jawab Kiara tegas tanpa gentar.

“Ck! Apa yang kami sembunyikan? Dengar baik-baik: kamu tidak akan pernah mendapatkan sepeser pun warisan atau kedudukan apa pun di perusahaan ini! Paham?!” bentak Angga.

“Ya, ya, terserah apa katamu saja. Tapi ingat, aku akan terus berada di sini dan mengganggu kenyamananmu, Kakak tersayang,” ucap Kiara sambil menyunggingkan senyum sinis.

“Silakan saja kalau kamu sanggup. Tapi ingat, suatu saat nanti kamu pasti akan menyesali keputusanmu ini,” desis Angga penuh ancaman.

“Kita lihat saja nanti.”

Kiara pun berbalik dan pergi meninggalkan Angga yang masih terbakar emosi.

 

Di tempat lain, Ucup, Andre, dan Vera sedang meneliti kembali rekaman video yang mereka dapatkan di depan kediaman Yuli.

“Ini benar-benar Tante Risma dan Om Henri, ya? Mereka ini semakin berani saja. Apakah tidak ada satu pun orang yang merasa curiga dengan hubungan mereka?” tanya Vera heran.

“Sepertinya banyak yang sudah curiga, tapi kamu tahu sendiri kan? Mereka hanyalah karyawan biasa. Mana berani mereka melaporkan hal itu kepada Om Anton?” jawab Ucup.

“Benar juga katamu. Tapi lihatlah, bukti ini sangat kuat untuk menjerat mereka dalam kasus perdagangan manusia dan penipuan. Dengan rekaman ini, Tante Risma tidak akan bisa mengelak lagi di hadapan pihak kepolisian,” tambah Andre.

“Tapi masalahnya… apakah pihak berwajib benar-benar mau memproses kasus ini sampai tuntas?” tanya Vera ragu.

“Tenang saja. Para oknum yang selama ini menerima suap dari pejabat dan pengusaha hitam sudah banyak yang dicopot dari jabatannya. Aku mendapat kabar ini langsung dari rekan-rekanku di kepolisian,” jelas Andre meyakinkan.

“Tetap semangat ya, Vera! Percayalah, kita dan Kiara pasti akan memenangkan keadilan ini,” seru Ucup penuh keyakinan.

Ketiganya pun melanjutkan penyelidikan hingga ke kawasan pelabuhan. Di sana, mereka melihat seorang gadis muda ditarik paksa dan dimasukkan ke dalam sebuah mobil. Tak lama kemudian, tampak Risma, Henri, dan Yuli sedang melakukan transaksi dengan seseorang yang tidak mereka kenali.

“Sepertinya malam ini kita harus mencari tahu siapa sebenarnya orang yang membeli gadis malang itu,” ucap Andre.

“Aku setuju. Ini sudah menyangkut pelanggaran hak asasi manusia yang serius,” sahut Ucup.

“Aku ikut kalian, ya?” pinta Vera tiba-tiba.

“Tidak boleh! Kamu tetap di sini saja. Tempat itu sangat berbahaya, Vera,” larang Ucup tegas. Ia tidak ingin sesuatu yang buruk menimpa gadis yang disukainya itu—bisa-bisa ia dimarahi habis-habisan oleh ayah Vera nanti.

“Tolonglah, Cup… Katanya kamu sayang padaku?” bujuk Vera dengan wajah memelas.

“Memang aku sayang padamu, Vera. Itulah sebabnya aku melarangmu ikut serta,” jawab Ucup mencoba meyakinkan.

“Ih, menyebalkan sekali sih!” kesal Vera.

“Baiklah, baiklah… Kamu boleh ikut, tapi syaratnya kamu harus tetap berada di dalam mobil dan tidak boleh keluar sedikit pun,” akhirnya Ucup mengalah demi ketenangan hati Vera.

.

.

.

 

Malam harinya, mereka pun bersiap melaksanakan rencana. Bara turut serta dalam misi itu, dan tentu saja ia tidak datang sendirian. Karena terus dirayu dan dipaksa oleh Kiara, akhirnya Bara pun mengalah dan membawa gadis itu

“Kamu bawa dia juga?” tanya Ucup saat melihat kedatangan mereka.

“Mau bagaimana lagi? Kalau dia sudah merayu, aku tidak punya pilihan selain menuruti kemauannya,” jawab Bara pasrah.

“Baiklah semuanya, dengarkan penjelasanku,” ucap Andre memulai rapat singkat. “Untuk bisa masuk ke dalam perumahan itu tidak mudah. Kita harus memiliki akses dan kartu identitas khusus. Untungnya Vera sangat ahli dalam hal ini. Ia telah membuatkan kartu identitas palsu dengan nama-nama orang penting yang biasa berkunjung ke sana. Selain itu, kita juga akan menyamarkan penampilan agar tidak dikenali oleh siapa pun.”

