Pada malam hari Aletta tengah berjalan santai menikmati udara malam yang begitu dingin sambil mau makan buah jeruk. Ya Aletta sangat menyukai jeruk mereka seperti sahabat sejati sebab jika Aletta kemana-mana dirinya selalu membawa jeruk. "Tinggal 5 butir dan bijinya ada 7 makan aja deh semuanya." Ucapnya semangat. Aletta langsung memasukkan 5 butir jeruk ke dalam mulutnya saat sedang asyik maunya tiba-tiba Aletta mengalami sesak nafas dan langsung terjatuh.
Uhukkkk....uhukkkk.
"Sesak banget dada gue."
"Sialan ya kali gue metong karena keselek 7 biji jeruk yang bener saja lelucon macam ini." Ucapnya kesal.
Kesadaran Aletta mulai menghilang dan Aletta berdoa kepada Tuhan untuk meminta kehidupan yang kedua.
"Tuhan jika akhir hidupku aku minta ke pada mu kehidupan untuk kedua kalinya aku ingin memperbaiki semuanya dan aku ingin minta maaf sama Mommy, Daddy dan para Abang lucknut." Ucapnya lirih tersenyum lebar di akhir kesadarannya dan sisa hembusan nafas terakhirnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen Putri Arabella, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tamparan
Pagi telah menyapa matahari kini telah terbit artinya orang-orang akan melakukan aktivitasnya masing-masing.
Pagi ini jam sudah menunjukkan pukul 08.00 yang dimana Aretta tengah bersiap-siap ke mall untuk membeli perlengkapan sekolah dan beberapa kebutuhan lainnya.
"Untung Aretta asli kaya jadi gue gak sengsara-sengsara amat." Ucap Aretta yang tengah mengeringkan rambut.
"Kalo bukan tuh pakean yang ada di lemari kekurangan bahan semua gak pengen gue keluar kamar apalagi ngeliat muka tuh keluarga lucknut malesin banget tapi semoga gue gak liat muka mereka deh bikin mood gue ilang soalnya." Ucap Aretta kesal.
"Sumpah Aretta gue sangat menyayangkan banget sikap lo yang selalu mencari perhatian ke mereka tapi gak di gubris sama mereka, gue bukannya merasa kasian sama lo tapi kesannya lo jatuhin harga diri lo sendiri." Grutu Aretta kepada Aretta asli.
Yang membuat Aretta gak habis pikir dengan Aretta asli adalah dengan berpenampilan seperti tante-tante girang berdandan menor dan berpakaian ketat kurang bahan bahkan bodohnya lagi udah di caci maki dan tidak di anggap Aretta asli tetap saja mencari perhatian sama keluarga lucknutnya itu.
Tapi di sisi lain Aretta bangga dengan Aretta asli sudah di caci maki dan tidak di anggap dengan keluarga Wilson Aretta asli tetep kekeh dan pantang menyerah untuk mendapatkan perhatian dan kasih sayang mereka lagi walaupun Aretta asli harus meregang nyawa di tangan sepupunya itu.
Setelah selesai mengeringkan rambutnya Aretta memakai make up tipis-tipis memakai lipbam sedikit di bibir pink alaminya itu.
"Gila sebenarnya Lo cantik dan imut Aretta pipi chubby Lo gemesin banget, kenapa coba lo bodoh banget harus berdandan seperti tante-tante girang. Huh pas gue ketemu lo pertama kali di alam bawah sadar gue terpana dengan kecantikan dan keimutan lo gue yang cantik aja insecure apa lagi cewek-cewek lain." Cerocos Aretta yang berdiri di depan kaca sambil menatap stylenya yang sederhana tapi elegan.
"Tapi pas gue bangun dari alam bawah sadar gue kaget setengah mati pas liat wajah yang mirip tante-tante girang sumpah jelek banget." Grutu Aletta.
"Lo gak usah khawatir gue akan balas semuanya apa yang udah mereka lakukan ke lo selama ini, memang bener kita harus bisa berdiri di kaki kita sendiri dan untuk percaya dengan orang lain harus milih-milih karena dari keluarga pun bisa jadi pengkhianatan dan menjadi jahat hanya karena rasa iri. Semangat Aretta lo harus bisa menyelesaikan masalah di sini setelah Lo balik ke Alexander." Aretta menyemangati dirinya sendiri. Dirinya sudah memikirkan rencana balas dendam untuk keluarga Aretta asli.
"Nanti gue coba hubungin asistennya Aretta asli deh keknya gue juga harus sering-sering ke kantor karena seingat gue Aretta asli jarang banget ke kantor dan asistennya terus yang menghandle pekerjaan dia." Ucapnya.
Aretta mengambil tas kecilnya ia hanya memasukkan ponsel dan dompetnya saja. Aretta keluar kamar dengan gaya aslinya yang sederhana tapi elegan tanpa make up tebal dan baju ketatnya.
Aretta yang sekarang hanya memakai pakaian kasualnya yang terlihat seperti Barbie hidup dengan bola mata birunya dan pipi chubbynya.
"Bi aku izin mau ke mall dulu ya mau belanja keperluan buat besok sekolah." Ucap Aretta ke pada bi Nilam yang sedang membersihkan dapur.
Ya sikap dan sifat Aretta sangat berbeda jika bersama bi Nilam. Aretta akan menjadi anak yang ceria, banyak omong, lemah lembut dan sering tersenyum. jika selain bi Nilam Aretta akan menjadi pribadi yang dingin, datar, gak banyak omong dan selalu mengintimidasi orang yang menatapnya.
Bi Nilam menoleh. "Iya non hati-hati ya pulangnya jangan sampai malam soalnya udah mulai musim hujan takut non Aretta ke ujanan." Ucap bi Nilam penuh perhatian sambil tersenyum tulus.
"Oke bi." Semangat Aretta mengangkat tangannya hormat.
Kemudian bi Nilam dan Aretta tertawa renyah tanpa mereka berdua sadari ada seorang yang dari tadi mengintip di balik tembok yaitu Rachel. Ia sangat membenci Aretta tertawa seperti itu Rachel mengepalkan tangannya kuat lalu bergegas pergi menahan kekesalannya.
Dan tanpa mereka berdua sadari juga ada seseorang yang mengintip sedari tadi yaitu Jenny. Jenny menatap Aretta dengan sendu dirinya merasa iri dengan maidnya yang bisa sedekat itu dengan putri bungsunya yang gak pernah ia dan keluarganya anggap.
Putri bungsunya yang menyebabkan mertuanya meninggal dengan cara tragis. Jenny ingin menyangkal semua itu tapi kebencian dan kekecewaannya lebih besar dari pada rasa rindunya kepada anak bungsunya.
"Ya udah bi aku berangkat dulu ya." Ucapnya.
_o0o_
Setelah 1 jam perjalanan Aretta sudah sampai pusat perbelanjaan di Jakarta tanpa berlama-lama Aretta masuk ke dalam untuk mencari barang yang ia butuhkan.
Setelah beberapa jam Aretta sudah membeli semua keperluannya Aretta memutuskan untuk makan siang karena cacing-cacing di perutnya sudah demo minta di beri makan.
"Laper banget gue keknya makan siang dulu gasih?" Ucapnya kepada diri sendiri.
"Makan siang aja deh lagian bisa pingsan gue kalo gak makan. Huh cacing-cacing gue udah pada minta di sis hihihihi."
Aretta berjalan untuk mencari restoran, gak lama Aretta menemukan restoran yang terkenal di mall ini. "Nah itu dia restoran hoalng kaya katanya mah." Ucapnya lalu bergegas masuk ke dalam restoran itu.
Aretta mencari meja kosong kebetulan ia mendapatkan meja kosong yang di dekat jendela. Sampainya di sana Aretta langsung memesan makanan.
"Mbak." Panggil Aretta pada mbak waiter.
"Waiter itu menghampiri Aretta. "Mau persen apa Ka?" Ucapnya ramah lalu memberikan buku menu kepada Aretta.
"Aretta membuka buku menu itu dan melihat-lihat. "Hem saya mau pesen Spaghetti Bolognese 1 Steak Tenderlion 1 French Fries 1 dan Jus Jeruk 1 Es Krim Coklat Vanila 1 udah itu aja mbak."
"Baik saya ulangi lagi ya Kak pesanannya. Spaghetti bolognese 1 Steak Tenderlion 1 French Fries 1 Jus Jeruk 1 Es Krim Coklat Vanila 1." Ucap Mbak Waiter mengulang pesanan Aretta.
"Apa ada tambahan lagi?"
"Tidak."
"Baik kalau gitu tunggu sebentar pesanan Kaka akan tiba." Ucapnya lalu berjalan meninggalkan Aretta.
Aretta kembali fokus pada ponselnya tanpa Aretta sadari ada sepasang mata dengan tatapan yang tajam tengah memperhatikannya dari tadi.
"Lucu." Batin orang itu tersenyum tipis tanpa mengalihkan pandangannya dari Aretta.
Aretta yang merasa dirinya tengah di tatap mengedarkan pandangannya lalu tanpa sengaja netra Aretta dan netra orang itu bertubrukan.
Deg
"Kenapa gue deg-degan gini sih." Batin Aretta.
"Itu cowok siapa sih ngeliatin gue samoe segitunya banget kan merinding gue." Batin Aretta meringis tanpa mengalihkan pandangannya dari cowok itu.
Tiba-tiba seorang Waiter menghampiri Aretta membawa pesanan Aretta. Aretta langsung mengalihkan pandangannya ia yang melihat pesanannya sudah datang tentu saja sangat senang karena ia sudah sangat lapar.
"Silahkan menikmati." Ucap Waiter tersenyum ramah ke Aretta.
"Terimakasih." Ucapnya. Tanpa menunggu lama Aretta langsung memakan makanannya tanpa memperdulikan tatapan dari orang yang berada gak jauh dari mejanya.
Sedangkan orang itu di buat gemes dengan tingkah Aretta. Bagaimana tidak Aretta memakan makanannya dengan terburu-buru membuat ke dua pipinya menggembung lucu seperti ikan buntal.
"Tahan Van tahan jangan sampai lo culik dia gemesin banget." Batinnya menjerit.
"You are mine baby girl." Batinnya tersenyum.
Setelah beberapa menit Aretta telah menghabiskan semua makanan ia langsung bergegas pergi untuk pulang karena hari sudah semakin sore. sampainya di depan Mall Aretta langsung berjalan ke tadi yang sedang menunggu orderan.
"Kemana neng?" Tanya supir tadi itu
"Ke jalan xxx ya pak." Ucapnya yang di anggukkan oleh supir tadi.
Setelah satu setengah jam di perjalanan akhirnya Aretta tiba di mansion Wilson ia langsung bergegas turun dan tak lupa membayar ongkos tadi.
Aretta berjalan santai memasuki kediaman Wilson sampainya di depan pintu masuk bahkan baru saja membuka pintu Aretta sudah mendapatkan hadiah..
Plak
Plak
Plak