Andre pun membagikan kartu identitas itu, lalu mereka memakai wig dan pakaian yang berbeda dari biasanya agar tidak mudah dikenali.

Kelima orang itu kemudian masuk ke dalam mobil masing-masing dan melaju menuju lokasi tujuan. Tak lama kemudian, mereka tiba di depan gerbang perumahan elit di kawasan BSD. Petugas keamanan meminta kartu identitas mereka untuk diperiksa. Setelah memastikan semuanya sesuai, mereka pun diizinkan masuk menuju alamat yang dituju.

“Aku baru pertama kali datang ke tempat sebagus ini,” gumam Vera takjub.

“Jangan terlihat norak begitu, Vera,” canda Andre.

“Lalu kita langsung menuju ke rumah orang itu, atau ke mana?” tanya Ucup

“Tidak. Kita berhenti di rumah yang persis berada di seberangnya. Kebetulan, pemilik rumah itu adalah kenalan lamaku,” jawab Andre.

Mendengar hal itu, Ucup menatap Andre dengan wajah kesal. “Kalau kamu punya kenalan di sini, kenapa kita harus repot-repot membuat kartu identitas palsu segala?”

“Supaya terasa lebih seru dan seperti di film laga, Cup! Biar terasa keren seperti Tom Cruise,” jawab Andre santai.

Mereka pun tiba di rumah kenalan Andre. Setelah memarkir kendaraan, mereka turun dan masuk ke dalam rumah megah itu. Andre mengajak semuanya naik ke lantai atas, di mana sudah tersedia peralatan penyadap dan pemantau jarak jauh.

“Cukup luas juga ruangannya, ya. Di sini kita bisa dengan tenang memantau pergerakan mereka,” ucap Andre.

“Baiklah, sekarang pembagian tugasnya begini,” lanjut Andre. “Vera, kamu tetap di sini dan fokus memantau layar laptop yang sudah terhubung dengan kamera pengintai yang sudah dipasang oleh temanku di pohon sekitar rumah itu. Bara dan Kiara, kalian berpura-pura menjadi pasangan pengantin baru yang sedang menikmati suasana di balkon rumah ini.”

“Lalu tugasku apa?” tanya Ucup penasaran.

“Kamu ikut aku masuk ke dalam rumah itu,” jawab Andre singkat.

Mendengar itu, mata Ucup terbelalak kaget. “Gila kamu, Ndre! Itu sama saja mengajakku bunuh diri masuk ke sarang musuh!”

“Tenang saja, semuanya sudah diatur dengan rapi. Tidak akan ada bahaya apa pun,” ucap Andre mencoba meyakinkan.

Sejak tadi Vera terus memperhatikan Ucup, Vera pun mendekat dan mencium pipi pemuda itu dengan tiba-tiba. Tindakan itu membuat Ucup tertegun dan terkejut bukan main.

“Vera…” gumam Ucup sambil mengusap lembut pipinya.

“Itu sebagai penyemangat agar kamu berani dan berhati-hati,” ucap Vera sambil membuang muka karena malu.

“Baiklah, kalau sudah dapat ciuman dari calon kekasih, semangatku jadi berkobar-kobar nih!” canda Ucup yang membuat Vera semakin salah tingkah.

“Sudah, sana pergi. Tapi ingat, janji ya, jangan sampai terjadi apa-apa padamu,” pesan Vera penuh kekhawatiran.

“Siap, Bidadariku!”

Ucup pun menyusul Andre yang sudah berpakaian rapi dan siap berangkat.

“Vera, jangan terus menatap pintu itu. Mereka sudah pergi jauh, kok,” goda Bara melihat sikap Vera yang gelisah.

“Ih, reseh sekali sih kamu!” sewot Vera. Ia lalu memilih duduk kembali di depan layar komputer.

Sementara itu, Bara hanya bisa tertawa kecil sambil meringis kesakitan karena dicubit keras oleh Kiara.

Kelima orang itu kini sudah memiliki tugas masing-masing. Vera tetap berada di dalam kamar untuk memantau segala pergerakan musuh, karena bisa saja Yuli dan Rafa datang begitupun dengan Risma dan Henri. Di sisi lain, Ucup dan Andre menyusup masuk ke dalam rumah tempat gadis malang itu ditahan—karena malam itu akan diadakan lelang gelap, bukan lelang barang, melainkan lelang gadis-gadis muda untuk dijual kepada para lelaki hidung belang.

Sedangkan Bara dan Kiara, keduanya duduk santai di atas balkon, berpura-pura menjadi pasangan pengantin baru yang sedang dimabuk asmara dan menikmati suasana malam yang tenang.

Bersambung

1
Noviyanti
satu bunga untuk kiara
Noviyanti
semangat Thor, salam kenal
Abyyasdemons: oke KK , salam kenal kembali 😍💪👍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!